We Just Broke Up

We Just Broke Up
Dua puluh lima



Saat aku membuka mata, wanita sombong ini sudah pergi, mungkinkah dia sudah bersiap memasak untukku lagi? Apakah dia sudah pikun dengan apa yang sudah ku katakan? Jangan pernah melakukan hal berat apapun, dasar wanita angkuh.


Dengan malas aku bangun dan bersiap membersihkan tubuhku, dan aku merasa terharu saat air di bathup sudah hangat, kau memang wanita yang sangat pengertian.


Setelah siap, aku langsung turun menuju meja makan, wanita itu sedang menyiapkan sarapan, malah dia memaksa untuk memasak sendiri, lalu apa gunanya pembantu dirumah ini?


" apa yang kau lakukan? Biarkan pembantu yang memasak. "


Entah kenapa aku sedikit kesal melihatnya yang memaksa untuk memasak sendiri.


Wanita itu langsung duduk, tumben banget dia jadi sangat penurut,


" boleh aku meminta sesuatu? " tanya nya.


Kulihat dia benar benar sangat menginginkan sesuatu, aku juga sudah sangat lama mengurungnya bukan?


" katakan.. "


Wanita ini menunduk sambil *** jemarinya, entah kenapa dia jadi sangat gugup.


" aku ingin pulang sebentar saja "


Melihat ekspresinya, sepertinya dia sangat takut padaku, apakah aku terlihat seperti phsycho? Tapi aku suka jika dia takut padaku, setidaknya aku bisa memperlakukan apapun padanya sesuka hatiku, ya baiklah.. Aku akan memberimu ijin sekarang.


" pergilah.. Dan ingat sebelum aku pulang kau harus sudah dirumah.. "


Dia mengangguk, untuk pertama kali nya aku melihatnya tersenyum sangat senang di hadaopanku.


Mungkin aku harus sedikit bersikap lebih baik, supaya mood nya lebih baik.


" ayo.. Aku antar kamu sampai di kafe "


Wanita itu tersenyum girang, dia berjalan mendekatiku, kuraih tangannya aku takut dia tak bisa berjalan dengan baik.


Sepanjang perjalanan, aku sudah merasa aku terus memperhatikannya, wajahnya yang sangat girang membuatku tak bisa berpaling darinya, entah kenapa dia jadi terlihat semakin cantik saat sedang bahagia, aku merasa seperti orang jahat saja, ternyata dia sangat menderita selama ini,


Aku menghentikan mobil tepat di depan kafe miliknya, kulihat wajahnya semakin ceria sekarang, bibirnya terus aja tersenyum membuatku hilang akal, dan kini aku sudah melumat bibirnya dengan pelan, belum sempat aku menikmati bibir manisnya dia sudah mendorongku dengan sangat kasar,


Ah.. Kenapa aku lupa kalau wanita ini sangat kasar.


" bagas..!! Apa yang kau lakukan? Kau mencari kesempatan sekarang, "


Dia sudah membuka pintu mobilku dan menutupnya dengan sangat keras.


" Brak..!!! "


Dia sudah pergi,


Betapa gilanya aku ini, aku bahkan tak bisa menahan nafsuku untuk tak memakan wanita ini, entah kenapa sejak awal aku melihatnya aku sudah sangat tertarik padanya, sifat angkuh dan sok jual mahalnya membuat aku semakin tertarik padanya.


Aku selalu terang terangan menggodanya sejak awal, aku juga sering menyentuh bagian sensitif pada tubuhnya saat masih di kantor yang sama, dan aku juga sering menerima tamparan kerasnya saat masih di kantor yang sama, oleh karena itu aku semakin tertarik untuk menikmati tubuhnya, hahaha bahkan saat dia pingsan tubuhnya masih sangat nikmat, dan sampai saat ini masih belum bisa melupakan sensasi saat menidurinya,


Dia sangat menantang, dan aku suka itu.


Ah.. Memikirkannya saja sudah membuatku tegang,


Sepertinya aku harus memanggil wanita murahan lagi siang ini,