
Mereka berdua baru saja ingat tentang itu, Ryzen ingin Shoji cepat-cepat menuju ke Asosiasi Petualang yang mana itu tepat di samping kanannya, Shoji ingin mendengar alasan apakah wajib untuk menjadi seorang petualang? Ryzen menjelaskan..
".. itu tidak wajib tuan, tetapi jika itu anda maka menjadi seorang petualang mungkin wajib, karena pasti tuan akan masuk dan keluar kerajaan lain, dengan adanya kartu petualang sebagai kartu identitas, anda bebas dapat masuk dan keluar dari suatu kerajaan tanpa membayar pajak apapun dengan nyaman ..". Jelasnya ..
" Ho~... Ternyata itu cukup penting ya,.. hmm...... Kalau begitu ayo.."
Shoji pun memasuki Asosiasi Petualang, disitu dirinya mendapatkan sebuah sambutan yang tidak biasa, yang mana terdapat beberapa orang... Sekitar tiga orang yang menghalanginya untuk menuju meja resepsionis, salah satu dari mereka adalah seseorang yang kemarin malam tangannya Ryzen lenyapkan...
"... Bang! Itu dia orangnya!! Dia... Dialah yang melakukannya!.." Petualang yang kemarin songong dan berlagak kini berubah menjadi seorang penjilat keadilan..
"..huhh??!!!!!! Jadi itu kau, anak manis?!.." ucap seorang pria besar yang sepertinya dia adalah pemimpin mereka..
".. apa maksudmu, botak?.." Roxxie dengan santai mengejeknya..
"... Jika kau tidak ada urusan apapun maka minggirlah, bau badan mu menghalangi jalan kami.." Roxxie masih mengejeknya..
..
Shoji menepuk pundaknya sambil berkata kepada Roxxie..
"..h..hentikan itu Roxxie, sebaiknya ini kita diam kan saja untuk beberapa saat.."
"..Tapi tuan, Pria itu benar-benar menjengkelkan! Orang yang tangannya buntung itu semalam benar-benar memiliki sifat yang berbeda dari sekarang!..." Roxxie masih tidak dapat menerimanya..
"..itu tidak benar bang! kemari malam seperti biasa, Aku hanya selesai memberikan setoran misi lalu aku keluar dengan baik..." Petualang ini mengubah kenyataan yang sebenarnya ..
" Itu tadi.. dengar? Jadi, bagaimana aku harus melanjutkan ini? Dengan duel? Baiklah baiklah Hahaha, aku mengerti... Mari duel bersama ku!..."
..
Menny melihat dengan jelas ada keributan di depannya, tetapi dia tidak berani untuk memisahkan mereka, karena petualang kelas B yang bernama Gogo ini terkenal kejamnya, begitu juga dengan para Petualang - petualang lainnya yang merasakan hal yang sama.
Dari raut wajah Menny terbaca jelas di mata Shoji..
".. oh, begitu ya .... Orang ini mungkin preman yang ada di pasar pasar... Mungkin, seperti itu? Entahlah..." Ucapnya didalam hati.
".. baiklah, jika itu yang kau mau aku dapat meladeninya!..." Ryzen menerima tantangan itu..
Shoji dan Roxxie pun menjauh sedikit memberi jarak dar Ryzen, Shoji tidak ingin menghentikannya karena dia pasti berpikir jika Ryzen ingin bertanggung jawab atas tindakannya..
"..kwahahaha Cebol, biar kutebak, seseorang berambut biru yang norak itu adalah tuan mu? Hahahaha, orang itu terlihat seperti tuan muda yang manja, kau pasti kesulitan ya mengurusnya, aku paham, loh..." Pertarungan belum dimulai tetapi Gogo telah mengejek Shoji tepat dihadapan Ryzen dan Roxxie....
"..berhenti disitu..."
Gogo tidak mendengar ucapan Ryzen, setelah mengatakannya, Gogo pun mengepal tangan kanan nya yang diselimuti energi sihir itu, dia pun berkata..
".. dengar ini, jika pukulan ini mengenai mu, maka itu akan mengabaikan pertahanan mu dan menghancurkan beberapa organ dalam mu langsung loh, mungkin tulang mu? Paru-paru? Jantung? Entahlah, HAHAHa..."
Setelah mengatakannya, Gogo langsung berancang-ancang untuk melakukan serangan, tetapi sebelum melakukannya, Ryzen berkata..
".. organ dalam, ya? Kau tahu...? Aku kenal dengan seseorang yang dengan mudahnya melenyapkan sihir, orang itu menonton disini jadi aku akan segera menyelesaika--.."
Melesat! Ryzen belum menyelesaikan perkataannya itu pun langsung terkena pukulan mentah dari Gogo! Hal itu membuat Ryzen terpental ke tembok.
" A...ada apa itu?! Aku harus pergi melihatnya!.." Sylvia pergi untuk memeriksa apa yang sedang terjadi di dalam Asosiasi Petualang..
"..R..Ryzen!!.." ucap Shoji yang khawatir karena mendengar penjelasan tentang pukulan itu mengenainya maka itu akan menghancurkan beberapa organ dalam..
" Waahh!!! Kau hebat bang! Dia pasti saat ini telah menjadi bubur!.."
" Kau hebat, Bang!..."
Gogo tertawa karena mendapatkan pujian dari keroco-keroco nya. .
" Aku sepertinya ingin melihat keadaannya, apa yang hancur ya?..."
Pada saat Gogo ingin pergi memeriksa Ryzen yang terpental, di dalam kabut debu yang tebal itu membuat Gogo tidak dapat melihat dengan jelas, ketika hanya beberapa langkah didepan Ryzen,
.
"..a..apa itu..."
Gogo mendengar suara lemah lembut yang menyeramkan yang membuatnya tiba-tiba berkeringat dingin, suara itu berbunyi..
"... Ingin pergi kemana kau?.."
Benar, itu adalah Ryzen yang saat ini tepat berada di belakang Gogo!
Ryzen menodongkan jarinya tepat dibelakang kepala Gogo, kemudian dia pun melancarkan tembakan sihir yang menembus..
" Mungkin kepala? Tidak, aku tidak sekejam itu,.. boom..."
..
Sihir itu menembus pundak tangan kanannya! Gogo pingsan tak sadarkan diri.
"..Abang!! Bertahanlah, kami akan segera membawa mu!..."
Keroco-keroco termasuk petualang tangan buntung itu segera pergi menghampiri Gogo dan mereka juga segera pergi sambil berkata..
" Tunggu pembalasan kami, brengsekkk!!...". Dan Sylvia pun melihat mereka pergi.
"..a..ada apa ini.?" Sylvia bertanya kepada Roxxie..
"..bukan apa-apa, hanya pertikaian Ryzen dengan manusia idiot saja..." Jelas Roxxie yang mengatakan sesuatu yang tidak menjelaskan situasi apapun kepada Sylvia...
"..u..uhm.."
.....
{ Suara sorak-sorai }
"..Wooaahh!!!! Hebat!! .."
" Siapa orang itu! Dia benar-benar kuat!..."
"... Seharusnya Gogo kapok dengan itu! Haha..."
Para petualang yang berada di sekitar pun dibuat terkejut oleh betapa kuatnya Ryzen yang mengalahkan Petualang kelas B yang terkenal kejam itu! Mereka pun bersorak gembira kepadanya! Shoji yang melihat itu segera mengajak Ryzen cepat-cepat menuju ke arah meja resepsionis ..
" Kemarilah, sudah.. sekarang bagaimana aku harus mendaftar?..." Ucap Shoji..
Menny melihat kejadian tersebut, dia kagum dengan kekuatan Ryzen tetapi dia tidak mengatakannya langsung, dia akan menjalankan tugasnya, dan segera memberikan penjelasan mengenai apa syarat menjadi seorang petualang, tetapi sebelum itu Shoji ingin memberikan sebuah nasihat sederhana kepada Ryzen..
" Ryzen, seharusnya kamu bisa sedikit lebih sabar dan tidak memulainya dengan sihir kuat seperti melenyapkan tangan seseorang, aku tidak menyalahkan mu, malahan aku berpikir itu adalah ganjaran yang didapati mereka, tetapi akan lebih baik kamu dengan rendah hati mengabaikannya hingga batas tertentu, atas kejadian barusan semoga kamu dapat mempelajari sesuatu .." ini pertama kali nya Shoji memberikan sebuah Nasihat yang memotivasi seseorang! Ryzen merasa diperhatikan akan perkataannya..
" B..baiklah, maaf sudah menyalahgunakan sihir, Tuan.... Aku sadar diriku masih sangat sangat jauh dibawah mu, untuk itu... Maafkan aku.." Ryzen membungkuk hormat ke arah Shoji..
Shoji pun tersenyum..
Dan sekarang adalah penjelasan syarat-syarat menjadi seorang petualang! Akan dijelaskan oleh Menny..
"..k..kalau begitu,... Syarat pertama adalah kau harus memiliki energi sihir, perlengkapan sihir, senjata, atau apapun yang dapat membantu aktivitas petualang mu, kedua setelah itu kamu akan dibawa ke suatu ruangan khusus yang nantinya disitu kekuatan fisik maupun sihir kamu akan di uji oleh penguji kami yang bernama Torambo, dia adalah petualang kelas A tetapi dapat menyesuaikan diri terhadap lawannya jadi jangan khawatir, jika berhasil melewatinya dengan babak belur kamu akan otomatis masuk ke kelas E, yaitu yang terendah, sebaliknya.. jika kamu berhasil tanpa luka sedikitpun, kamu akan dibawa ke ruangan ketiga, yaitu pengujian total energi sihir,, tes Asosiasi Petualang di seluruh dunia juga sama seperti ini, jadi jangan takut jika ada keganjilan....."
Shoji sudah mengerti, tetapi dia ingin bertanya ..
"... pengujian energi sihir itu... Apa maksudnya?.."
Ryzen menjelaskan..
" Itu adalah suatu tes yang menentukan kelas anda, semakin banyak energi sihir maka semakin tinggi kelas yang anda dapatkan, biasanya terdapat batu Kristal yang nantinya tangan anda akan diharuskan diletakkan di atasnya, setelah itu hasilnya pun keluar..."
".. kira-kira seperti itu..." Ucap Menny..
Shoji merasa ini adalah apa yang harus dia lakukan jika berada di dunia lain, yaitu...
".. baiklah, kapan bisa dimulai?..."
Tangan nya menyapu poni, Dengan nada bicaranya yang sedikit sombong, Dia harus menjadi Petualang yang tadinya lemah dan lama-lama akan menjadi sang legenda!
" Sekarang dan kapanpun yang diinginkan..."
Shoji dan Ryzen pun memasuki syarat kedua karena kebanyakan syarat pertama itu sama sekali tidak berguna....
Menny membimbing mereka berdua untuk memasuki sebuah pintu yang besar yang berada di belakang asosiasi petualang..
".. pintu ini akan langsung menghubungkan kalian dengan tempat Torambo berada, ayo masuk.." Menny memasuki pintunya bersama dengan Shoji dan Ryzen..
" Dan ini, adalah Ruangan Torambo... Sejujurnya ini adalah bekas Dungeon, tetapi karena tempatnya yang strategis maka kami menggunakannya untuk ruangan Torambo.." beberapa penjelasan detail dari Menny..
"..aku tidak melihat satu pun orang disini.." ucap Shoji yang tidak melihat ada siapa-siapa..
" Itu tentu saja, karena sekarang Torambo ada dibelakang kita..."
".. dua atau satu yang menjalankan tes nya? ..." Ucap Torambo, suaranya itu besar dan bergema..
" Satu, seseorang berambut biru ini .., hora.. kalian harus menyapanya..."
Pada saat Menny mengatakan itu, Shoji dan Ryzen terdiam membisu dan mereka hanya memikirkan satu hal..
"... Pria ini berbahaya..."
Itu yang dipikirkan oleh mereka, dan juga Shoji sempat shock karena Menny dapat menyadari keberadaan Torambo dengan jelas dibandingkan dirinya..
" Ada apa?..." Kata Menny..
"..T..tidak, baiklah mari kita mulai!..." Ucap Shoji..
....
Tanpa berlama-lama mereka pun segera membuat jarak pertarungan, pertarungan akan dimulai ketika Menny selesai berhitung..
".. satu, dua...... Tiga, mulai!..."
Pertarungan tes sudah dimulai, hal pertama yang dilakukan Shoji adalah diam mengamati dan siaga sementara Torambo hanya duduk memperhatikannya..
Shoji melesat tepat berada di depan Torambo, sebelum pukulan itu mengenai Torambo, Torambo tidak menghindar, dirinya menerima pukulan mentah itu dari Shoji tanpa terluka atau bergeser dari tempatnya sedikitpun!
"..m.mustahil!..." Tentu saja itu membuat Ryzen terkejut
Setelah melihat itu, Torambo berkata..
"...Aku tidak memiliki urusan dengan seseorang yang memiliki keraguan terhadap dirinya..."
Shoji tidak mengerti apa maksud dari perkataannya itu..
" Apa maksudmu?!.."
Torambo menjelaskan..
"... Pukulan tadi penuh dengan keraguan, aku merasakannya... Kau seakan sedang menahan diri terhadap ku, ada apa? Apa aku salah?..."
Walaupun tidak dimengerti, tetapi Shoji merasa entah kenapa apa yang dia katakan itu benar...
".. begitu ya... Jadi, aku benar? Hahaha... Hahahaha..." Torambo tertawa keras sementara Shoji hanya terdiam..
".. begitu ya, baiklah aku mengerti... Kekuatan penuh, kau adalah tipe seseorang yang hanya ingin melawan seseorang dengan sama-sama mengeluarkan kekuatan penuhnya, bukan? Baiklah..... Ja Rouggs!!!!..."
Torambo teriak mengucapkan Ja Rouggs, yang mana itu adalah segel pembatas dirinya yang terkenal dapat melumpuhkan banyak petualang kelas B dan beberapa orang yang saat ini berada di kelas A, setelah dia mengucapkan itu,. Tubuhnya membesar, kulitnya memanas, tanduk dan rambutnya memanjang, juga mengeluarkan sebuah Gada yang penuh dengan energi sihir!
Ryzen merasa itu adalah hal yang buruk, Menny mengatakan..
".. satu serangan dan dirinya akan berada di kelas E...."
"...tuan ..." kata Ryzen didalam hatinya..
..
" Ughh, sial... Aku merasa lebih lemah dari semenjak aku pertama kali berada di dunia ini... Kau pasti ya yang melakukannya, Astaroth?..." Ucap Shoji didalam Hatinya sambil ingin berkata dengan Astaroth..
Astaroth pun merespon itu dengan berkata..
".. aku menyegel semua kekuatan mu, kamu yang sekarang setara atau lebih lemah dari Ryzen ataupun para bawahan mu, pikirkan lah sebuah perjuangan yang pantas untuk menggunakan kekuatan yang besar ini, Shoji..."
Penjelasan Astaroth barusan sama sekali tidak membantu, Shoji ingin sekali lagi berjuang menghadapinya..
...".. sayatan angin!.."...
...".. Api!!!..."...
..."..Bola api!!.."...
..."... Guntur petir!!!!...."...
..."..bilah angin!..."...
...".. Api!!!..."...
..."..Bola api!!.."...
..."... Guntur petir!!!!...."...
...".. Api!!!..."...
..."...pedang cahaya!!.."...
..."..Bola api!!.."...
..."... Guntur petir!!!!...."...
...".. Api!!!..."...
..."..Bola api!!.."...
..."... Guntur petir!!!!...."...
......................
......................
......................
......................
......................
......................
......................
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...****************...
Berkali-kali dia melakukan usaha untuk menyerang Torambo, tetapi itu adalah hal yang sia-sia.. Shoji kini terlihat seperti orang bodoh yang asal menyerang, Ryzen merasa ini sudah berlebihan..
" .t..tuan, anda dapat melanjutkannya di lain hari..."
Walaupun berkata seperti itu dari kejauhan, Shoji tidak mendengarkannya..
Serangan yang asal itu membuat Torambo kecewa..
" Apa yang sebenarnya dari tadi kau lakukan?.."
Torambo memukul Shoji dengan pukulan seperti sedang menyingkirkan nyamuk..
Shoji terjatuh, dirinya babak belur dan sembilan puluh persen berkemungkinan berada di kelas E..
Pada saat Shoji ingin dinyatakan lulus sebagai kelas E, dirinya bangkit kembali kemudian berkata kepada Menny..
".. berikan akun waktu sedikit lebih lema..."
Jujur saja disini penampilan Shoji sudah babak belur, Menny sampai tidak tega melihatnya, bersamaan dengan itu Ryzen juga sepenuhnya berharap kepada Shoji.
" Apa yang ingin kau lakukan dengan tubuh lemah mu itu? Cepat keluar dan lulus sebagai kelas E, itu akan menyelamatkan nyawa mu..." Kata Torambo sambil mengangkat Gada nya ke atas pundaknya..
Shoji hanya terdiam sambil menyerang secara asal ke arah Torambo .
" Kenapa kau tidak mengatakan apapun? Apa mungkin kau ingin bunuh diri disini? Baiklah aku akan membantumu..." Torambo berniat untuk membunuh Shoji, dirinya menarik Gada besar di pundaknya..
..
"..t..tuan! Hentik--.." ucapannya terpotong oleh Shoji yang berbicara denga Telepati
" Hentikan itu, Ryzen.. ini bukan hanya sebatas lulus sebagai petualang, tetapi ini juga menyangkut kepentingan pribadi ku di dunia ini!..." Ucapnya...
Astaroth pun tiba-tiba berkata sebagai tips dan solusi..
"...coba untuk mencari kembali kekuatan apa yang telah kau gunakan selama ini, aku tidak yakin kamu melupakannya...."
Shoji mengabaikan Astaroth...
".. begitu ya, dari awal kamu memang berencana bermain dengan dia, seakan kamu yang terpojok tetapi sebenarnya tidak... Ya ampun..."
Astaroth mengatakan hal yang tidak dimengerti...
"..Mugandd!!!..." Torambo menarik Gada nya kemudian dia memukulnya ke arah Shoji dengan Gada yang penuh sihir itu...
Waktu diperlambat, seakan terdengar Menny berkata .
...".. hentikan!!!..."...
Jika terkena, saat itu aku yakin aku mati, tetapi aku ingat di detik-detik terakhir ada suara yang berkata di kepalaku, itu adalah..
...".. Kakak akan selalu menyayangimu, Shoji...."...
Alasan bagaimana aku berada di dunia ini dan aku akan pergi dari sini!!. Berkat kejadian itu aku tersadar akan kelemahan dan kesombongan ku...
Waktu benar-benar melambat dan atmosfer pun juga ikut melambat, Shoji yang melambatkan nya atau dia yang bergerak terlalu cepat? .
Shoji yang sedang dalam keadaan terpuruk itu tersenyum tipis sambil berkata ...
".. permainan si lemah dan si kuat, aku ingin yang seperti itu.. Torambo.."
Setelah mengatakannya, Shoji pun menghindari serangan Gada besar Torambo yang tepat berada di depan hidungnya dengan terbang, dan dia juga sempat untuk mendorong Torambo hingga terjatuh dengan sihir anginnya...
Torambo melihat ada yang memiliki kemampuan terbang tanpa merapal sebuah mantra berkata.
" ... Aku tidak menganggap itu kecelakaan loh, anak muda ." Dia tersenyum..
Ryzen terkejut karena dia yakin bahwa saat itu energi tuannya Shoji telah menipis, Ryzen berpendapat bahwa Shoji tidak dapat menghindarinya..
" Aku salah... Ternyata dia, benar-benar seseorang yang diluar nalar .."
Menny terkejut hingga dirinya terjatuh perlahan duduk kepermukaan...
".. mustahil.." ucapnya..
....
...Pertarungan yang sebenarnya akan segera dimulai! Shoji yang kini telah mendapatkan kembali alasan dia harus bertarung, melawan Torambo sang algojo petualang, mereka dalam keadaan baru !...
...