TWO VOID: Timeline Shoji

TWO VOID: Timeline Shoji
Taros dan para Jenderal iblis.



Di dalam Kastil Raja iblis, Abaddon berencana untuk membuat Rapat untuk para jenderalnya, rapat ini dibuat dengan tujuan untuk mengevaluasi sejauh mana kekuatan mereka berkembang..


" Taros, bagaimana perencanaannya?.."


" Sempurna, Tuan... Kesepuluh jenderal tersebut akan datang ke tempat yang sesuai diperintahkan oleh Yang Mulia..."


Taros merupakan nama dari seorang penasihat Abaddon, penampilannya berambut panjang berwarna hijau dengan mata yang selalu terlihat serius, Abaddon tidak melihat Taros sebagai laki-laki tetapi juga bukan Wanita, itu karena Taros tidak memiliki jenis kelamin yang pasti, Abaddon hanya melihatnya sebagai dirinya yang lain namun versi lemahnya, Abaddon disini ingin bertanya tentang.


" Taros, aku ingin tahu apakah dirimu mengetahui perkembangan apa yang kesepuluh jenderal tersebut kembangkan......"


..


" baik, Yang Mulia.. aku akan menjelaskan mereka satu persatu, menurut pandangan ku, Provelser terlihat sangat Ambisius untuk meneliti High String nya para Elf, belakangan ini dirinya begitu sibuk dengan penelitiannya, saat ini dirinya masih belum membuahkan hasil dari penelitiannya tersebut.. selanjutnya Ferr`O.. anak itu masih saja tidak dapat mengatakan sepatah katapun, aku tidak mengetahui apa yang dipikirkannya, kekuatan anak itu selalu menolak sihir pembaca pikiran ku... Untuk kedua wanita Succubus bernama Saaki dan Sofie, mereka masih sama, tidak ada perkembangan signifikan yang terjadi selain belakangan ini diketahui mereka sering membawa para lelaki mata keranjang untuk santapannya... "


" Bagaimana dengan Olixier dan Poro? .."


..


" Untuk Olixier, dirinya mengatakan kepadaku bahwa saat ini Olixier sedang melakukan penempaan senjata untuk Prajurit-prajurit kita, perkembangan Olixier begitu membantu... Kemudian Poro, orang itu sedang tertarik pada kebangkitan Naga Agung Avidité beberapa hari yang lalu, saat ini dirinya sedang duduk istirahat di atap teratas..."


" Avidité... "


" Ada apa, tuan?.."


" Tidak, lanjutkan.."


..


Disini Abaddon merasa ingin bertemu dengan Avidité, dirinya ingin meminta Avidité yang tidak memiliki tujuan untuk bergabung dengan pasukannya, meskipun dahulu Abaddon sempat mengusir Avidité, itu karena dahulu Avidité masihlah naga yang lemah, tetapi setelah kejadian Shoji dan Rekan-rekannya, membuat pandangan Abaddon terhadap Avidité berubah, kini Abaddon ingin sebisa mungkin untuk memastikan Avidité berpihak kepadanya sebelum Avidité bertemu dengan Shoji..


* Berkat penghalang yang dibuat oleh Avidité, itu membuat Raja iblis tidak dapat merasakan Aura keberadaan Shoji


..


..


" Baiklah, selanjutnya Qeryz, seorang Beastman.. pria itu kerap menjadi seseorang yang membantu Olixier untuk menguji kemampuan senjata yang dibuatnya, jika senjata itu patah atau rusak, maka senjata itu meski harus diperbaiki.. perkembangan yang signifikan terjadi pada Qeryz, kemampuan berpedang nya mulai mendekati ku, kemudian untuk Minje, dengan kemampuan menggunakan tombaknya yang kuat, dirinya merupakan satu-satunya Goblin yang menjadi jenderal Raja iblis, dirinya juga mendapat julukan sebagai " The King of Goblin ", selanjutnya adalah seorang pembunuh berantai bernama Giruga, orang itu selalu dalam kondisi tatapan kosong dimatanya... Dan yang terakhir....."


Belum selesai menjelaskan, dari samping jendela tempat Taros dan Abaddon berbicara, terdapat seorang pria yang berdiri di atas jendela kemudian mengatakan...


" Terakhir aku, William si penembak jitu berdarah dingin tanpa ampun, bukan?..."


..


..


.


Taros langsung mengeluarkan sihir api berskala nuklir kehadapannya sambil berkata.


" Itu tidak sopan! Yang Mulia ada dihadapan mu!.."


..


William langsung seketika menghindarinya kemudian muncul kembali tepat di belakang Taros sambil menundukkan tubuhnya, posisi kehormatan dihadapan Raja iblis, kemudian dirinya mengatakan...


" Untuk sebelumnya maafkan aku,, apakah ada yang harus kulakukan, Yang Mulia?..."


..


.


Abaddon mengatakan..


" Tidak ada, William.. sekarang Ikutilah aku, mereka telah menunggu..."


Abaddon membalikkan badan kemudian dirinya akan berjalan menuju ruangan bawah tanah tempat Rapatnya diadakan, dengan kekuasaannya, Abaddon dapat mengetahui keberadaan orang-orang sekitar dalam skala yang besar..


" A..ah, baik!!..."


Diikuti dengan William dan Taros...


..


..


..


Sementara itu, di Ruang bawah tanah, tempat mereka mengadakan Rapat, kesembilan jenderal telah berkumpul..


" Provelser, apa kau masih belum menghasilkan apa-apa dari penelitian mu kali ini?..." ucap Saaki yang mengejek Provelser..


Provelser membalasnya..


" Diam lah kau wanita ******, jika penelitian ku berhasil, aku akan menciptakan suatu maha karya yang besar! dan dengan itu juga Kekuatan ku akan bertambah pesat!! Hahaha..."


Kemudian Sofie mengatakan.


" Lagi-lagi tentang kekuatan, apa kau tidak ingin bersenang-senang, huh?..."


.


" Apa yang kau katakan, Sofie... Aku sudah lama bersenang-senang dengan caraku sendiri, lagipula bersenang-senang tidak melulu soal berkumpul dan tertawa, bukan?..." Ucap Provelser...


" Akhh... Sudahlah, kau pria yang merepotkan, aku ragu ada wanita yang ingin bersama mu..." Sofie yang muak mendengar kata-kata Bijak Provelser...


..


Provelser pun menjawab.


" Wanita? Siapa yang peduli dengan omong kosong tentang itu..."


.


Olixier yang tidak tahan melihat keributan mereka mengatakan..


" Sudahlah diam! Jika Yang Mulia ada disini, aku yakin kalian akan dihempaskan ke udara..."


" Benar itu benar.." ucap Qeryz..


.


Minje masih tidak dapat mengatakan apapun hanya diam duduk sambil memejamkan mata.. Begitu juga dengan Poro...


Tetapi Giruga tiba-tiba mengatakan ..


" Lihat ini, keroco-keroco lemah yang selalu berbicara Omong kosong, kalian semua tidak berguna di pertempuran kelak..."


..


.


.


Terdiam...


.


......................


......................


...


Seketika satu Ruangan tersebut tiba-tiba dipenuhi dengan Aura negatif pembunuh yang kuat! Terutama Provelser... Dirinya terlihat terganggu dengan perkataannya, sehingga dari dahinya keluar satu tanduk.. dirinya mengatakan..


" Heh?! Kau cukup pintar berbicara ya, paman pendiam yang sok kuat?..."


Begitupun dengan Saaki dan Sofie, mereka mengeluarkan sayap dan memunculkan tanduk di kepalanya dengan mengatakan secara bersamaan..


" Sedari dulu, aku terganggu dengan keberadaan mu, sebelum Yang Mulia muncul disini, aku akan membunuhmu!...."


...


.


Giruga yang menunggu saat-saat tegang seperti ini tercipta, dirinya mulai kembali memprovokasi mereka..


" Hahaha, menarik... Apakah sebegitu bencinya kalian padaku? Aku tidak peduli, kata-kata tentang membunuh itu membuat ku tertawa... kesampingkan itu.. Kalian tidak akan dapat membunuhku!..."


disini Minje merasa secara tidak langsung Giruga telah meremehkan dirinya, Minje membuka matanya kemudian dirinya menodongkan tongkat kayu yang dipegangnya sambil berkata..


" Giruga, aku tidak tahu apa yang membuat mu percaya diri seperti itu, tetapi...."


" Ada apa, pak tua Goblin? Apa kau ingin melukai ku atau bahkan membunuh ku menggunakan tongkat kayu kecil mu itu ? Hahahah..."


Poro yang mengetahui jika Minje menggerakkan Tongkatnya kepada seseorang, itu berarti dirinya sedang dibuat tidak nyaman olehnya..


..


" Membunuh mu itu mudah, seperti..."


..


" Kkwakkkhhhs!!!!..."


..


Minje mengeluarkan sihir angin yang membuat lubang di perut Giruga...


" Sialan kau pak tua!..."


Giruga seketika mengeluarkan senjatanya berupa Rantai yang panjang, diketahui rantai itu di tempa oleh pamannya..


" Mari kita lanjutkan ini di atas, Minje!..."


..


.


...


Abaddon yang mengira bahwa hal ini akan terjadi terutama pada Giruga, dirinya berjalan menuju ke ruangan bawah tanah dengan mengeluarkan tekanan sihirnya yang kuat, sembari berjalan, aura intimidasi dia ciptakan, itu membuat tubuh seseorang didekatnya menjadi berat layaknya gravitasi yang tertekan, sambil berjalan dalam kondisi membungkuk.. hal itu yang dirasakan oleh William..


" Akhh... Hei! Bagaimana bisa kau baik-baik saja, Taros!.."


Taros ternyata tidak terkena dampaknya terhadap aura intimidasi Abaddon, dirinya hanya mengatakan.


" Entahlah.."


.


..


Sementara itu, Situasi di Ruang bawah tanah yang sebelumnya penuh kekacauan, kini mereka semua duduk terdiam, keringat dingin mereka keluarkan berharap situasi tidak bertambah buruk, tidak ada satupun yang berani mengucap satu katapun, mereka mengetahui bahwa kini Raja iblis Abaddon sedang tepat berada di depan hadapan mereka!


Benar, Abaddon telah muncul tepat di depan mereka semua, berdiri layaknya pemimpin, dirinya pun mengatakan..


" Ini gawat, kalian telah membuat ku kecewa... Dengan kekuatan kalian saat ini, aku ragu kalian dapat bertahan jika melawan Taros..."


..


..


Sementara itu, William yang kini hanya berdua dengan Taros berkata.


" Taros, berhentilah berlagak menjadi seperti seorang tangan kanannya..."


Taros yang bertanya apa maksud dari perkataannya..


" Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, William..."


William pun mengatakan semuanya..


" Pada saat malaikat itu turun kepermukaan, seketika kami semua para jenderal pingsan tak sadarkan diri, namun nyatanya sebelum pingsan, aku melihat dirimu tersenyum lebar sambil berkata... Oh tuan Raizel, aku akan menunggumu.., bisa kau jelaskan maksud dari perkataan mu itu, Taros?..."


Taros hanya terdiam....


" Ada apa, Taros? Apa kau ingin mengkhianati Yang Mulia?!.."


Merasa semakin terpojok, Taros berkata..


" Hm... Saat itu, setelah ratusan tahun.. aku akhirnya dapat melihat langsung kekuatan Raja iblis, sejak kecil aku selalu mengagumi keindahan dan kekuatan yang dimilikinya sehingga saat itu aku berharap Malaikat Raizel dapat membuat Raja iblis mengeluarkan Sihirnya, jika seandainya Raja iblis dikalahkan oleh Raizel, maka tidak ada alasan aku melayaninya... Tetapi itu semua akhirnya tidak terjadi..."


Setelah mengatakan itu, Taros langsung pergi menghilang dengan Instant teleport-nya....


..


Kembali setelah Abaddon mengatakan itu, kini dirinya duduk di singgasana yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, setelah Abaddon telah duduk, Taros datang menghampirinya, meminta izin kepada Raja iblis Abaddon untuk memulai Rapat, kemudian mengatakan..


" Yang Mulia, kurasa aku akan mulai membahas rapat yang akan kita adakan, izinkan saya memulainya..."


" Tentu..."


" Dengan segala hormat, aku berterimakasih..."


..


Taros kini telah berdiri dihadapan para jenderal, dirinya akan mengambil alih posisi pimpinan sementara, melihat itu, ada sebagian jenderal-jenderal yang tidak menyukainya..


" Tch, Taros, kupikir dirimu seharusnya tidak se-sombong itu..." Ucap Provelser dengan kerutan pada dahinya serta gaya bicaranya yang tidak mengenakkan..


Dengan nada bicara yang dingin, Taros berkata.


" Apa ada masalah, Provelser?..."


Entah kenapa, tanpa alasan yang jelas disini Provelser seperti sudah lama membenci Taros, pada saat dirinya akan membalas pertanyaan itu, tiba-tiba matanya tertuju pada Abaddon...


" T..tidak, cepat selesaikan, aku harus cepat-cepat memulai kembali penelitian ku..."


..


..


" Baiklah...."


Taros akan menjelaskannya...


" Langsung saja pada intinya, untuk kesepuluh jenderal Yang Mulia Abaddon yang terhormat, kalian masih terbilang lemah..."


..


Seketika satu Ruangan tersebut lagi-lagi dipenuhi oleh aura membunuh yang pekat, dirinya pun disekelilingi oleh mata mata yang seperti mengatakan..


Poro tidak dapat memahami apa yang dikatakannya..


" Apa maksudmu, Taros?"


Begitu juga dengan Olixier, berbicara dengan tangan bersila.


" Aku yakin itu merupakan penilaian mu yang lama, mengingat belakangan ini kau belum sama sekali berlatih tanding melawan salah satu dari kami..."


" Tidak, tidak begitu, kau salah, Olixier... Penilaian ku itu mutlak, Yang Mulia juga setuju dengan apa yang ku terangkan.."


Jelas Taros..


Sofia dan Saki sudah tidak tahan di rendahkan dalam hal kekuatan, dua wanita itu berdiri dari duduknya kemudian menghampiri Taros dan mereka berdua mengatakan..


" Berhenti menilai-nilai orang lain, aku muak dengan mu, Taros..." Mereka berdua mengatakannya sambil memegang dagu Taros...


Taros yang menerima banyak intimidasi dirinya hanya tenang, yakin dapat merapihkan mereka semua, tetapi.. arti kata Rapih disini adalah...


" Sofie, Saaki, Provelser, Poro, Olixier, Qeryz, Giruga, Fer'o, Minje, dan kau, Jika itu orang lain dan bukan aku atau Raja, kau sudah bisa membunuhnya, tetapi sayang sekali ya, William..."


..


" Eh? Kau dapat mengetahui ku, toh? Padahal bersembunyi di bayangan seseorang itu cukup sulit diketahui... kau memang hebat, tuan tangan kanan..."


Sebelumnya, William sudah pergi bersamaan ketika Taros menggunakan sihir Instant teleport, dirinya masuk ke tubuhnya kemudian berubah menjadi pantulan bayangan yang ada dibawahnya itu, kapanpun dan dimana saja William dapat membunuh seseorang yang dimasuki oleh dirinya yang telah berubah menjadi bayangan, dengan lompat keluar dari bayangan kemudian menarik pedang dari tubuhnya lalu memotong kepala seseorang... Benar-benar metode pembunuh Assasin yang mengerikan..


Lanjut


" Jadi, kenapa kau menyebut nama kami?..." Kata Qeryz


Kemudian Taros pun melanjutkan..


..." Benar, kalian semua akan bertanding melawan ku, secara serius tentunya..."...


..


..


..