TWO VOID: Timeline Shoji

TWO VOID: Timeline Shoji
"SATU" Detik yang meratakan SEGALANYA!



Astaroth tidak bisa membantunya, mulai dari sini Shoji akan menggunakan kekuatannya sendiri, Vide berpikir dengan cara ini maka...


"Kuda berjalan tanpa arah karena tidak ada yang mengarahkannya"


Dengan cara ini, Vide akan menguras banyak stamina Shoji dan menghadapi Shoji dengan kondisi Shoji yang sudah kelelahan.


Didalam Alam Dewa, didalam dunia yang gelap, dan di dalam suatu istana yang besar yang mengambang melayang di kekosongan.


Dewa Vide sedang duduk di singgasananya.


" Xxceir, Raffeesett.."


" Baik, Tuan.."


Dewa Vide memanggil malaikatnya yang hanya tersisa dua karena siapa sangka saat itu kekuatan Sylvia bukan hanya membunuh Dabehon, namun juga melenyapkan Spark!!


" Elf itu benar-benar membunuh Spark... Tidak, maksudku, Avellyn!!!!.."


Vide berteriak murka di singgasananya, Xxceir dan Raffeesett berada didepannya sambil berlutut hormat.


" Xxceir.. jadilah vassal untuk Shamp, bocah yang kau miliki itu segera!!..."


Tiba-tiba saja Vide menyuruh Xxceir untuk menjadi Vassal.


" Jika memungkinkan, saya akan melakukannya..."


" Apa maksudmu?.."


Ada yang tidak beres dengan perkataan Xxceir, Vide butuh penjelasannya.


" Itu benar, wahai tuan ku. Saat ini, Shamp tidak dapat menerima kekuatan maksimal yang dimiliki oleh diriku, bahkan jika memaksakannya maka itu hanya akan membuat tubuhnya mati seketika dan pasti ia tidak akan berguna."


" Jadi menurutmu..."


" Benar, saat ini Shamp sudah tidak berguna, tubuhnya tidak memiliki ruang lagi untuk menampung kekuatan ku, benar-benar kegagalan yang memalukan, saya mohon Tuan, maafkan diriku yang tidak kompeten ini!"


" Begitukah? Apa kau serius berkata seperti itu?.."


" Maaf jika lancang saya menanyakan ini... Apa maksudnya, Tuan?.."


" Sekali lagi, jawab ini dengan jujur, jika tidak aku akan melenyapkan mu segera dan saat ini juga.."


Nampaknya Xxceir sedang menyembunyikan sesuatu dari Vide, oleh karena itu saat ini Xxceir dipenuhi dengan keringat dingin.


" M.. maafkan saya Tuan, sebenarnya saya sudah tidak memiliki sihir yang tersisa, ini adalah yang sebenarnya saya katakan, ada kekuatan yang dapat menetralisir sihir malaikat, Rantai... Rantai yang sama seperti yang dimiliki oleh seorang Unifiers tertua yang dahulu telah melenyapkan banyak sihir malaikat hingga mereka mati, saya bertanya-tanya bagaimana bisa Rantai itu dimiliki oleh manusia.."


"Berhenti!! Lancang sekali kau mengucap kata iblis di depanku!!! Xxceir, saat ini kau telah gagal maka renungkan kegagalan mu!!!.."


" Ma-Maafkan saya tuan! Saya janji akan sege,.-"


***Suara jentik jari


" E..eh?"


Tubuh dan Roh milik Xxceir tiba-tiba lenyap menjadi cahaya hanya dengan sekali jentik.


Meskipun telah menjawab dengan jujur, nampaknya Vide tidak sebaik yang dikira.


"Mati adalah yang terbaik untuk mu, jadi. Raffeesett.."


" Baik, Tuan!..."


"Benar juga, tidak. Jangan menjadi Vassal, kerahkan seluruh kekuatan mu! Berikan seluruh jati dirimu kepada Tannala! Benar, ini tidak melanggar hukum, jadi. Raffeeset, apa kau bersedia?..."


" Baik. Tuan! Dengan segala hormat saya akan mengerahkan segalanya, tidak ada yang perlu di khawatirkan, tubuh Tannala 100% cocok dengan ku, kecocokan ini akan membantu bagi diriku.."


" Begitu ya... Baiklah, lakukan sekarang dan tunjukkan padaku kematian NAKAMURA SHOJI!!!.."


" BAIK!..."


Saat ini, tinggal beberapa menit lagi sebelum eksekusi publik Sylvia dimulai.


"Kougre! Cepatlah!!.."


"Tinggal 5 menit lagi, kumohon sampai saat itu tiba, bersabarlah.."


...


Kougre yang sedang berada di atas monumen pun pergi masuk ke dalamnya.


Dia melihat Rara yang telah kehilangan semangatnya dengan tatapan puas dengan yang dilihatnya.


"Kalian bertiga, bawa bocah ini dan buatlah persiapan eksekusinya persis dengan Elf itu.."


"Baik, Tuan Kougre."


Rara sudah putus asa, baginya kini semua telah gelap dan memudar, seseorang yang sangat ia sayangi dan seseorang yang disayanginya telah pergi.


"Kau, coba untuk mempaku telapak tangannya, aku yakin akan mendapatkan harga lebih untuk itu.."


"Sesuai perintah anda."


Kedua tangannya Rara kini dalam kondisi terpaku dan tersalib, meskipun begitu ia sudah tidak peduli.


Bertemu dengan Shoji dan duduk makan bersamanya, bagi Rara itu adalah kebahagiaan yang tidak dapat dilupakan bahkan setelah dia mati.


Sebuah keajaiban hal yang membahagiakan datang kepadanya.


Rara mulai mengenang momen dimana Shoji menyembuhkan penyakit ibunya.


Ini adalah kilas balik yang diceritakan Rara sebelum dia menghadapi eksekusinya.


..


" Saat pertamakali aku bertemu dengannya dan dia mengatakan akan menyembuhkan penyakit ibuku, aku tidak percaya dengan perkataannya, yang ada dipikiran ku saat itu adalah manusia tidak pernah dapat dipercaya, hingga sampai pada orang itu menyelamatkan nyawa ku dari para prajurit dan bangsawan, hari dibawanya aku terbang ke langit adalah yang terbaik, saat itu aku melihat wajahnya dan menatap matanya, mata yang dipenuhi ketulusan dan kebijaksanaan.. angin berhembus melewati ku seakan ingin berkata bisakah aku percaya dengan manusia ini?


Sekali lagi aku berusaha pergi dan menghiraukannya, namun dia memegang tangan ku dengan penuh keyakinan, aku terhenti dan sedikit takut bagaimana jika dia akan menyakiti ku? Tapi, untungnya itu semua hanyalah pemikiran bodoh ku, yang saat itu dia katakan telah membuat ku percaya bahwa dia dapat dibedakan dari manusia lainnya.


Sedikit aku mulai merasa nyaman namun disisi lain aku juga merasa was-was, dan saat itu dia mengajakku untuk pergi makan di restoran yang cukup terbilang mewah.


Aku yang belum makan selama 3 hari ini mana mungkin menolaknya, lalu kami memasuki restoran itu dan dia mulai memesan makanan.


Ayam bakar? Aku tidak tahu ada makanan yang seenak itu sebelumnya, makanan dan minuman telah tiba dan dia tiba-tiba terdiam terlihat sedang berpikir keras.


Didalam hati, aku selalu bertanya bagaimana jika aku mengganggunya? apa aku sudah terlalu lancang? Ketika dia mendobrak mejanya dengan cukup keras, secara reflek aku minta maaf... Namun dia berkata bahwa dialah yang harus minta maaf karena telah membiarkan kami ras Demi-Human merasakan perbudakan, sungguh.. saat itu aku merasa ingin menangis.


Makan telah selesai dan kami melanjutkan perjalanan menuju rumahku dan menemui ibu untuk disembuhkan.


Berbeda dari sebelumnya, saat ini aku sepenuhnya telah merasa nyaman berada didekatnya, lalu kamipun sampai di rumah ku, ibu yang sedang terbaring pingsan di atas kasur, orang itu tiba-tiba menyuruh ku mundur sedikit dan dia berjalan menuju ibuku.


Sihir ungu yang indah namun mengerikan kurasakan, nafas terasa sesak lalu aku pun pingsan, apa aku telah ditipu olehnya? Itu yang kupikirkan.


Didalam kegelapan yang nyaman, cahaya hangat muncul dan memanggil nama ku, benar-benar suatu yang tidak bisa dipercaya, aku kehilangan kata-kata untuk mengekspresikannya dan malah nangis.


Bagaimanapun juga ibuku yang telah lama pingsan kini telah sembuh dan aku sedang berada di atas pangkuannya..


Setelah sembuh, orang itu berkata akan pergi menyelesaikan sesuatu dan memberikan ku suatu jam pasir.


Sungguh, terimakasih... Aku sangat berterimakasih dirimu hadir didalam hidupku yang singkat ini, sampai kini pun pemberian mu ada di dalam kantong ku...


Kakak Shoji...."


.....


" Baiklah semuanya! Maaf menunggu lama, silahkan masuk!!!.."


" Whoaaa?!!! Itukah Demi-Human yang dibicarakan?.."


Rara saat ini telah berada di pusat kota yang bersiap untuk mengeksekusinya.


Sementara itu...


" R-RA..!.."


Perasaan sakit di dada yang ia rasakan ketika melihat Rara akan dieksekusi dengan kondisinya kini telah tersalib, Shoji sudah tidak memiliki perasaan apa-apa dengan seluruh bangsawan yang ada di kerajaan Durui.


"Bukan hanya Sylvia, bahkan seorang anak kecil yang ceria sepertinya... Sialan!!.."


Shoji membuat aura sihir yang besar, saking besarnya itu hanya dapat dirasakan oleh orang-orang terkuat saja, salah satunya Tannala.


"Tidak tidak! Oi! Ini perintah! Seluruh Divisi Siapkan Barrier untuk melindungi kerumunan ini!.."


"BAIK!.."


Tannala yang biasanya terlihat tenang berwibawa, saat ini dia sedang dalam kondisi panik.


Masing-masing divisi beranggotakan 1,000 prajuritt


Itu berarti jumlah keseluruhan prajurit saat ini adalah 6,000, jika ditambah pemimpin divisi maka berjumlah 6,005


Dan dalam sekali perintah, Tannala dapat mengendalikan 6,005 pasukan itu dengan cepat!


Saat ini Barrier terkuat milik kerajaan Durui telah diciptakan!


"Bersiaplah! Itu akan datang!!.."


Prajurit-prajurit biasa bingung siapa yang datang?


"Meskipun begitu, Barrier ini adalah Barrier terkuat milik kerajaan Durui, siapa yang dapat menerobosnya?"


Ucap salah satu prajurit.


Perkataannya langsung dibantah oleh kelima pemimpin divisi.


"Tutup mulutmu! Tidak peduli dari arah mana, ini rasanya kami semua berada diatas genggam tangannya!.." kata Uro kapten Divisi 1.


"Tidak bisa menyangkal bahwa jika tanpa Barrier ini, aku yakin kalian akan pingsan terkena sihirnya.." kata kapten Divisi 2 Lifius sambil memegang ujung pedangnya.


"Oh Dewa, berikan kami kekuatan.."


Rena kapten Divisi 4 yang memohon doa perlindungan kepada Dewa Vide.


" Tch sialan! Kenapa bangsawan-bangsawan bodoh itu tidak merasakan bahaya ini?!..."


Kata Louise, Kapten Divisi 5 & 6


"Kemungkinan karena ini sudah bukan sihir yang dapat dirasakan oleh manusia biasa, aku tidak mengetahui hal semacam ini sebelumnya.."


Ucap Hom, kapten divisi 3.


"Sebegitu kuatnya?! Sial..."


Ujar Louise.


Mendengar penjelasan dari Hom, Tannala berkata didalam hati.


"Begitu, ya? jadi, seperti ini yang dinamakan sihir tingkat mythos? Dan lagi, berapa banyak sihir yang pangeran ku miliki?! Dia sudah membuang dan meluap-luap kan sihirnya sedari tadi!"


Tangan Tannala gemetar ketika mengeluarkan cambuk suci nya.


Louise melihatnya, didalam hati berkata.


"Bahkan sekelas nona Tannala!?.."


....


Sementara bahaya mengintai dari kejauhan, para bangsawan-bangsawan itu tidak tahu dan menghiraukannya.


" Baiklah baiklah, para hadirin sekalian sudah membeli senjata senjatanya kan? Kalau begitu, hitungan satu sampai tiga, eksekusi publik ini akan dimulai!!!!..."


"..WHOAAA!!! Akhirnya!!.."


" Baiklah, katakan bersama-sama, SATU!.."


" SATU!!.."


Hitungan Satu yang bersama dikatakan oleh 20,000 jiwa bergema di seluruh kota.


"Semua bersiap!!!!"


Tannala memberikan peringatan persiapan kepada seluruh pasukan!


" DUA...."


Hitungan Dua di seluruh kerajaan.


"Pelindung? Hal semacam itu?? hm.."


Shoji melayang terbang dari tempatnya ia berdiri.


Bersamaan dengan itu, Raffeeset berubah menjadi kumpulan cahaya dan merasuki Tannala tepat pada hitungan ketiga!


"TIGA!!!!"


Hitungan ketiga sudah berbunyi dan para bangsawan mulai melempar semua senjatanya ke arah Sylvia dan Rara!


Apakah mereka selamat? Tidak!


Lima pedang dan satu anak panah menusuk kaki dan tangan Sylvia!


Dan ajaibnya Rara tidak terkena satupun!


Pelemparan alat tajam dan semua senjata masih berlanjut!


Ketika ada senjata yang akan datang menusuk jantungnya, cahaya putih samar-samar melenyapkan senjata itu seketika! cahaya putih samar-samar itu juga akan selalu melindungi bagian vital Sylvia.


Dalam kondisi Rara, saat ini dia terkena panah api yang menusuk pundaknya dan hal yang sama seperti Sylvia terjadi, Cahaya putih samar-samar melindunginya! Dan Monumen itu mulai terbakar.


Ledakan besar terjadi dibekang mereka dan dibeberapa kota lainnya!


Tiba-tiba saja kerajaan Durui telah banyak menerima kerusakan, bahkan istananya pun telah runtuh!


Berkat itu, sudah banyak Demi-Human yang terbebas dan kabur dari kerajaan Durui!


Mereka selamat tanpa terluka, ini adalah peristiwa yang tidak bisa dijelaskan.


Namun, para bangsawan tidak menyadarinya, lebih seperti menghiraukannya! mereka masuk dalam kegilaan! Teriakan mereka tidak normal, air liur keluar dari mulut mereka saat berteriak, mata mereka menjadi putih dan mereka benar-benar sudah gila!! Apakah sebenci itu para manusia dengan Elf dan Demi-Human?!


Sambaran guntur menggetarkan bumi! Terlihat Barrier telah hancur lebur dan semua kapten Divisi terkapar bersimbah darah memperlihatkan sang ksatria suci wanita, ksatria Surga yang diberkahi malaikat berdiri menatap langit mendung dengan satu tangannya yang buntung dan zirah nya yang telah rusak.


"Tuanku, Dewa Vide.. bahkan dengan seluruh kekuatan saya, saya hanya dapat menahannya satu detik.. meskipun ini sedikit lancang, sisanya kuserahkan pada anda."


Tannala telah dirasuki oleh Raffeeset, dirinya mengatakan hal yang tidak jelas kemudian Tannala jatuh pingsan dan cahaya keluar dar tubuhnya, itu adalah jiwa malaikat Raffeeset.


Sebenarnya apa yang terjadi dalam 'SATU detik terakhir itu!?


......................


Lalu, Dimana Shoji?.