
Ini adalah.... PERTARUNGAN KU!...
Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Shoji membuat Roxxie..
" begitu ya..... tapi, aku ingin mengatakan satu hal.. Kami tidak menyesal pergi bersamamu! Kembalilah jika kau sudah selesai!..."
Itu adalah sikap seorang Pria menghormati pertarungan antar pria, semangat yang Roxxie lihat di mata Shoji membuat Roxxie semakin mengaguminya.
..
.
Kemudian mereka semua keluar dari Gua dan kembali ke posisi semula, yaitu di bawah pepohonan yang rindang, Sylvia menggunakan sihir Recovery kepada Ryzen hanya untuk menjaga tubuhnya tetap hangat tanpa kaku sedikitpun.. kini, Sylvia tidak akan bertanya apapun dan Roxxie tidak akan berkata apapun, mereka hanya ingin berdiri tegak dan bersiap untuk menyaksikan pertarungan Shoji melawan Naga Agung Avidité.
..
" Tidak menyesal pergi bersamaku? Begitu ya?.... Aku mengerti...." Sejak Ryzen tewas, Shoji yang sebelumnya selalu berpikir jika ia hanya seseorang yang menjadi akhir bagi rekan-rekannya yang mengikutinya, mendengar perkataan Roxxie membuat Shoji kembali tenang, ia mulai bangkit terbang kehadapan Avidité dari posisi tubuhnya yang sebelumnya itu terpental kebawah..
Shoji berkata kepada Avidité
" Naga bodoh, aku akan membunuhmu dengan cepat kali ini!.."
Avidité membalas perkataannya
" Cukup kuat untuk seukuran manusia, bocah, apa selanjutnya kau masih menyukai permainan Pukulan? Hahaha.."
Shoji mengatakan
" Tidak, maaf saja itu membosankan..."
Kali ini dirinya berencana untuk menyerang menggunakan sihir
" Aku harus sesuai dengan Role ku sendiri.."
Dirinya ingin menggunakan sihir agar sesuai dan terhubung dengan Rolenya yaitu Mage!
" Apa yang kau gumamkan, bocah?.."
Avidité tidak mengetahui apapun tentang segala macam Role, bukan hanya Avidité, seluruh makhluk di semesta ini, bahkan Dewa sekalipun tidak mengetahuinya.
" Kau tidak menjawab ku..."
Avidité melihat Shoji hanya terdiam
" Begitu ya... Kau tipe orang yang menunggu untuk diserang terlebih dahulu.... Aku mengerti.."
membuka mulutnya.. Avidité mengeluarkan sihir yang sama pada saat dirinya membunuh Ryzen, perbedaan hanya kali ini serangan itu lebih besar berkali-kali lipat dari sebelumnya, " k..kuat, serangan itu Berbahaya!!..." bahkan Roxxie dapat melihatnya, itu adalah..
" DRACCRURYSIER!!!.."
Serangan hebat yang dapat menghancurkan sampai ke jiwa mereka, serangan yang menghancurkan seluruhnya yang terkena seperti hamburan partikel...
Tetapi, Shoji dapat menangkisnya!
Avidité terkejut! Karena serangannya barusan itu cukup kuat untuk menghancurkan planet ini! Avidité memiliki kebiasaan mengeluarkan kekuatan besar terlebih dahulu demi menyelesaikan pertarungan dengan cepat, kali ini ia benar-benar salah..
" Mustahil, jika menghindarinya aku mengerti tetapi, aku tidak berpikir ada manusia didunia ini yang dapat menangkisnya selain Raja iblis, mungkin pahlawan pertama? Tidak, orang itu langsung sekarat...jadi, siapa kau sebenarnya?!.."
..
..
....
..
Shoji mengatakan
" Hanya seorang pelajar yang tidak sengaja mendapatkan kekuatan!!!.."
Bersamaan dengan perkataannya ia melesat kemudian menggerakkan jarinya ke arah leher Avidité..
" Terima ini! Curse Pie!.."
" Akhh!!.."
Ledakan yang mengguncang wilayah Gua bahkan ledakan itu telah menghancurkannya, Roxxie dan Sylvia pun merasakan dampak angin yang dihasilkannya..seketika leher Avidité meledak dan ia terjatuh kebawah ...
..
...
....
...
Shoji mulai turun kepermukaan lalu ia menghampiri Avidité dan berbicara didepan wajahnya..
" Apakah itu menyakitkan? Akhirnya...."
Berpikir akhirnya ia dapat mengalahkan Avidité, pada saat dirinya ingin terbang pergi keluar Gua, tiba-tiba saja Avidité tertawa kembali..
" Ha..ha...Hahah.. Kwahahhaahaha!! Benar, seperti itulah seharusnya...tetapi masih kurang!! Aku terbiasa menahan diri dengan waktu yang cukup lama tapi tak kusangka kekuatan 5000tahun masa kejayaan ku akan kugunakan disini!!..."
Tubuh Avidité membesar dan membesar, itu juga menumbuhkan tanduk yang lebih panjang dan kuat dari sebelumnya, dengan Rauman kuatnya yang keras, diiringi oleh cuaca malam penuh Guntur, sayap yang menutupi cahaya Bulan..
.
Roxxie yang melihat bentuk sejati dari Avidité merasakan guncangan hebat dihatinya, ia ingin membantu namun disisi lain dirinya takut menganggu Shoji, Sylvia hanya bisa percaya kepada tuannya...
...
" jangan bercanda, Naga ini... Mustahil untuk ku Astaroth, aku benar-benar membutuhkan mu, kumohon kembalilah..." Ucap Shoji
..
....
...
Astaroth kembali dipanggil oleh para Dewa, kini hanya terdapat Avenir saja disana..
" Tuan, apa ada urusan yang kau perlukan dengan ku?.." Astaroth bertanya apa alasan dirinya dipanggil kembali, dijawab oleh Avenir " ah bagus, sebenarnya bukan aku yang memanggil mu, tetapi itu adalah....."
Belum selesai Avenir menjelaskan, tiba-tiba saja dari suatu tempat yang tinggi datang satu sosok yang membuat Avenir bertekuk lutut, bukan hanya Avenir saja.. jika kesepuluh Dewa berada ditempat yang sama, mereka akan bertekuk lutut juga.
Tanpa diberitahu kembali tentu Astaroth sudah mengenali siapa sosok itu..
" Y...yang mulia..." Benar... Itu adalah Oberster Gott!
...
.
..
Oberster Gott memiliki penampilan seorang manusia Pemuda yang tampan dengan pakaian berjubah, setiap ia melangkahkan kakinya selalu saja dirinya ber-kharisma layaknya seorang Raja, terlepas dari penampilannya seperti manusia, pada nyatanya Oberster Gott tidak memiliki bentuk wujud yang pasti, ia benar-benar bukan dirinya tetapi bukan orang lain...
Astaroth bertanya kepada Oberster Gott tentang apa ada sesuatu yang dapat ia lakukan..
" Hmm.. tidak ada, aku hanya ingin mencoba ikut bermain didalam permainan yang ku ciptakan..."
..
...
.
" Permainan?.." Avenir bingung apa yang dimaksud olehnya, itu karena Avenir beserta para Dewa diciptakan oleh Oberster Gott tidak memiliki pengetahuan tentang Permainan ini .
" Ada masalah, Avenir?..."
..
..
" T..tidak, tuan.. ma..maafkan aku..." Sosok Avenir benar-benar berubah 180° dari dirinya yang sebenarnya..
..
Oberster Gott berkata
" Begitukah... Tidak masalah, tentang aku yang ingin ikut bermain, sebenarnya itu yang ingin kulakukan kemudian, tetapi setelah melihat Pemuda itu sedang kewalahan menghadapi Avidité, entah mengapa aku tidak tertarik kembali... Oh, mengenai waktu untuk didunia manusia dengan disini.. aku telah mengubahnya menyamakan keduanya pada waktu di dunia manusia..."
...
...
....
Astaroth yang terkejut dengan pernyataan Oberster Gott tentang Shoji yang sedang kewalahan, sebenarnya ia sedikit khawatir tetapi...
" Aku mengerti, tuan.. itu berarti menandakan bahwa aku kurang dalam mengarahkannya, maafkan aku..."
Mendengar ucapan Astaroth seakan ia telah kenal lama dengan Oberster Gott membuat Avenir curiga..
" gaya bicaranya... Hmm...."
..
...
..
..
....
" Avenir, kau pergilah.. biarkan aku sendiri disini..." Oberster Gott memerintahkan Avenir untuk meninggalkannya sendiri berdua bersama Astaroth..
" Aku mengerti, Tuan..." Avenir pun kembali ke tempatnya semula, ia mendapat kekuasaan pada Bumi-nya Lyndgard, itu adalah tempat yang sekarang Shoji sedang berada, meskipun para Dewa sebenarnya tidak memerlukan kekuasaan spesifik seperti itu...
..
...
...
" Jadi, mengenai Nakamura Shoji... Apa kau sudah benar-benar tidak ikut campur dalam dirinya yang sekarang melawan Avidité?.."
" Itu benar, Yang Mulia.. aku sudah mengikuti apa yang anda rencanakan, dan..." ucap Astaroth
Oberster Gott mengatakan
" benar, pada saat dirinya sekarat... Aku ingin kau...."
...
..
....
...
....
...
..
kembali pada pertarungan Shoji melawan Avidité
....
..
...
..
...
...
.
" Astaroth, apa kau benar-benar meninggalkan ku, seperti ini?..." Melihat Shoji yang sedang menuju keputusasaan, Avidité berkata dengan suaranya yang menggema di seluruh area Hutan
" Apa yang kau gumamkan kembali, nak.. sudah terlambat jika kau menginginkan pengampunan, aku akan membunuhmu segera.."
..
...
...
..
Shoji terdiam lalu kemudian ia mendengar suara Roxxie dan Sylvia yang sedang berteriak mengatakan
" TUAN!! KEMBALILAH! HIDUPLAH! KAMI BERSAMA MU!!..."
Mendengar itu..
" Kalian berdua.."
membuat tenaga Shoji pulih kembali..
Padahal sebenarnya Shoji belum sama sekali menggunakan sihir asli yang dimilikinya, ia hanya tidak bertenaga saja, dengan kata lain, kekuatan asli dirinya masihlah belum digunakan, apa yang ia gunakan pada serangan sebelumnya itu hanyalah sebagian kecil sihir dirinya yang meluber keluar..
selama ini dirinya salah beranggapan telah kehabisan sihir, itu hanya Shoji tidak mengetahui bagaimana caranya ia menggunakan kekuatan aslinya..
..
..
walaupun begitu, Shoji masih tetap sangat waspada terhadap Avidité
..
.
..
..
..
" Kenapa kau bengong begitu!? Aku mengerti, apa kau bengong karena menyukai waktu yang terhenti? Kalau begitu terima serangan ini..."
Menggunakan mulutnya kembali, kali ini Avidité mengeluarkan sihir yang lebih berbahaya dari sebelumnya, sihir yang memadatkan elemen waktu hingga berbentuk seperti Bola, akan ia luncurkan kepada Shoji, serangan itu bernama
....
.
...
..." Temps d'emballage!!.."...
..
..
..
Mengarah cepat kepada Shoji, ia dapat menghindarinya tetapi..
" Ini buruk!! Roxxie dan Sylvia, mereka berada di belakang ku! Jika aku menghindari ini, itu akan membunuh mereka!! Aku hanya dapat menahannya beberapa saat saja.. sial!... AKKHHHHH!!!!!...."
melihat Shoji yang berusaha untuk menahan itu, Avidité menjelaskan tentang Temps d'emballage secara singkat
" Temps d'emballage, aku dapat memastikan hanya dirimu seorang lah yang mampu sementara menahan itu, kekuatan ini adalah sihir yang membuat korban yang terkena menjadi membeku, lebih tepatnya, waktu disekitar telah berhenti untuk... Selamanya!! Kita lihat, seberapa kuat dirimu menahan itu, Hahaha..."
..
" TUAN SHOJI!!! .." Roxxie melihat Shoji sedang menahan serangan yang berbahaya, berencana untuk membantunya kemudian..
baru beberapa langkah saja, Avidité melirik ke arah Roxxie, kemudian berkata.
" Berhenti disana, nak.."
Tiba-tiba saja tubuh Roxxie menjadi Kaku dan tidak dapat bergerak sama sekali kemudian ia terjatuh..
" Sial! Apa ini?!!!.."
....
..
Sylvia yang melihat Roxxie mengatakan
" Itu.... Itu adalah sihir yang mematikan semua saraf ditubuh! Roxxie, jangan bergerak atau tubuh mu akan hancur!.."
Mendengarnya sangat membuat Roxxie merasa tidak berguna, dirinya berteriak untuk meluapkan emosi
" Sial!!!!!! ..."
..
...
....
...
Melihat Shoji yang masih berusaha keras untuk menahannya membuat Avidité sadar tentang apa yang dilakukannya adalah Pembunuhan dirinya sendiri ..
" Sudahlah, kau tidak perlu memaksakan diri,... Tubuhmu mu memang terlihat kuat untuk menahannya, padahal sebenarnya sekarang dirimu dalam kondisi jika anak kecil saja menyentuh mu, kamu akan mati..."
..
...
Tidak lama setelah itu, Shoji tidak tahan menahan serangannya kemudian ia langsung menerima Temps d'emballage.. berteriak tanpa suara, rasa sakit yang terdalam.. Shoji berpikir
" Aku...mati, maaf kakak.."
..
Tubuhnya terbungkus oleh sebuah sihir yang berbentuk oval..
..
....
....
Kini, tubuh Shoji telah sepenuhnya Kaku, ia terjatuh kepermukaan, ia tidak dapat berbicara ataupun bergerak, mendengar menjadi mustahil, merasakan sama sekali tidak berguna.. ini adalah situasi antara kematian dan kehidupan.
..
Sebenarnya Sylvia berusaha untuk menyelamatkan Shoji yang sangat terpojok, tetapi ketika dirinya menatap Avidité, Avidité menatap kembali.. pada saat itulah Sylvia menyadarinya..
" gawat! Jika aku memaksakan untuk bergerak lebih dari ini, tubuh ku akan hancur!! Benar-benar situasi yang sama dengan Roxxie... Ini tidak membantunya sama sekali, maafkan aku... Tuan..."
...
....
...
" Hmm.. Elf yang cerdas.." ucap Avidité..
.
...
Dan inilah saat-saat dimana Ryzen, Roxxie, Sylvia serta Shoji, kelompok mereka yang berisi orang-orang kuat kini telah benar-benar dikalahkan! Sosok Avidité melayang-layang di udara, Guntur semakin banyak, angin menjadi sangat dingin, Kerajaan Durui merasakan...
" T..tidak, yang mulia!! .." ucap salah satu pengawalnya kepada Karo..
" Ada apa?.."
Ribery, Pengawalnya yang seorang ketua tim sensorik kerajaan Durui mengatakan
" Itu lima hari jarak dari sini, aku merasakan ada satu Hal yang dapat membahayakan kita suatu saat nanti, dan itu tidak akan lama lagi!..." Mendengar penjelasan setengah-setengah, Karo bertanya kembali
" Jelaskan semua secara jelas, siapa dan apa yang terjadi!!.."
..
" Naga... Seekor Naga yang sangat besar sedang menghantui kawasan Hutan Mantay, hutan yang tidak berpenghuni itu tiba-tiba saja terdapat seekor Naga yang sedang mengamuk.."
..
" Keserahkan itu, Aku percaya padamu.."
Mendengarnya membuat Raja Karo tidak terlalu memikirkan itu, Raja Karo menyerahkan semua urusan militer kepada Ribery yang nanti akan ia serahkan kepada kepala militer..
" Aku mengerti, Tuan..." Dengan pose menghormati ala-ala pelayan kerajaan
...
Didalam hati, sebenarnya Ribery merasakan seluruh orang-orang yang ada di tempat itu termasuk Shoji dan kawan-kawan..
" Satu, dua, tiga dan empat... Siapa orang-orang bodoh ini yang bertarung melawan Monster Naga itu sendirian!? Tch.."
... .....
" Barusan itu benar-benar cukup menghibur, setidaknya aku akan mengingat ini, Nak..." Avidité masih melayang terbang diudara dengan tubuh besarnya yang menyeramkan.
..." Shoji, ini aku.. Astaroth... bisa kau mendengar ku?..."...
...^^^...^^^......................^^^...^^^...