
Sementara itu, Ryzen telah berhasil menyelamatkan Sylvia dan Rara.. dan juga dia telah membawa seorang wanita Demi-Human di pundaknya, diketahui itu adalah Ibunya Rara!
Saat ini, pasukan suci milik Sarah telah mengepung seluruh kerajaan Durui, dan karena banyak sekali iblis didalamnya, Sarah memberikan perintah kepada seluruh pasukannya untuk menggunakan sihir Purgatory yang nantinya, Kerajaan Durui akan hancur berkeping-keping karena sihir Purgatory akan menciptakan suatu kaki Raksasa yang akan melenyapkan semua yang ada pada jangkauannya seketika!
---
"Sudah berakhir, aku tidak dapat melakukan apapun untuk ini.. Cellos telah selesai dalam tugasnya dan memberikan informasi bahwa Kerajaan Durui telah hancur"
Kata Cellos, seorang anggota dari organisasi Foudre Ombre mengatakannya di atas pohon kemudian menghilang bagai bayangan.
Dan Sarah telah selesai dengan persiapan sihirnya, saat ini.
"Kalian semua tolong jauhi tempat ini, sekitar 2 Kilometer.."
Sarah menyarankan agar mereka semua yang telah diselamatkan agar menjauh dari sihir Purgatort, itu karena efek kejut yang dihasilkan cukup untuk membuat seseorang lumpuh sementara.
Tanpa basa-basi, Ryzen dan Roxxie bergegas menjauh dari sana dan meninggalkan Ribery sendiri yang sedang berlari dibelakang mereka.
"Hei hei, tunggu aku!"
---
Setelah semuanya telah menjauh, Sarah memberi ancang-ancang kepada seluruh pasukannya agar bersiap dalam meluncurkan sihir Purgatory ini.
"Baiklah, kalian semua! Jangan hilangkan konsentrasi kalian! Salah sedikit saja maka sihir ini akan menjadi tidak beraturan, dalam hitungan ketiga kita akan memulainya!.."
"BAIK!" Kata seluruh pasukan mengatakannya secara bersamaan.
Sementara itu didalam ruang bawah tanah, Raja Karo masih berada disana! Dia sudah mengetahui situasinya..
"Yaampun, rencananya aku akan menghancurkan kerajaan ini 2 tahun lagi, tapi mau bagaimana lagi, HAHAHA"
Ternyata Raja Karo telah merencanakan untuk menghancurkan Kerajaannya sendiri!
"Pedang Excallibur. .. Aku memohon kepada sosok yang berada didalamnya... Kau pasti mendengar ini.."
Raja Karo seperti berbicara sendiri dengan pedang Excallibur yang dipegangnya.
Tanpa jawaban.
"Begitu ya, aku lupa..."
Raja Karo sedang merapalkan mantra khusus.
Setelah selesai merapalkan nya, pada bagian tengah pedang itu muncul cahaya merah yang menyala!
Kemudian terdengar suara yang berat dan menyeramkan dari dalam pedangnya.
"Aku mengerti, nyawa dan setiap harta.."
Sepertinya pedang ini meminta nyawa dan setiap harta milik raja Karo sebagai bayaran dalam menggunakannya.
"Tentu saja, mari kita buat kontrak! Berikan aku kekuatan yang sangat besar untuk mendominasi dunia!"
"Baiklah"
Terdengar suara yang sedang membaca mantra aneh menggema diseluruh ruangan.
"¿?¿‽$&*##/&+:;"
Seketika badan Raja Karo mengeluarkan cahaya hitam dan mengubah struktur tubuhnya!
"Kkhh"
Dirinya menahan sakit yang dihasilkan, dalam proses menerima kekuatan dari Excallibur, tubuh Raja Karo berubah menjadi sosok raksasa yang mengenakan zirah namun hanya tubuh bagian atas sajalah yang muncul.
Sedikit demi sedikit tubuhnya membesar dan menciptakan gempa bumi yang cukup untuk membatalkan konsentrasi pasukan Sarah yang akan melepaskan sihir Purgatory !
"Gempa?!! Hei, Tenanglah kalian..."
"Mustahil tuan, gempa ini berbahaya! Konsentrasi kami terganggu dengan kondisi tanah yang bergetar!!!.."
"Sialan! Ada apa ini sebenarnya?!.."
Beberapa saat kemudian muncul lah pilar cahaya misterius yang keluar dari dalam tanah tepat dibawah pusat kerajaan Durui, dalam kebingungan yang terjadi, keluar dari tanah sesuatu yang tidak ada yang tahu itu apa.
"Apa itu? Kalian semua! Segeralah menjauh!"
Dengan perintah yang diberikan Sarah, seluruh pasukan pun pergi menjauh.
Melihat itu, sosok misterius yang mengenakan zirah setengah badan berkata didalam hati.
"Tidak walau selangkah."
Kemudian seluruh pasukan yang tadinya sedang menjauh, kini mereka semua tidak bisa bergerak, walau selangkah!
Sarah panik, dia tidak pernah mengetahui ada hal yang seperti ini, dia juga sama, tidak dapat bergerak.
Melihat Sarah sedang kebingungan, Ryzen mengeluarkan sihir yang membentuk sebuah tali kemudian menarik Sarah kepadanya.
"Ryzen!?"
"Sebaiknya tetap waspada, makhluk besar itu terlihat berbahaya!"
Saat ini, mereka sedang dalam situasi terburuk, Sarah tidak memiliki rencana untuk melawan makhluk itu, Roxxie sedang dalam pemulihan sihir, dan Shamp sedang tidak dapat menggunakan sihir, dalam hal ini hanya satu orang yang masih dalam kondisi prima, yaitu Ryzen!
Namun, meskipun begitu Ryzen juga sama dengan Sarah, dirinya tidak memiliki rencana untuk menyerangnya.
"Suatu cara, sesuatu..."
Ryzen sedang memikirkannya.
Dipusat kota saat ini, Sosok yang besar itu telah menyapu bersih bangunan-bangunan yang ada di kerajaan, pada detik ini kerajaan Durui telah resmi hancur tak tersisa.
Yang dilakukan sosok misterius itu hanya berdiri di tempat kemudian menggerakkan tangan tangannya, melihat ini Ryzen menyadari sesuatu.
"Tidak bergerak dari tempatnya? Kenapa? Dengan tubuh raksasanya itu sudah jelas dia bisa mengejar kami dengan sangat mudah, yang dilakukannya hanya berteriak saja, apa mungkin dia tidak bisa bergerak?!"
Sambil berpikir, Roxxie menepuk pundak Ryzen untuk memberitahukan sesuatu.
"Cahaya yang tersambung dari bawah tubuhnya itu, aku yakin itu adalah penyebab dia tidak bisa bergerak."
"Cahaya itu? Tunggu, benar!."
Berkat informasi yang diberikan Roxxie, Ryzen menyadari sesuatu! Suatu rencana yang telah ia dapatkan!
Sementara kondisi Shoji saat ini yang sedang berada di planet antah berantah dengan kondisi pingsan, Astaroth melihat sekumpulan orang asing atau Alien yang sedang berkumpul disekitarnya seperti sedang membicarakan sesuatu.
Astaroth memahami apa yang mereka katakan, seperti yang dikatakan seorang Alien bertanduk satu disebelah kanan dan berkulit biru.
"Makhluk ini adalah berkah bagi kita"
Seperti itu yang dikatakannya, berkah?
Kemudian mata Shoji yang sedang pingsan ditutup dengan kain yang menutupinya, meskipun begitu, Astaroth tetap dapat melihatnya.
Astaroth melihat para Alien itu sedang berbaris dan bersujud di hadapan Shoji.
"Apa yang mereka lakukan sih?" Kata Astaroth yang heran.
Tiba-tiba terciptalah sebuah lingkaran sihir dibawah tubuh Shoji dan muncul rumah kecil yang didalamnya terdapat tubuh Shoji yang sedang pingsan, Alien-Alien itu berusaha untuk melindunginya.
Kembali pada situasi Kerajaan Durui yang sedang dalam kehancuran.
Ryzen tahu apa yang harus dilakukannya sekarang, dia berpikir untuk mencari sumber cahaya yang memancar dari bawah tubuh sosok misterius itu.
Ryzen berpikir menyusun rencana.
"Sumber cahaya, aku harus mengetahui dimana letaknya itu, Bisa jadi jika aku menghancurkannya, maka makhluk itu akan hilang, namun jika sebaliknya, jika sumber cahaya itu tidak ada disana, maka aku hanya perlu menyerang sosok itu tepat dari bawah tubuhnya! Benar, memang agak ceroboh tapi aku akan mencobanya!"
Selesai menyusun rencana, Ryzen menitipkan Sylvia, Rara dan ibu Rara kepada Roxxie.
"Apa yang ingin kau lakukan?"
"Aku akan melakukan sesuatu seperti yang telah aku rencanakan, kau tetaplah disini"
Roxxie tidak bisa melakukan apapun, dia sendiri sudah tahu bahwa sihirnya belum pulih sepenuhnya.
"Aku mengerti"
Ucap Roxxie.
Setelah itu Ryzen pergi menuju tempat sumber cahaya itu berada, dia menggunakan sihir teleport instan yang membuatnya dapat berpindah pindah tempat dengan cepat.
Menyadari ada sesuatu yang bergerak yang lolos dari sihirnya, sosok itu telah menemukan Ryzen.
"Kau tidak bisa bergerak jadi kau menggunakan teleportasi untuk mengatasinya? Tidak buruk"
Setelah itu, sosok itu menciptakan anak buah dari sihirnya, ada yang berbentuk manusia hingga berbentuk Naga.
"?!"
Ryzen menyadari ada sesuatu yang mendekatinya!
Tiba-tiba saja semburan api datang dari hadapannya dan itu hampir membakarnya!
"Siapa itu?!"
Kemudian muncullah seekor Naga yang tidak cukup besar.
"Naga?"
Ryzen mewaspadainya, dirinya mulai mempersiapkan sihir untuk segera membereskan naga itu.
Ryzen melepaskan sihir pedang cahaya yang menusuk targetnya tepat dibawahnya, dan seketika Naga itu musnah seperti debu.
"Ternyata cukup lemah, ?! Ada yang lain"
Sekumpulan Golem api bergerak kearahnya.
Golem-Golem itu membuat sebuah Gempa yang menghancurkan tanah dan membuat Ryzen kerepotan.
"Tch"
Dari bawahnya, Ryzen merasakan pergerakan sihir akan muncul dan menusuknya!
Ryzen pun berpindah ke atas pohon dan benar saja, ia melihat sebuah tanah yang runcing akan menusuknya jika dia tetap berada disana.
"Aktivitas sihirnya lambat"
Ryzen menyadari Naga dan Golem yang dia temukan saat ini cukup lemah, bahkan dia dapat menghindari sihir yang mirip dengan sihir Blade Skull miliknya.
"?!"
Tiba-tiba kakinya terlilit sesuatu.
"Ular?!"
Itu adalah Ular goblin, ular yang tidak akan mati bahkan dengan dibunuh berapa kali pun.
Berpikir ini akan menyakitkan, Ryzen ternyata dapat lolos dari lilitan itu dengan cukup mudah.
"Hanya perasaan ku atau ini memang lemah?"
Setelah berhasil lolos, Ryzen tidak akan berpikir apa-apa dan segera menuju tujuannya.
Sosok itu menyadari Ryzen bergerak dan ia cukup dibuat kesal olehnya.
"Hmm.."
Tanpa ragu, sosok itu mengangkat satu jarinya kemudian memotong sebuah gunung yang berada didepannya dengan cukup mudah, setelah gunung itu terpotong, dia memasukkannya kedalam suatu dimensi.
Roxxie dan Sarah menyadari bahaya yang akan menimpa mereka semua, Roxxie pun berteriak dengan keras.
"WASPADALAH! SESUATU... ENTAH APA ITU, AKAN MENIMPA KITA!!!"
Teriakannya terdengar oleh Ryzen.
Kemudian muncul garis dimensi yang akan mengeluarkan sebuah gunung diatasnya yang akan menimpa seluruh yang berada disekitarnya.
"Apa-apaan itu....."
Ryzen terdiam, dia tidak mengira sesuatu seperti ini akan terjadi.
"B..besar sekali... Sangat besar... Bagaimana ini, jika aku pergi, bagaimana dengan mereka yang disana? Tapi jika aku tidak segera menghancurkan cahaya itu,.... Bagaimana ini?!"
Ryzen kebingungan, dan dalam kebingungannya itu terdengar suara yang menggema berkata ke seluruh penjuru.
"Shoji akan berhutang kepada ku, lanjutkan.."
Ryzen yang mendengar itu merasa ada yang aneh.
"Siapa kau! Kenapa kau tahu mengenai tuan Shoji!.."
Kemudian suara itu kembali berkata.
"Lanjutkan."
Seakan ingin mengatakan kepada Ryzen agar tetap melanjutkan rencananya.
Ryzen bingung, dia hanya bisa bertaruh agar mereka bisa selamat dan saat ini Ryzen bergerak dengan cepat menggunakan teleportasi instan nya.
"Aku mohon, selamatkan mereka."
Kata Ryzen sambil menuju ke pusat cahaya yang berada di bawah tubuh sosok misterius itu.
"Hm, biarkan saja, gunung ini akan jatuh dan menimpa mereka, aku tidak akan terkena dampaknya karena aku bisa menembus gunung itu, Hahaha!!!.."
Dan sampailah, Setelah memasuki suatu ruangan bawah tanah dengan teleportasi instan miliknya, saat ini Ryzen telah sampai didepan pintu misterius.
Dia membukanya dan benar saja.
"S..sebuah pedang?! Sumber cahaya itu adalah pedang yang ada di depan ku!"
Ketika Ryzen ingin mendekati pedangnya, dia mendapati memori misterius yang memasuki kepalanya.
"Aaaaah!! Apa ini?!"
Memori yang dilihatnya itu berisi tentang.
80 tahun yang lalu, pedang suci Excallibur adalah milik pahlawan suci, kemudian setelah pahlawan itu mati, pedangnya di curi oleh sekelompok manusia, mereka membawanya ke ruangan bawah tanah istana kerajaan dan memaksa Excallibur untuk memberikan mereka kekuatan yang sangat besar!
Excallibur yang saat itu tidak memiliki kesadaran pun bangkit karena usaha manusia yang telah memodifikasinya!
Excallibur merasa kesakitan dan kelelahan, hingga kesadarannya tercuri oleh sesuatu yang jahat.
Dan Excallibur itu pun memberikan para manusia itu kekuatan.
...
"Jadi, Itu adalah pedang suci Excallibur? Dirinya diperas oleh kerajaan ini sehingga menghapus kesuciannya!? Betapa buruknya itu.."
Tanpa berpikir panjang, Ryzen pergi menuju Excallibur yang telah menghitam dan memegang gagang nya.
"?! Siapa itu!!"
Sosok misterius itu menyadari ada yang telah menyentuhnya.
Ryzen adalah mantan seorang pasukan suci, Crusader, dan dia juga pernah menjadi Vassal seorang malaikat, melihat itu, Excallibur merasa nyaman terhadapnya.
"Itu pasti sulit untuk mu..."
Ryzen mengambil Excallibur tersebut dan mengangkatnya tinggi tinggi!
Kesadaran jahat didalam Excallibur merasa tidak nyaman dan marah!
"MANUSIA!! JAUHKAN TANGAN MU DARIKU!!"
Ryzen membantahnya.
"Dirimu?! Apanya! Sejak awal kau adalah keberadaan yang diciptakan oleh para manusia kerajaan ini! Jangan mengganggu Excallibur dan lenyap lah!"
Ryzen mengalirkan sihir sucinya yang telah tercampur dengan milik malaikat Raizel/Raziel miliknya, berkat sihir itu, kesadaran jahat didalam Excallibur merasa kesakitan dan sedikit demi sedikit Kegelapan yang menutupi Excallibur menghilang, dan mulai mengembalikan warna aslinya!
.....
Sementara di permukaan.
"T..tidak, TIDAKK.. TIDAKKK!!!! KAU MANUSIA SIALAN, BIADAB! KENAPA?!! AKU SUDAH MENUNGGU SAAT SAAT INI SUDAH SANGAT LAMA!! KENAPA KAU!! SIALAAAANN!!!"
Sosok misterius tersebut merasa kesakitan dan mulai tidak terkontrol!
Roxxie merasa Ryzen telah berhasil! Tapi kesenangannya terhenti disitu karena.
"Gunung itu akan menimpa kita, sialan.. sihirnya masih ada, aku tidak bisa bergerak!.."
Beberapa saat kemudian sosok misterius tersebut menghilang dan meledak! Ledakannya membuat langit yang malam menjadi siang untuk sementara! Meninggalkan sihir dimensi yang mengeluarkan gunung yang akan menimpa seluruh area sekitar.
Ryzen pun keluar dengan membawa Excallibur bersamanya, sesampainya dia di permukaan, Ryzen melihat gunung yang berada di atas kepala mereka kini akan terjatuh!
Ryzen berencana untuk memotong gunung itu dengan pedang Excallibur, namun siapa sangka.
Ketika gunung besar itu dalam beberapa jarak lagi akan menimpa mereka, suatu perisai cahaya tercipta diatas seluruh lokasi yang akan menjadi dampak dari gunung itu.
"A..Apa itu?!"
Tubuh Sylvia terangkat dan terapung di udara, tangannya terbentang lebar. Terasa kekuatan yang tak terduga memenuhi tubuhnya.
"S..Sylvia?!!"
Saat ini, Gunung itu akan menabrak permukaan..
"Jatuh, GUNUNG ITU AKAN MENIMPA KITA!"
Kata Ribery yang panik.
Namun, saat itulah, keajaiban sepenuhnya mengambil alih. Perisai cahaya yang tercipta oleh Sylvia memancarkan kekuatan luar biasa, menghentikan gunung tersebut dalam kejatuhan mematikan.
Lebih dari itu, perisai yang telah diciptakan Sylvia saat itu telah menghancurkan, Melenyapkan Gunung besar tersebut tanpa tersisa layaknya kumpulan debu!
Perisai cahaya yang diciptakan oleh Sylvia berhasil melenyapkan gunung yang sebelumnya akan jatuh dengan kekuatan yang luar biasa. Sejenak, keheningan menyelimuti lokasi tersebut saat semua orang terdiam dalam kekaguman dan kelegaan.
Mata Roxxie memandang pemandangan di hadapannya dengan takjub. Dia merasa terpesona oleh kekuatan luar biasa yang ditunjukkan oleh Sylvia. Hatinya dipenuhi dengan rasa terima kasih dan penghargaan.
Ryzen pun jatuh berlutut dan berkata.
"Aku tidak bertarung sendirian, terimakasih Sylvia..."
Setelah kejadian ini, Matahari pun telah menampakkan dirinya dan menyinari dunia, dan itulah akhir dari Kerajaan Durui, Kerajaan Durui telah hancur dan lenyap tak tersisa.
......................
"lagi-lagi, apa yang para Alien bodoh itu lakukan, sih?"
Astaroth jengkel karena para Alien itu telah memperlakukan Shoji seperti seorang Dewa dan mereka tak henti-hentinya mengirim makanan.