TWO VOID: Timeline Shoji

TWO VOID: Timeline Shoji
Ryzen tewas, ini adalah.. PERTARUNGAN KU!



Saat ini, Ryzen sedang dalam kondisi yang benar-benar kritis, berulang kali dirinya berusaha menggunakan sihir penyembuhan namun tetap saja itu seakan tidak berhasil, penglihatannya mulai kabur pertanda kesadarannya mulai melemah, di detik-detik terakhir kehidupannya, ia mengatakan..


" M..maafkan aku..t..tuan, aku sangatlah... ceroboh.." dan Ryzen pun tewas.


Merasakan aura kehidupan Ryzen menghilang, entah apa yang dirasakan oleh Shoji saat itu, ia bingung.. takut.. menyesal.. kemudian ia mengingat kembali momentum ia bersama Ryzen, karena itulah juga yang membuat perasaan semua bercampur aduk, usaha dirinya untuk membuka Gerbang Raksasa itu bahkan setelah menggunakan beberapa sihir berskala besar tetap saja tidak berhasil, ia mulai pasrah, tubuhnya mulai terjatuh kebawah lalu tanpa sadar dirinya menangis sambil berkata..


" T..tidak, Ryzen... Aku..maafkan aku, kau harus mati ditempat seperti ini.. aku..."


Beranggapan bahwa sebelumnya Shoji menganggap dirinya sendiri telah cukup kuat untuk melindungi rekan-rekannya, kini ia benar-benar telah sadar jika dirinya tidak sekuat apa yang diperkirakan semenjak ia melawan malaikat Raizel dan melihat pertarungan Raja iblis Abaddon dan Raizel, ia berusaha untuk meminta bantuan kepada Astaroth..


" Astaroth, kumohon... Aku mohon padamu, biarkan aku membuka pintu ini dan melihat.... ... melihat apa yang sebenarnya terjadi!..."


..


..


Mengetahui kembali jika Astaroth tidak menjawab pertanyaannya membuat Shoji semakin terpuruk.. aura sihir yang dimilikinya semakin lemah dan melemah....


..


..


...


Sementara itu, Roxxie dan Sylvia juga merasakan ada sesuatu yang mengganjal, itu adalah..


" H..hoi, a..apa ini? Tuan Shoji... Aura sihirnya melemah! Ada apa ini?!.."


Ucap Roxxie yang kebingungan. Dilanjut dengan perkataan Sylvia


" Tenang.. tenang lah, bagaimanapun juga Tuan Shoji itu tidak selemah yang kita kira mungkin saja..." Tanpa sadar Sylvia menangis... " E..eh? Kenapa?.."


" Kita tidak punya waktu untuk berdiam diri saja disini! Sylvia.. apa kau ingin ikut dengan ku untuk mencari Tuan?.."


Roxxie ingin pergi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi..


" Tapi, apa kau tahu dimana tuan sekarang?..." Sylvia bertanya apakah Roxxie dapat mengetahui dimana posisi Shoji sekarang, lalu..


" Dengan Aura sihir tuan yang sudah ku kenal, aku dapat dengan mudah untuk melacaknya.. kini, tuan sedang berada di dalam sebuah Gua!.." ucap Roxxie.


Kini mereka sedang pergi kearah Gua tersebut...


..


..


...


...


Avidité yang mengetahui ini telah mengecewakannya, ia langsung membereskan apa yang sebelumnya ia persiapkan..


" Sial, aku berpikir kita akan bertarung habis-habisan, namun nyatanya... Kau tidaklah lemah, hanya aku saja yang terlalu kuat..." Avidité pun membatalkan sihirnya dan kini suasana Gua didalam telah kembali seperti semula, berkat itu juga membuat segel dari Gerbang telah terbuka..


..


..


...


*suara gesekan gerbang batu yang besar telah melemah


..


...


..


..


" .... Eh?..baiklah, Tidak ada waktu untuk bersedih, aku akan menghadapinya, entah siapa yang telah berbuat seperti itu kepada Ryzen! Tunggu aku!..."


Shoji mulai bangkit dari posisinya, ia telah berdiri dengan segala kesiapan dan tenaga, Shoji kembali membuka gerbangnya dan benar, gerbang itu dengan mudah dibuka olehnya..


Merasakan ada kehadiran sesaat setelah dirinya membunuh Ryzen, Avidité membiarkan Manusia itu masuk


" Hm? baru saja aku membunuh seorang Crusader..Ternyata benar, Belakangan ini aku selalu menerima tamu, dan lagi mereka semua manusia, tapi ini.. aku tidak merasakan aura sihir apapun, apa mungkin itu hanya seorang Anak yang tersesat? Jika aku bernafas mungkin itu segera membuatnya takut dan pergi, Hahaha... Biarlah dirinya memasuki wilayah ku .."


..


...


...


Saat ini Shoji telah memasuki Gua tersebut, dengan pemandangan yang gelap tanpa apapun didalamnya, ia melihat mayat Ryzen yang telah tewas..


" R..Ryzen!.." Shoji berlari kearahnya lalu ia mulai mengangkat tubuh Ryzen dan berkata " Aku tidak melihat satupun manusia atau hewan apapun disini!..siapa.. siapa orang yang melakukan ini!?.."


Ketika Shoji sedang membopong tubuh Ryzen, Avidité berkata kepada Shoji, ternyata setiap Avidité berisitirahat, sihir transparan nya aktif, itu yang membuat Shoji tidak melihat apapun.. Avidité mengatakan " nak, pergilah dari sini .. suasana hati ku sedang buruk..." Mendengar ada sesuatu seperti suara dikepalanya, Shoji menegaskan kembali agar ..


" Aku tidak tahu siapa dirimu, keluar dan hadapi aku sekarang!..." Shoji menantang Avidité!


.


.


.


.


Mendengar perkataan yang menantang dari seorang manusia membuat Avidité tertarik kepada Shoji


" Heeh~ tidak banyak manusia yang menantang secara langsung sang Naga Agung Avidité seperti itu, loh nak..."


Avidité menampakkan dirinya


Kini, Shoji telah melihat seekor Naga besar dihadapannya, walau begitu Shoji tetap tidak gentar..


" Jadi, kau kah yang membunuh Ryzen?! Jawablah!.." ucap Shoji


Avidité mengatakan


" Ryzen? Oh, maksudmu seseorang yang barusan kalah dengan satu kali serangan di Dada? Hahaha..."


Melihat Avidité berbicara dengan sombong dihadapannya, membuat Shoji semakin kesal! Ia hanya ingin diam sambil sedikit berjalan keluar Gerbang untuk meletakkan Ryzen dan juga agar dirinya leluasa untuk bertarung...


Avidité yang melihat itu merasa " bagus, sepertinya kau anak yang mudah mengerti, hahaha..."Avidité berpikir jika Shoji akan pergi, tetapi itu semua hanyalah sebatas anggapannya saja...


Beberapa saat setelah Shoji meletakkan tubuh Ryzen didepan, Pintu Gerbang sedikit demi sedikit mulai tertutup


.


..


...


.


Avidité kembali bersantai karena berpikir semua telah selesai... sampai ketika tinggal sedikit lagi saja Gerbang itu akan tertutup Rapat, Shoji menekan sihir ditubuhnya lalu dengan sangat cepat ia masuk kedalam dan mendaratkan pukulan mentah ke arah dagu Avidité!!


..


...


...


" Akhh.. apa itu?.." Avidité terpental dari tempatnya..


..


..


.


" Ini masih belum cukup!.." ucap Shoji


..


..


.


Avidité merasakan ada hal hebat yang akan terjadi, ia kemudian bangkit dan kembali membuat Ring pertarungan yang sebelumnya ia gunakan itu untuk melawan Ryzen, kemudian Avidité berkata..


" Lumayan,nak... Aku tidak berpikir dagu ku dengan mudahnya dipukul oleh manusia biasa, normalnya dalam jarak tiga sentimeter saja dari dagu ku, tangan mereka akan melepuh.. tapi, ini lumayan... baiklah, aku akan sekali lagi mencoba berharap untuk pertarungan ini, Majulah!..."


..


..


..


..


..


Shoji melayang lalu melesat kencang kearah Avidité dengan pukulannya, kemudian Avidité juga menggenggam tangannya untuk menghadapi pukulan Shoji..


" Hahahaha, gerakan mu terbaca nak, hancurlah!.."


Dan kini, Shoji telah beradu tinju dengan Avidite!


" Hyaaaaakkk!!!!!!!! Matilah kau!!!!.." Shoji menekan kembali pukulannya dan memberikan tenaga yang lebih besar untuk itu...


Avidité juga melakukan hal yang sama.


..


..


Adu pukulan dari seekor Naga Agung dengan seseorang yang diramalkan membuat kawasan Gua terkikis, sedikit demi sedikit gelombang yang diciptakan membuat langit-langit Gua itu hancur.


Tidak sampai disitu, Shoji mengulang-ulang kembali pukulannya secara beruntun kemudian Avidité juga melakukan hal yang sama! Pukulan yang mereka lancarkan membuat daerah sekitar terguncang hebat, seluruh hewan Hutan takut dan mereka kabur tidak beraturan, ini juga membuat Roxxie dan Sylvia langsung menyadari posisi Shoji, Roxxie mengatakan


" pukulan yang sangat kuat, ini pasti.. Tuan Shoji!!.. ayo, sepertinya ia sedang bertarung di Gua sana! .." kemudian mereka berdua berlari menuju Shoji dan memasuki Gua!


..


...


...


Pukulan demi Pukulan masih berlanjut, Avidité merasakan rasa yang telah lama hilang!


" Luar biasa!!! Dirimu membuat ku mengerti tentang sesuatu yang disebut beradu tinju seperti ini!..." Benar, beradu tinju pada Avidité secara nyata itu mustahil, terlebih lagi Pahlawan pertama sangat menghindari beradu tinju dengannya...


" Katakan, nak! Sampai kapan pukulan ini kau luncurkan?! Hahaha menarik!..."


Walaupun Avidité sudah mengatakan beberapa kata, Shoji tidak mendengarkannya dan tidak membalas perkataannya, dengan tatapan serius, ia hanya berfokus pada..


" Kubunuh, kau!.."


Tiba-tiba saja Avidité merasa Hatinya seperti tertarik dengan Shoji, tatapan mata yang dilihat Avidité ia merasa itu sudah tidak asing lagi, Avidité mengatakan.. " Mata itu... .... Baiklah! Mari kita hancurkan dunia ini dengan pukulan penentuan terakhir!!.." dirinya berencana untuk mengakhiri pertandingan dengan cepat! Dengan senang Hati Shoji meladeninya.


.


.


...


..


rentang waktu yang lama, kini Roxxie dan Sylvia telah sampai didepan Gerbang yang tertutup, disini juga mereka shock dengan apa yang mereka lihat! Itu adalah...


" R..Ryzen!!!!! Hoi!! Bertahanlah!! Sylvia.." Roxxie segera memegang tubuhnya dan segera meminta Sylvia untuk melakukan sihir Penyembuhan..


Tetapi...


" Mustahil! Ryzen telah ..." Sylvia melihat lubang besar di dada Ryzen, ia yakin Ryzen telah tewas, dirinya yang sekarang mustahil untuk menghidupkan kembali jiwa yang telah hancur... pada saat Sylvia mengatakan itu, Roxxie terlihat terkejut dan ia mulai merelakannya..


" B..begitu kah? Maaf..... Si bodoh dari Gereja, apakah kau benar-benar telah tewas... Entahlah, tunggulah beberapa saat disini, Tuan menunggu ku!.." dengan sikap sebagai seorang Pria, Roxxie benar-benar Gagah mengatakannya, ia segera membuka Gerbang Raksasa yang tidak mempan dibuka oleh sihir...


..


...


...


Gerbang pun terbuka..


" Tuan Shoji!!.."


lalu Roxxie berlari ke tengah Gua dan melihat Shoji sedang terpental dan terpojok di dinding-dinding Gua..


" Tuan!!! Tunggu aku! .." Roxxie juga melihat seekor Naga yang besar dihadapannya.. " Naga itu!!." Pada saat ia ingin menghampirinya, ia tidak sadar bahwa ada semacam Domain yang mengelilingi area Gua didalamnya..


" A..apa ini!!! Sial!..." Roxxie berusaha untuk menghancurkan pembatas yang dibuat oleh Avidité.


Avidité yang melihatnya mengatakan


" Percuma, semakin kau hancurkan pembatas itu, semakin banyak jumlah sihir yang terkuras, tunggu dan lihat saja.. pembatas itu akan hilang sendiri jika salah satu dari kita mati, tapi..orang ini belum mati..."


Mendengar itu membuat Roxxie tidak dapat membantu Shoji..


.


...


...


...


Shoji yang melihat ada Roxxie di dalam gua mengatakan..


" Roxxie! Pergilah!! Naga itu... Sangat kuat! Kau akan bernasib sama dengan Ryzen jika bersikeras untuk mengahadapinya!..." Shoji ingin Roxxie pergi dari sini .. Shoji juga mengatakan..


..." Tidak banyak waktu sebelum Gua ini hancur, aku juga melihat Sylvia disana... Kau, bawalah tubuh Ryzen keluar dari sini bersama dengan Sylvia!! Ini adalah.... PERTARUNGAN KU!..."...