We Just Broke Up

We Just Broke Up
52



Setelah berhasil membuat aku tidak bisa tidur,kini dengan senangnya kau bercanda dengan wanita sialan itu, ya.. baiklah, kau bisa lalukan apa saja dengan wanita itu, aku tak peduli lagi.


Ya, pagi ini, bagas dan wanita yang kudengar namanya adalah laura kini mereka dengan senangnya tertawa di dalam kamarnya,aku memang sangat kesal, ya.. tentu saja aku sangat kesal..! bisa bisa nya mereka berbahagia saat ada aku disini.Aku adalah istri sah bagas,tapi mereka menganggap aku tak pernah ada.Baiklah,biarkan saja,aku harus tenang dan tak peduli.


Aku sudah merapikan pakaian baby eros,dan aku juga memberinya susu dan membiarkan dia terlelap bersama susu yang sudah bisa ia pegang sendiri,Bayi memang sangat suka tidur di pagi hari.


Aku pun turun menuju ruang makan,dan sekali lagi,aku melihat laura sudah menyuapi bagas dengan senangnya,


"aku senang,kau tak menolak setiap aku menyuapimu,apa istrimu juga memperlakukanmu seperti ini bagas?"tanya laura yang sudah sangat jelas sedang menyindirku.Aku bisa melihat matanya menatapku dengan tatapan sangat meremehkanku.Aku pura pura tak mendengarkan mereka,aku membiarkan mereka bermesraan begitu saja di hadapanku,bahkan bagas sama sekali tak mau melihatku,dan itu membuatku semakin ingin pergi dari rumah ini.


"kau sudah sarapan?"tanya laura padaku,dia juga masih saja tersenyum menjijikkan.


"tidak,nafsu makanku hilang begitu saja setelah melihat kalian"jawabku.


Aku hanya meminum susu yang sejak tadi berada di atas meja,aku langsung beranjak pergi setelah menghabiskan segelas susu hangat itu.Tapi, suara bagas menghentikan langkah kakiku.


"Kau boleh pergi"


Aku terdiam,aku tak yakin perkataan bagas itu di tujukan padaku.Aku pun berputar membalikkan tubuhku agar bisa melihat dengan jelas kepada siapa ia bicara sekarang.Dan,dia benar benar sedang melihatku,dia benar benar sedang bicara denganku.


Apakah,dia akan membiarkan aku pergi dari sini sekarang juga?


"Kenapa kau diam saja,? pergilah,aku akan membiarkanmu keluar dari sini,lakukan apa saja yang kau mau asalkan tidak membawa eros pergi dari sini."


Deg.


Jantungku seperti berhenti berdetak,dan mulutku sudah refleks terbuka dengan sendirinya.Awalnya aku sangat senang sampai rasanya kakiku melayang saat mendegar ia membiarkan aku pergi dari sini,Tapi,kenapa bagas malah membuatku jatuh begitu saja..?


"Apa yang kau bicarakan bagas,? aku tidak mungkin pergi begitu saja tanpa membawa eros bersamaku."kataku dengan suara bergetar.Aku sudah hampir menangis sekarang.


"kalau begitu,tetap disini dan menjadi istriku.Lakukan semua tugasmu sebagai seorang istri."jawabnya dengan sangat tenang.


Sedangkan laura,menatapku penuh dengan rasa kepuasan.Kenapa dia tidak menolongku?bukankah dia kekasih bagas?mana mungkin dia diam saja saat bagas meminta aku untuk tetap tinggal disini?.Aku tidak yakin dia akan baik baik saja saat merawat anak orang lain.


"tidak,aku tidak akan pergi tanpa eros!"kataku dengan tegas,namun bagas tetap saja memakan makanan yang disuapi oleh wanita sialan itu.


"ya,tinggal lah disini bersamaku,dan layani aku layaknya seorang suami.kita hanya berhubungan **** beberapa kali saja selama menikah,dan kau tak pernah membuatku puas"jawab bagas dengan santainya.


Rasanya aku ingin melempar sandal yang aku pakai ke wajahnya.Betapa tidak tau malunya pria ini mengatakan hubungan suami istri yang tak berjalan mulus.


Aku sangat kesal,aliran darahku seperti mendidih.Apalagi,saat melihat wanita di samping bagas sedang tertawa meledekku.


"kau mempersulit aku bagas,setidaknya biarkan aku hidup bebas sekarang,kau mengurung aku seperti seorang tahanan,aku muak seperti ini, aku capek.!" teriakku.


Bagas hanya diam saja dan tenang seperti biasanya.Dia tak peduli sedikitpun, dia memang iblis berhati dingin.


Aku pun pergi meninggalkan mereka tanpa menunggu jawaban apapun dari bagas.Dan kini aku kembali menangis sambil memeluk tubuh mungil eros yang tidur dengan sangat tenangnya.


*Maafkan Ibumu nak,ibu tidak bisa membawamu bertemu dengan ayahmu yang sebenarnya,


maafkan ibu ini yang sudah membuat hidupmu menjadi tidak nyaman.


dia bukan ayahmu nak, dia bukan ayahmu*...