We Just Broke Up

We Just Broke Up
Dua puluh tiga



Oh my gosh..


Wanita ini sangat agresif, dia sengaja menggeliat saat aku menyentuhnya,


Huh..


Ini cobaan,


Tapi aku sangat ingin menyentuhnya lagi.


" nat. "


Aku mencolek pipinya, aku penasaran.. Apakah dia benaran tidur atau hanya ingin aku menyentuhnya.


Dia tersenyum...


Ahh.. Apa ini.. Kenapa dia menggodaku..


Tiba tiba tangannya sudah meraih leherku, dan dia juga mencium bibirku berkali kali..


Matanya masih tertutup.. Tapi dia terus menciumiku.


Dan kini aku sudah berada di batas kesabaranku..


Aku sudah meraup habis bibir mungil wanita ini, dan anehnya dia langsung membalas ciumanku..


Aku langsung memainkan lidahku, ternyata dia sangat lincah..


Tanganku mengelus halus tubuh wanita ini, Dan tubuh Natalie merespon dengan agresif..


Sepertinya dia sudah menerima perlakuanku.


Aku sudah *** payudaranya, dia sudah mendesah, suara desahannya membuatku semakin semangat, aku mengecup setiap inci tubuh wanita ini..


Tanganku sudah semakin nakal, aku sudah menyentuh miliknya, ini sangat basah, sepertinya dia sudah merasa sangat bernafsu sekarang.


Aku memainkan jariku disana, natalia semakin menggeliat kejang kejang, mungkin dia sudah merasakan sensai dari sentuhanku,


Dia masih virgin..


Aku tidak tega kalau aku harus merusak wanita ini, tapi natalia terus saja mendesak aku, dia sudah merengek meminta aku untuk cepat memasukkan jagoanku padanya..


" ayoo don... "


Bisiknya di telingaku, dan tangannya juga masih *** juniorku..


Aaah.. Itu sangat nikmat..


Aku harus memasukkannya..


Maafkan aku nat.. Aku sudah menodaimu..


Aku sudah mendorong, pelan pelan..


Aku bisa merasakan tubuhnya bergetar.. Mungkin sakit..


Dia menggigit bibir bawahnya..


Kudorong lagi..


Aku bisa merasakan sesuatu sudah robek, dan aku merasakan kepala juniorku semakin hangat, sepertinya juniorku sudah berhasil masuk kedalam...


Aah.. Ini sangat sempit, aku bisa merasakan juniorku berkedut,


Natalia sempat menangis tadi, tapi setelah itu dia malah semakin semangat bergerak.


Aku curiga kalau sebenarnya dia sadar..


Tapi aku tak peduli..


Yang jelas sekarang, aku sudah mengambil kesempataan saat wanita ini sedang mabuk.


Natalia menggeliat sangat manja, itu membuatku semakin bernafsu, bibir mungilnya sangat menggoda, membuatku semakin ingin terus melumat bibirnya..


Aaah.. Apakah kau tau kalau selama ini aku sangat mencintaimu.?


-----------


" Don.!! Doniiiiii...!! "


Aku kaget saat natalia menjerit, kepalaku masih sakit..


Aku baru sadar kalau natalia sedang kaget dengan apa yang sudah terjadi padanya,


Dia memukuli dadaku, dia sudah menangis sekarang..


" apa yang terjadi..? Kenapa lo tega..."


Katanya.


Dan sekarang.. Aku sadar, aku sudah salah melakukan semua ini, aku fikir natalia sadar semalam..


Tapi ternyata, akulah yang mendahulukan nafsuku.


Aku tak bisa berkata apa apa lagi, aku benar benar sangat menyesal karena sudah menodai sahabatku sendiri..


Lalu sekarang..? Apa yang harus aku katakan..?


Haruskah aku bilang kalau aku sedang mabuk juga.?


Tapi aku sangat sadar saat melakukannya, dan aku mau menjadi semakin salah paham dengan semua ini..


Semua ini karena aku tak bisa menahan perasaanku padanya..


Tapi tidak mungkin aku mengatakan perasaanku yang sebenarnya sekarang..


" maaf nat.. Sepertinya.. Semalam aku juga mabuk.. "


Kataku,


Ah.. Maafkan aku natalia..


Aku benar benar tak tau harus berkata apa lagi..


Wanita ini masih menangis, aku memeluknya agar. Dia semakin tenang..


Dia diam saja saat aku peluk seperti ini, apakah dia tak marah lagi sekarang.


" aku minta maaf.. " tambahku lagi.


Dan dia masih menangis dalam pelukanku,


Mudah mudahan.. Ini tak membuat persahabatan kita jadi retak..