TWO VOID: Timeline Shoji

TWO VOID: Timeline Shoji
Dua Succubus Vs Taros!



" Benar, kalian semua akan bertanding melawan ku, secara serius tentunya..."


......


Sebelum ini terjadi ..


...


Didalam Ruangan, didalam kamar Raja iblis, Taros memasukinya karena Abaddon memanggilnya, Ruangan itu besar, luas dan tinggi, tidak ada seorangpun selain dirinya, berpikir para Giant ataupun Ras Naga dapat memasukinya itu masuk akal, terdapat jarak yang terbentang jauh antara singgasana Abaddon dengan ujung gerbang masuk...


" Tuan, aku masuk.."


Tanpa penjagaan ketat didepan Gerbang, Taros memasukinya, setelah tiba didalam, Taros melihat Abaddon yang duduk dengan kharisma layaknya seorang penguasa diktator...


" Kemarilah, Taros....". ucap Abaddon..


Taros masuk kedalam Ruangan tersebut, dirinya berjalan perlahan di atas karpet merah yang panjang, semakin dirinya mendekat ke arah Abaddon, semakin panas juga lantai yang ia pijak, jika itu adalah orang lain dan bukan dirinya, Taros berpikir mungkin orang itu akan mati meleleh sebelum sampai ke hadapannya...


Taros pun telah sampai didepan Abaddon, dirinya melakukan hormat layaknya seorang pelayan, hormat dengan menundukkan tubuh lalu posisi tangan dibelakang kemudian tangan kanan menyambut didepan...


" Mengenai Rapat tentang kesepuluh jenderal melawan diriku, aku siap menerimanya.. tetapi apakah ada alasan dibalik itu semua, Tuan?..." Ucapnya..


Abaddon berdiri kemudian ia menjelaskan..


" Kesepuluh jenderal tersebut sangatlah lemah, jika saja mereka yang sekarang dipertemukan olehnya, pria biru terang itu pasti akan mudah menundukkan mereka tanpa menggerakkan satu jari pun...."


" Pria.... Biru terang? Apa maksudnya Tuan? mereka memang benar lemah tetapi mendengar seseorang itu dengan mudah menundukkan-nya tanpa menggerakkan satu jari pun, Aku tidak mengerti..." Taros berusaha untuk memahami itu, tetapi dirinya masih belum paham, mencoba bertanya kepada Abaddon yang dijelaskan..


" Dahulu, aku yakin membawa mu pergi bersama ku bertemu dengan para Elf, disana tentu aku sudah menceritakan ramalan mereka yang tervalidasi dengan baik, mengenai Two Void..." Jelasnya....


" Two... Two Void? Aku mengingatnya..." Ucap Taros yang telah mengingatnya..


" Salah satu dari mereka telah datang ke dunia ini, dirinya adalah pria berambut biru terang yang saat itu kutemukan.... pada saat aku bertemu dengannya melawan malaikat Raizel, dirinya gemetar dihadapan ku, aku merasa pria itu masih sangatlah lemah, tetapi....".


" Tetapi?...."


" Belakangan ini, sesuatu yang ada didalam dirinya telah membuka potensi kekuatan pria itu! Walau cuma setengah, dirinya mampu menumbangkan Avidité, dan dengan kejadian barusan aku teringat akan kesepuluh jenderal yang kumiliki, jangankan berhadapan langsung dengannya, mungkin seseorang seperti Provelser dapat dikalahkan oleh salah satu rekannya.....


.. Jadi, oleh karena itu aku ingin kau untuk bertanding dengan kesepuluh jenderal tersebut, bertarung lah dengan serius, jika mereka mati maka biarlah mati, tetapi jika dirimu yang mati, akan sangat disayangkan... Dengan ini, aku menunggumu di atap...."


Abaddon pun langsung pergi menuju atap dengan sihir Teleport nya ...


" Serahkan kepada ku, Tuan!..."


...


..


..


Setelah Taros berkata seperti itu kepada para Jenderal, membuat semangat mereka semua membara tidak sabar akan bertarung dengan Taros setelah sekian lamanya.. terutama Saaki dan Sofie, kedua wanita itu selalu menggerutu..


"..Bunuh...bunuh..bunuh...bunuh...bunuh...bunuh...bunuh...bunuh..bunuh.bunuh..."


.


" Jadi, bagaimana? Apakah kalian para jenderal siap menerima tantangan ini?.."


.... Tidak ada Respon...


" Aku anggap itu setuju.. baiklah kalau begitu. ..."


" Taros.."


" Anda tidak ikut melihatnya? Saya tidak akan mengecewakan anda...."


Dengan izin Abaddon, Taros segera pergi menyiapkan Arena untuk dirinya bertarung dengan para Jenderal.. dirinya membuat sebuah ilusi menjadi nyata, tempat yang Taros pikirkan akan terealisasi dengan baik, dengan kekuatannya itu Taros membuat ilusi yang tadinya tempat rapat Ruangan bawah tanah kini menjadi Padang rumput yang luas, sangat luas...


" Tanah yang nyata, udara yang berhembus, serta pepohonan....Ini,... Taros, ini bukan lagi di Ruangan yang sama, apa yang kau lakukan?..." Ucap William.


Taros pun menjawabnya..


..


" A..apa apaan itu? Ilusi menjadi nyata, kau benar-benar memiliki kekuatan cheat semacam itu?!..."


William semakin memojokkan Taros untuk membuat dirinya berbicara tentang detail kekuatannya...


" sudah cukup William, jadi.. bagaimana sistem pertarungan yang akan dijalankan ini, Taros?..." Olixier ingin bertanya bagaimana cara mereka bertarung...


" Tentang itu, aku akan menunggu dari salah satu kalian untuk maju melawanku, dua orang, tiga atau bahkan semuanya.... Jika mau, Kalian semua bisa menyerang dengan sekuat mungkin ke ara.-..."


.


****!!!Sebuah ledakan!!!!****


Taros menghindarinya dengan indah dan cepat..


" Hati-hati Sofie, kau baru saja ingin..."


" Benar, aku ingin, membunuh mu!!!..."


serangan barusan merupakan serangan yang dilancarkan oleh Sofie berbentuk seperti Love yang jika seseorang terkenanya maka seseorang itu akan selamanya mencintai Sofie, tepat setelah menghindarinya, Saaki kemudian melesat lurus kearah Taros untuk melancarkan pukulan andalannya..


" Tattcint!!!!..."


Tattcint adalah pukulan andalan Saaki untuk menyerang, seseorang yang terkena Tattcint maka seluruh organ dalam tubuh seseorang itu akan meleleh dan kemudian membunuhnya dari dalam..


Taros juga dapat menghindarinya kearah kanan, dirinya pun mengatakan..


" Tidak begitu, Saaki... Seharusnya perhatikan terlebih dahulu dimana kau berpijak..."


..


" Ha?!.."


" kau menyadarinya? Strattch.."


Pada saat Saaki sedang di udara, dibawah pijakannya tiba-tiba terciptalah sebuah sihir.. berbentuk bulat dibawah adalah sihir jebakan yang dibuat oleh Taros, sihir itu akan mengikat tubuh seseorang yang terkena dan kemudian dengan cepat menutup untuk membunuhnya..


Menjerit keras kesakitan ..


" Aaaaakhhhhhh!!!!! S..sialan kau, Taros!!!!!!...."


Taros tersenyum dengan senyuman seorang psikopat kemudian dirinya mengatakan..


" Sayang sekali ya Saaki... kau tidak akan mati dengan dibunuh, bukan? kalau begitu itu tidak begitu menyakitkan untuk mu..."


...***Tangan kirinya mengepal untuk mengaktifkan sihir Strattch***...


Tubuh Saaki terikat dengan hebat dan kuat! Jeritannya begitu terdengar sangat menyakitkan, dan kemudian..


...****LEDAKAN****...


tubuhnya hancur lebur ter urai menjadi tidak karuan, melihat Saaki adalah korban pertama membuat amarah Sofie semakin memuncak, hingga dirinya melepaskan kekuatan yang disegel oleh Raja iblis kala itu...


" Sialan! Keparat! Sialan kau, Taros!!! Keluarlah `Chesma Iyesi!!!!!!..."


Sofie berubah menjadi iblis betina berbentuk kucing!


" Rrrrrggghhhh!!!..."


Dengan bentuk iblis kucing itu, Sofie dikelilingi oleh sihir Air tingkat tinggi, wajahnya berubah drastis yang tadinya cantik menawan kini menjadi iblis rusak dan hancur, dia besar... Di setiap tangannya menggunakan semacam gelang air yang memutar-mutar, kedua tanduk disamping kanan dan kiri kepalanya itu juga cukup panjang, seketika juga tanah yang dipijaknya berubah menjadi perairan, semakin lama Sofie berdiri di permukaan maka perairan yang tercipta akan semakin banyak dan dalam, Laut? Sofie dapat menciptakannya.


Taros tersenyum dan berkata..


" Ho... Kau cukup serius juga ya, Sofie... tetapi....."


..