
Di dalam cuaca yang sejuk, terdapat seorang manusia yang mencoba menjadi musuh dari penopang dunia yaitu mereka semua para Dewa.
Di Dunia yang didominasi oleh keagamaan ini, Shoji berdiri di tengah-tengah jutaan masyarakat untuk menyadarkan mereka bahwa Dewa yang mereka sembah adalah sumber dari kerusuhan Dunia.
Shoji juga ingin mengatakan kepada dunia bahwa para Dewa sejatinya adalah mereka yang mempermainkan takdir mereka.
bahkan menurut Astaroth, pernah di satu saat Dewa-dewi itu sendiri lupa pernah menciptakan manusia.
Shoji berniat ingin membuat masyarakat-masyarakat di Dunia ini mencoba mencari Dewa baru.
Mereka yang tidak bisa hidup tanpa ke identitas-an sebagai seorang yang beragama sudah pasti menjadi musuh Shoji.
Terlebih adalah jumlah total yang menjadi musuh Shoji di dunia ini ketika Shoji menjalankan operasinya mencapai 90% dari populasi Dunia.
10% adalah bagian kecil yang telah lama sadar akan ketidakadilan Dewa.
Kebanyakan dari mereka adalah seorang Beastman, Elf, dan masyarakat kelas bawah.
Masing-masing dari mereka rata-rata tinggal di suatu tempat terpencil agar mereka dapat menjalani kehidupan damai mereka sendiri.
tetapi mereka tetap dapat ditemukan dan kebanyakan Beastman telah menjadi Budak dengan sejarah yang sangat lama.
Mengatakan hal yang tabu tersebut dengan lantang, Shoji secara langsung dirinya mendeklarasikan diri sebagai musuh seluruh Dewa.
..
Hal ini menyebabkan Dewa-dewi terbawa arus, hanya sebagai info.
Sejak kemunculan Avenir di Bumi, para Dewa telah menaruh perhatian kepada Shoji.
Mereka mengawasinya terus menerus.
Mereka seperti telah siap dari segala arah.
Gambaran seperti seorang kriminal yang mendapatkan todongan pistol dari segala arah tepat di lehernya.
.
Dari dalam kerajaan yang subur penuh cahaya matahari ..
".. hmm, aku ingat sekali, seorang bocah lemah yang gemetaran ketika bertemu denganku saat itu, kau benar-benar melakukannya ya bocah..."
Sambil meremas kuat sandaran kursi singgasana.
Dari singgasananya yang luas, Avenir telah melirik Shoji di dalam sebuah kolam didepan singgasana mewahnya..
Terbayang dengan perkataan Shoji, Nyranius tertarik dengan hasil yang akan Shoji ciptakan..
".. Laki-laki.... Terlebih seorang anak laki-laki manusia, aku ingat dahulu sekali ketika ada bocah Dewa seperti mu yang mengatakan hal yang sama, dan kau tahu? Baru saja aku mengangkat tanganku, bocah Dewa tersebut mulai sesak nafas dan menyerah.. aku tidak berharap banyak pada pertarungan..."
Dengan bersandar pada salah satu sisi kursi singgasana dan melihat Shoji dari kolam.
Nyranius berkata sambil memakan buah anggur di jarinya.
...
Pria yang berjalan damai di tengah-tengah taman surgawi berbunga.
"Menguap
".. Apa ini, aku merasa ada yang mengajak ku berduel, tangan ini kenapa tiba-tiba gemetaran?.."
Bommbie sepertinya tidak melihat Shoji dari kolam sihir seperti yang dimiliki Avenir dan Nyranius.
...
Di dalam kerajaan dewa, kini yang merupakan Dewa manifestasi dari Pisces.
Terdapat dua Dewi bersaudara.
Kerajaan itu penuh gemerlap biru dan ungu, benar-benar seperti mengatakan ini adalah kerajaan kami.
Kemudian, salah satu dari saudari tersebut melihat Shoji dari kolam sihirnya.
Suaranya terdengar arogan, penuh emosi.. ini sudah pasti Tevilla.
".. sombong, kurang ajar, sok kuat.. pria memang selalu seperti itu! Kau akan ku robek tenggorokan mu! Grrr!!!..."
Tevilla mengatakannya dengan kaki menendang penuh emosi di atas pinggiran kolam.
Ketika Tevilla sedang mengoceh ini itu sambil marah-marah.
Tiba-tiba suara halus lemah lembut datang menyapa..
".. K..Kakak.."
".. em? Kenapa, Tevilli?.."
".. ehm.. Ma.. Manusia itu menyeramkan.. apa sungguh aku benar-benar harus bertarung? K..kakak kan sudah sangat kuat, aku.. aku merasa ini sangat berat jika aku tidak menjawab ekspektasi kakak, m.. maafkan aku..."
Merupakan seorang Adik dari Tevilla yaitu Tevilli.
Rambutnya Medium Short Hair, ungu bercampur gradasi warna biru, masing-masing dari mereka memiliki satu tanduk di kanan untuk Tevilli dan bagian kiri pada Tevilla.
Tevilli bersifat lemah lembut, tidak menyukai konflik, pemalu, sedangkan untuk sang Kakak.
Tevilla bersifat Arogan, Tomboy, Emosional, Kasih sayang hanya kepada adiknya, terkadang angkuh.
Tevilla memiliki rambut panjang berwarna ungu dan biru.
Tevilli mengenakan pakaian yang warna nya sama dengan rambutnya, yaitu ungu bercampur gradasi warna biru.
Tevilli juga Tevilla mengenakan aksesoris selendang yang tampaknya itu adalah bagian dari sihirnya.
Pada bagian kiri dan kanan, selendang itu seperti sihir yang meluap-luap.
".. Hah? Apa maksudmu Tevilli? Jangan sedikit-sedikit minta maaf seperti itu, aku tidak akan bilang ada seseorang yang ku takuti, tetapi kau itu benar-benar yang terkuat dari ku tahu!..."
Setelah mengatakan itu, Tevilla berjalan mendekati Tevilli..
".. K..kakak.."
Ia memeluk Tevilli sambil berkata..
" Jangan terlalu dipikirkan, Kakak ada disini..."
Pada titik ini, entah kenapa Shoji lah yang seperti menjadi peran jahat.
..
Berlanjut dengan reaksi Dewa-dewa lain di alam Dewa mengenai Pernyataan Shoji yang sangat keterlaluan bagi mereka.
Dewi ini adalah Dewi yang pernah ikut campur dalam urusan Duniawi.
Sedna, atau yang biasa disebut dengan Dewi Air, merupakan seorang Dewi yang mengatur kesuburan tanah dan kemakmuran laut, berbeda dari Dewa lainnya yang masing-masing memiliki Kuil atau Gereja atau tempat persembahan, Sedna tidak memilikinya.
Dewi ini telah mendapatkan penjelasan detailnya pada #33
..
Disisi lain, Sang Dewa yang berbeda dengan lainnya.
Maksudnya seperti Dewa ini adalah Dewa Iblis, dia adalah Dewa yang menciptakan seluruh Alam Iblis.
Dia juga yang menciptakan para iblis didalamnya termasuk para Unifiers dan Raja iblis itu sendiri.
Para Unifiers serta iblis hanya mengetahui bahwa dunia iblis telah diciptakan oleh Raja iblis Abaddon dan Raja iblis sebelumnya, tetapi itu adalah kesalahan.
Benar, Abaddon sama sekali tidak menciptakan apapun pada dunia iblis.
Abaddon dan Raja iblis sebelumnya sama sekali tidak menciptakan apapun.
Mereka semua hanya diberikan satu kekuatan.
Kekuatan besar yang mampu mengatur seluruh dunia Iblis!
Raja iblis memiliki kehendak untuk membuka segel kekuatan sejati para iblis ketika sedang berada di dunia manusia.
dia adalah Dewa yang menciptakan seluruh Alam Iblis.
Dewa itu bernama Azzahhiel.
" Hm "
Dari atas lumpur panas, hanya sepatah kata ia keluarkan sambil membentangkan sayap besarnya ..
Dabehon sungguh memiliki kebencian besar terhadap Azahhiel.
Tujuan Dabehon adalah untuk membunuh Azahhiel, oleh karena itu Dabehon memerlukan kekuatan dan kemampuan Shoji.
Azahhiel, sang Dewa Iblis, Tubuhnya besar, kulitnya gelap seakan perwujudan dari neraka itu sendiri, memiliki dua pasang tanduk yang besar, meskipun begitu, Azahhiel masihlah seorang Dewa.. ini ditandai dengan kedua sayapnya yang berwarna putih terang bercahaya, sayap itu sungguh besar.
diatas kepalanya, terdapat Mahkota legendaris yang diwariskan... lebih tepatnya itu adalah mahkota hasil Oberster Gott yang sedang mengisi waktu kekosongannya.
Mahkota buangan tanpa sihir didalamnya, Azahhiel sungguh memungut benda itu dan memasukkan sihirnya sendiri ke dalamnya dan kini Mahkota tersebut menjadi benda yang sakral.
...
Sudah banyak Dewa yang bereaksi dengan perkataan Shoji, kini adalah Treaner.
Kebalikan dari Azahhiel.
Treaner adalah Dewa yang memiliki peran lebih banyak dalam membangun dunia manusia dan dunia dewa.
Sihirnya adalah penciptaan.
Menciptakan apapun yang ia inginkan tidak peduli apakah benda tersebut sebelumnya sudah ada tercipta atau belum tercipta sama sekali.
Dia adalah Dewa yang memberikan konsep sihir kepada manusia.
Berkat dirinya, Manusia akhirnya dapat menggunakan sihir.
".. Jadi, inilah hasil yang ku peroleh? Seharusnya bukan seperti ini, orang itu telah berkali-kali ku tekan sihirnya, tetapi selalu sesuatu dari dalamnya yang memulihkannya kembali ..... Masalah utama adalah apa yang ada didalam manusia itu?;Oberster Gott, apa kau sungguh memulai awal kehancuran dunia yang telah susah payah ku ciptakan? Meskipun begitu, meskipun aku berbicara ini dan itu, pada akhirnya kau dapat dengan bebas kapanpun dan di manapun untuk mengambil kembali sihir yang kau gunakan untuk menciptakan kami para Dewa... Ini seperti... "
Ia pun menyeringai tipis di mulutnya dan berkata.
".. hm, baiklah... Permainan mu, aku akan ikuti..."
..
Sudah delapan total Dewa yang disebutkan, seharusnya ini menjadi sepuluh dengan Vide dan orang itu, tetapi..
".. Aku.... Oh~ Aku... Bangkitkan lah diriku ini dari Aku, kau tidak mengetahui apa-apa... akan memakan waktu yang cukup lama untuk kebangkitan ku, baiklah.. akan kutunggu... Aku ~..."
Dewa itu terus menyebut Aku, Aku dan Aku.. tidak jelas siapa yang dia maksud.
Dewa ini istimewa, dia belum pernah bertemu dengan Dewa lainnya selain Oberster Gott, Dewa lainnya juga belum pernah bertemu dengannya.
Dewa ini mendiami kerajaan singgasana pusat semesta.
Kerajaan Oberster Gott, Alam pusat dari seluruh Alam.
Berdiri di tengah-tengah ratusan ribu dunia.
Dewa ini masih belum memiliki bentuk fisik, hanya sekumpulan Roh, ataupun material yang tidak tersentuh.
Bentuknya yang Abstrak itu akan hilang setelah kebangkitannya dimulai.
..
Tersambung pada kediaman sang Dewa kekosongan, semuanya gelap berwarna hitam.
Mata merah menyala dari dalamnya.
Seakan menatap pada kekosongan.
Dia serius.
".. Datanglah, aku disini.. menunggu dengan sabar, kau telah melenyapkan malaikat ku, membuat ribut di daerah kekuasaan ku, sungguh.. Datanglah!! AKU VIDE, DENGAN INI AKAN MEMBUKA PELUANG PEMBELAJARAN BAGI MANUSIA RENDAHAN AGAR MEREKA SADAR DENGAN POSISINYA!!!..."
Kemudian suara tertawa bergema di kegelapan.
....
Kembali pada cerita utama.
Dibawah langit yang cerah sebelumnya dan saat ini, pemandangan penuh lubang peperangan, masih tersisa kabut di satu sisi dengan sisi lainnya.
Cuaca cerah tersebut kemudian berubah menjadi dipenuhi oleh sekeliling awan mendung yang gelap.
Mereka tercipta bersamaan dengan reaksi Dewa-dewa sebelumnya, Gemuruh datang berbunyi sangat kencang, Angin menyapu habis pepohonan sekitar, Petir pun menyambar tanah.
Ini seperti para Dewa ingin berkata .
" KU TERIMA TANTANGAN MU!..."
..
Shoji yang menyadari cuaca memburuk, dirinya buru-buru membawa ketiga rekannya masuk ke dalam gerbang Kerajaan dengan membawa mereka dengan sihirnya..
".. fiuhh~ apa-apaan barusan? Cuacanya padahal cerah, kenapa tiba-tiba buruk seperti ini?.."
".. Hwahahahaha... "
".. Apa yang kau tertawa kan?..."
".. Tidak.. Tidak ada..."
Setelah itu turunlah Hujan yang cukup lebat...
Ketika sedang menunggu cuaca membaik, Shoji didatangi oleh sekelompok prajurit berkuda khusus yang berjalan dibawah hujan.
Setelah kerusuhan terjadi di depan Gerbang Kerajaan Durui, Mereka para bangsawan keluar dengan wajah tanpa ingin mengetahui apapun.
Mereka bahkan tidak terluka atas kepergian salah satu pendekarnya.
Shoji juga tidak melupakan untuk membawa Shamp bersamanya.
Dan di sanalah dia mendapatkan masalah utamanya..
dari salah satu panglima prajurit berteriak menunjuk jarinya ke arah Shoji.
" S... tuan Shamp! kau Brengsek!! kau telah membunuh dia! Raja tidak akan tinggal diam, kalian semua.. Bawa pria ini beserta rekannya! mereka harus di tahan atas alasan pemberontakan dan pembunuhan berat terhadap anggota Suci Sanzein!..."
didalam hati, Shoji jengkel.
" Ap-.. Huh?!! Sialan kau! asal kau tahu aku telah menyelamatkan nyawa kalian semua! brengsekk..."
wajah yang ia buat begitu lucu menurut Astaroth " Hahahahaha..."