
Oberster Gott, sang Dewa Tertinggi, memiliki kekuatan yang tak terbatas dalam memanipulasi dan mengubah jalannya sebuah cerita. Dengan hanya mengangkat tangannya, dia bisa mengatur alur, karakter, dan kejadian dalam cerita sesuai dengan keinginannya.
Disuatu tempat kosong, hampa berwarna putih, yang hanya berisikan sebuah meja kayu sederhana dan satu pena, terdapat eksistensi yang merancang seluruh cerita ini, benar.
Cerita ini sepenuhnya dipegang, dikendalikan, dan dijalankan olehnya, sebuah keberadaan yang mampu masuk dan keluar dari cerita buatannya sendiri, ini berawal dari seorang pemuda dari dunia nyata yang saat itu menyaksikan teman-temannya, keluarga bahkan sahabatnya yang tertawa memiliki sesuatu yang mereka banggakan, sementara pemuda itu hanya menjadi penonton dari setiap kebahagiaan yang terjadi, hingga pemuda itu merasa betapa kesepian dirinya.
Hingga suatu malam yang hening menghampirinya, hanya terdapat dia dengan pena nya, malam itu, pemuda itu secara tidak sengaja mencoba-coba untuk menulis sesuatu yang membuatnya bisa bahagia.
Dirinya mulai menggambar beberapa karakter fiksi yang tidak jelas berasal darimana asalnya, dengan menulis segala cerita yang berada di dalam tokoh-tokoh yang dibuatnya, pemuda itu merasa dengan kegiatan yang dilakukannya ini dirinya merasa kebahagiaan mulai merangkulnya.
Kebahagiaan dan rasa senang dari menulis semua imajinasi yang berada di kepalanya, kebahagiaan yang ia inginkan, semuanya bisa ia tulis didalam tulisannya.
Pemuda itu benar-benar tersenyum dan tertawa sendiri melihat cerita yang dibuatnya, setiap malam dirinya mulai menulis dan mendalami cerita yang dibuatnya, hingga sampai ke media digital dimana dirinya dapat menulis dan mendapatkan dukungan dari setiap orang yang membacanya.
Hingga akhirnya, Kematian di dalam malam yang sunyi dan kebahagiaan yang hanya dirinya sendiri yang dapat memahaminya kini membawa dirinya masuk ke dalam kanvas putih kosong dan hampa, hingga dirinya sadar bahwa ini adalah kanvas untuk membuat cerita dan menciptakan segalanya, tidak ada bentuk fisik, dan saat itulah dirinya menemukan sebuah tubuh yang abstrak sedang berterbangan di langit-langit putih yang hampa, pemuda itu meraihnya dan mendapatkan bahwa dirinya saat ini adalah Oberster Gott.
Karena mulai memahami segala kekuatan yang dimilikinya, Oberster Gott memanggil dua orang manusia yang berasal dari dunia nyata kedalam dunia buatannya yang dikenal sekarang, Oberster Gott tidak memiliki batasan untuk mengambil segala hak, dengan memberikan kedua manusia itu modal kekuatan yang besar, Oberster Gott mulai bermain dengan permainannya.
Namun, hal yang tidak disangka-sangka terjadi, dimana Oberster Gott tidak mengetahui suatu hal yang tidak diketahuinya.
Sesuatu yang tidak biasa muncul dari dalam tubuh kedua manusia yang dipanggilnya, akhirnya Oberster Gott mengetahui bahwa kedua manusia itu memiliki kekuatan sendiri yang berasal dari diri mereka masing-masing, kekuatan yang sangat besar itu tidak berasal darinya, padahal dirinya percaya, segala hal yang berada di dunia ini semua miliknya, para Dewa yang berasal dari dunia nyata saja tidak bisa menghentikan Oberster Gott, sesuatu yang tidak mungkin dan tidak bisa dijelaskan, memiliki kekuatan yang sangat besar dari semula ditambah kekuatan yang diberikan langsung olehnya dalam bentuk Astaroth dan Void Sharpnes, kedua manusia itu berasal dari Void sepenuhnya, mereka adalah bentuk fisik manifestasi dari kekosongan dan kehancuran.
Melalui segala hal yang diketahuinya, Oberster Gott melihat jauh ke dalam masa lalu jiwa mereka, hingga akhirnya dia menemukan bahwa jiwa kedua manusia itu muncul keluar dari sebuah Black Hole misterius dalam keadaan kumpulan cahaya, kemudian jiwa-jiwa yang berbentuk cahaya itu melesat cepat ke dalam tubuh anak-anak yang berasal dari keluarga normal, cahaya itu memasuki tubuh mereka tanpa memberikan rasa sakit atau apapun, itu hanya seperti menghirup udara.
Setelah cahaya itu memasuki mereka, tidak ada hal supernatural yang terjadi didalam kehidupan sehari-harinya, hanya berjalan normal sampai pada titik kekuatan itu bangkit di dalam dunia ciptaan milik Oberster Gott sendiri.
Sosok Oberster Gott terlalu kompleks bagi seorang pemuda yang menggunakan tubuhnya, pemuda itu tidak sepenuhnya mengetahui segala hal dari apa yang sebelumnya sosok Oberster Gott ini ciptakan, sebenarnya siapa yang memainkan siapa? Apakah pemuda yang muncul didalam kanvas putih kosong tanpa apapun yang menggunakan tubuh Oberster Gott atau sosok Oberster Gott sebelumnya yang telah merancang semuanya?
Atau mungkin, Oberster Gott adalah diri pemuda itu sendiri yang melupakan identitasnya? Mungkin Oberster Gott merasa bosan karena kesendiriannya di ruang putih yang hampa, oleh karena itu dirinya mulai melakukan inkarnasi, sebelum inkarnasi terjadi, Oberster Gott telah merancang seluruh cerita yang akan terjadi sekarang, masa depan dan masa lalu.
Apakah Oberster Gott eksistensi nyata yang berasal dari dunia lain yang melakukan inkarnasinya sendiri ke dunia manusia normal? dirinya menjadi seorang manusia dan manusia itu mulai menulis cerita yang berasal dari imajinasi miliknya, ketika malam yang dingin membunuhnya, Oberster Gott meninggalkan tubuh manusia itu dan jiwanya masuk ke dalam cerita yang dibuat oleh pemuda itu dan menemukan bahwa cerita ini adalah cerita yang berasal dari dunia ciptaannya?
Mungkin, ini adalah cerita yang telah dibuatnya untuk masa depan, tidak ada yang tahu.
Atau dalam penjelasan lain yang ringkas menuliskan.
Dalam cerita tersebut, dimensi dapat didefinisikan sebagai bidang atau tingkatan eksistensi yang berbeda di luar dunia manusia normal. Oberster Gott adalah entitas yang eksis dalam dimensi yang berbeda dan melakukan inkarnasi menjadi seorang manusia untuk menjelajahi dunia manusia.
Selama inkarnasinya sebagai manusia, Oberster Gott hidup dan mengalami kehidupan manusia dengan kemampuan dan keterbatasan manusia. Manusia tersebut, yang merupakan inkarnasi Oberster Gott, mulai menulis cerita berdasarkan imajinasi dan kreativitasnya sendiri.
Ketika manusia itu meninggal pada malam yang dingin, Oberster Gott meninggalkan tubuh manusia dan jiwanya masuk ke dalam cerita yang dibuat oleh pemuda itu. Di dalam cerita, Oberster Gott menemukan bahwa cerita tersebut berasal dari dunia ciptaannya sendiri, yang berarti bahwa pemuda itu secara tidak sadar menciptakan cerita yang sesuai dengan kehidupan Oberster Gott.
Dalam konteks ini, dimensi dapat dipahami sebagai perbedaan antara dunia nyata manusia dan dunia ciptaan Oberster Gott. Oberster Gott, sebagai entitas yang memiliki eksistensi nyata dalam dimensinya sendiri, dapat berinteraksi dengan dunia manusia melalui inkarnasi dan melalui cerita yang dibuat oleh pemuda tersebut. Ini menciptakan hubungan yang kompleks antara realitas manusia dan realitas ciptaan Oberster Gott dalam cerita.
"Abaddon, untuk apa kamu berjalan sendiri di cerita ini?"
Suara misterius tiba-tiba menggema di kepala Abaddon.
"?!.."
Ketika Abaddon ingin menjawab atau menanyakan beberapa pertanyaan penting yang ia miliki, tiba-tiba disekitarnya, tidak.. seluruhnya, seluruh semesta yang dapat Abaddon rasakan bahkan sampai semesta yang terdapat Nakamura Irina berada, waktu serasa terhenti, bukan..
"Semuanya berhenti?!"
Saat itu, ketika Abaddon masih dalam perjalanan menuju ke arah sumber sihir besar milik Avidite, dirinya mendapatkan halangan besar dari sesuatu eksistensi yang ia benci.
Hanya Abaddon sajalah yang diizinkan bergerak dan berbicara secara normal, semua Dewa-dewi hanya terdiam bagai patung tak bernyawa.
"Tepat sekali, benar.. untuk apa dirimu berjalan sendiri didalam cerita ini?.."
Abaddon masih menyimpan dendam yang besar terhadap eksistensi yang bernama Oberster Gott.
"Sangat jarang bahkan ini keduakalinya nya dirimu berinteraksi dengan pion dari cerita yang kau buat..."
Hening sejenak.
"Itu tidak menjawab pertanyaan ku, kamu adalah karakter yang kubuat untuk menghancurkan tokoh utama, dan kenapa kamu memilih melindunginya?.."
Abaddon merasa dia telah berhasil membawa seseorang untuk selamat dari cerita yang dibuat oleh Oberster Gott.
"Tidak ada, ku rasa kamu terlalu besar memberikan kekuatan kepada ku hingga dapat merangkak keluar dari cerita mu.."
Oberster Gott tertawa.
"Merangkak? Keluar dari ceritaku? Itu tidak bisa, tidak dapat diizinkan dan selamanya mustahil.."
Kemudian Abaddon mulai bercerita tentang pertamakali dirinya berbicara dengan Oberster Gott.
"Berjuta-juta tahun lalu, aku masihlah seorang bocah bodoh yang tidak mengenal siapa sosok orang tua ku, bukan karena alasan tertentu, dirimu telah menciptakan ku sebelum kau menciptakan dunia, kau sendiri yang memberikan kekuatan ini kepada ku untuk berbicara dan bertemu denganmu, kau juga yang memberitahukan semua cerita mu kepada ku, kau jugalah yang membuat cerita pertarungan konyol beberapa ribu tahun yang lalu, saat itu ketika kau memberikan kehidupan dan perasaan kepadaku, aku telah memiliki ikatan emosional kuat dengan mereka, namun kau menghancurkannya dengan peperangan bodoh mu itu, kau membuat malaikat, menciptakan dewa dan iblis, kemudian menciptakan manusia dan hewan, dan kau membuat diriku berperan sebagai seorang Raja iblis, alasan dari semuanya itu sangatlah sederhana..."
".."
"Itu karena kau lah yang telah mengubah cerita ini dan mengutak-atik nya! Hentikan kebiasaan ikut campur mu untuk semua ini! Berikan jalan cerita yang alami!."
Oberster Gott hanya berkata.
"Tidak ada jalan cerita yang alami, mereka para tokoh bergerak dan menjalankan cerita pasti telah dikendalikan oleh pembuatnya agar berjalan pada cerita yang telah ditetapkan, kealamian terjadi ketika kamu mati, selain itu, aku hanya perlu merancang cerita ini beserta kehidupan didalamnya dengan konsisten, jika aku berlepas tangan dari cerita ini, kalian semua tidak bisa bergerak atau hidup kembali dan cerita akan berakhir, sungguh.. untuk itulah aku menciptakan tokoh utama dalam cerita ini yang nantinya mereka akan membawa sesuatu yang kau inginkan itu, kealamian..."
Abaddon menjawabnya dengan keras.
"Kealamian!?? Apa yang sebenarnya kau katakan dari tadi!!!? Yang kau lakukan hanyalah mempermainkan mereka semua, menciptakan kebahagiaan kemudian membunuhnya, seharusnya yang memiliki peran Raja iblis adalah kau!!"
Suara keras yang dihasilkan oleh Abaddon itu membuat seluruh semesta bergetar hebat, seakan itu adalah sesuatu yang telah lama ia pendam dan melepaskan semuanya.
Oberster Gott terdiam merasa tidak baik untuk ikut campur lebih dalam, kemudian dirinya mulai meletakkan kembali cerita yang telah dibuatnya dan memberikan kebebasan kepada seluruh karakter yang dibuatnya.
"Kebebasan? Tentu.. itu bisa dicoba, aku telah menyiapkan cerita yang panjang untuk ini, dan Raja iblis, Nakamura Shoji dan Nakamura Irina.. sampai saatnya tiba, kita akan bertemu kembali, sampai jumpa.."
Dengan mengembalikan cerita menjadi semula pada garisnya, Oberster Gott pergi meninggalkan cerita itu agar berjalan dengan kebebasan tanpa ikut campur nya.
Cahaya menerangi seluruh alam semesta dari kedua pihak tokoh utama, keadaan mulai kembali seperti semula, para Dewa tidak ada yang menyadarinya, bahkan Raja iblis itu sendiri tidak mengetahui apa yang baru saja terjadi, dia tidak ingat. Bukan, Oberster Gott membuat Raja iblis melupakan semuanya.
Saat ini, Abaddon masih melanjutkan perjalanannya menuju ke arah Shoji.
Ditengah-tengah perjalanannya, dirinya menemukan seseorang yang sedang berjalan kebingungan tanpa arah.
"Orang itu.."
...