
"Manusia ini terlalu jauh melangkah dan menjelajahi kekuatan yang diberikan oleh Oberster Gott, semakin diperhatikan dirinya semakin arogan, berpikir dapat mengalahkan kami setelah dia baru saja mengalahkan Vide, aku penasaran, bagaimana jika aku mendatanginya kembali seperti yang sebelum-sebelumnya??? Aku harap dia memiliki perubahan, yah, tidak peduli juga..."
Karena dewa Avenir sedang dalam persiapan untuk bertemu Shoji sendiri!
Abaddon merasakannya namun Avenir tidak mengetahuinya, itu karena Abaddon memiliki sihir mutlak yang tidak bisa dilacak oleh siapapun yang tidak ia izinkan kecuali Shoji, dia memerintahkan kepada para Jenderal jenderalnya yang tadinya sedang dalam kondisi mabuk pesta, setelah dipanggil..
"Kemarilah.."
"Baik, Tuan!"
Sifat para jenderal Raja iblis itu tiba-tiba berubah 180°!
"Persiapkan diri kalian, kita akan pergi."
Tanpa menanyakan hal lebih lanjut, mereka para Jenderal iblis hanya menjawab.
"Baik Tuan, segera dilaksanakan!"
Tepat setelah mengatakannya, anak-anak Demi-Human ramai-ramai mendatangi mereka dan salah satu dari anak-anak itu berkata..
"Kakak, kalian ingin pergi kemana? Aku, aku punya jeruk, untukmu"
Normalnya, jika itu adalah anak manusia biasa, mereka para jenderal iblis akan langsung membunuhnya tanpa rasa sakit, namun kali ini berbeda.
Sofie menghampirinya, dirinya membungkuk kan badannya dan mengatakan kata-kata yang halus, yang tidak dapat dipercaya bahwa kata-kata itu berasal dari mulut seorang Jenderal iblis.
"Terimakasih ya, tapi kami saat ini ingin pergi berkerja, kalian bisa tunggu disini tidak? Hmm?"
Anak kecil itu senang karena jeruknya diterima, kemudian dia mengangguk dan tersenyum.
"Begitu ya... Yasudah, Hati-hati ya kak!"
Kemudian para anak-anak yang sebelumnya mendatangi mereka pun kini telah pergi berlari, mereka masih memiliki masa depan yang panjang.
Kembali pada cerita, saat ini Shoji sedang dalam pestanya, meskipun begitu dia menyempatkan diri untuk menghampiri Abaddon dan mengatakan apa yang sedang terjadi.
"Abaddon, aku baru saja merasakannya... Tidak salah lagi itu adalah dia, lalu. Apa yang akan kau lakukan?"
Abaddon menjawabnya.
"Sudah lama sekali aku tidak melihat Dewa ciptaan ku sendiri, aku hanya ingin menghampirinya..."
Merasa tidak terduga, Shoji juga merasa tidak enak, dirinya mencoba bertanya apa yang bisa dia lakukan untuk membantu namun Abaddon mengatakan.
"Tujuannya adalah dirimu, Shoji. Aku tidak ingin kau berpikir bahwa aku sedang melindungimu, namun selalu ingatlah apa yang kukatakan ini.."
Shoji mencoba mendengarkan apa yang ingin dia katakan.
"Situasi mu saat ini tidak lebih seperti seseorang yang ditodong oleh banyak sekali pedang, suatu saat mereka akan mendatangi mu satu persatu.. sampai pada kesempatan dirimu berdiri dihadapan Oberster Gott, setidaknya aku ingin kau dalam kondisi terbaik... Kalau begitu, sampai jumpa."
" ... "
Abaddon beserta para jenderal iblis lainnya saat ini telah pergi menghilang.
Shoji menatap langit dan mengatakan
"Kapanpun, aku akan selalu siap."
....
Hari ini adalah hari yang cerah untuk seorang Dewa mendatangi permukaan, namun itu jika dipermukaan karena ...
Abaddon dan para jenderal iblis nya kini sedang berada di Ruang Angkasa, dan disitulah dia melihatnya.
"Siapa yang menyangka, apa kalian ingin menghancurkan planet ini? Kurasa tidak, bukan begitu, Avenir?"
"Yaa.. setidaknya setelah kau mati ditangan ku, Abaddon.."
Pasukan Abaddon dan pasukan Avenir saat ini sedang berhadapan satu sama lain.
Avenir membawa 2 pasukan elit miliknya.
"Lancang sekali perkataan mu itu dasar iblis!"
Salah satunya adalah dia yang bernama Yoza.
Saaki membalas perkataannya.
"Benar, kami iblis.. tapi tebak siapa yang akan membuat kerusuhan disini? Dasar makhluk bersayap putih bau!"
"Apa katamu, huh?!! Sialan!"
Dia benar-benar memprovokasinya..
"Hentikan itu, Yoza. Kau tidak bisa begitu saja membunuh seseorang sebelum kau mendapati izin dari Yang Mulia."
Seseorang yang berbicara dengan nada yang bijaksana ini bernama Arkros, pria yang mengenakan jas putih dengan perlengkapannya yang dipenuhi pangkat, William melihat dia kemudian meludah, air liurnya seperti laser yang menembus atmosfer dan terlihat seperti komet.
"Cuih!"
Kenapa dia meludah? Karena dia berpikir penampilan Arkros terlalu keren, lebih keren darinya.
Arkros menyadari itu dan bertanya kenapa dia meludah?
"Apa kau baru saja membuang air liurmu setelah kau melihatku? Apa yang membuatmu merasa jijik seperti itu?" Arkros ternyata dapat mengendalikan emosinya.
"Nyenyenye, Kau mengenakan jas putih kinclong seperti itu mau apa? Apa kau ingin merangkul gadis malam? Haha......—ha?"
Pipi William baru saja tergores oleh sesuatu yang cepat dan kecil.
Dalam hati, William mengatakan.
"Si brengsek ini, serangannya itu.."
Arkros kemudian mengeluarkan banyak sihir ruang yang mengelilingi pasukan Raja iblis Abaddon secara instan, dirinya mengatakan.
"Penghinaan apapun akan ku toleransi, namun kenapa dari semua penghinaan, kenapa si BODOH itu menghina penampilan ku.."
Nampaknya jas yang dikenakan oleh Arkros memiliki kenangan indah dan kebanggaan tersendiri.
Melihat kejadian ini, Abaddon berkata kepada Avenir.
"Adalah Gate Sling, sihir ruang yang menyerang target dimanapun tempatnya, pengguna dapat membayangkan kekuatan apa yang akan dia gunakan untuk menyerang target, dan kemudian setelah selesai membayangkannya, kekuatan itu keluar dari dalam Ruang ini dan membunuh target.. aku tidak sengaja membaca Informasi ini darimu, padahal kalian sudah susah-susah mencari cara untuk menutup status kalian.."
"Lalu apa? Apa Kau ingin menghalangi ku dan melindungi bocah itu?"
Abaddon mengangkat jari telunjuknya dan menunjuk ke arah Avenir.
"Tidak, aku hanya ingin kau tidak mati terlalu cepat seperti Vide."
Tepat setelah perkataan Abaddon yang merendahkannya, Avenir secara instan muncul didepan hadapannya dan memukul wajah Abaddon.
"Y–YANG MULIA?!"
Tentu, itu membuat mereka para jenderal iblis kebingungan karena tidak dapat membaca pergerakan Avenir.
Dalam 0,5 milidetik, waktu terhenti.
Ini adalah sihir Avenir.
Avenir mencoba untuk membunuh Abaddon dengan pukulannya, namun sayang.
"Apa kau sungguh serius akan selalu bermain-main dengan waktu?."
"Kau!!!"
Abaddon kebal terhadap sihir pemberhenti waktu, ataupun sejenisnya.
Bukan hanya kebal, Abaddon bahkan membuat tangan Avenir mulai membeku.
"KAU KEPARAT! Apa yang akan kau lakukan dengan membekukan tanganku?"
Berpikir itu adalah sihir Es pembeku biasa, Avenir telah mencoba menghilangkannya namun percuma.
"Kusarankan agar dirimu tidak memaksa untuk bergerak, lihat. Es ini sudah mulai retak."
Jika Avenir memaksakan tangannya untuk bergerak, maka tangannya akan hancur lebur.
"!!!..."
Avenir menghancurkan lengannya untuk membebaskan diri, dia pun terbebas dan sihir pemberhenti waktu sudah kembali normal.
Melihat Avenir yang terluka, Arkros dan Yoza langsung menyerang pasukan Abaddon dengan cepat!
"Dasar iblis sialan!"
Yoza menyerang dengan sihir Petir tingkat mitologi yang bernama Tupa.
Sihir itu berbentuk seperti ular yang siap memakan mangsanya.
Para Jenderal iblis pun berpencar.
Meskipun begitu, Arkros tidak membiarkan mereka kabur, sihir Gate Sling miliknya selalu mengikuti setiap Jenderal iblis.
"De'Xeus!"
Arkros menggenggam tangannya dan keluarlah tombak dewa berukuran besar yang siap menusuk perut dari setiap Jenderal iblis.
Baru saja ingin menembus perut dari mereka semua, namun ini adalah pertunjukan Ferr'O!
Ferr'O meniup sihir Arkros dengan mudah dan menghilangkannya begitu saja, bagai seorang anak yang meniup debu di lantai.
"Thanks, Ferr'O!" William barusan hampir dibuat bolong perutnya.
"Kerja bagus Ferr'O." Taros dan yang lainnya berterimakasih kepada Ferr'O.
Arkros terkejut, dia tidak bisa berkata-kata.
"Aku salah lihat! Sihir suci tombak para dewa yang bahkan terdapat senjata pemberian Yang Mulia didalamnya kini telah hancur lebur tak tersisa!!!"
Dia hampir gila.
Kemudian Abaddon mengatakan.
"Ferr'O terwujud dari setiap jeritan neraka, aku menemukan dirinya saat itu sedang berada dalam kesendirian di bagian paling dasar Neraka, tidak ada cahaya dan singgasana, dia tidak memiliki wujud, wujudnya saat ini adalah sihir pemberian ku yang mentransformasikan keberadaannya.. terdengar mirip dengan Vide, bukan?"
Tiba-tiba saja Ferr'O menyerang Arkros dan Yoza dari arah yang tidak bisa di prediksi.
"?!Apa itu!!"
Abaddon kembali menjelaskan.
"Sihir mu telah di duplikasi, nampaknya Ferr'O sangat tertarik dengan Gate Sling milikmu."
Ferr'O telah menduplikat sihir Gate Sling milik Arkros dan dia memodifikasinya dengan serangan buatannya sendiri.
Arkros dan Yoza masih terus menerus terkena serangan yang tidak bisa dilihat, diprediksi dan diketahui asal usulnya.
Dengan tenang, saat ini Avenir telah kembali menumbuhkan tangannya yang hancur, dia mengangkat tangannya dan mengeluarkan pedang miliknya yang dia banggakan.
"Malneto.."
Kemudian sihir Gate Sling yang dicuri oleh Ferr'O saat ini telah menghilang dan berada didalam genggaman Avenir.
Ferr'O terlihat terkejut dari ekspresi matanya.
Dalam hati, Mergeus berkata.
"Dia mengambil kembali sihirnya tanpa menyentuh target? Apa-apaan itu dasar dewa."
Taros juga menanggapi.
"Hal yang wajar jika mereka dapat melakukan hal seperti ini."
Serangan telah berhenti, Arkros dan Yoza kembali mundur.
...
"Raja iblis Abaddon, untuk kali ini aku akan memberimu kesempatan dan keselamatan, kau telah memulai pergerakan."
Lalu secara perlahan muncul sihir putih yang sangat bersinar dan ketika sinar putih itu menghilang, Avenir dan pasukan elit miliknya telah pergi.
...