TWO VOID: Timeline Shoji

TWO VOID: Timeline Shoji
Semuanya Menjadi Jelas dan Semakin Jelas! [2]



Roxxie menerobos masuk kedalam sihir Shamp! Matahari buatannya telah menelan Roxxie!


"..ROXXIE!!!!!!!!.."


Shoji berteriak kencang


"... HAHAHAHA!!! MATILAH! BETAPA BODOHNYA KAU MASUK SEPERTI SEEKOR HEWAN DASAR BOD--- Uhh...."


Kata Shamp yang sebenarnya ia juga akan terkena efek dari sihirnya dan dirinya pun berakhir pingsan.


Kondisi Shamp saat ini seperti seseorang yang memiliki memar di pipi, mata dan mulut.


".. pertarungan telah berakhir ya..."


Kata Dabehon sambil melihat ke arah Shamp yang tubuhnya sedang jatuh terjun dari udara ke permukaan .


Sesaat sebelum sihir Shamp yang disebut IRAHATAMA mengenai permukaan.


Dabehon telah membuat barrier perlindungannya 3× lipat lebih kuat, tetapi..


".. Retak?! Barrier ku? Tidak mungkin!..."


Mengetahui barrier nya akan hancur, Dabehon kembali mengontrol sihirnya untuk menciptakan barrier.


Setelah ia tingkatkan menjadi 4× lipat, hal tersebut dapat teratasi..


..


".. Casten Rawten!!!.."


Roxxie melebarkan tangannya dan rantai rantai misterius tersebut keluar membentuk seperti jaring yang akan menangkap ikan.


Benar! Seperti menangkap seekor ikan.


Salah satu Rantai tersebut mengarah ke arah Shamp kemudian melilit tubuh Shamp.


Rupanya Roxxie tidak membiarkan Shamp terjatuh.


Sementara itu ..


".. LENYAPKAN DIA, CASTEN RAWTEN!!!.."


ketika Matahari buatan Shamp bernama irahatama tersebut tepat berada diatas kepalanya...


Rantai-rantai yang sebelumnya tersebar di langit-langit kini mulai menyusut dan menekan irahatama.


Pada sebelumnya memang terlihat seperti ingin menangkap seekor ikan.


Tapi saat ini, pemandangan yang terlihat seperti tangan yang akan meremukkan balon air ditangannya.


" !Haaaaa!!!!!!..."


Teriakan Roxxie bergema di seluruh sudut kerajaan.


Astaroth merasakan sesuatu akan meledak, dirinya memberitahukan itu kepada Shoji.


".. itu akan meledak "


".. ?! Sudah kuduga! Karena rantai yang mencoba menekan paksa matahari tersebut maka itu akan meledak "


".. kau mengetahuinya? "


" Baru saja, aku baru ingat kalau itu seperti balon air yang aku sering mainkan dahulu, kakak ku sering mengomel karena airnya berceceran di sofa..."


" .... "


".. bukankah sudah saatnya kau memperkuat kembali Barrier mu? Sedikit lagi itu akan menjadi ledakan besar.."


" Baiklah!.."


Shoji membuat barrier nya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Dabehon berkata


".. aura ungu gelap, kau .. barrier ini, apa maksudnya?.."


".. persiapkan dirimu, ledakan akan datang!..."


" ?! Apa!"


Dabehon berpikir didalam hatinya.


".. jika sihir tersebut meledak, bukan tidak mungkin untuk kehancuran kerajaan Durui, apa ini? Apa aku harus melenyapkannya?! Tapi..."


".. janganlah dirimu melakukan hal yang tidak diperlukan, Scheir memiliki urusannya sendiri, dan lagipula seseorang yang dilawannya adalah..."


".. adalah apa?..."


".. lupakan..."


Dan dalam beberapa menit kemudian Irahatama telah meledak.


Ledakannya telah membakar langit.


Seluruh kerajaan didunia telah menyaksikan akan sebuah gambaran dari matahari yang meledak di langit-langit mereka.


Organisasi Foudre Ombre telah mengamatinya dari kejauhan.


Sebuah awan panas yang dihasilkannya begitu mengerikan.


Selain pada daerah Shoji dan kawan-kawan, permukaan disekitarnya telah hancur dan hanya meninggalkan lubang yang besar.


Kerajaan Durui juga telah terlindungi oleh Shoji.


Kerajaan Durui??? Di lindungi olehnya? Apakah Shoji telah melupakan suatu hal?


Kesampingkan hal tersebut, kini setelah meledaknya Irahatama milik Shamp.


Dari dalam kabut yang menyelimuti seluruh tempat, keluarlah Roxxie dengan kondisi kedua tangannya yang menghitam.


Dirinya terbang dengan menenteng Shamp seperti menenteng sebuah tas.


Kemudian Roxxie melemparkannya ke arah Dabehon..


".. ?! "


Didalam hat, Dabehon berkata..


Dabehon melirik tipis ke arah Shoji..


Setelah itu Roxxie melepaskan seluruh Rantai yang telah dikeluarkannya..


Belum diketahui rantai apa itu yang jelas mengapa terlihat mirip dengan milik Mergeus?


Seperti ada sesuatu yang mungkin terhubung..


..


Roxxie yang kini terbang diatas langit-langit kerajaan Durui tersebut pun mulai jatuh pingsan ke permukaan.


Ryzen dengan sihir anginnya menangkap Roxxie dan membawanya kembali.


Sylvia dengan sigap menggunakan sihir penyembuhannya.


Disini adalah saat bagi Astaroth untuk memberitahu Shoji akan maksud dan tujuannya mendatangi kerajaan Durui.


".. Shoji, beberapa saat barusan dirimu baru saja melindungi kerajaan yang ingin kau hancurkan.."


Shoji terdiam beberapa saat..


".. apa maksudmu? "


" Apa kau sudah lupa ketika kerajaan Durui membantai habis ras Elf? Peperangan secara sepihak? Bagaimana dengan perasaan Sylvia?..."


".. "


".. huhh????..."


"..benar, kau telah melupakan itu, dan satu hal.. kita tidak datang disini untuk damai atau apapun, yang kukatakan adalah keinginan dan tujuan utama dirimu, Shoji..."


".. b..benar "


" Katakan, apa yang akan kau lakukan selanjutnya terhadap kerajaan Durui?.."


" Aku.. aku ingin menghancurkannya!! Aku ingin meratakan semuanya! Tapi aku tidak bisa..."


" Apa alasannya?.."


" Setelah aku duduk disamping seorang ksatria suci itu, aku tidak merasakan sifat jahat darinya, aku juga tidak merasakan kekejaman dari dirinya, memang dia memusuhi ku tetapi jika aku ada di posisi Ksatria suci tersebut maka aku juga akan melakukan hal yang sama, Manusia melihat seorang yang sangat kuat dan berbau iblis kemudian manusia mencoba untuk melawannya... Itu adalah rasa dari kemanusiaan.."


".. lantas selanjutnya bagaimana? Apakah rasa kemanusiaan mu itu dapat membuat Elf dan keluarga Sylvia hidup kembali? Shoji, ku harap dirimu tidak melupakannya.. akan ku perjelas kembali..


Kau baru saja menolong satu kerajaan yang telah membantai habis Ras dari teman mu, apa perasaan Sylvia melihat ini?


Bagaimana kau menjelaskan tentang kedamaian kepada suatu suku yang telah dibantai habis oleh suatu kerajaan?..."


".... ... "


".. Ada apa, Shoji?..."


" nanti Aku akan bertanya terus terang kepada ksatria suci itu tentang apakah mereka yang telah membantai kaum Elf .."


" .. nak, sifat naif mu ini adalah luka yang kau ciptakan sendiri. "


Dan begitulah akhir dari pertarungan antara Roxxie melawan Shamp.


Pemenangnya adalah Roxxie dari pihak Shoji .


".. jadi, apa kau benar-benar bukan iblis?..."


Dabehon bertanya..


" Benar "


Dabehon menatap mata Shoji dari dekat dengan serius..


".. ada apa?"


Shoji berkata dengan mata yang bertanya-tanya..


".. hei pak tua, jauhkan pandangan mu dari tuan Shoji.."


Ryzen menegur Dabehon, tetapi ia tidak mendengarkannya..


".. uhm? Apa ini?.."


Shoji merasakan sesuatu yang akan mencelakakan dirinya..


Astaroth dengan sangat cepat mengambil alih tubuh Shoji untuk menghindar dari serangan mendadak yang dilakukan oleh Dabehon!


Serangannya barusan berencana untuk menghapus titik sihir seseorang yang nantinya itu akan membuat Shoji tidak dapat menggunakan sihirnya kembali untuk selamanya...


".. K..Kau!!! Apa maksudmu?!.."


Shoji berteriak kepada tindakan Dabehon..


Ryzen dan Sylvia yang didekatnya tidak tahu apa yang terjadi karena yang dilakukan Dabehon daritadi hanya menatap mata Shoji dan dia tidak melihat Dabehon melakukan suatu serangan..


".. Tuan! Ada apa ini??"


".. tuan?.."


Ryzen dan Sylvia bertanya kepada Shoji..


Shoji berkata.


".. Kalian berdua, menjauhlah darinya!!! Dia berbahaya!.."


Dabehon melesat ke arah Ryzen..


". Apa yang terja- kkukggghhhh..."


Perut Ryzen terkena pukulan mentah dari Dabehon hingga membuat Ryzen terpental.


Kemudian Dabehon tiba di depan Sylvia.


"..T..tuan.. t..to-- ukkh ."


Dabehon telah menendang Sylvia dengan cukup kencang dan membuat Sylvia pingsan.


".. S... Sylvia!!!!!!!..."


Shoji berteriak keras kemudian ia berlari menghampiri Sylvia.