TWO VOID: Timeline Shoji

TWO VOID: Timeline Shoji
Arca yang Menari diatas Tangan William



Taros melirik kearah Roxxie dan Ryzen, kemudian dirinya memberikan sedikit ucapan pujian dengan suara kecil.


"Hanya dalam satu momen mereka dapat mengidentifikasi pertarungan.. sungguh luar biasa.."


Saat ini, kondisi didalam hutan bagian barat sedang dalam kondisi pertarungan antara Poro, William dan Arca misterius.


"Tch! Benda itu terus menerus menyerang tanpa arah!"


Sebagai seorang Sniper dan penembak jitu, William tentu menginginkan tempatnya untuk memberikan serangan.


"Awas!"


Melihat William yang lengah, Poro menyelamatkannya dengan mendorong William menggunakan sihirnya.


Kemudian Poro datang menghampiri William menggunakan langkah kilat miliknya.—


"—ha? Poro?"


"William, bukankah sudah cukup bagimu untuk menganalisis kekuatan lawan? Kau membuat ku yang bukan tipe petarung ini kesulitan!"


Sepertinya Poro mengetahui bahwa William sedari tadi sedang menganalisa kekuatan lawan, ini adalah kebiasaan buruknya dalam pertarungan.


"Bagaimana caraku menjelaskannya ya... Arca yang sedang kita lawan kemungkinan besar adalah sebuah inti!"


— ?!


Tepat setelah William mengatakannya, Arca misterius itu mendatangkan pukulan dari atas, dan mereka mampu menghindarinya.


"Inti? Apa mungkin maksudmu?!"


Pukulan kembali datang ke arah Poro dan dia dapat menghindarinya.


"Yeah! Sebenarnya mudah saja untuk mengalahkan benda itu, hanya—!


Belum selesai berbicara, William didatangi pukulan berat dari Arca itu, dan dia mampu menghindarinya.


"Hanya saja jika hancur, maka benda ini akan meninggalkan sebuah Ledakan besar dan aku tidak mampu memprediksi sebesar apa itu!"


Sampai saat ini, William dan Poro masih belum memberikan gerakan serangan, mereka hanya menghindar dan menghindar.


Namun, setelah keributan didalam Hutan karena Arca, tidakkah seseorang menyadarinya?


Tiba-tiba saja William menyadari ada hal yang aneh.


"Hei! Sudah berapa lama kita disini?"


Sambil terus menghindari rentetan serangan, mereka saling berbicara.


"Sekitar 30 menit, ada apa?"


!


"Coba kau gunakan sihir mu untuk pergi dari sini!"


Demi membuktikan keanehan yang ia rasakan, William ingin Poro pergi meninggalkannya.


"Oke!"


Tanpa memikirkan banyak hal dan memang ini yang ingin dia lakukan, Poro berkata sambil memberikan jempolnya dan pergi menggunakan sihir Teleportasi.


"Sialan! Kenapa kau tidak berkata “Tidak! Aku tidak bisa melakukannya!”, bajingan!.."


William kesal, karena pikirnya dia akan dipedulikan.


Sambil terus menghindar, William berkata dalam hati.


"Ini dia!"


Telah setelah mengatakannya, tiba-tiba Poro muncul kembali di hadapannya!


"K..kenapa aku kembali lagi?"


"Dalam hal pertarungan mendadak, sepertinya aku mengungguli mu ya, Poro.."


"Hei, jelaskan padaku! Mungkinkah?"


Sambil terus menghindar, William berkata.


"Benar! Yang mungkinkah itulah yang terjadi! Saat ini Kita sedang berada didalam penghalangnya!!"


William dan Poro saat ini telah berada didalam penghalang unik milik Arca misterius!


Lalu, kondisi saat ini di sekitar Roxxie adalah.


"Ada apa? Mereka terlihat kesakitan.."


Vacries dan Valldres terasa sakit kepala yang hebat, mereka teriak-teriak karena kesakitan!


"Si-sialan!! SAKIT! SAKITT!!!.."


tidak ada yang mengetahui siapa dan apa penyebab mereka kesakitan seperti itu hingga membuat Valldres muntah darah.


"Kkkkhhh!!"


Melihat kejadian itu, Qeryz berkata.


"Lihat, selain William dan Poro yang bermain-main dengan lawannya, nampaknya kelompok Mergeus dan tuan Olixier bisa langsung segera melenyapkannya..."


...


"Kau benar, dan akhirnya yang ku khawatirkan terjadi..."


Apa yang Taros khawatirkan? Itu adalah kemunculan kekuatan mengerikan milik kedua saudara, Sofie dan Saaki!!


Angin kencang berhembus dari selatan, Cahaya merah muda bergerak cepat dengan aliran listrik hitam bersamanya yang membuat perairan mendidih karena dilewatinya, membawa aura sihir penuh godaan namun mematikan!


"MATILAH KAU BRENGSEK!!!!"


Itu adalah Chesma Iyesi!!


"Kkkhhh!!!"


Serangan mendadak itu membuat Vacries terkena pukulan berat dan hebat hingga membuat dirinya terpental jatuh ke daratan!


Tidak sampai disitu, Chesma Iyesi langsung segera menghampiri Vacries yang terkapar dan dirinya masih memberikan Rentetan serangan kepada Vacries!


Cakaran!


Pukulan!


Tembakan!


Sosok yang berada di depan mereka semua adalah seorang Monster!


"MATI! MATI! MATI! MATI!—....."


Chesma Iyesi terus menerus mengatakan mati hingga ratusan kali.


"A—APA ITU?!"


Bahkan Ryzen yang biasanya tenang dan mampu menganalisa situasi pun terkejut!


Taros berjalan ke arah Ryzen, sesampainya dia berkata.


"Adalah Chesma Iyesi.."


"C..Chesma... Iyesi??"


Melihat Vacries yang dihajar habis-habisan oleh Chesma Iyesi, Roxxie berkata.


"Kenapa wanita itu tidak bergerak? Apa dia mati berdiri?"


Nampaknya Valldres tidak dapat bergerak karena terkejut dengan serangan Chesma Iyesi sebelumnya.


Selama pembantaian Chesma Iyesi masih berlanjut terus menerus, kelompok Mergeus dan Olixier telah kembali menggunakan sihir Teleportasi.


"Huek! Apa-apaan itu?"


Mergeus merasa tidak nyaman dengan pembantaian Chesma Iyesi dihadapannya.


...


Disisi lain, didalam Hutan bagian barat, nampaknya William dan Poro masih berlangsung.


"Awas!!"


Rentetan pukulan masih belum selesai.


"Sialan!!"


William masih menghindarinya.


"Ugh! Sakit!"


Poro terkena pukulannya.


Melihat Poro yang terpental dan menabrak pohon.


"Poro!!"


William menghampirinya untuk menyelamatkannya.


"Poro! Bertahanlah!!"


Sepertinya pukulan itu terkena bagian vitalnya.


Tanpa menyadari serangan pukulan itu masih berlanjut!


Ketika pukulannya mengarah ke arah William, orang ini tiba-tiba menahan ketawa.


"Ppfftt.."


Mereka pun terkena pukulan mentah dari Arca misterius tersebut dengan cukup keras!!


Asap tebal menutupinya.


Arca misterius mengira dirinya telah memusnahkan mereka dan menghentikan serangannya.


Padahal sebenarnya.


"Kuahahahah!!! Ini cukup jadi hiburan, Bagaimana menurutmu, Poro-chan?"


"Sandiwara ini konyol, sialan.. memang aku tidak pernah bisa cocok denganmu!"


Poro berdiri dan membersihkan bajunya.


..


Setelah asap tebal tersebut menghilang, untuk pertama kalinya Arca ini melangkah mundur melihat pukulannya seperti tidak berefek apapun!


"Sudah sudah.. jangan dingin begitu, ini ku namakan sebagai taktik Petualang yang melawan boss! Hahaha!"


mereka berdua telah bermain petualang-petualangan dan mempermainkan musuhnya!


Namun, sejak kapan?


Jawabannya adalah sejak awal mereka bertemu dengan Arca misterius itu!


Yang terjadi sebelumnya, semuanya adalah hasil dari Sandiwara yang mereka mainkan!


Mereka sudah benar-benar memenangkan pertarungan sebelum pertarungan itu dimulai!


"Maaf saja, sebenarnya cukup seru, tapi aku sudah puas dan kau sudah tidak diperlukan lagi, hahaha...."


Dengan pistol yang ia tembakan dari sakunya, Arca misterius tersebut langsung hancur lebur dalam sekejap! Tembakan dahsyat itu juga menghancurkan penghalangnya.


Apa? Oh betul.


Bukankah jika intinya dihancurkan maka akan terjadi ledakan besar?


"Apa kau sudah benar-benar menusuk jarum itu kepada monster itu William?"


"Ya, tentu saja.."


William dan Poro tentu tahu apa yang akan terjadi jika mereka asal menghancurkan Arca misterius tersebut, oleh karena itu sebelumnya mereka sudah menancapkan Jarum penetralisir sihir yang dicampur dengan sihir mereka berdua.


Jarum tersebut diberi nama Failure, jika kalian pernah melihat petani mengeluarkan gas dari perut sapi, kira-kira seperti itu gambaran ketika Arca ini tanpa sadar telah terserap energi sihirnya.


"Ayo kembali, aku sudah membawa sampel yang cukup untuk diteliti."


"Umu!"


Setelah mengalahkan Arca misterius, mereka berdua pun berjalan kembali dengan kondisi babak belur dan pakaian yang sudah compang-camping.


...