
Saat ini, Abaddon masih melanjutkan perjalanannya menuju ke arah Shoji.
Ditengah-tengah perjalanannya, dirinya menemukan seseorang yang sedang berjalan kebingungan tanpa arah.
"Orang itu.."
...
"Loh, Raja?"
Raja iblis Abaddon turun dari Naga yang ia kendarai dan tiba-tiba muncul dihadapan seseorang itu.
"Huakhh!! J—jangan bunuh aku!!"
Seseorang itu tampak panik melihat kehadiran sesosok yang kuat dihadapannya.
"Siapa namamu, katakan.."
Seseorang itu terjatuh terpeleset kebelakang karena panik.
"Hiiehh!!"
"Katakan"
Disini, Abaddon tidak menggunakan sihir apapun untuk mengintimidasi nya, mungkin sudah naluri alami manusia biasa untuk ketakutan akan sesuatu yang jauh lebih kuat dari mereka.
"A–Aku Ribery!!"
Orang itu adalah Ribery yang tidak sempat dibawa oleh Sylvia bersamanya, karena Ribery saat itu tidak jelas keberadaannya dimana.
"Diam, aku sudah tahu.."
"Eh?"
Ribery tampak bengong karena Raja iblis mengatakan dia telah mengetahuinya.
Menggunakan sihir Visio Omniscius atau Aksara Pandangan, mengacu pada kekuatan sihir yang memungkinkan pengguna untuk melihat dengan seketika seluruh informasi tentang lawan atau objek yang mereka hadapi. Ini mencakup informasi fisik, kekuatan dan kelemahan, keterampilan, pikiran, dan bahkan masa lalu.
Dengan menggunakan sihir ini, pengguna dapat mendapatkan keuntungan taktis yang besar dalam pertempuran atau situasi yang memerlukan pemahaman mendalam tentang lawan. Mereka dapat dengan cepat mengetahui kelemahan, strategi, atau niat lawan dan menggunakan informasi itu untuk keuntungan mereka sendiri.
"Ribery, penasihat Raja, tinggi 174Cm, golongan darah O, kelebihan kekuatan dapat melihat segala sesuatu yang jauh dari pandangannya, terbatas dalam 50 kilometer, kelemahannya dia lemah, tidak atletis, memiliki stamina yang sedikit, penguasaan sihir lain hanya sebatas sihir kelas menengah, dan m....... Mesum? Ekhhm, baik.."
"E..EHH!!?? AKU TIDAK MESUM!! KENAPA?!!"
"Diamlah..."
"Baa..ba, Ba–baik."
Didalam sihirnya, Abaddon mengetahui bahwa orang ini berhubungan dengan Shoji dan segala hal yang terjadi didalam kerajaan Durui yang telah musnah beberapa saat yang lalu.
"Sepertinya kau pernah bertemu dengan Shoji dan kau juga teman masa kecil dari putri Durui, ini pas.."
"Pas? Eh? EHHH!!??? APA-APAAN INI!!!!"
Ketika Abaddon selesai mengatakan itu, kedua tangan Ribery tiba-tiba terangkat sendiri dan tubuhnya terbang menuju tempat William berada.
"D-Dimana aku!?"
Wiliam jengkel dengan kebisingannya, dan mulai sedikit menjahili Ribery.
"Diamlah kau, atau akan ku tongseng hidung mu itu, huh!?"
Ribery ketakutan bagai anak kecil yang dibentak.
"ma..maaf"
Setelah itu, Urusan Abaddon dengannya selesai, Abaddon membawa Ribery sebagai bukti bahwa dia datang tidak dengan niat berperang, singkatnya Ribery hanya sebagai sandera, setelah itu Abaddon kembali ke Naga nya dan mulai melanjutkan perjalanannya kembali, kali ini agak sedikit ngebut.
Ketika terasa sudah hampir tiba, Raja iblis Abaddon mengarahkan sihir nya ke arah cahaya yang berada di ujung sana, kemungkinan cahaya itu adalah cahaya dari lampu-lampu pesta.
Ketika dirinya hendak melepaskan sihir, Avidite tiba-tiba menyapa Abaddon dari telepati.
"Jangan lakukan itu, ini saran ku"
Abaddon pun membatalkan sihirnya.
"Katakan pada Nakamura Shoji bahwa aku akan segera bertemu dengannya."
"Tidak masalah, namun ingatlah aku selalu jika ingin membuat onar yang merugikan tuanku"
Setelah mengatakannya, suara Avidite pun perlahan memudar dan menghilang.
"Tch"
Abaddon pun berdecak meremehkan.
Kembali pada cerita dimana saat ini Shoji dan rekan-rekannya sedang merayakan pesta kemenangan bagi kebebasan seluruh ras Demi-Human.
Mereka mulai bersuka ria, tertawa dan bergembira dengan segelas wine ditangan mereka, sementara bagi yang masih dibawa umur mereka meminum sirup ciptaan Shoji dengan sangat menikmati.
Roxxie mulai mabuk dan dirinya telah kehilangan kendali yang membuat dia saat ini sedang berjoget diatas meja tanpa pakaian atas, Ryzen juga sedang mabuk berat, dirinya menjauh dari Roxxie karena tidak ingin terbawa dalam kegilaannya.
"Ahahaha semuanya terlihat bahagia"
Kata Shoji sambil meminum susu.
"Susu lebih enak dan menyegarkan!"
Sebenarnya dia hanya alasan karena belum cukup umur.
Shoji duduk di atas bangku yang telah disiapkan oleh para penduduk desa, bangku yang terlihat megah itu membuat Shoji merasa tidak enak karena dia seperti seseorang yang sangat besar.
Kemudian dia mendapati dirinya didatangi oleh sekumpulan anak-anak yang meminta agar Shoji melakukan sesuatu kepada mereka.
"Tuan Shoji! Lakukan sesuatu dong, dan sirup ini habis"
Shoji yang senang dengan pemandangan ini pun tidak mempunyai pilihan lain selain melakukan sesuatu sesuai permintaan mereka.
"A..ehmm... Baiklah baiklah, kalian semua duduk dulu ya, aku akan melakukan sesuatu yang duarrrr!"
"Duarrr!! Yeyy!!"
Anak-anak itu secara bersamaan langsung duduk untuk menyaksikan sesuatu yang akan dilakukan Shoji.
Shoji melebarkan tangannya kemudian dari dalam tangannya keluar banyak sekali permen yang biasa terdapat pada dunia sebelumnya, anak-anak yang melihat itu langsung terkejut dan langsung memungut permen-permen yang berjatuhan itu.
"Tuan, ini apa?"
Salah satu dari anak-anak kecil Demi-Human itu bertanya kepada Shoji apa itu permen, dan bagaimana cara memakannya.
"Ini adalah permen, permen adalah sesuatu yang manis yang membuat kita senang memakannya.."
"Bagaimana cara memakannya?"
"Baik baik, perhatikan semuanya..."
Shoji pun menjelaskan bagaimana cara memakan permen yang terbungkus oleh bungkusan plastik.
"Ini adalah permen, sesuatu yang manis yang enak dimakan, cara untuk memakannya pertama-tama kita buka ujung plastik yang tajam tajam itu, bergerigi, dengan cara di gigit, bisa juga melepasnya dengan menyobeknya, setelah terbuka, kalian langsung bisa memakannya!"
Shoji memakan permen yang telah dia buka dan menunjukkan bagaimana cara memakan permen kepada anak-anak.
"Tapi tuan, apakah yang ini juga sama? Sepertinya aku bisa merobek sesuatu yang membungkusnya."
Salah satu anak itu mendapatkan permen lolipop yang terbungkus.
"Benar, yang itu sama seperti cara yang sebelumnya! Makan permen itu secukupnya, jangan banyak-banyak, nanti gigi kalian akan kesakitan loh!"
"Hahahahaha.. Aku mengerti, Tuan!"
Anak-anak semuanya sangat menyukai Shoji yang baik hati kepada mereka, orang tua mereka juga begitu berterima kasih kepada Shoji atas segala semuanya.
desa yang dibangun oleh para Demi-Human menjadi tempat perayaan yang meriah. Shoji, bersama dengan teman-temannya dan seluruh ras Demi-Human yang telah mereka selamatkan, merayakan kebebasan dan persahabatan di tengah perayaan yang meriah.
Musik menggema di udara, tarian dan tawa memenuhi ruang. Meja dipenuhi dengan hidangan lezat dan minuman yang mengalir deras. Shoji bersama dengan rekan-rekannya, dikelilingi oleh Demi-Human yang bersorak dan menari, merasakan kebahagiaan yang tak terhingga.
Namun, dalam momen puncak perayaan, suasana riang tiba-tiba berubah. Langit gelap tertutup awan hitam yang menggumpal, menciptakan atmosfer yang tegang dan mencekam. Tiba-tiba, suara langkah berat dan suara gemuruh menghantam tanah, mengguncangkan desa.
Semua mata tertuju pada arah suara itu. Tampaklah Raja Iblis yang mengejutkan, memimpin pasukannya yang menyeramkan menuju perayaan. Pemimpin ras jahat ini datang dengan maksud yang tidak biasa mengajak berbicara Shoji dalam pembicaraan yang serius.
Terlihat banyak pasukan Raja iblis Abaddon yang berterbangan di atas langit, dan kini didepannya sudah terdapat sesosok Raja iblis itu sendiri bersama dengan ketujuh jenderal miliknya.
Seluruh Demi-Human yang ada di saat itu pun ketakutan dan anak-anak semuanya berada dibelakang Shoji.
Melihat ini, rekan-rekannya semuanya berkumpul di satu titik tempat Shoji berada.
Ryzen dan Roxxie langsung dalam posisi siaga, Sarah sedang dalam perapalan mantra, namun Shoji hanya duduk menyilangkan kakinya seakan dia sudah mengetahui maksud dibalik kedatangan Raja iblis.
Beberapa saat yang lalu sebelum Raja iblis Abaddon tiba, Avidite telah memberitahu Shoji bahwa Raja iblis beserta bawahannya akan datang kehadapan mereka.
"Begitu ya... Jadi, akhirnya Raja iblis sebagai sosok terkuat di dunia lain seperti cerita cerita pada umumnya mulai bergerak... Tapi, apa tujuan mereka?"
"Tidak tahu, Abaddon tidak memberitahukannya padaku, ya.. itu tidak terlalu masalah, jika dia datang dengan niat bermusuhan maka aku akan memburu mereka semua, namun jika mereka datang dengan niat damai, aku akan mengabaikannya.."
"Begitu ya.. terimakasih Avidite, jadi.. aku merasakan sesuatu hal nih yang agak ganggu."
Avidite memiringkan kepalanya karena bingung sambil terus menerus menggerakkan ekornya, bertanya apa maksud Shoji.
"Apa maksudmu, tuan?"
"Baik, Baik... Aku mengerti, jadi, apa kau sendiri mengetahui bagaimana dirimu yang sangat lah besar itu untuk bersembunyi dan menetap di dalam bayangan ku?"
Shoji mengatakannya! Itu adalah sesuatu yang Avidite ingin katakan dan yang ia inginkan.
"Whoa!! T..tentu tuan! Aku tahu caranya!!"
Kemudian setelah itu keberadaan Naga Agung Avidite yang tinggi dan besar dari penampilannya, yang sebelumnya seluruh warga desa bisa melihat kebesaran ukurannya, tiba-tiba menghilang dan muncul dibawah bayangan Shoji.
"Lihat, kan?"
Shoji terkejut sampai menghembuskan nafasnya.
"Huft.. begini lebih baik, baiklah, tetap seperti itu sampai aku memerintahkan dirimu untuk keluar..."
"Aku mengerti!"
Avidite senang karena dia diizinkan menjadi satu dengan bayangan tuannya.