
Sedna, atau yang biasa disebut dengan Dewi Air, merupakan seorang Dewi yang mengatur kesuburan tanah dan kemakmuran laut, berbeda dari Dewa lainnya yang masing-masing memiliki Kuil atau Gereja atau tempat persembahan, Sedna tidak memilikinya.
Dahulu, para manusia di suatu wilayah mengalami kekeringan dan kemarau yang melanda wilayah tempat mereka tinggal.. Cuaca menjadi sangat panas hingga tenggorokan terasa kering, padi yang siap untuk dipanen-pun kini telah sirna, banyak keluarga yang kelaparan kemudian mati kelaparan, kemarau itu hanya terjadi pada wilayah daerah mereka saja, dari kejauhan tempat itu terlihat sangat gersang, bahkan membuat para petualang enggan untuk menjadikannya tempat penginapan atau bahkan hanya sekedar lewat.
Salah satu dari para petualang yang ingin melewatinya pun mengatakan
" Oh sial, aku tidak ingin melewati tempat itu, kemungkinan besar air yang kubawa ini akan dirampas oleh para 'Gou.."
Gou merupakan sebutan bagi mereka yang tinggal didalam wilayah itu, mereka para Gou tidak dapat pergi keluar dari wilayahnya karena para manusia bangsawan yang berada di kerajaan meminta kepada Raja agar dibuatkan sebuah penghalang yang membatasi para Gou keluar, salah satu bangsawan itu mengatakan..
" Para Gou menjadi sangat ganas jika mereka melihat ada sebotol air, aku tidak ingin di masa depan keluarga ku di buru oleh para Gou!.."
Bangsawan itu merupakan salah seorang yang menyumbang sangat banyak harta untuk pembangunan penghalang pembatas.
Melihat tekanan yang diminta oleh para Bangsawan, membuat sang Raja tidak memiliki keputusan lain, Sang Raja segera memerintahkan kepada para pengawal, khususnya pasukan sihir untuk menciptakan sebuah sihir cermin pembatas.
Sihir cermin pembatas merupakan sihir Tetap yang kemungkinan dapat aktif selamanya, sihir yang membuat seseorang yang dikurungnya menjadi kebingungan, berbentuk seperti cermin raksasa kemudian nantinya akan berdiri di setiap sudut wilayah yang ingin di isolasi hingga membentuk sebuah tembok raksasa, sihir ini sering digunakan untuk mengamankan sebuah Dungeon, dengan cermin sebagai dasarnya... Seseorang didalamnya akan melihat seakan-akan seperti tidak berujung, mereka berjalan dan berjalan tanpa mengetahui kemana mereka pergi.
Sehari setelah perintah itu diperintahkan, para pengawal itu kini telah membangun sebuah sihir cermin pembatas, yang mana pantulan antara cermin dan cermin mengenai panas justru akan semakin membuat panas para Gou didalamnya, itu merupakan tindakan penyiksaan secara tidak langsung.
Di dalam wilayah Gou, terdapat satu keluarga dengan putri kecilnya yang baru lahir, sang Ayah yang tidak ingin anaknya merasakan kelaparan yang kini ia rasakan pun mengusulkan kepada sang ibu agar segera membunuh anaknya yang masih bayi..
" hei Hera, kita tidak memiliki air untuk mengurusnya, Maksudku, bahkan tumbuhan yang kita tanam tidak berbuah sama sekali, situasi yang kita rasakan cukup kita saja yang merasakan, walaupun terdengar jahat tetapi.... anak ini harus segera mati, aku sangat sangat tidak tega melihat anak kita mati kelaparan.."
sang ibu pun berkata..
" A...Aku tidak ingin itu! Anak ini.. Nyiera adalah anak kesayangan ku ! memang kemarau ini sudah terlalu lama kita rasakan, meskipun kita sudah berjalan dari selatan ke Utara, entah kenapa kita akan kembali ketempat semula, tidak ada ujung dari kesengsaraan ini...."
Hera mengatakan itu dengan suara yang lemah, dirinya senang sang anak telah lahir tetapi dirinya juga sedih akan situasi yang dihadapinya, Ooru pun berkata..
" Kalau begitu, apa yang akan kita lakukan.....Hera?.."
" ...pasti.... pasti akan ada sesuatu yang membantu kita!..."
..
Terbuka suatu cahaya terang yang didalamnya keluar seseorang..
..
" Sesuatu yang membantu kalian, mungkinkah Aku?.."
Dari langit yang panas, terik matahari begitu menyengat kulit, dan tanah tandus tak berdaya tiba-tiba muncul satu sosok wanita membawa tongkat berbentuk kerang, dengan pakaian yang mewah kemudian kedatangannya membuat udara sejuk seketika..
Melihat seseorang yang turun dari langit itu membuat Ooru segera mengamankan istri dan anaknya..
".. A..apa maksudmu?! Hera, gendong lah Nyiera.. segera berlindung di belakang ku!..."
Ooru mengangkat sebuah pedang yang sepertinya sudah bobrok, kemudian sosok itu pun mulai berbicara pembicaraan yang tidak dimengerti Ooru..
..
" Manusia tidak akan pernah bisa hidup tanpa air, manusia juga tidak akan bisa mengatasi kehidupan tanpa air, semata-mata mereka ada hanya untuk Opera mereka dan aku, antara kejahatan dan kebaikan, manusia sering secara sepihak memutuskannya, dengan kemarau ini pasti pikiran kalian hanya dipenuhi oleh air dan air..."
.
" O... Opera? A...Apa yang kau bicarakan!?.."
" Aku adalah Sedna, salah satu dari kesembilan Dewa yang harus kalian ketahui, aku adalah eksistensi yang penting untuk kehidupan dan kedamaian kalian, dengan melihat ini aku ingin menolong kalian secara adil, kalian tidak perlu bicara apapun, mereka yang berada diluar telah memasang sebuah sihir cermin pembatas, yang membuat wilayah ini seakan-akan tidak memiliki ujung, juga membuat panasnya semakin panas,. Mereka juga telah menganggap kalian sebagai monster. .."
Ooru tidak dapat berbicara, didalam hatinya ia berkata
".. tidak, aku tidak ingin percaya itu! Itu seakan kami dibiarkan begitu saja! Aku tidak ingin percaya tetapi perkataannya begitu dapat dipercaya!! Sial....sialan! Brengsekkk!!!! Jika benar seperti itu..... Matilah kalian!! Aku bersumpah! Aku ingin.....ingin.!!!!.."
"... berhenti disitu, Ooru... Sepertinya didalam pikiran mu, kau ingin menghabisi mereka semua, bukan?...."
Sedna kemudian menjentikkan jarinya...
" Tentu,... ...Cruba`Viett"
....
Ooru yang tidak dapat berbicara maupun bergerak karena kemampuan Sedna, didalam hatinya ia mengatakan..
"...cru..? Apa yang wanita ini katakan?! memangnya kenapa jika menjentikkan jari?!.."
Didalam kerajaan yang telah membuat sihir cermin pembatas, sang Raja tiba-tiba tersedak makanan..
" Ukkhhh! ukkkhhh!!!..."
" Yang Mulia, anda baik-baik saja?..."
Pelayan setianya pun dengan cepat dan sigap telah menyiapkan air minum..
" silahkan..."
Baru saja ingin menerima gelas yang berisi air itu dari tangan pelayannya, sang Raja pun kemudian jatuh dan meninggal seketika....
"..R...Raja!!!! Pelayan! Dokter!!..."
Meskipun telah dilakukan pengobatan oleh para Dokter dokter kerajaan, tetapi tetap saja.. mati tetaplah mati, tidak sampai disitu, dua puluh bangsawan yang berpartisipasi dalam membangun sihir cermin pembatas itu pun juga tewas secara mendadak! Sedikit demi sedikit, seluruh pasukan.. semuanya mati seketika!
Tidak memandang kasta ataupun Ras, jentik an jari wanita itu kini telah memusnahkan satu kerajaan yang dihuni sekitar dua puluh tujuh juta jiwa! Penyebabnya tidak lain karena jentik an jari Sedna memiliki kekuatan untuk menciptakan sebuah sihir berkekuatan tinggi namun berbentuk seperti setitik air, karena Sedna adalah seorang Dewi, dirinya mampu mengetahui siapa target yang ingin dia targetkan, tanpa perlu repot-repot mencarinya.., air itu nantinya akan muncul di bawah lubang hidung seseorang yang kemudian akan melesat masuk dengan cepat hingga menghancurkan sistem otak dan setelahnya seseorang itu akan tewas seketika..
Itulah Cruba`Viett, yang telah menghabisi nyawa Dua puluh Tujuh Juta jiwa dalam waktu yang singkat.
..
Sedna kemudian tertawa..
" Haha..hahaha...hahahaha..
.. berbahagialah kalian, karena kini mereka telah tiada, sekarang kalian dapat bergerak bebas dan bisa pergi dari sini..."
Air sangat diperlukan, bahkan jika membayar satu gelas air bersih dengan satu pasang bola mata.
Mendengar ada keributan di dalam rumah keluarga Ooru, kepala desa yang tubuhnya sudah cukup kehilangan gizi itu mengajak seluruh masyarakatnya yang tersisa untuk melihat apa yang terjadi pada Ooru..
..
Sedna menyadarinya
" benar, kemarilah...."
Setelah kepala desa dan seluruh warganya telah sampai didepan pintu rumah Ooru, kepala desa yang bernama Kokkus itu bertanya kepada Ooru. .
" Apa yang sedang terjadi, Ooru? Kau seperti berteriak dan berbicara sendiri.."
...
Sedna mengambil alih, dirinya kemudian terbang ke langit, Kepala desa beserta para warga terkejut melihat ada sesosok wanita misterius yang terbang ke langit, dan Sedna berkata..
" dengarkan baik-baik, seluruh manusia yang berada disini, Kemarau ini adalah bencana yang diberikan oleh Raja Iblis! Ini adalah sebuah sihir alam yang diciptakan olehnya! Kasihan sekali, kalian pasti menginginkan Air bukan? Kalau begitu..."
Sedna kemudian mulai bersiul..
..." ~ ~~ ~~~~ "...
......................
......................
Kemudian turunlah Hujan!
" Uuwwoo!! "
...
" Dewi!!!..."
" Air!!..."
Para warga yang menyaksikan sebuah keajaiban itu pun senang! Ooru beserta keluarganya mulai berpikir positif terhadap Sedna, Hera mengatakan..
" Ooru, wanita itu adalah penyelamat kita.."
....
Setelah tiga puluh menit hujan, Sedna kemudian mengatakan...
" Aku akan terus menciptakan air dan hujan, aku akan terus menghidupi kalian, tetapi dengan satu syarat..."
Kokkus sang kepala desa pun ingin mengetahui apa syaratnya...
" Apa itu Syaratnya?..."
..
" Syaratnya adalah......."
...**** Terdiam ****...
......................
......................
......................
......................
Secara tidak sengaja Ooru melihat Sedna seperti sedang tersenyum jahat..
" Eh? Apa itu tadi?..."
Melihat situasi semakin mencurigakan, Ooru segera membawa masuk keluarganya dan kemudian dirinya lari untuk memberitahukan kepada seluruh warga dan Kepala desa..
" Berhati-hatilah!!! Wanita itu berbahaya!!!..."
Kokkus pun tidak ingin mendengarkannya..
" Berbahaya? Tidak, dia adalah dewa kami, dirinya memberikan kami air dan kehidupan..."
Ooru kemudian mendapat penolakan atas perkataannya...
..
" Ya, benar, teruslah seperti itu karena aku adalah seorang Dewa, aku adalah Dewa kalian..... Sembahlah aku! dan matilah...."
" Watarair.."
Sedna mengangkat jari telunjuknya dan tiba-tiba dari langit tercipta sebuah bola air Raksasa yang kemudian menimpa mereka semua dan kerajaannya, Bola air itu dengan cepat menyapu bersih kehidupan sekitar, Sedna kemudian tertawa kencang!
" Haha...Hahahaha.... Hahahahaha!!! "
" Aku tidak menyangka bermain dengan para manusia itu semenarik ini, memang aku sengaja menciptakan panas di wilayah ini, mereka benar-benar terlihat seperti Tolong aku, Tolong aku, Hahaha, konyol sekali....."
Setelah mengatakannya, Sedna pun pergi dan dari peristiwa itu dimasa kini hanya meninggalkan sebuah Danau Raksasa yang disebut Danau Se`eana, juga meninggalkan sebuah Legenda bohong mengenai Raja Iblis yang telah menenggelamkan kerajaan dan wilayah mereka.
..
Kembali pada cerita utama, William yang kebingungan bagaimana cara agar dirinya keluar berkata...
" Apa yang sebenarnya ingin kau lihat, Taros?..."