
Kini, disetiap tempat persembahan yang ada di dunia, mereka diwajibkan untuk memberikan persembahan untuk Sedna sebagai penyelamat dari kehancuran dan Dewi kesuburan, itu karena mereka belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, mereka hanya mengetahui cerita yang dibuat-buat sendiri olehnya yang terdapat di selembar kertas suci, di dalam selembaran kertas suci itu tertulis bahwa dahulu kala Raja iblis telah mengamuk, karena amukannya itu Raja iblis telah membunuh dan melenyapkan satu kerajaan, dengan suara tertawa yang keras, menggema di seluruh tempat, Raja iblis berdiri di atas tumpukan mayat, melihat kekejamannya membuat sang Dewi Air Sedna murka dan datang untuk memusnahkannya dan menolong orang-orang yang masih selamat, tetapi sayangnya Raja iblis saat itu selamat, akibat serangan kuat dari Dewi Sedna, Raja iblis kehilangan satu tanduknya yang kemudian itu menciptakan sebuah Danau Raksasa yang bernama Se`eana.
.....
" Aku memang kehilangan satu tanduk ku, tetapi itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Sedna, dan memang saat itu aku ingin berencana untuk melakukan invasi, tetapi saat itu juga aku harus menghadiri pertemuan ku dengan para Elf, dan.... Semuanya..... Dewi ****** itu akibat dari semuanya!!!..."
Pada pegangan kanan dan kiri, terlihat telapak tangan Raja iblis mengepal sangat kuat menandakan bahwa dia sedang dibuat tidak nyaman oleh sesuatu, setelah menenangkan pikiran.. Raja iblis berkata kepada Taros tentang..
"Kesampingkan itu, Ferr'O, William, Olixier, dan Poro, setelah kau berhasil memilih mereka, apa yang akan kau lakukan kepada Giruga, Minje dan Qeryz selanjutnya, Taros?.."
"... Melalui pengukuran ku, hanya orang-orang yang di atas atau setara dengan ku saja lah yang dapat menghindari Chosen..."
Curiga Abaddon melirik dengan tajam...
" Itu tidak menjawab pertanyaan ku..."
".. maaf tuan, aku akan kembali ke tempat itu dan mengakhiri pelatihan ini, aku segera kembali..."
.
Saat ini, Taros telah kembali ke tempat para jenderal kini berada, dan dirinya melihat William sedang menyiapkan lingkaran sihir yang sepertinya itu akan segera selesai, melihat itu Taros berkata kepada William..
".. William, itu adalah lingkaran sihir Teleportasi, apa kau berniat untuk segera pergi tanpa perintah Yang Mulia?.."
" Ah, ternyata Taros... Apa-apaan dirimu? pergi seenaknya kemudian datang dengan bertanya-tanya, dengar.. aku benci caramu itu..."
"Jawab aku, William..."
Taros menggunakan mata iblis nya untuk mengintimidasi William..
"... Hei hei, apa kau bercanda? Menggunakan mata iblis itu untuk mengancam ku,... Apa kau serius?.... Taros.."
Kemudian William mengeluarkan tanduk di kepalanya yang memiliki kekuatan yang dapat memanipulasi segala emosi dan perasaan, mulai rasa Takut hingga rasa cinta, Tanduk itu cukup berguna..
".. .... "
Taros hanya terdiam dan kemudian William menjelaskan..
" Yeah, ini adalah sihir Teleportasi ku, aku berencana untuk pergi dari dunia membosankan yang hanya ada kami disini tanpa satu pun makhluk hidup lain, Ferr'O, Poro, dan Olixier akan ikut dengan ku, sementara Minje, Qeryz dan Giruga, mereka tiba-tiba saja pingsan dan sama sekali tak bernafas..."
" Apa mereka telah mati?..." Tanya Taros..
Olixier pun menjelaskan.
" Tidak, mereka tidak bernafas bukan berarti mereka mati, aku mengetahuinya, jika iblis iblis kuat seperti mereka mati, maka tidak lama kemudian mayatnya akan berubah menjadi abu sihir kristal dan lama-lama akan lenyap, sementara mereka sudah satu jam seperti itu...."
Di sambung oleh Poro..
" benar, rasanya melelahkan sekali.... Aku yakin kau kesini untuk mengakhiri pelatihan konyol ini bukan, Taros? Dan hei aku juga mendengar cerita yang menarik soal Sedna dari cerita yang kau dan Yang Mulia ceritakan saat itu, Yhhaaaa~ Dewi yang bernama Sedna itu sepertinya menarik.."
Kekuatan Poro adalah dapat mengetahui semua kejadian, peristiwa, dan cerita yang terjadi di dunia, berkepribadian mirip dengan William yang pemalas, kemampuan pengetahuan dan wawasannya yang tinggi itu terbatas oleh sifat malasnya, ia sering tidur di atap istana, memandangi langit sambil menggunakan kekuatannya untuk mendengar cerita-cerita yang populer dikalangan manusia, dan Poro sebenarnya juga mengetahui tentang Shoji tetapi dia tidak ingin ambil pusing dan mengabaikannya...
"... Hm..... Poro, Olixier, Ferr'O dan kau, William.. aku tidak peduli dengan kalian tetapi ini adalah perintah Yang Mulia, segeralah pergi dari sini dan kembali ke istana.."
Mendengar Taros yang tiba-tiba mengatakan itu, William penasaran..
" Memangnya kenapa? Tanpa kau suruh juga aku akan segera pergi dari sini,..... lihat, Damoundo!...."
William telah selesai menciptakan sihir Teleportasi yang cukup besar, ya... Walaupun itu membutuhkan sedikit effort karena Teleportasi bukan keahliannya....
" Poro, Ferr'O, Olixier... Kalian semua kemarilah, Cepat! Dalam hitungan tiga tidak kesini aku aka..-"
Belum selesai menghitung, mereka bertiga dengan cepat telah berada di dalam sihir Teleportasi-nya...
Poro pun tersenyum meledeknya..
" Kau benar William, dalam hitungan tiga detik tidak kesini, itu berarti kau pecundang, Satu....Du-.."
" Brengsekk!!.."
dengan begitu, mereka semua pun pergi, sementara itu beberapa saat setelah mereka pergi, Taros telah mengucapkan sebuah mantra sihir..
" Hen curl lackh, englnyap, Za Emba ing Khan muada khu..."
Setelah Taros mengucapkan mantra, tiba-tiba dari dalam tubuh Qeryz, Giruga dan Minje, keluar sebuah bola putih yang sepertinya adalah jiwa, bola-bola Jiwa yang masing-masing adalah jiwa mereka, Taros berencana untuk memakan jiwa mereka lalu kemudian dirinya akan menciptakan satu makhluk hidup dari penggabungan jiwa mereka..
" Ketiga jiwa ini, sepertinya cukup..." Taros pun membuka sebuah lingkaran neraka dari bawah tempat ia berpijak dan kemudian dia akan meletakkan jiwa-jiwa itu kedalamnya. .
Mantra yang sebelumnya ia ucapkan bukan lah mantra untuk mengangkat jiwa, melainkan itu adalah suara panggilan yang Taros panggil agar para iblis dapat mendapatkan tubuh fisik dan menjadi bawahannya..
" Jadi, kita lihat... Siapa yang akan mengambilnya.."
Itu seakan seperti pemancing yang baru saja melemparkan umpan ke dalam laut, semakin banyak umpan yang diberi makan semakin besar peluang mereka untuk dapatkan sesuatu yang hebat, itu adalah apa yang Taros lakukan sekarang.. ...
".. oh? Nampaknya aku mendapatkan satu dan ini sepertinya cukup menarik.."
Dari bawah Neraka, pemandangan yang penuh perang dan darah, tidak ada belas kasihan antar sesama, tidak ada keharmonisan, hanya tersisa satu keputusasaan yang besar, pada saat sebuah Gerbang terbuka di atas langit mereka yang gelap, para Iblis itu akan menghampirinya dan kemudian akan mengambilnya, tetapi itu semua tergantung seberapa banyak dan kuat jiwa yang mereka para pembuka gerbang itu persembahkan.
Dalam kuantitas, Qeryz, Minje dan Giruga memang hanya berjumlah tiga orang, tetapi jika dalam perhitungan kualitas, masing-masing dari mereka setara dengan enam ratus enam puluh enam ribu jiwa! Dengan Total kuantitas yang Taros dapatkan adalah satu juta sembilan ratus sembilan puluh delapan ribu!
Dengan jumlah yang banyak itu memungkinkan para iblis untuk mendapatkan tubuh fisik yang cukup kuat atau lebih dari jiwa yang mereka dapatkan, dunia bawah pun menjadi kacau, jutaan para iblis yang tidak terkendali pun mulai kembali menggila dan mengamuk, suara keras mereka bergema disetiap langit, jika itu terjadi dipermukaan, maka gempa super dahsyat akan terjadi..
Dari dalam kericuhan yang terjadi, di kala para iblis tanpa akal menggila, pada saat para iblis saling membunuh, terdapat satu iblis yang memiliki akal, iblis-iblis yang memiliki akal itu disebut sebagai `Unifiers.
Taros, William serta para jenderal yang memiliki ras iblis rata-rata merupakan seorang Unifiers, kini... Unifiers tersebut sedang berjalan dengan Rantai sebagai senjatanya yang panjang hingga menyentuh tanah, setiap langkah kakinya selalu membekas sebuah jejak Rantai, penampilan itu seperti seseorang yang memiliki darah yang dingin..
"... HUuuh~ satu juta jiwa? apa itu adalah tawaran terbaik saat ini? baiklah..."
Setelah mengatakannya, Unifiers tersebut berlari kencang kemudian membantai para iblis tak berakal itu untuk menciptakan sebuah jalan bagi dirinya...
" Lima ratus, tujuh ratus enam, .... Delapan ratus,.... Seribu.... Tiga ribu........lima, enam, tujuh, delapan sembilan, dua belas ribu, dua puluh lima ribu, dua puluh tujuh, terakhir.... tiga puluh......."
Iblis itu dengan gila membantai tiga puluh ribu iblis tak berakal dengan cepat! Dan kini dirinya berdiri di tumpukan mayat..
".. Kail dan umpan ini,.. sepertinya kau akan mendapatkan Strike, seseorang yang memanggil ku..."
Unifiers tersebut pun telah memakan umpannya dan kini dirinya akan mendapat panggilan summoning oleh Taros...
..
" Tekanan ini .. seorang Unifiers? sesuai dugaan ku,.. kemarilah...."
.
Taros yang menyadarinya pun segera memanggil seorang Unifiers yang dipanggilnya, Taros memanggil Unifiers tersebut untuk muncul ke permukaan, ketika Taros selesai mengucapkan sebuah mantra sihir summoning,.
" Datang dan perlihatkan seberapa berguna dirimu untuk diriku.., als Waffe, erhebe dich!..."
Tiba-tiba muncul sebuah lingkaran sihir di langit yang membuat cuaca disekitarnya menjadi gelap, dan dari dalam lingkaran sihir tersebut muncullah seseorang yang telah memakan umpannya, seorang Unifiers tak bernama, rambut nya gelap dengan gradasi Ungu, tanduknya meruncing ke belakang, mata nya tajam setajam silet serta pakaiannya yang berantakan itu kini muncul dari langit dan berkata. .
"... Satu juta jiwa bukanlah hal yang kecil juga besar, dirimu yang mampu mengambil resiko dari pemanggilan ini adalah hebat, ku akui.., jadi ......."
Unifiers tersebut telah sampai di permukaan...
Taros yang melihat seorang Unifiers itu pun segera memberinya satu peringatan..
".. panggil lah aku Taros, tanpa gelar juga kehormatan, tetapi ada satu orang yang harus kau junjung tinggi, beliau adalah yang membentuk kembali dunia neraka sehingga seorang Unifiers seperti kita dapat tercipta, beliau lah yang memegang kendali atas watak asli para iblis, beliau adalah Yang Mulia Raja Iblis Abaddon.."
..
" Yang membentuk kembali dunia neraka? Memegang watak asli para iblis? Maksud mu, beliau adalah Yang Mulia Raja iblis Abaddon, kami semua yang berada di dunia bawah Neraka tentu sudah mengenalnya, pada saat itu ketika dirinya mendeklarasikan sebagai yang terkuat hingga membawa enam orang dari tujuh total para Unifiers, dan aku adalah Unifiers terakhir sama dengan mu, Taros... Tolong berilah aku sebuah nama..."
Taros pun segera memberikan sebuah nama..
" Unifiers terakhir.... Baiklah, nama mu adalah Mergeus...."
Pemberian nama berhasil, kini penampilan Mergeus berubah menjadi lebih baik, Tanduknya pun transparan ( tidak menghilang).
".. Aku, Mergeus.. nama yang cantik.."
...
Setelah selesai dengan urusan pemanggilan hingga pemberian nama seorang Unifiers, Taros pun segera pergi dengan Mergeus dari tempat nya menuju ke istana Abaddon, pada saat didalam perjalanan, Taros sengaja tidak menggunakan sihir Teleportasi perpindahan dimensi, dirinya hanya terbang dengan kecepatan tinggi yang mana itu melewati beberapa jajaran planet, Mergeus tidak berkata apa-apa..
Setelah tiga puluh detik di perjalanan, kini Taros kembali ke Planet tempat Istana Raja iblis berada dan dia kini sudah berada tepat di depan Abaddon..
" Maaf sedikit lama Yang Mulia, aku telah mendapatkan seorang Unifiers terakhir ini yang bernama Mergeus..."
Ucapnya
Mergeus pun segera menundukkan diri untuk perkenalannya..
" Aku adalah Mergeus, seorang Unifiers dengan kekuatan Rantai pemusnah, aku cukup percaya diri mengatakan aku lah yang terkuat setelah Taros, untuk itu izinkan aku berada di bawah pimpinan mu, Yang Mulia Raja iblis Abaddon..." Ucapnya.
Mendengar perkataannya yang menjengkelkan, William pun merasa kesal dan berkata sambil memancarkan aura iblis terkuat nomer tiga setelah Abaddon,Taros dan dirinya..
" Katakan sekali lagi tentang kau yang terkuat setelah Taros, Nak...."
Itu membuat Mergeus berkeringat dingin, dia tidak menyangka iblis sekuat mereka tidak memancarkan aura kekuatan, seakan itu tertahan dan tidak memancarkan aura ketakutan apapun, oleh karena itulah Mergeus sebelumnya berani mengatakan hal itu, kini... Dirinya sudah mengetahuinya bahwa seorang iblis yang terpanggil di dunia manusia oleh sihir summoning maka sihir iblis itu akan tersegel dan hanya dapat dibuka oleh seseorang yang memanggilnya..
Mergeus pun berkata kepada William..
" Tidak, maafkan aku yang lancang, aku akan melakukan yang terbaik kedepannya.."
.....
Dan setelah beberapa penjelasan singkat tentang pasukan Raja iblis Abaddon lalu mereka berhasil mendapatkan satu seorang Unifiers terakhir, kini cerita akan kembali pada petualangan Shoji serta rekan-rekannya yang saat ini sedang menuju kerajaan Durui, sudah satu hari mereka didalam perjalanan...
Di dalam perjalanan Shoji bertanya kepada Astaroth tentang detail nama dari kesepuluh Dewa..
".. Astaroth, sebelumnya aku yakin sudah mengetahui nama-nama mereka, tetapi aku melupakannya... Bisa kah kau kembali memberi tahukan nya pada ku?..."
Astaroth menjelaskan..
".. tentu, aku akan menjelaskan mereka semua serta detail dari daerah pemuja terbanyaknya, pertama adalah Avenir, kau sudah mengetahuinya dan sudah pernah bertemu dengannya, di kerajaan Flo terdapat banyak tempat ibadah yang memuja Avenir.... Dan-..."
Penjelasannya terputus oleh Shoji
" Sudah, cukup beri tahu aku nama-nama nya saja..."
kemudian Astaroth kembali menjelaskan..
"... Ini akan singkat, aku akan menjelaskan mereka dari yang terlemah hingga terkuat, meskipun begitu, yang terlemah diantara mereka merupakan yang terkuat di antara semua makhluk hidup, dalam urutan kesepuluh ada Avenir, kau tentu sudah menyadarinya, saat itu dirinya bagai monster tak tersentuh, dan Avenir sesuai pengukuran ku adalah yang terlemah di antara mereka..."
Mendengar penjelasan Astaroth mengenai Avenir yang terlemah membuat Shoji tiba-tiba berkeringat dingin, Ryzen yang melihat itu merasa aneh dan menanyakan..
" Ada apa tuan?"
" A..ah, tidak... Kita akan masih harus berjalan, lihat.. didepan sana ada desa kecil untuk menginap..."
Shoji menunjukkan jari telunjuknya ke arah sebuah pedesaan kecil untuk menginap
"...ya, Aku melihatnya, tetapi itu masih cukup jauh dan hanya terlihat sebuah menara yang terbalut dalam kabut saja.. Hebat sekali anda dapat melihat jarak yang cukup jauh dengan jelas, Tuan..." Ucap Sylvia..
Roxxie yang sedari tadi kelelahan ingin sekali terbang pun bertanya kepada Shoji kenapa mereka tidak terbang saja...
" Tuan, kenapa kita tidak terbang saja? Kaki ku terasa berat..."
Bukan Shoji yang menjelaskan tetapi adalah Ryzen.
".. terbang tidak diperlukan dalam sebuah petualangan, dan ini juga membuat sebuah latihan kecil untuk mengatur tekanan fisik mu supaya lebih kuat, Roxxie ..."
Roxxie merasa tidak nyaman dan dia tanpa sadar mengejek Ryzen .
"... Tch, aku tidak bertanya kepada mu dasar mata empat bersayap..."
Ryzen yang juga dari tadi muak mendengar Roxxie yang sering mengeluh pun berkata...
" Siapa yang kau sebut mata empat bersayap, bajingan? Berhenti mengeluh, kau membuat perjalanan menjadi merepotkan, dasar otak jagung.."
Mereka mulai saling mengejek kembali..
" Hei hei sudah lah, heii~..."
seperti biasa, Sylvia sedang berusaha memisahkan pertikaian mereka...
" Haha..."
Shoji pun kembali bertanya kepada Astaroth..
" Jadi, Astaroth.. siapa ke sembilan Dewa-dewa lainnya?..."
Astaroth menjelaskan kembali .
" Dalam urutan ke sembilan, ada satu dewi perempuan yang mendominasi segalanya tentang Air, Dewi itu adalah Sedna, selanjutnya dalam ke delapan ada seorang Dewa penggila pertarungan satu antar satu, pria besar dan tanpa rambut itu adalah Boombie, di urutan ke tujuh adalah tempat seorang dewa kegelapan tanpa fisik, dia juga menolak segala pemujaan terhadap dirinya, dewa itu adalah Vide, lalu di urutan ke enam terdapat seorang Dewi perempuan kembali yang Dewi itu bernama Nyranius, merupakan seorang Dewi yang memiliki sikap kepemimpinan, tindakan nya selalu bijaksana juga Kuat, dan di urutan ke lima Dewa pemanah, mirip dengan Apollo, kemampuan panahnya merupakan yang terbaik dari mereka, dengan rambut panjangnya, kedua matanya selalu tertutup tetapi panah 100% akan mengenai target, adalah Nozakti, dan di urutan ke empat ada Dewa Bumi, merupakan Dewa yang paling terkenal di Planet Bumi, pengikut nya banyak tetapi ajarannya sesat, Dewa ini hanya memandang pengikutnya sebagai Pion, Ondara/Ondirus... dalam urutan ke tiga ada seseorang yang Sifatnya pendiam, berkharisma, tampan dan dingin, cenderung merendahkan mereka yang lebih lemah darinya, itu adalah Allero.... Dan terakhir adalah si urutan ke dua, Dewa penciptaan, dirinya pernah membuat populasi Bumi meledak Sehingga Bumi terpaksa dihancurkan lalu diciptakan kembalu dikarenakan Dewa ini dengan sangat mudah menciptakan kehidupan, adalah Revenir Vie...."
Dalam penjelasan yang membingungkan itu, Shoji bertanya kenapa berhenti di nomor dua...
"... Mereka semua sepertinya sangat sangat kuat, tetapi mengapa hanya terakhir dan diakhir oleh dewa nomor dua, Revenir? Apakah kau tidak mengetahui siapa si nomor satu? ..."
Astaroth yang terdiam saat itu pun berkata. ...
" Benar, aku tidak mengetahuinya...."
Shoji yang merasa ada yang aneh dengan Astaroth, dirinya merasa tidak perlu bertanya kembali...
" Walaupun sedikit memusingkan kepala, tetapi dalam garis besarnya aku paham, jadi.... Apakah mereka semua jahat?.."
Mendengar pertanyaan Shoji yang tiba-tiba itu pun Astaroth tidak segera menjawabnya, dia sempat terdiam dalam tiga menit, setelah itu Astaroth berkata...
" Jahat dan baik, kau tidak dapat mendeskripsikan mereka sedetail itu, Shoji..."
..