
Saaki dan Sofie terjatuh kebawah kepermukaan dan kemudian Taros berkata kepada keduanya..
".. selamat, kalian berdua lulus..."
Setelah dirinya mengatakan bahwa mereka Saaki dan Sofie lulus, tiba-tiba muncul sebuah sihir lingkaran kemudian sihir itu menarik keduanya masuk ke dalam yang sepertinya itu adalah sihir antar dimensi milik Taros..
Olixier yang masih mengingat kembali apa yang Taros katakan sebelumnya, mengatakan..
" Hey, Apa yang akan Taros lakukan? Apa dia ingin memusnahkannya?..."
" Tidak, itu adalah sihir Teleport nya, Saaki dan Sofie kemungkinan kini telah kembali ke tempat semula yaitu istana Yang Mulia Abaddon, aku masih tidak mengerti..." Ujar William..
.
.
Situasi menjadi sunyi dan tegang...
..
...
Pertandingan pertama Saaki dan Sofie dalam bentuk Chesma Iyesi melawan Taros kini telah selesai, saat ini Taros masih melayang diri di udara, menatap ke arah kedelapan Jenderal dan berkata..
" Tidak ada main-main, perhatikan tempat kalian berpijak...."
" Hmm, apa yang mau kau lakukan Taros, Huh?!...." ucap Provelser dengan nada yang tidak menyukai gaya bicara Taros..
Tanpa aba-aba dari apa yang akan Taros lakukan, dengan cepat setelah mengatakannya, dirinya kini melesat ke arah Provelser, tepat berada di depan wajahnya, dengan tangan yang berbentuk seperti tombak itu Taros menusukkan tangannya ke wajah Provelser, dan akhirnya Provelser pun tewas tanpa perlawanan... saking cepat pergerakannya, hanya empat dari delapan jenderal yang dapat melihat gerakannya.. keempat jenderal tersebut adalah Ferr'O, William, Olixier dan Poro, mereka pun segera pergi menjauh dari tempat mereka berada...
Qeryz, Giruga dan Minje hanya dapat terdiam, seakan membeku didalam suhu yang sangat kecil, seakan tubuh mereka tertusuk tusuk oleh sebuah jarum, seakan dunia berhenti berputar, seakan segalanya menjadi kosong..
Itu yang mereka bertiga pikirkan sekarang..
Dengan keringat dingin di pipi, mereka mulai menjauh juga dari tempatnya..
" A..apa itu tadi?!!..." Qeryz masih terkejut..
".. Jari-jemari ku seakan dipotong satu persatu..." Ini yang dirasakan oleh Giruga..
" Taros, tanpa sadar tadi adalah Heavy Intimidation... Intimidasi yang setingkat dibawah intimidasi Raja iblis Abaddon, cara kerja sihir itu adalah jika seseorang yang lebih lemah darinya maka orang itu akan diintimidasi dengan tekanan yang berat hingga seseorang itu merasa seperti tertekan oleh Gravitasi.... sial! selain itu, Heavy Intimidation juga sistem pemilihan yang digunakan oleh Raja iblis Abaddon dalam memilih kami semua sebelumnya! Bagaimana bisa!?.. .."
***Taros bertepuk tangan dan Tertawa dengan tangan kanan menutupi wajahnya ***
" Haha...Hahaha.... Hahahaha.... Seperti yang dipikirkan oleh seorang Raja Goblin, kau terlalu banyak mengumpulkan data dan informasi dari Yang Mulia Abaddon sehingga dirimu keliru tentang kekuatan ini.., memang benar itu satu tingkat dibawah milik Yang Mulia Abaddon, tetapi ini bukanlah Heavy Intimidation...."
" M.. mustahil..." Minje berkeringat dingin memikirkan dengan kekuatan sebesar itu Taros berbohong..
".. a..apa yang mereka sedang bicarakan?! Aku tidak mengerti sama sekali!!..." kata Qeryz..
.. ..
" Heavy Intimidation yang ku miliki adalah kekuatan yang mengintimidasi seluruh makhluk hidup bahkan malaikat sekalipun.. Apa yang kalian rasakan tadi bukanlah Heavy Intimidation ku, jika saat itu aku mengeluarkannya sekarang..... Kalian akan selesai saat itu juga...." Jelas Taros .
...
"Hm?"
...
..
..
Melesat! Dari belakang tiba-tiba muncul Giruga dengan wujud asli yang sudah dikuasi olehnya!!
" Mati kau Taros!!!!!..."
Makhluk berbentuk serigala dengan tubuh seorang manusia itu mengayunkan cakramnya ke arah Taros. .
" Rrraawwwrrr!!!!..."
Dengan tatapan menyepelekan, Taros pun berhasil menghindarinya, dirinya melompat ke atas udara dan terbang..
" Mari kita lihat, apakah seekor serigala mampu bertahan di udara.."
" Mati kau Taros!!!!...."
Apa yang sebenarnya terjadi? Giruga terlihat seakan-akan seperti tidak menyadari Taros telah menghilang dari pandangannya, Qeryz dengan keras pun berkata.. " Giruga, apa yang kau serang?!!! Apa kau tidak melihat Taros telah menghilang?! Giru-..... Aaakkkhhhh..." Qeryz tiba-tiba muntah darah!
..
" A..- apa yang terjadi!!.. Aakhhh!!.."
Setiap serangan yang dilancarkan oleh Giruga ternyata berefek pada dirinya!
..
" H..hentikan, G..Giruga!!!! Akkhhh.."
Giruga semakin brutal dalam melancarkan serangan-serangannya!!!
" H..hentikan! Kwwakhh!!!..."
..
" Eh? Ada apa dengan mereka?..."
William menyadari sesuatu hal yang sangat mengganjal di pikirannya...
" M..mereka, Minje, Qeryz, dan Giruga.... Mereka bertiga bertarung sesamanya!!! Apa yang terjadi?! Dimana Taros!..."
..
Melihat situasi yang semakin memburuk membuat William mengatakan...
" HEI!!! APA YANG SEBENARNYA KALIAN LAKUKAN!!! HENTIKAN ITU! KALIAN......."
benar, dari awal semenjak Taros selesai bertarung melawan Sofie dan Saaki, dan setelah membunuh Provelser, Taros telah pergi kembali ke kastil Raja iblis meninggalkan mereka semua didunia yang entah dimana, apa yang mereka lawan sebelumnya adalah sebuah sihir ilusi yang sangat kuat, meskipun begitu dengan sihir dunia miliknya, Taros masih dapat mengawasi mereka.
" Apa yang sedang kau lakukan, Taros..."
Abaddon bertanya kepadanya, tentu saja itu aneh mengingat Abaddon masih belum memberikan perintah untuknya kembali..
Menghadap ke sisi kanan tempat Abaddon duduk, Taros menjelaskan..
".. Yang Mulia..maaf sebelumnya, mengenai ini aku hanya ingin menguji mereka dilain sisi, maksud ku bukan hanya dalam serangan, tetapi pertahanan dan intelektualitas harus mereka kuasai, pada dasarnya aku mengerti mereka cukup kuat dalam penyerangan, tetapi kecerdasan mereka masih seperti... Kurang menurut ku..."
" Improvisasi yang bagus, tetapi mengenai dirimu yang berkata mereka cukup kuat, apakah itu bisa ku anggap sebagai pengakuan mu?..."
Taros mencoba menjelaskan sesuatu yang dia rahasiakan..
" Maaf merahasiakan hal ini dari mu, Tuan.. sejak awal pertandingan itu dimulai, aku telah mendapatkan segala informasi tentang mereka, potensi serta gaya bertarungnya... Kurang lebih setiap orang yang aku lihat, aku sudah mengetahui semua kemampuannya..."
" Termasuk aku?.."
Sesaat setelah Abaddon berkata seperti itu, secara reflek Taros melihat mata nya, itu membuat Taros tergemap yang kemudian dirinya berkata..
" T..tidak tuan, pernah beberapa kali aku mencoba untuk mengetahui dirimu secara ilegal seperti ini, tetapi tetap saja itu seakan-akan aku melihat jauh didalam kegelapan, semakin lama aku melihatnya, api dan rasa panas sedikit demi sedikit menyelimuti tubuh ku, sungguh Anda tidak dapat di ukur oleh apapun, Yang Mulia Abaddon...."
..
" ... "
" Mengenai Sofie dan Saaki, aku mengajukan diri untuk meminta kelulusan mereka dalam latihan ini, Yang Mulia... "
Ternyata sebelumnya pada saat Taros menyatakan bahwa Sofie dan Saaki Lulus adalah pernyataannya seorang, Abaddon yang ingin mengetahui apa alasan Taros melakukan ini...
" Apa alasan mu untuk itu, Taros? "
Taros menjawabnya..
" .. kedua wanita succubus ini dari yang kulihat memiliki potensi yang cukup kuat, terutama jika mereka menjadi satu ... Chesma iyesi.. kekuatan yang mengingatkan ku kembali pada cerita yang dahulu Anda ceritakan, yaitu mengenai.....".
Abaddon memotong pembicaraannya kemudian berkata..
" Dewi Air, kelautan yang dalam dan putus asa, Sedna..."