TWO VOID: Timeline Shoji

TWO VOID: Timeline Shoji
Penginapan



Mendengar pertanyaan Shoji yang tiba-tiba itu pun Astaroth tidak segera menjawabnya, dia sempat terdiam dalam tiga menit, setelah itu Astaroth berkata...


" Jahat dan baik, kau tidak dapat mendeskripsikan mereka sedetail itu, Shoji..."


..


Astaroth akan menjelaskan dalam garis besarnya tentang...


"... berbeda dengan manusia, iblis ataupun makhluk hidup lainnya, mereka adalah entitas yang hidup diluar takdir, mereka berjalan di jalannya masing-masing, sebagai contoh jika ada seorang manusia yang dalam beberapa detik kedepan akan mati kemudian dia benar-benar mati, atau jika seorang wanita melahirkan yang akan melahirkan bayi perempuan maka bayi itu akan terlahir sebagai perempuan, itu adalah yang disebut takdir, tetapi seperti yang ku bilang barusan bahwa para dewa tidak terikat dengan Takdir ataupun sesuatu peraturan dunia, justru mereka lah yang menciptakan aturan-aturan dan takdir dunia, dalam bergerak melawan mereka, dirimu akan merasakan bagaimana rasanya menjadi seseorang yang jauh dari takdir, itu adalah Kebebasan..."


Shoji yang merasa kepalanya benar-benar pusing karena tidak dapat menangkap penjelasannya pun berkata dengan dahinya yang mengerut


" Hei hei, tunggu sebentar.... Kau sudah keluar dari topik pembicaraan... Takdir? Oh ayolah, itu tidak menjawab pertanyaan ku sama sekali, yang ku ingin tanyakan adalah apakah mereka para Dewa itu jahat? Sehingga aku mendapatkan alasan yang jelas mengapa aku harus membunuh mereka...."


Astaroth yang dengan santainya pun menjawab perkataannya dengan..


".. jahat ataupun baik, manusia seringkali memutuskannya secara sepihak, aku tidak mengetahui bagaimana kejahatan ataupun kebaikan itu di mata manusia, karena aku bukanlah manusia ataupun makhluk hidup, aku adalah sihir, untuk mengetahui itu, dirimu harus memperhatikan apa yang para dewa itu lakukan, lagi pula sebenarnya kau tidak begitu membutuhkan alasan untuk membunuh mereka .. Oberster Gott menjaminnya.."


...


Saat ini, Dimata para rekan-rekannya Shoji benar-benar terlihat seperti seseorang yang aneh, terkadang dia seperti sedang berbicara dengan seseorang, terkadang juga dirinya hanya diam..


"... A.., tuan .. desa itu semakin dekat, kita harus bergegas karena hujan sepertinya akan turun..." Ucap Roxxie


".. sepertinya sudah mulai gelap, sebaiknya kita cepat untuk mencari penginapan itu, tuan..." Ucap Ryzen..


Shoji menghadapkan telapak tangannya ke atas untuk mengetahui apakah hujan sudah turun..


" Benar, kita akan bergegas..." Mereka semua pun bergegas menuju ke arah pedesaan yang di tuju, sementara itu..


Di dalam kerajaan Flo, terjadi satu keributan yang besar mengenai apa alasan sang ksatria suci berhenti?! Aku tidak ingin menunggu lebih lama! Uang ku telah kalian terima namun mengapa dirinya tidak membantu?!..


Itu adalah pertanyaan yang para warga sering tanyakan, apa alasan mereka bertanya seperti itu? Adalah karena dahulu Ryzen sering membantu para masyarakat kecil untuk menyelesaikan masalah yang mereka miliki, Ryzen juga aktif sebagai penjaga para Bangsawan yang sedang dalam perjalanan, berkat kesucian hati dan kebaikan yang dimilikinya, Pihak-pihak gereja yang menyembah Dewa Avenir itu pun dibutakan olehnya..


Mereka, para petinggi-petinggi itu akan mengambil semua harta bayaran yang seharusnya tidak perlu dibayar oleh seseorang yang dibantu Ryzen, Ryzen sama sekali tidak meminta harta dalam kebaikannya, dirinya dengan tulus membantu mereka, tetapi tanpa diketahuinya, para petinggi-petinggi itu memanfaatkan dirinya, oleh karena itu banyak hal yang sebenarnya kini harus Ryzen lakukan, disebabkan oleh para petinggi-petinggi didalam gereja, dengan sesuka hatinya menerima permintaan-permintaan yang ditujukan kepada Ryzen tanpa meminta persetujuan darinya.


".. hei hei hei! Siapkan pasukan! kita akan mencari Ryzen! Dirinya telah memutuskan hubungan dengan kami melalui pemutusan kontrak dengan Malaikat Raizel yang mulia..."


Pastor tertinggi di dalam Gereja itu menyuruh beberapa pasukan untuk mencari dan kemungkinan mereka akan membunuh Ryzen..


".. Sarah, kau yang memimpin ini... Kerajaan Flo hanya dapat memiliki dua Crusader, dirimu dan Ryzen, tetapi sejak pengkhianatan Ryzen terhadap kami, itu tidak dapat dimaafkan!.."


....


".. dimengerti, Tuan....."


Sarah merupakan Crusader didikan Ryzen, singkatnya wanita itu adalah murid dari Ryzen.


Sarah lahir di kerajaan Durui dan dibesarkan oleh kerajaan Flo, bukan tanpa alasan tetapi itu karena Sarah merupakan seorang putri dari mendiang Ratu kerajaan Durui, meskipun begitu, dari kecil dirinya tidak mengetahui siapa ibunya, dia belum pernah bertemu dengan ibunya sama sekali dan dia hanya diurus oleh ayahnya, Raja Karo.


dan lagi, meskipun Sarah diurus oleh ayahnya sendiri, Sarah tidak pernah merasa senang dia ada disini, Sarah tidak pernah merasa nyaman ketika ayahnya memanjakannya.


daripada mengurus, itu lebih tepat Sarah sedang dipersiapkan untuk kepentingan pribadi ayahnya dan mengambil kebebasan masa kecil Sarah, Sarah sedang dimanipulasi oleh ayahnya!


Raja Karo juga sebenarnya tidak memiliki rasa cinta yang nyata dengan Sarah, dia hanya bersikap baik berharap Sarah dapat bergerak sesuai keinginannya.


pernah suatu ketika Sarah secara tidak sengaja mendengar bahwa jika sudah dewasa nanti, Sarah akan dinikahi oleh anak dari teman ayahnya yang rakus dan tamak.


mendengarnya pun Sarah langsung kabur berlarian menuju taman dan dia berharap agar seseorang dapat membawanya pergi dari sini.


Sarah tidak memiliki perasaan anak dan orangtua sama sekali terhadap ayahnya.


justru ia merasa jijik dan berharap supaya ayahnya mati saja.


Semenjak dirinya kecil Sarah tidak pernah diperbolehkan memiliki emosi dan perasaan apapun oleh para petinggi-petinggi gereja, bahkan untuk melihat seekor anak kucing yang tidak sengaja tertembak oleh laser sihirnya, Sarah adalah wanita yang terkenal akan kemampuan yang dapat memanipulasi sihir menjadi Es, oleh sebab itu.. Sarah mendapat julukan sebagai `Refroren atau `Si Merah yang Membekukan, hingga akhirnya bertemu dengan Ryzen, walaupun tidak berubah secara signifikan, tetapi Sarah pada akhirnya berhasil mendapatkan rasa emosional nya kembali.


Satu hingga delapan belas tahun bersama dengan Ryzen, Sarah merasa sangat marah ketika mendengar Ryzen mengkhianati mereka dan dirinya, sebagai penjelasan akan hal itu, sebenarnya Sarah memiliki rasa kepada Ryzen.


"... Aku tidak mengetahui dimana posisi Ryzen, tetapi ayolah kau pasti bisa melakukan sesuatu untuk itu .."


Pastor yang tidak tahu diri itu lagi-lagi memerintahkan seenaknya...


"... Sihir kakak Ryzen telah ku kenali sejak lama, satu... Tidak, secepatnya akan kami temukan dia dan kami akan segera pergi menjalankan tugas ini, tuan..."


" Ya ya pergilah, aku membutuhkan banyak dana untuk bermain lagi, hehe.."


Sarah dengan delapan puluh pasukan segera pergi untuk menemukan Ryzen..


..


Tetapi sangat tidak disadari, jauh dari dalam bayangan, Salah satu anggota Foudre Ombre yaitu Cellos telah mendengar perkataannya dan dirinya juga menerima misi yang sama untuk bertemu dengan Shoji.


".. Shoji..."


setelah itu dirinya pergi menghilang....


..


Kembali pada Shoji dan Rekan-rekannya, kini mereka telah sampai pada sebuah desa yang bernama Oluyio, sebuah desa yang tidak besar juga tidak terbilang kecil ini memiliki Hotel atau penginapan yang sederhana..


" ah, permisi pak... Dimana kami dapat mencari penginapan?.." Sylvia sedang bertanya kepada salah satu warga sekitar...


".. ya, kau bisa terus jalan lurus kemudian jika melihat bangunan Asosiasi Petualang, penginapan itu ada di sebelah kanannya..." Ucap salah satu warga


..


" Begitukah? Terimakasih, pak!.."


" sama-sama..."


....


Sylvia pun berkata kepada Shoji untuk mencari penginapan lain...


" Tuan, kupikir kita harusnya mencari penginapan lain..."


Shoji tidak tahu mengapa alasan Sylvia mengatakannya, jadi dia pun bertanya..


".. memang nya ada apa? "


Sylvia menjawabnya.


".. itu karena penginapan itu berada tepat disebelah kanan dari Asosiasi Petualang, aku takut akan terjadi kerusuhan seperti yang terjadi di Kerajaan Flo, itu... Ingat tidak? Kamu telah mendapatkan tanda wanted di Asosiasi Petualang, oleh karena itu...-."


Belum selesai mengatakannya, Shoji berkata..


".. aku mengerti, tetapi kita tidak memiliki masalah apapun disini, bukan? dan mereka juga sepertinya aman-aman saja, jadi.. tenang saja Sylvia..."


..


" Itu benar, nyonya Sylvia!..."


Mendengar Roxxie yang memanggil dirinya dengan kata nyonya, membuat Sylvia malu seakan Sylvia sudah memiliki suatu hubungan spesial dengan Shoji..


".. j..jangan panggil aku nyonya, aku masih muda dan juga aku.. itu, .. "


" Aah~ dia malu-malu..."


Kata Roxxie didalam hatinya.


"Hey sudahlah, sampai kapan kita berhenti di tengah jalan? .." ucap Ryzen yang sepertinya dibuat jengkel karena terlalu lama diam..


".. Ahahaha.. itu benar, sebaiknya kita segera istirahat, ini juga mulai gerimis dan sudah mulai malam..."


Setelah mengatakan itu, Shoji melihat kembali tiga orang rekannya untuk mengatakan rasa terimakasih dari dalam hatinya...


" Terimakasih, semenjak kehadiran ku di dunia ini, walaupun ada beberapa Hal yang tidak ku sukai tetapi semenjak aku bertemu dengan kalian, aku benar-benar merasakan perasaan pertemanan yang tidak pernah ku rasakan sebelumnya,... Jika semua sudah terselesaikan, Kakak ku akan dengan senang hati menyambut kalian.. oleh karena itu, Aku akan melindungi kalian dan bertemu dengan kakak ku!.."


..


" Hey, ada apa, tuan?.." Roxxie memerhatikan mata Shoji seperti berkaca-kaca..


" Benar, kamu seperti ingin menangis... Ada apa tuan?.." ucap Sylvia


Sepertinya Shoji jadi lebih sering mendapatkan perhatian dari rekan-rekannya..


"... Ah, tidak apa-apa... Kalau begitu mari kita jalan .."


Mereka bertiga pun segera pergi menuju penginapan yang berada tepat disamping bangunan Asosiasi Petualang lalu percakapan akan diambil alih oleh Roxxie dan Ryzen..


", Tutup mulutmu Roxxie dan jangan menunjuk sembarangan, perkataan mu jika terdengar warga sekitar itu akan menjadi sangat tidak nyaman..."


"... Blablabla.. kau merepotkan Ryzen, kacamata itu sepertinya sangat kuat ya, benda kotak itu tidak hancur pada saat semuanya berlalu, Hahahahaha...."


" Diam.."


" Oh, ayolah Ryzen.. kau harus sedikit lebih santai, iya.. seperti seseorang yang membawa kotak tinta yang kosong itu, Hahaha.."


" Kau Roxxie sialan berbicara lagi kubunuh kau..."


" Tidak, seharusnya kau harus mmm.-.."


Ryzen pun menjadi jengkel dengan segala ejekan dari Roxxie, dirinya menggunakan sihir cahaya yang berbentuk seperti tombak kecil di bawah dagu nya..


" Tombak di bawah dagu mu akan menusuk mu secara perlahan.."


.


" Ah, hei! ..."


Sylvia melihat pertikaian mereka lalu dirinya memukul pukulan karate tepat diatas kepala mereka berdua dan mereka berdua pun kesakitan..


" Apa yang sedang kalian lakukan?! Kita berada di tengah keramaian, gunakan otak kalian!.."


Pada akhirnya, Sylvia memarahi mereka berdua di sepanjang jalan hingga...


" Sudah sampai dan ini benar-benar tepat berada di samping Asosiasi Petualang ya..."


Mereka semua telah sampai di depan penginapan yang disitu tertulis tanda


" Penginapan TueRue??? Namanya unik..."


Shoji segera mengajak rekan-rekannya untuk segera masuk ke dalam...


" Roxxie, Ryzen dan Sylvia.. ayo kita masuk...."


Pada saat tiba di dalamnya, Shoji tidak ingin berlama-lama dirinya ingin segera pergi istirahat untuk tidur, Shoji pun segera bertanya kepada resepsionis nya..


" Permisi, berapa harga untuk satu kamar?..."


Resepsionis wanita itu pun berkata


".. satu kamar untuk satu atau dua orang adalah satu gold dan lima keping silver..."


..


" Kalau begitu aku ingin satu, apakah ada kamar yang kosong??.." Shoji bertanya kepada resepsionis tentang apakah masih ada kamar yang kosong..


" Untuk saat ini, sayang sekali... Satu kamar terakhir telah terisi, jika mau... Anda dapat menggunakan ruangan khusus..."


Mendengar perkataannya tentang Ruangan khusus membuat Shoji penasaran..


" Ruangan khusus?...."


..


Shoji dan resepsionis itu pun segera pergi menuju ke suatu ruangan bawah tanah dan dirinya telah berada didepan pintu kamar ruangan khusus nya...


" Benar, ini adalah ruangan khusus kami dengan harga sepuluh gold..." Ucap resepsionis itu sambil membukakan pintu.


Pada saat pintu itu terbuka, Shoji terkejut karena ternyata Ruangan khusus yang dimaksud adalah ruangan untuk bercinta, didalamnya serba berwarna merah dan hitam, terutama pada kasurnya.. itu terdapat bunga-bunga merah diatasnya dan pada sisi kiri dan kanan juga terdapat lilin merah yang siap untuk menciptakan suasana Romantis .


"..oh yaampun, ini ruangan yang benar-benar khusus ya, kak Resepsionis?..." Ucap Shoji sambil melirik ke arah kakak resepsionis nya...


" Em... I..iya, mohon untuk..-.."


" Hey Kak, kenapa kau memalingkan muka mu? terlihat malu?.."


benar, pada saat itu Shoji melihat kakak resepsionis nya yang terlihat malu-malu..


".. t..tidak..."


" Hanya itu saja tempat yang tersisa "


Ucapnya lalu kemudian kakak resepsionis itu pergi tanpa menutup kembali pintunya..


Shoji yang tidak ingin ada salah sangka pun segera kembali...


...


"..ah, tuan.. dari mana saja kamu?...". nampaknya Sylvia masih belum mengetahui itu...


..


Shoji tidak ingin berlama-lama, dirinya segera mengatakan semuanya...


".. aku dari.... Ah tidak, ini benar-benar melelahkan, hey Roxxie, Ryzen... Hanya tersisa satu kamar saja untuk dua orang, aku minta maaf tapi apakah kalian bisa mencarikan penginapan lain? Aku benar-benar kelelahan, ini masih kurang satu untuk bersama dengan ku, kalau begitu...."


" A..ah, baiklah... Satu orang didalam akan ditempati oleh Sylvia, aku dan Ryzen akan mencari penginapan lain..." Ucap Roxxie..


".. kalau begitu, ayo Roxxie..."


Ryzen dan Roxxie segera pergi untuk mencari penginapan lain, sementara Sylvia yang akan bersama Shoji untuk tidur ditempat `Ruangan khusus itu membuat Sylvia merasa gugup...


"..A..anu, tuan... Aku, apakah kamu yakin?..." Ucapnya..


Shoji tidak menanggapi itu, dirinya segera pergi menuju kasir tempat Kakak resepsionis barusan, dirinya ingin segera menggunakan itu dan akan membayarnya dengan sepuluh gold...


"... Kak, aku ingin menggunakannya.. ini, sepuluh keping gold nya, tidak usah mengikuti ku, pintu yang saat itu kau buka masih terbuka, kalau begitu terimakasih...."


".. e...eh?... B..baik, terimakasih..."


Ada apa dengan Shoji?, dirinya terlihat sangat melelahkan, itu juga terlihat dari matanya...


",.. ikuti aku Sylvia, itu berada di lorong depan yang akan membawa kita menuju ruangan khusus yang terletak di bawah tanah, dengan melewati beberapa anak tangga maka kita akan sampai.. "


".. b..baiklah..."


.. Sylvia pun segera mengikut Shoji menuju ke ruangan khusus yang dimaksud, pada saat telah sampai itu membuatnya semakin gugup! Wajahnya memerah...


Didalam hati Sylvia penuh dengan kecanggungan


" ...t.. tenang lah, ahh menyebalkan, nafas ku tidak teratur, aku ingin bertanya tetapi juga tidak ingin bertanya, situasi ini akan membuat ku canggung..."


..


" Kemarilah Sylvia...." Shoji menutup pintunya


"..A.-.ah, b.. baiklah.."


Pada saat Sylvia duduk di atas kasur..


"..e..eh!???? Oh yaampun cepat sekali tuan Shoji tertidur, sepertinya dia memang kelelahan...."


Shoji telah rebahan di atas kasurnya kemudian dirinya pun dengan cepat tertidur..


"Zzzzzzzzzzzzz....."


" Wajahnya...... Tampan, tuan Shoji .... Anda benar-benar kuat, aku ingin.... Sebenarnya aku ..."


Sylvia memerhatikan wajah Shoji yang tertidur dari dekat, semakin dekat dia perhatikan wajahnya, tanpa sadar jarak antar mulut dirinya dengan Shoji pun semakin dekat...


Tinggal beberapa jarak sebelum melakukan sebuah ciuman, Sylvia tiba-tiba berpikir untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dia lakukan..


" Ini tidak baik, kenapa aku tiba-tiba menjadi orang yang aneh? Padahal tuan Shoji belum tentu menginginkannya, bodoh nya aku..." Ucapnya sambil menghela nafas


Setelah mengatakannya lalu diam beberapa saat... Sylvia pun segera merapihkan posisi tidur Shoji dan juga dirinya memakaikan selimut kepadanya sambil berkata..


".. Berpetualang bersama mu membuat hati ku tenang, aku selalu merasa aman jika bersama mu, bahkan aku merasa inilah apa yang aku inginkan, kebahagiaan ini... Apakah akan berlanjut selamanya?..."


Setelah itu Sylvia pun tidur di samping nya namun dengan posisi berlawanan, pada saat ingin tidur, Shoji tiba-tiba berkata..


" Kebahagiaan kalian........ Adalah kebahagiaan...ku.."


Rupanya Shoji sedang mengigau, tetapi perkataannya itu membuat tenang Sylvia..


..