
Melewati Telepati Shoji berbicara dengan Astaroth..
".. kau hanya mengatakan menyegel kekuatan ku dan itu bukan kekuatan mu, bukan?..."
Astaroth menjawab
".. memang benar aku berkata seperti itu, tetapi itu bukan berarti aku hanya menyegel kekuatan mu, pada beberapa saat yang lalu kau telah meretakkan pembatas yang mengurung kekuatan ku, wadah itu sedikit demi sedikit retak menyebabkan pembocoran padanya..."
Didalam hati, Astaroth mengatakan..
".. sebenarnya karena terlalu memaksa hingga menghabiskan pasokan sihir lokal dunia ini, dirimu telah meretakkan pembatas sihir ku, bukan tidak mungkin aku bisa melepaskan semua segel kekuatan mu, aku ingin kau untuk memanfaatkan apa yang kau miliki dan tidak bergantung kepada yang lain..."
"... begitukah? Hmm..." Kata Shoji sambil tersenyum.
Torambo melihat kekuatan sihir Shoji yang hampir menghilang dan tiba-tiba menekan menjadi tinggi itu bertanya-tanya pada dirinya sendiri....
".. tadi itu seharusnya dia telah kehabisan sihir dan mati, tetapi mengapa? Aku bahkan tidak menyadari ada energi sihir yang memasuki dirinya... Aku kenal dengan petualang kelas S yang langka, dimana dirinya dikatakan memiliki pasokan sihir di dunia dimensi yang tak diketahui ... Tapi terlalu cepat untuk menyimpulkannya, untuk sekarang...."
Setelah itu Torambo berkata..
".. aku yakin wujud itu bukan hanya gertakan! Apa kau memiliki kekuatan yang berbeda pada sebelumnya?! Kalau begitu cobalah serang A...-..."
Cahaya biru melesat cepat kehadapannya, ketika tepat berhenti didepan wajah Torambo, ia berkata dengan suara rendah dan pelan di telinganya..
".. Cobalah untuk lebih keras, kau tahu? petualang yang kalian hasilkan begitu lemah dan lemah dihadapan ku..."
"..ha!!? Sejak kapan kau?!.."
Torambo pun menyingkirkan Shoji dengan Gada nya kemudian Shoji terpental ke langit-langit dan dia pun terbang melayang menatap ke bawah
Wujud Shoji saat ini tidak ada perbedaan yang signifikan, perbedaan terbesar yang dimilikinya hanya tatapan matanya begitu tajam dan serius! Aura biru juga menyelimuti nya.
Menny melihat ini bukan lagi sebatas Tes kelulusan Petualang pun mencoba menghentikan mereka..
".. hentikan! Kalian terlalu jauh untuk melakukannya! Kalau begitu jadinya, Ini sudah bukan tes petualang lagi!.."
Perkataannya hanya sebatas angin lewat diantara telinga mereka, dengan kata lain mereka tidak memperdulikannya..
Ryzen mengaktifkan sihir pelindung diri kepada dirinya dan Menny sambil berkata...
" Hentikan itu, tuan Shoji pasti sudah memperkirakan situasi sekitarnya untuk bertarung, kita berada di hutan belantara dan berada didalam sebuah Dungeon kuno, apapun yang mereka lakukan itu tidak bisa kau hentikan, bahkan aku. "
Menny menatap Ryzen dengan tatapan ingin percaya kepadanya, setelah itu pertarungan pun berlanjut...
Setelah Shoji disingkirkan menggunakan Gada, dirinya terbang ke udara dengan mengangkat satu jari telunjuknya..
Selanjutnya ketika telunjuk itu diangkat, keluarlah sebuah sihir Gravitasi yang ia padatkan untuk menyerang, sihir itu berbentuk tombak, ada juga yang berbentuk pedang, ada juga yang berbentuk batu, Shoji telah mengaktifkan sihir tingkat Dongeng, Sihir itu diberi nama olehnya..
".. Ellaszovia!!.."
Ellaszovia pun melesat ke arah Torambo. ...
...
Sebelum Ellaszovia menyentuh wajahnya, didalam hati Torambo... ..
"..m...mustahil, aku tidak mungkin dapat menghindarinya.."
Setelah itu Torambo telah menerima serangan telak dari Shoji, karena sihir itu adalah gravitasi, tubuh Torambo menjadi tersungkur hebat ke bawah! Tekanan yang kuat terus ia rasakan!
"... Kkhhh!! Gravitasi?! Kau bercanda?! Bahkan sekelas diriku ini tidak pernah mengenal Sihir Gravitasi yang dipadatkan untuk menyerang!..." Ucap Torambo sambil berusaha untuk menyelamatkan diri dari jeratan tanah .
Mengenai perkataan Torambo tentang, Bahkan sekelas diriku ini tidak pernah mengenal Sihir Gravitasi yang dipadatkan untuk menyerang itu memang benar, sihir Gravitasi di dunia ini hanya digunakan sebagai jebakan sementara, setelah sihir itu diaktifkan kemudian diletakkan di tempat yang ingin dituju dan ada target yang mengenainya, seketika itu akan aktif, sihir ini biasa digunakan anggota pasukan kerajaan untuk menjebak musuhnya, tetapi karena sifatnya yang sementara itu tidak banyak membantu mereka, pada akhirnya sihir ini tidak lagi digunakan.
Sebelumnya Torambo memang unggul, tetapi ketika melihat situasi ini siapa sangka, Torambo sama sekali tidak dapat melepaskan jeratannya, tekanan itu terus menekan dirinya!
Setelah beberapa saat melihat Torambo tidak dapat meloloskan diri dari sihir Gravitasi nya, Shoji pun menonaktifkan sihir tersebut.. dirinya turun ke permukaan dan kembali seperti semula.
"..fwiw... Ternyata ini melelahkan..." Ucapnya sambil mengelap keringat di dahinya.
Setelah kejadian itu, Menny melihat Shoji sudah seperti petualang kelas A
".. kekuatan yang barusan, aku berani mengatakannya Shoji itu kelas A!..."
....
Ryzen berlari ke arah Shoji untuk memberinya minuman..
"..ini, tuan.."
"..oh Ryzen, Terimakasih...."
Shoji pun meminumnya..
..
Shoji melirik ke arah Torambo, di pikirannya mungkin sihir Gravitasi adalah sihir kuat yang umum, maksudnya itu adalah sihir kuat tetapi sudah banyak orang yang mengetahui serangan balik untuk mengatasinya...
Torambo kembali ke wujud semula, dia tertawa..
"...Yhaaahahah, kau benar-benar luar biasa, Shoji.." sambil berjalan menuju Shoji.
".. aku tidak menyangka kau dapat memadatkan sihir Gravitasi itu sekecil seperti tombak, itu tidak hanya kuat tetapi sangat cepat, dari mana kau mempelajarinya?..." Torambo bertanya kepada Shoji..
Shoji kebingungan, dia akan berbohong..
".. m... Y...yha, kau tahu? Aku memiliki seorang guru, dirinya benar-benar jauh lebih kuat dari ku, aku mendapatkan ilmu darinya!.."
Pernyataan Guru disini ia tujukan kepada Astaroth yang telah mengajarinya berbagai sihir..
"... Wooh, Begitukah? Jika seperti itu, Guru mu sepertinya adalah seorang Legenda ya, Hahaha ..."
".he...hehe.."
Shoji dan Torambo tertawa bersama...
Melihat situasi yang telah membaik, Menny segera menyuruh mereka semua untuk kembali ke Asosiasi Petualang termasuk Torambo..
"... Kalian semua, ayo segera masuk ke dalam pintu ini kembali, kau juga Torambo!..."
".. memangnya ada apa?.." tanya Torambo
..
Terdengar suara batu yang retak, tembok yang terkikis dan gempa.
" Dungeon ini akan hancur! Itu karena kalian yang kelewatan melakukannya!! Cepat masuk!..." Menny berteriak meminta agar semuanya kembali ke Asosiasi Petualang..
".. aku duluan, tuan.." Ryzen memasukinya..
".. kalian sekarang, masuklah..."
"..a..ah, iya iya..." Shoji telah masuk ke dalam pintunya tetapi tidak dengan Torambo..
".. Ada apa, Torambo?..." Tanya Menny
Torambo berkata sambil menatap ke atap yang mulai berjatuhan..
".. orang sekuat dirinya memiliki seorang Guru, jika seperti itu, itu mungkin dapat mengalahkannya...."
"..apa yang kau bicarakan?! Ayo segera masuk, tempat ini akan segera ha..-.."
Batu besar jatuh di depan Menny, Torambo mengatakan . .
"... Sudahlah kau tidak perlu terlalu panik, pemuda itu... aku yakin dirinya memiliki sesuatu yang istimewa, sesuatu.. apapun itu.."
Setelah berkata seperti itu, Torambo pun tertimpa puing-puing Dungeon serta bebatuan besar!
"..hoi! Kau tidak apa-apa?!!! Torambo!..."
..
Menny menunggu dua menit untuk mendapatkan respon dari Torambo, pada saat dirinya ingin pergi, Torambo pun berkata...
".. aku kan sudah bilang, jangan terlalu panik! Mana mungkin bebatuan ini membunuh ku! Sudahlah kau pergi saja!.."
Tanpa berkata kembali, Menny segera pergi masuk kembali menuju ke Asosiasi Petualang..
Setelah tiba di Asosiasi Petualang, Shoji bertanya kepada Menny apakah dirinya telah otomatis masuk ke kelas E..
".. hei kak Menny, apakah aku menurut syarat yang sebelumnya kau ucapkan, aku sudah otomatis masuk ke kelas E?..."
".. normalnya akan seperti itu, tetapi kamu adalah pengecualian, aku akan langsung membawa mu pada tes terakhir, yaitu tes pengujian total energi sihir..." Kata Menny..
Mereka pun segera menuju ke dalam ruangan khusus yang disekiling nya diselimuti oleh kristal sihir dan di tengah-tengah ruangan itu terdapat satu lingkaran sihir yang nantinya itu akan menjadi tempat tes pengujian total energi sihir..
".. kalau begitu tuan Shoji, silahkan berdiri di tengah-tengah lingkaran sihir..."
Shoji berjalan menuju lingkaran sihir tersebut..
Menny menjelaskan detail dari pengujian ini ..
"... Jika sudah, tolong pejamkan mata anda, hasil tes akan keluar berbentuk angka pada sebuah Layar, sekarang, tolong pejamkan mata anda...."
"..b..baik..."
Ryzen memperhatikan Shoji dengan sangat fokus..
..
Menny menggerakkan tangan kanannya ke depan, ia merapalkan sihirnya..
"...Amullett..."
Normalnya tes pengujian total energi sihir akan selesai dengan cepat, sekitar lima menit dan terlama adalah tujuh menit bagi seorang yang kuat, tetapi..
"... A...ada apa ini!!!!??????...."
Menny sangat terkejut karena perhitungan total energi sihir Shoji masih berlangsung !
"... Ini hampir mendekati sepuluh menit dan angka-angka itu masih tidak berhenti sama sekali!...."
"..H..hebat!...." Ucap Ryzen.
Setelah menunggu kurang lebih dua puluh menit..
"...E... Error! Layer sihirnya mengeluarkan percikan api! B... bagaimana ini!?...."
Bersamaan dengan itu, perhitungan total energi sihirnya berada di angka ..
"..l..lima juta energi sihir!? M.. mustahil mustahil mustahil! Petualang kelas A bahkan hanya mencapai lima ratus ribu energi sihir !...."
Tepat ketika layer itu meledak, Shoji pun membuka matanya dan tes pengujian total energi sihir pun selesai..
Menny masih berbicara sendiri...
"..l...lima juta energi sihir, apakah i..itu mungkin?!...."
..
Melihat Menny yang aneh, Shoji menyapanya...
"..jadi, bagaimana dengan tes ku kali ini?..."
Menny pun menjawabnya dengan kata-kata yang penuh dengan penghormatan bercampur dengan rasa takut ...
"..B..b.baik, Eto.... Total sihir yang anda miliki adalah li.. lima juta energi sihir, kurang lebih..."
"..hemm??.."
Shoji terdiam sejenak..
..
" Itu hebat, tuan! " Ucap Ryzen..
Didalam hati Shoji berkata...
"..l..lima juta?! Lima juta itu tidak sedikit tahu! Tapi tunggu sebentar, lima juta itu total energi sihir ku atau energi sihir Astaroth? Akkkhh sial, ini membingungkan!..."
Astaroth pun menjelaskan...
". Tenanglah bodoh, lima juta? Ayolah, apa kau benar-benar percaya dengan omong kosong itu? Jika energi sihir diperhitungkan dalam sebuah angka, maka aku yakin Raja iblis saat ini memiliki seratus juta energi sihir dan para dewa memiliki total energi sihir satu miliar..."
Ketika Shoji memegang kepalanya karena bingung, ia pun berkata kepada Astaroth..
".. b..berhenti sampai disitu, aku mohon, itu membuat dirimu terasa sangat lemah dari mereka-mereka yang kau sebutkan, jadi langsung saja..... Apakah tes sihir ini berguna?!!!..."
".. berguna atau tidak aku tidak mengerti, tetapi jelas itu tidak berguna untuk mu, saat itu aku sengaja bermain dengan angka-angka yang kau sebut sebagai `Total energi sihir, hingga akhirnya aku sengaja berhenti di angka lima juta secara tidak sadar...."
Jelas Astaroth..
Shoji masih ingin meminta penjelasan..
" Kau bermain-main dengan angka?
Apa maksudnya itu? Dan lagipula sihir siapa yang terhitung sana?..."
Astaroth tertawa kemudian ia menjelaskan..
"... Kwahahaha... Sihir yang terhitung di sana hanyalah omong kosong, aku dapat memanipulasi semua jenis informasi yang ada didunia ini, semuanya.... Tetapi, Jika kau ingin melihat Total dari energi sihir diriku yang sebenarnya, maka akan kuperlihatkan...."
Tepat setelah mengatakan itu, Shoji dibuat terkejut dengan apa yang ia lihat di depan matanya...
"... L.. lima, lima ratus juta energi sihir!?..."
".. ya..."
....
Setelah pembicaraan dalam dengan Astaroth, kini Shoji mulai menjadi lebih pendiam, dia percaya diri tidak akan terkejut kembali dengan semua kekuatan yang ada di depan matanya, matanya benar-benar berubah menjadi serius...
"..tuan, apa yang terjadi?..." Ucap Ryzen..
"..tidak, oh iya Menny, apakah kartu petualang ku sudah selesai??.."
"..Data sudah selesai di tulis, kini aku hanya perlu mengimport nya menjadi sebuah kartu, untuk mengimport itu aku memerlukan kristal sihir khusus yang berada di bawah meja resepsionis ku, kalau begitu mari kita kembali..."
Jelas Menny..
Sambil berjalan menuju ke meja resepsionis, Menny menatap Shoji, didalam hatinya berkata..
".. orang ini benar-benar kuat, aku tidak merasakan sesuatu yang berbahaya darinya, tetapi setelah kuperhatikan.... dia cukup tampan.."
Menyadari dirinya sedang dilihatin oleh Menny, Shoji menatap Menny .
"..ada apa, Menny?..."
Menny memalingkan wajahnya dengan tersipu malu..
"..T...tidak apa-apa..."
Mereka pun telah sampai di depan meja resepsionis, tempat Shoji akan membuat sebuah kartu identitas petualang nya!
"...lama banget tahu, aku dan Sylvia sudah menunggu lama disini dan memesan beberapa makanan..."
Terlihat Roxxie dan Sylvia yang sedang duduk menunggu mereka...