We Just Broke Up

We Just Broke Up
Dua Puluh empat



Sudah 2 minggu aku menjadi seorang suami, dan aku baru sadar, ternyata punya istri itu sangat nyaman..


Bangun tidur kau akan mendapatkan perlakuan hangatnya, dia menghangatkan air saat kau akan mandi, lalu dia menyiapkan baju kerjamu, lalu dia menyiapkan sarapan,


Aku juga baru sadar, kalau wanita ini sudah bersikap manis dan layak menjadi istriku.


Yah.. Meskipun dia masih seperti biasanya.. Sangat galak dan jutek.


Ya.. Dia memperlakukan aku sangat baik, tapi dia selalu bicara ketus padaku..


Tak bisakah mulut cantiknya itu bicara lembut padaku.?


Kadang aku merasa lucu pada diriku sendiri, aku selalu saja ingin menyentuh perutnya, aku selalu ingin merasakan gerakan bayi dalam perutnya.


Kadang dia selalu mengatakan kalau aku ini mencari alasan agar bisa menyentuhnya..


Hahaha.. Aku bahkan tak ingin sama sekali menidurinya..


Itu sangat mengerikan..


Aku hanya merasa lucu dengan perutnya yang buncit itu..


Apa yang dia fikirkan.? Apakah otaknya sudah mesum setelah hamil besar begini?


Sekertarisku bilang, jika wanita sudah hamil tua seperti itu sangat di anjurkan untuk sering sering berhubungan seks, itu akan merenggangkan otot otot jalan keluar bayi, sehingga bayi akan lebih mudah keluar saat proses kelahiran,


Haha jujur saja.. Aku sudah mulai memikirkan hal itu


Kenapa tidak.


Hasrat laki laki sejatiku selalu kuat,


Aku harus bisa meyakinkan sabrina agar dia setuju melakukan hubungan seks saat tri semester akhir seperti ini..


Ah.. Tapi aku tidak tega melihatnya yang sudah seperti itu..


Malam ini, dia terus membolak balik buku kesahatannya,


Aku sangat penasaran, apa yang dia lihat disana?


" apakah buku itu menarik.? " tanyaku.


Dia memalingkan wajahnya seakan tak ingin melihatku,


wanita ini benar benar.


Aah. Dia selalu saja dengan sekejap membuatku emosi.


" tak ada yang menarik, aku hanya melihat kapan perkiraan aku akan melahirkan " katanya.


Aku sangat penasaran.. Kapan dia akan melahirkan.?


" kapan..? " tanyaku.


Aku tersenyum.


Tentu saja aku sangat senang sekarang, dalam waktu 2minggu.. Aku akan menjadi seorang ayah


Tapi kenapa wanita ini menjadi sedih..?


" apa yang terjadi? Kenapa kamu sedih? " tanyaku penasaran,


Tunggu.. Apakah dia sedang merasa takut akan melahirkan?


Aku dengar melahirkan bayi itu adalah sebuah pengorbanan hidup..


Ya. Tentu saja dia takut mati..


" tenang saja.. Aku tak akan membiarkanmu mati saat melahirkan bayi kita. "


Aku menggenggam tangannya, tapi dia malah melotot dan menghindariku.


" bukannya kamu akan lebih tenang saat aku mati nanti? " katanya.


Hei... Apa yang sudah dia bicarakan?


" aku tak sejahat itu, aku hanya tak ingin bayiku lahir tanpa ibu.. "


Mana mungkin kubiarkan kau mati begitu saja, siapa yang akan merawat anakku nanti?


Dia marah..


Dia keluar membanting pintu kamarku,


Marah dan marah..


Tak bisakah wanita ini bersikap lembut padaku?


Dia selalu saja menganggap aku salah..


Apa yang ada di otaknya.?


Aku hanya tak sabar menunggu bayiku lahir, itu saja..


Tapi aku juga tak akan membiarkan dia mati kan?


Dia juga sudah sangat baik, sudah menjaga bayi itu.


Aku cek ponselku, aku masih penasaran dengan kebenaran perkataan sekertarisku, ku buka beberapa artikel yang di buat di gogle,


Dan yap..


Beberapa mengatakan baik berhubungan seks saat hamil tua, dan aku penasaran saat membaca posisi baik saat berhubungan di hamil tua..


Wah.. Ini yang aku cari..