
Bukankah ini harus menjadi malam pertama? Tapi siapa yang akan meniduri wanita yang sudah hamil besar seperti ini, aku tidak bernafsu sama sekali untuk meniduri wanita ini,
Sejak tadi dia mengomel samapai telingaku rasanya panas, bagaimana bisa wanita secantik dia mulutnha sangat cerewet seperti burung beo.
Melihatnya tiduran kasur itu membuatku ingin tertawa, perutnya itu sangat lucu, aku ingin sekali menyentuhnya dan dan mengelus perut buncit itu, tapi kau sangat tau wanita ini,
Dia sangat galak..
Bahkan anjing penjagaku jauh lebih galak dari wanita ini.
Aku sudah lama berdiri di pintu dan memeperhatikannya, dia bahkan tak pernah menyadari kehadiranku sama sekali.
Kenapa..? Kenapa dia bicara sendiri sambil mengusap perutnya..? Apakah bayi itu bisa mendengar semua ucapannya..?
" betapa malangnya nasibmu nak.. Kenapa kau harus punya ayah brengsek seperti dia..? Cepatlah keluar dan bantu aku memusnahkan ayahmu.. "
Apa..??? Apa yang sudah wanita ini katakan pada anakku? Kenapa wanita ini mengajari anakku untuk membenci ku sejak di dalam perutnya..?
Mulut wanita ini sangat berbahaya sekali.
Lihatlah dia.. Lihat.. Dia terus saja mengajari anakku untuk membenciku, malah dia berkata akan meninggalkan aku setelah dia melahirkan, beraninya dia..
" apakah kau sudah selesai memberi pelajaran buruk kepada keturunanku..? "
Tanyaku, dan yah.. Dia sudah kaget sekarang, kau bahkan terlalu fokus mengajari anakku hingga tak sadar kalau aku sudah mendengar semuanya.
" apa maksudmu..? Apa kamu sudah menjadi seorang penguping sekarang..? "
Dia bahkan tak merasa bersalah sama sekali.
" kenapa kau mengajari anakku untuk membenciku..? " tanya ku,
Dia hanya tersenyum sinis padaku, dia seakn tak tersentuh sekali dengan kehadiranku, bukankah kau harus bangga kalau aku sudah memperhatikanmu sejak tadi.
" biarkan saja.. Biar dia tau siapa ayahnya.. Dia adalah seorang pemerkosa.. "
Katanya..
Lagi dan lagi..
Dia selalu saja berkata kalau aku ini adalah seorang pemerkosa,
Tapi ya.. Memang benar aku sudah memperkosanya.. Tapi aku masih ragu kalau yang di dalam perutnya ini adalah anakku.
" hahaha.. Kau bahkan bukan pertama melakukannya.. Ayolah jangan terus membahas ini pemerkosaan, kita sudah dewasa.. "
Dan yap..
Dia hampir saja menamparku, dan tentu saja aku sudah bisa menahan tamparannya.
" kau pikir aku wanita apa haaahh..!!? Aku hanya melakukan dengan satu prima seumur hidupku.. "
Katanya Dan menarik tangannya dengan keras.
Dan tiba tiba dia sudah memegang perutnya, sepertinya dia sudah kesakitan.
" apa yang terjadi..? Apakah itu sakit..? "
Aku sudah refleks menyentuh perutnya, dan aku bisa merasaka bayi di dalam perut itu bergerak.
Entah kenapa aku sangat senang setelah merasakan gerakan bayi didalam perut itu.
" hei.. Anak kita bergerak.. Coba rasakan.. Dia bergerak.. Ah.. Wanita apa kau ini.. Kenapa kai terus saja marah marah saat hamil besar seperti ini.. Lihat.. Anak kita sudah kesal sekarang.. "
Hahaha.. Aku sangat senang sekali, ternyata beginilah rasanya, aku bisa merasakan dengan jelas bayi ini sudah menendang perut sabrina.
Dan entah kenapa wanita ini hanya diam saja saat aku sudah terus meneru mengelus perutnya.
Mungkinkah dia sudah lelah karena marah marah sejak tadi,
Kau sangat manis saat menjadi wanita yang penurut, entah kenapa sejak tadi dia terus saja memandangiku, apa yang salah dariku.?
Atau mungkin.. Dia sudah sadar kalau aku adalah pria tampan dan sangat menawan..
Bersyukurlah kau sabrina..
Suamimu sangat tampan dan mempesona, bahkan kau pun akan menyerahkan dirimu sendiri nanti.
" aku tidur.. Kau pergilah.. " katanya,
Dia sudah melepaskan tanganku yang sedari tadi mengelus perutnya.
Apa apa an ini.. Kenapa dia masih menolakku.
" aku akan tidur disini.. Aku adalah suamimu sekarang.. " dan aku sudah berbaring di sampingnya,
Tapi dia tak bergeming, berarti dia setuju kan..?