TWO VOID: Timeline Shoji

TWO VOID: Timeline Shoji
Kembalilah! kami menunggumu, Ryzen!



".. A..Apa ini?!.."


Didalam alam bawah sadarnya, Shoji melihat beberapa cerita tentang seluruh peristiwa dan fenomena yang terjadi di dunia Lyndgard ini, dengan kejadiannya yang sangat cepat berakhir, Shoji hanya mampu melihat beberapa kejadian saja termasuk tentang terbentuknya beberapa orang, setidaknya berjumlah lima...


" mereka.. M...mengerikan! .." ucapnya


Pemberontakan yang bertujuan untuk menggantikan posisi Dewa itu menjadi pusat dari kehancuran segalanya, beberapa manusia berpikir untuk memburu mereka, tetapi ada juga yang memihak kepada mereka, kebanyakan berasal dari masyarakat tingkat menengah kebawah.. dengan sangat jelas mereka mengetahui tentang betapa busuknya Dewa-dewa yang mereka sembah, hal ini akan berubah menjadi pencetus perang Two Void, antara Kehancuran yang adil dengan Keadilan yang hancur!


...


...


Kemudian Astaroth membangunkan Shoji..


" B..bodoh! Bangunlah! .."


Suaranya cukup untuk membangunkan Shoji, Dan akhirnya Shoji pun terbangun..


"... fwwahhhhh!!.."


" T..tuan! Akhirnya...!!.." ucap Sylvia..


Mendengar Shoji telah siuman, Avidité masih tetap menunggu waktu yang pas untuk dirinya muncul..


".. hmm.."


...


Terbangun dengan kondisi terkejut menghela nafas, Shoji berpikir dirinya baru saja melihat sesuatu yang membingungkan..


sambil memegang kepalanya, Shoji mengatakan..


" Tadi itu... Apa ya?.."


Sylvia yang mendengar Shoji berbicara sendiri meresponnya..


" Ada apa, tuan?..."


" A...ah, tidak.."


...


..


" Omong-omong... Bagaimana kondisi Ryzen?!..."


Shoji baru saja mengingatnya setelah dirinya lupa belum menyembuhkan Ryzen...


" A..aku lupa!! Apa bisa aku..-.."


dengan tubuhnya yang masih kelelahan, Shoji pun terjatuh..


"..aduhh.."


..


Roxxie langsung menghampiri Shoji untuk membantunya berdiri.


"..tuan, apa yang kau lakukan dengan tubuh mu yang masih lemas ini? Berisitirahat lah, lalu makan makanan yang telah aku dan Sylvia masak..."


" terimakasih, Roxxie..."


..


Kemudian Roxxie pun membawanya untuk bersandar di batang pohon yang rindang, setelah itu... Roxxie membawa sebuah Sup yang mereka buat kepada Shoji..


" Tuan, ini... Setidaknya cukup.."




" A..ahh... Terimakasih.."



Sambil menyantap sarapannya, Sylvia yang sempat mengecek kondisi Ryzen sebelumnya, dirinya akan menjelaskan tentang apa yang ia ketahui tentang kondisi tubuh Ryzen..


" Kau tidak apa-apa, tuan?.. jangan terburu-buru, mengenai Ryzen,... Entah ini kabar baik atau apa, tubuhnya kembali hangat, walaupun begitu... Lubang di tubuhnya masih terbuka, aku yakin itu mengenai tepat di tengah jantungnya...tapi kenapa ..."



Mendengar penjelasan Sylvia, Shoji tiba-tiba langsung berdiri berbicara dengan memegang pundak Sylvia dan dirinya mengatakan.


" Sylvia, kau tahu?.."



"...A..apa? Apa tuan?.."



".. Itu artinya Jiwa Ryzen telah kembali! mungkin dirinya sekarang dapat kau sembuhkan dengan....."


..


" Dengan?.."


..


" High String!..."


...


Mendengar kata High String membuat Sylvia mengingat kembali tentang kekuatan itu...


".. H..High String?! Aku..aku tidak yakin dengan itu, mungkin hanya setengah dari semuanya untuk kugunakan.. itu karena aku merupakan seorang Half-Elf.


..."


...


...


....


Avidité yang ternyata masih berada ditempatnya pun mendengarnya..


".. High String?..." Dirinya masih tidak ingin bertindak dan lebih baik untuk mendengar informasi lebih tentang kelompok Shoji.


....


...


..


" Sudah kuduga kau mengatakan seperti itu... Tetapi tenang saja, aku memiliki ide!,...."


Shoji mengetahui tentang sosok putih yang berada di dalam tubuh Sylvia, Avellyn!..



Benar..



Rencana Shoji yang belum pernah ada sebelumnya, dirinya berencana untuk menggabungkan kedua sistem kekuatan yang berbeda dari Elf dengan Dewa...



Sylvia tidak tahu apa yang sedang direncanakan Shoji..


I" Apa yang kau rencanakan, tuan?.."



Astaroth yang mengetahui tentang apa yang ingin Shoji lakukan hanya tertawa dan mengatakan..


" Kwahahhaahaha... Bagus, aku mengerti..."


...


...


......



Setelah Shoji memikirkan beberapa hal yang harus ia coba..


" Sylvia, sekarang pegang tangan ku lalu bayangkan sesuatu yang putih didalam dirimu..."



" Sesuatu yang putih? Aku tidak mengerti..." Ucap Sylvia..



Lalu Shoji menjelaskannya..


" Begini, ketika dirimu memegang tanganku, pejamkan matamu sementara kemudian bayangkan jauh didalam dirimu tentang sesuatu yang Putih.."



Sylvia yang semakin dibuat bingung olehnya mengatakan..


" Sudah kubilang, apa itu Sosok Putih?! Aku tetap tidak mengerti...."


...


..


Astaroth memberikan saran..


" Shoji, katakan padanya..."


..



" B..begitu, akan kucoba..."



Kemudian Shoji mencoba saran yang diberikan kepadanya..


....



..


" Sylvia, mari kita sama-sama membayangkan sesuatu apapun yang berwarna putih, kita akan bersama menyelamatkan Ryzen! ..."


..


...


Kali ini, Sylvia akhirnya mengerti...



" W.. walaupun agak sulit dipahami, secara garis besar intinya kita akan menyelamatkan Ryzen, bukan? Kalau begitu, akan kucoba!..."


..


...


Melihat mereka berdua mengabaikan dirinya, Roxxie mengatakan " sosok putih? Aneh, aku merasa tak dapat diandalkan! Apakah tidak ada yang dapat aku lakukan, tuan? .."



Roxxie terdengar kesal..



.



" Aaah, tidak.. jangan berpikir seperti itu, sekarang dirimu hanya harus memperhatikannya saja.." Shoji menenangkannya..


..


" Tidak ada pilihan... Aku mengerti.."


...


....



Kini, saatnya, mereka Shoji dan Sylvia pun telah berpegangan tangan, perasaan yang hangat mengalir dari tubuh Sylvia.. " ini, hangat.." dengan menghiraukannya, Shoji segera mengatakan. " Sylvia, tutup matamu, seperti yang sebelumnya ku katakan... Rasakan sensasi hangat di dalam tubuhmu..".



Sylvia pun memejamkan matanya..


" Didalam tubuhku........ didalam tubuhku......



Eh?...."



.



" Lanjutkan, Sylvia!..."



.....


Dan kini, akhirnya Sylvia telah sampai didalam alam bawah sadarnya, tepat dirinya muncul dihadapan Avellyn.


" Eh? S..sosok putih yang dikatakan tuan, wanita...... Seorang wanita yang tinggi! Apa ia musuh?! Apakah dia kunci dari keselamatan Ryzen? aku tidak ingin berpikir jika harus mengalahkannya... Karena itu, Mustahil!.."


..


Melirik..



..


" Ah, gawat.. wanita itu melirik kearah ku! Tuan, apa yang harus kulakukan?!..."



Gawat, Sylvia sedang berada didalam kematiannya!



Itulah yang akan dipikirkan oleh Sylvia, tetapi sebenarnya sosok putih wanita cantik itu mengatakan..


" Bocah itu, aku tidak berpikir bisa mencapai kedalam jiwa ini dan menemukan ku, Avenir bahkan akan terluka karena memasukinya...."



Sylvia tidak mengerti dengan perkataannya..


" Bocah? Avenir? Kau.... Siapa dirimu dan apa yang kau lakukan didalam tubuh ku!..."


....


..


..


Avellyn mulai berjalan menuju kearah Sylvia...




Membuat Sylvia tidak dapat bergerak hanya karena berjalan, seperti yang dipikirkan dari seorang Putri Avenir!


..


.


Kondisi diluar saat ini..



.


" Tahan Sylvia! Jangan biarkan dirimu melemah karenanya!..."



Situasi diluar juga terdapat tubuh Sylvia yang mengeluarkan Aura Putih yang sangat bersih..


..


...



Melihat itu membuat Avidité menyadari sesuatu kemudian untuk menutupi dirinya sehingga dirinya tidak diketahui oleh Roxxie dan Shoji, ia segera Teleport terbang ke langit dan mengatakan...


" Avellyn... Apakah kau benar-benar berpikir jika........ Mereka adalah yang dimaksud oleh Oberster Gott?!!..."



\*Angin berhembus...



..


Roxxie hanya bisa melihat dan memperhatikan saja, kemudian ia merasakan sesuatu energi sihir yang sedikit demi sedikit memasuki tubuh Ryzen..



" Oi oi... Aku merasa ada sejumlah kecil, sangat kecil energi sihir memasuki tubuh Ryzen, apakah ini yang direncanakan Tuan?.." ucapnya...



.



Seelengarten, di tempat itu Ryzen merasakan ada sebuah tarikan kecil yang sedikit demi sedikit menariknya kepada sesuatu...


" Apa ini?.."



.



Shoji mendengar perkataan Roxxie lalu Shoji menjawabnya...


" Benar! Sylvia hanya perlu memegang tangan sosok putih itu dan jika sampai pada akhirnya, partikel-partikel kecil yang memasuki tubuh Ryzen akan membesar berkali-kali lipat! Dan akhirnya Ryzen dapat terselamatkan!..."


....


....


...


Didalam alam bawah sadar Sylvia, dirinya masih berkeringat dingin hingga itu membuatnya menangis tidak tahu harus melakukan apa .


"..(((Hikkssss))) tuan Shoji, aku..}.."


..


Melihat Sylvia yang semakin menjadi, Avellyn berhenti berjalan mendekati dirinya lalu mengatakan..


" Apa yang membuatmu sebegitu takut dengan ku, nak?..."



Sylvia hanya diam..


..


..


..


" Apa yang membuatmu merasa lemah?.." Avellyn masih berusaha untuk bertanya, walaupun begitu Sylvia masih tetap terdiam..



" Apa yang membuatmu merasa tertekan? "



" Apa kau ingin Kekuatan?.."



" Kekuatan yang dapat kau kendalikan semau mu..."



" Tidak ada Harga barang yang harus kau bayar..."



" Hanya saja.... Tetap bersama dengan Shoji kemudian jika waktunya tiba, bukalah sebuah portal menuju dunia sana, laksanakan tugas yang telah kalian terima dari Oberster Gott.... Kamu merupakan kunci utama portal itu terbuka, kamu dan aku, kita bersama... ."


..


..


..


Tanpa melakukan banyak hal yang membuat dirinya melakukan perlawanan, Avellyn berjalan menuju Sylvia dan dengan senang hati memberikan kekuatan padanya..



"..i..ini.." tentu saja, itu membuat Sylvia terheran-heran..



Avellyn menjelaskan.


" Ini hanya sebagai perkenalan saja, kedepannya kamu akan menghadapi musuh-musuh yang jauh lebih kuat dari Avidité, kalau begitu... Kamu bisa keluar sekarang, Shoji telah menunggu mu..." Kemudian dirinya memudar kemudian menghilang...


...


" T..tunggu!!..."


..


...


Tanpa sempat bertanya kenapa dirinya mengetahui Shoji..


..


...


Kondisi diluar.


..


...


Tubuh Sylvia kini telah benar-benar diperkuat, Shoji merasakannya, dengan energi sihir terpadat di kedua lengannya, Shoji melepaskan tangan dari pegangannya kemudian mengatakan.


" Sylvia, bukalah matamu..."



Sylvia pun membuka kembali matanya dan menatap ke arah Shoji


" Tuan, apa yang harus aku lakukan setelah ini?..."



Shoji mengatakan.


" Tutup lubang yang berada di dada Ryzen tanpa kau menyentuhnya.. kemudian perhatikan secara langsung, partikel-partikel itu akan membesar dan menutup lubangnya kemudian itu akan menarik jiwa Ryzen yang berada di Seelengarten untuk kembali kedunia, sampa akhirnya dirinya Hidup kembali!.."



Penjelasan yang membuat Roxxie sadar akan sesuatu..


" Tuan Shoji... Seberapa jauh kekuatan dirimu membuat kami semakin tumbuh?.. Hei Ryzen, setelah selesai, pastikan kau harus berterimakasih kepada Tuan dan Sylvia.., jika tidak aku akan memukul mu, bodoh..." Dirinya berbicara sendiri..


....


...


.


...


...


" Aku mengerti..."


Kemudian Sylvia akan segera melakukannya, sebelum itu dirinya akan berdiri didepan Ryzen dan mengarahkan tangan kanannya..


" Apakah seperti ini?..."



" Benar, sekarang lepaskan tekanan itu untuk menutup lubangnya.." ucap Shoji..



" Aku mengerti..."



Sylvia akan segera melepaskan kekuatan yang ada ditangannya, dalam kondisi yang aman, Sylvia segera melepaskan kekuatan itu dengan kuat ke arah Ryzen..



" Ryzen, Hiduplah!! Perjalanan kami masih panjang!.." ucap Sylvia..



Dengan aura sihir yang kuat dan bersih tadi membuat perlindungan yang dibuat oleh Avidité telah Hancur!


" Hmm.."


Itu membuat Avidité terpaksa untuk terbang lebih tinggi kemudian memperhatikannya dari langit.


..



..


..


..


..


Sementara itu di Seelengarten, Raizel muncul kembali dihadapannya dengan berkata " Seelengarten merupakan tempat dimana kau tidak hidup ataupun mati, ada dua opsi pilihan.. pertama kau bisa hidup jika ada seseorang yang berusaha untuk menghidupkan mu, kedua kau ingin mati karena bosan disini, itu terserah padamu..."



Mendengar perkataannya, Ryzen mengatakan..


" Maaf aku sepertinya akan memilih opsi pertama... Ada seseorang yang berusaha untuk menghidupkan ku! Entah siapa dirimu, Terimakasih telah menemaniku..."


..


.


Raizel kembali memudar, dirinya mengatakan..


" bagi seseorang yang pernah menjadi Vassal seorang malaikat, Seelengarten hanya berlaku sekali ini saja, setelah kau mati.. kau akan benar-benar lenyap dari dunia..."


..


...


Ryzen yang mendengar itu tidak terlihat takut sama sekali, justru dirinya yang baru mengetahui jika yang selama ini ia temui adalah seorang Malaikat, Ryzen mengatakan..


" Begitu ya? Aku tidak berpikir untuk bertemu secara langsung dengan malaikat, Terimakasih...... Raizel..."


..


..


.


Raizel sedikit tersenyum kemudian menghilang dengan mengatakan..


"..hm. Raizel ya? Itu bukan nama yang buruk, apa aku benar, Ryzen?..."


..


" Tentu... Selamat tinggal..."


...


...


..


Raizel pun menghilang, dan Ryzen juga akan segera kembali pada pelukan rekan-rekannya..



".. sudah saatnya, ya?.."



Ryzen mengatakannya dengan mata yang berkaca-kaca, Itu karena baru pertama kali didalam hidupnya ada sekelompok orang yang benar-benar memperhatikan dan murni membutuhkannya, sebuah kelompok kecil yang 180° berbeda dengan sekelompok orang-orang di Gereja, sejak kecil dirinya hidup di kelilingi oleh para pastor yang memanfaatkan kekuatannya untuk kepentingan mereka.


...


..


.


Kondisi diluar..


..


.


Dengan lubang yang telah tertutup...


" Tuan, berapa lama lagi ini selesai? Tangan ku mulai panas..." Sylvia mulai merasakan panas akibat terlalu lama menampung sihir kuat, Shoji pun mengatakan.


" Sudah cukup, lepas saja, aku bisa merasakannya... Ryzen akan kembali!..."


...


..." Aku mengerti!!!..."...