
Raziel geram dengan ocehannya, ia menantang Abaddon untuk beradu pedang di langit
" Semakin jauh kau melangkah, semakin hancur dirimu tercipta...aku Raziel, dengan ini memerintahkan kepada seluruh malaikat untuk tidak ikut campur, Beradu pedang lah dengan ku!..."
.
Langit bergemuruh hebat diantara keduanya, manusia semakin takut dan takut, dan kini salah seorang Malaikat terkuat melawan Raja iblis, jujur saja jika aku yang sekarang berusaha keras kepala untuk membantu Raja iblis bertarung, aku dengan mudah dihempaskan olehnya
Kumohon Raizen, sadarlah!
..
Didalam alam bawah sadar Raizen, ditempat yang gelap itu ia terlihat seperti melayang tanpa tujuan, terus menerus melayang seperti terbawa arus, ia masih belum dapat disadarkan kembali oleh siapapun kecuali dengan dirinya sendiri.
..
Beberapa saat setelah Raziel mengatakan itu, Shoji yang telah melihat suasana sekitarnya ia merasa ini harus dihentikan, jika bertindak lebih jauh antara pertarungan Raja iblis dengan Malaikat Raziel, itu akan menghancurkan kehidupan sekitar, dan beberapa kemungkinan lainnya akan bermunculan..
dalam jarak 100 meter, masing-masing dari mereka mengeluarkan Pedangnya, Aura sihir mereka selalu mendistorsi udara sekitar sehingga berubah menjadi udara yang panas, ditengah-tengah ketegangan tersebut, ada alunan musik Gereja yang dimainkan oleh pihak Gereja, alunannya seakan seperti sihir yang membuat Malaikat itu semakin bertambah kuat dan kuat.. " Orang-orang itu!! Apa yang mereka pikirkan!? Bodoh sekali! " Ucap ku dengan nada kesal dan marah.
Raziel yang merasakan kekuatannya bertambah karena nyanyian orang-orang Gereja tersebut mengatakan dengan halus dengan artian jahat
" ahh~~ nyanyian kalian, suara kalian, kalian benar-benar ALAT yang dapat dimanfaatkan ", Raja iblis Abaddon melihat para manusia bodoh itu menambahkan kekuatan Raziel merasa Jengkel penuh amarah!
" MANUSIA BODOH!! BERHENTILAH!!!!! Abaddon berteriak dengan keras sehingga menyebabkan alat-alat musik mereka beserta tenggorokan mereka hancur!
Tapi tetap saja, semuanya telah percuma... Kekuatan yang dinyanyikan mereka telah sepenuhnya tersalurkan kepada Raziel..
" Raja iblis Abaddon, yo.. berhentilah berlama-lama dan segera tunduk kepada ku, omong-omong tawaran tentang sebelumnya, ini kejutan untukmu.. Tawaran itu masih tetap akan berlaku, bagaimana? Aku baik, bukan?.." Raziel menegaskan Raja iblis agar ia segera bertunduk kepadanya
.
Walaupun Raja Iblis Abaddon itu kuat, menghadapi power up yang dimiliki musuhnya Malaikat Raziel tetap saja terasa menyusahkan, aku berpikir apa yang bisa kulakukan..
"..Apa yang bisa kulakukan!?.."
Melalui telepati, Raja iblis mengatakan agar ia tak usah melakukan apapun " melakukan apa? Kau lemah, diam saja disana.. setelah ini selesai aku akan membunuhmu..." Shoji pun terdiam.
Dengan pertimbangan yang ia pikirkan tentang apakah Raja iblis Abaddon benar-benar kuat, apakah power up musuh dapat mempengaruhinya, apakah ia hanya sebatas ini.
Bersamaan dengan itu, Shoji akhirnya hanya mengamati pertarungan mereka berdua, ia tak berdaya, atau lebih tepatnya untuk sekarang kekuatannya masih belum cukup kuat untuk bertarung disamping Abaddon.
Raja iblis Abaddon telah menaruh kembali pedang yang ia dapatkan sebelumnya, kini ia benar-benar serius mengeluarkan Pedang yang disebut-sebut mampu menggores sang Dewa Kecepatan `Avenir
" Apa kau tahu? Benda inilah yang telah membuat luka membekas di kaki kiri Tuan kalian, Avenir tak dapat menghapus bekas luka yang diterimanya, ia hanya berpikir kecepatan adalah segalanya.."
Mendengarnya, Raziel tak tinggal diam karena Tuannya di olok-olok, ia membalas perkataannya dengan mengungkit sejarah kelam 200Abad yang lalu yang telah dialami seluruh Ras Iblis, Raziel berkata
" Oh benarkah?? Lalu, apa kau mengingat jantung ini?.." Raziel mengeluarkan sebuah sihir spatial lalu ia mendapatkan Jantung yang ia dapatkan dari Tubuh seseorang yang sepertinya itu merupakan sosok penting bagi Abaddon..
Abaddon merasa sangat marah, wajahnya begitu tenang tetapi menyeramkan, itu seperti memberi kesan seseorang bahwa yang ada dihadapannya adalah sosok yang penting didalam hidupnya, ia tak dapat berkata apapun, lebih tepatnya Abaddon tak ingin berbicara lagi dengan Raziel, ia tak memedulikan apapun yang diocehkan Raziel, yang ada di Hatinya sekarang adalah membasmi Raziel lalu menyelamatkan Shoji demi kepentingan dirinya sendiri.
Masih berlanjut, Raziel masih tetap memprovokasinya, ia mengatakan " eh~~?? Kenapa kau terdiam? Mungkinkah dirimu tahu Jantung siapa yang ada di tangan ku ini? Ya benar, ini adalah Jantung dari Ayahmu, Raja iblis sebelumnya yang telah berani-beraninya menghancurkan setengah dari alam malaikat kami! Aku mendapatkan jantu,.-"
.
"..e..eh!? R..RAIZEN!!!!" Shoji sangat sangat terkejut! Pasalnya ia melihat tubuh Raizen yang dikendalikan oleh Malaikat tersebut telah Terpotong menjadi beberapa bagian kecil!!
Rasanya Raja iblis itu tak bergerak sejengkal pun dari tempat pijakannya, Tetapi.. Abaddon melesat dengan kecepatan Gila dalam hitungan Zeptodetik, Jika Roxxie hanya memperoleh 1/10 dari kecepatannya maka, itu adalah kecepatan tinggi 10/10 sesungguhnya, dengan kecepatan itu tubuh Raziel terpotong-potong menjadi beberapa bagian kecil termasuk jantung ayahnya.
sebagaimana dahulu dirinya pernah terkena serangan dari ayahnya Abaddon yang menghancurkan jiwa sampai ke inti nya, disini Raziel merasa ia dapat Beregenerasi kembali, dengan muntah darahnya ia percaya diri mengatakan..
" kkhhwakhh!!!! HAHAHAHA ini tidak seperti serangan ayahmu dulu! serangan mu sepertinya cukup meleset ya tuan Raja iblis Abaddon, jika hanya menghancurkan tubuhku seperti ini, aku akan dengan sangat mudah beregenerasi seperti..." Raziel mencoba beregenerasi.. " s.. seperti....." Ia masih mencobanya.. lalu Abaddon berkata
" Beregenerasi? Omong kosong, menghancurkan jiwa? Kata-kata yang rumit, Serangan tadi telah menghapus seluruh kemampuan abadi mu termasuk Regenerasi yang para Malaikat andalkan itu, sekarang kembalilah ke alam kekosongan dengan hukuman Avenir didalamnya.."
[Catatan]
Para Malaikat yang kalah dalam peperangan akan dimasukkan ke dalam Ruang Kekosongan yang diciptakan oleh Avenir, didalamnya.. mengingat para malaikat diberkati dengan kekuatan yang sangatlah besar dan tak tertandingi selain olehnya (Avenir) ia merasa kekalahan berarti penghinaan kepadanya! jiwa mereka akan dihancurkan oleh Avenir sendiri.
" T...tidak..j..jangan, ini..ini tidak mungkin!! jangan masukkan aku kedalam Ruang bodoh itu!! Avenir sangat kejam!!!" Raziel menggeliat kesakitan.
Tak dapat berkata banyak dan sepertinya serangan Abaddon tadi memiliki kekuatan yang dapat menghancurkan Keabadian apapun yang dimiliki para Malaikat, normalnya jika itu serangan biasa yang mencabik-cabik tubuh malaikat, malaikat itu akan beregenerasi kembali dengan cepat, atau jika intinya telah mati, mereka akan muncul kembali sebagai nyawa baru dan kehidupan baru, inilah yang menyebabkan pihak Iblis kalah melawan Malaikat dalam peperangan 200Abad silam.
Jika sang Dewa yang menciptakan mereka masih hidup, maka mereka para Malaikat biasanya akan tetap hidup selamanya, tetapi dengan tebasan yang diberikan oleh Abaddon kepadanya, itu telah memutuskan Rantai tersebut, Akibatnya Raziel tak dapat hidup kembali bagaimana pun caranya, tetapi jauh sebelum ini terjadi Raziel telah memberikan atau mengganti jantungnya kepada Raizen, dengan jantung tersebut walau tak dapat membangkitkan nya, pengguna yang diberi jantungnya akan tetap dapat 100% menggunakan Kekuatan dari si pemberi, dengan kata lain Raziel telah benar-benar musnah tetapi masih ada Raizen yang memungkinkan untuk menggunakan 100% kekuatan Raziel.
Sebelum Raziel musnah, ia tersenyum sinis mengatakan "perang 200Abad lalu akan terjadi kembali!"
Pertarungan itu selesai tidak terlalu lama ataupun tidak terlalu cepat. Tanpa mengetahui kekuatan lebih lanjut yang dimiliki oleh Raziel, ia kini benar-benar telah Musnah! Untuk mengetahui kekuatan hebat lain yang dimiliki Raziel, kita bisa melihatnya nanti pada perkembangan Raizen!.