
Setelah malam yang panjang disertai dengan kisah sang Kakak, kini Shoji memulai Hari-harinya kembali bersama Ryzen, Roxxie dan Sylvia..
" Hey, Roxxie.. Ryzen, apa kalian tidak dengar? untuk Roxxie aku mengerti, tapi Ryzen, bangunlah!!.."
Shoji membangunkan rekan-rekannya untuk segera menuju ke tempat Istana Kerajaan Flo.
Mereka pun terbangun
" Maaf, tuan.. sepertinya aku sangat kelelahan.." ucap Ryzen
Setelah mereka semua terbangun, mereka semua dipanggil oleh Sylvia untuk memakan makanan yang ia masak sejak pagi, ini adalah sarapan
" Tuan Shoji, kalian berdua.. aku membuat bubur, bagaimana jika kalian memakannya dahulu? walaupun sekarang sudah jam 08:00.."
setelah mereka selesai sarapan, mereka segera bersiap-siap untuk bergerak..
Untuk menuju ke istana kerajaan Flone, biasanya jika berjalan kaki mereka akan melewati Asosiasi Petualang, yang mana pada saat ini kondisi untuk melewatinya tidak memungkinkan..
Shoji bertanya bagaimana jika mereka terbang saja, dengan begitu ini akan lebih mudah..
" Setuju, akan lebih baik begitu.." Roxxie dan Ryzen menyetujuinya, tetapi Sylvia...
" Jangan khawatir Sylvia.. kau akan bersamaku, mungkin akan sama pada saat itu.." dikarenakan Sylvia saat ini belum menguasai sihir Terbang, Shoji akan menggendongnya kembali..
" T.. Terimakasih, tuan.."
Setelah semuanya bersiap, mereka akan segera terbang menuju ke arah istana kerajaan Flone, tempat Pangeran Flo berada..
Pada saat melewati Asosiasi Petualang, Shoji melihat Poster Buronan dirinya yang dihargai sangat mahal terpajang lebar persis didepan pintu masuknya, melihat itu..
" M..memang,. wajar saja mereka mengincar ku, Jika aku diposisi para petualang itu, aku akan segera memburu diriku sendiri, hehe.."
..
.....
....
...
.
Kondisi didalam istana, didalam kamar Pangeran Flo, dirinya berbicara didepan jendela
" Tuan Shoji, aku terkejut pada saat itu kamu benar-benar kuat! dengan menekan Kekuatan mu saja, tanganku selalu Gemetar, itu pertamakali nya diriku merasakan ketegangan, aku berpikir jika aku tidak menekan dirimu kerajaan ini akan tersapu bersih..."
Pangeran Flo membahas mengenai Shoji yang mengamuk pada saat itu, dirinya tidak mengetahui bahwa peristiwa yang sebenarnya adalah Shoji dan Raja iblis Abaddon melawan salah satu malaikat terkuat bernama Raizel, bukan Shoji yang mengamuk, tetapi sebenarnya Ryzen lah yang telah mengamuk, hingga hampir saja menghancurkan dunia.
..
..
.....
..
..
Tiba-tiba saja muncul seseorang yang sepertinya ia berasal dari organisasi Foudre Ombre,. Dirinya berbicara dengan menundukkan badannya..
" Pangeran, aku telah selesai memperkuat jaringan keamanan disekitar istana, apa yang selanjutnya harus ku persiapkan?.."
" Terimakasih Sellos, selanjutnya bisakah dirimu menunggu seorang Tamu spesial ku bersama rekan-rekannya didepan Gerbang masuk? Aku akan memerintahkan para Prajurit penjaga untuk mundur dan menjaga ditempat lain... Bagaimana?.."
Pangeran Flo memerintahkan Sellos untuk menunggu Shoji dan Rekan-rekannya Tiba..
" Aku mengerti.." Cellos pun telah pergi dan dirinya dengan cepat berada di atas gerbang pintu masuk istana..
..
...
...
...
..
Cellos, merupakan salah satu yang terbaik dari anggota Foudre Ombre, kemampuannya dalam menciptakan pertahanan berskala besar itu diakui oleh Neimra, bukan hanya pertahanannya saja yang kuat, tetapi pada penyerangannya ia juga dikenal sebagai `Hantu Putih.
Bukan tanpa alasan julukan itu ia miliki,
karena `Hantu putih dikenal sebagai Teknik membunuh perlahan mangsanya didalam pertahanan yang ia ciptakan
Cara kerja kekuatannya seperti sebuah Pertahanan super kuat yang tidak dapat dihancurkan oleh sihir-sihir para petualang kelas S termasuk Pangeran Flo itu sendiri...
Pertahanan ia memang kuat, bahkan sihir yang mendistorsi waktu dan realitas dapat ia netralisir dengan mudah, bagaimana ia menyerang? Itu mudah, dirinya hanya perlu menggerakkan telapak tangannya lalu segera menutupnya seperti menggenggam, maka seketika akan tercipta sihir pertahanan yang dikenal sebagai `Hantu Putih itu sendiri.
Korban yang berada didalam perangkapnya akan terus menerus berusaha untuk keluar, tetapi itu percuma...
Hantu putih akan mengeluarkan Kabut tebal dan seketika seseorang yang berada didalamnya akan mati secara misterius.
Yang sebenarnya terjadi adalah pada saat kabut itu keluar Cellos memindahkan korbannya ke Ruang Angkasa lalu si Korban akan mati dengan sendirinya disebabkan karena kekurangan Oksigen.
Walaupun sihirnya terdengar begitu kuat, untuk membatalkannya seseorang yang berada diluar Pertahanan harus membuatnya menyerah atau membunuhnya.
..
..
.....
..
...
Sementara itu Shoji dan Rekan-rekannya telah sampai didepan gerbang pintu masuk istana kerajaan, Shoji tidak melihat adanya prajurit penjaga
" Sepi sekali ya, kemana para penjaga yang pada saat itu pergi? .." Ryzen dan Roxxie juga tak mengetahuinya, lalu mereka pergi masuk melewati Pintu masuknya.
Tiba-tiba saja Sellos menanggapi pertanyaan Shoji, ia muncul dengan kabut putih yang tebal tepat diatas gerbang.. Sellos mengatakan
" Jadi, kalian yang dimaksud Pangeran, dan.... Shoji-san, aku cukup mengenal mu.." dengan tatapan yang sedikit menantang, Sellos mengetahui tentang Shoji.
Dirinya mengetahui Shoji karena ia telah menumbangkan Claire dalam sekali serang, yang mana hitungannya Claire merupakan salah satu yang terkuat.. dengan Laporan Claire yang pingsan selama 5 hari membuat Cellos tertarik, karena dia sendiri jika bertarung dengan Claire akan sampai berhari-hari.
Setelah Cellos mengatakan itu, Roxxie, Ryzen dan Sylvia bersiap pada posisinya untuk melindungi Shoji, Roxxie mengatakan siapa dirinya lalu dijawab
" Foudre Ombre, anggota nomer.7 dari sepuluh besar terkuat dan dibawahnya Claire yang bernomer.6 , Aku adalah Cellos.., salam kenal.."
Ketika Cellos menyebutkan nama Claire, Shoji tidak begitu mengenalnya, ia hanya mengingat satu gadis yang pada saat itu..
" Claire? Oh.. maksudmu wanita yang pada saat itu menghalangi ku.., aku mengingatnya.., jadi.. Apa yang kau inginkan?"
" Tuan, apa kau mengenalnya?.."
" Ya.."
Roxxie bertanya sementara Ryzen sepertinya sudah mengetahui itu..
" Tidak ada, aku tidak ingin bertarung... Ini semua perintah Pangeran, kalian semua Ikuti aku.." ucap Cellos
Berjalan bersama Cellos menuju keruangan pangeran, setelah mereka semua sampai didepan pintu kamar Pangeran, sekali lagi Cellos ingin mengingatkan kembali
" Benarkah? Aku tidak mengetahuinya... Jadi, apa maksudmu?.." Shoji bingung kenapa tiba-tiba Cellos membahas itu
" Tidak,.. Tidak ada apa-apa, sekarang masuklah kalian ditunggu oleh Pangeran.." Cellos mengatakannya sambil mempersilahkan mereka masuk
Mereka berempat Shoji, Ryzen, Roxxie dan Sylvia telah memasuki kamar Pangeran, dan seperti biasa
" Seperti biasa, pintu ini besar dan mewah sekali..." ucapnya, Pangeran melihat Shoji, ia segera menghampirinya kemudian mengatakan
" Ohh, tuan Shoji... Akhirnya, aku telah menunggu saat-saat seperti ini... Silahkan kalian semua duduk terlebih dahulu.."
Pangeran Flo mempersilahkan mereka semua untuk duduk.
" Ah, hei.. kenapa kalian tidak duduk?.." ucap Shoji..
Dengan Sofa putihnya yang panjang, walau begitu Roxxie dan Ryzen tidak duduk bersebelahan dengan Shoji, mereka hanya berdiri dibelakang Shoji..
Ryzen menjawabnya
" Terimakasih Tuan, tapi aku nyaman dengan ini.."
Mendengar perkataan Ryzen, Roxxie yang sebenarnya cuma ikut-ikutan saja mengatakan
" B..benar tuan.."
" Baiklah terserah kalian.."
.
..
...
..
.
Setelah mereka semua telah siap, Pangeran Flo menjelaskan kembali tentang..
" Mengenai Ayah, sebelumnya aku telah menyewa banyak dokter berbakat tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.. dengan adanya dirimu.. apa bisa aku percaya padamu, tuan Shoji?..."
dengan spontan Shoji menjawabnya
" Ya, tentu.."
Menatap Shoji, Sylvia sebenarnya sedikit ragu karena sebelumnya Shoji belum pernah menggunakan sihir penyembuhan seperti itu apalagi dengan menyembuhkan seseorang, menyadari hal ini Sylvia bertanya kepada Shoji
" Tuan, apa kau sungguh dapat menggunakan sihir Penyembuhan? Maaf aku ragu.."
Shoji yang sudah mengira bakal ditanya seperti itu, ia menjawab " percayalah kepada ku!..."
Setelah melakukan perbincangan yang cukup lama, kini saatnya Pangeran Flo mengajak Shoji ke Ruangan ayahnya yaitu sang Raja, namun sayangnya Roxxie, Ryzen dan Sylvia tidak bisa ikut masuk bersama Shoji, itu karena
" Waktu itu ada empat dokter yang masuk keruangan ayah, namun ayah justru malah menggeliat Kesakitan, aku tidak mengerti kenapa tapi dengan alasan itulah aku sekarang hanya bisa membawa satu orang dan dua bersamaku.." jelas pangeran.
Setelah sampai didepan pintu kamar sang Raja lalu mereka memasukinya
Pandangan yang tidak biasa dilihat oleh Shoji, Tempat tidur yang menyanggah Raja berubah menjadi Tempat tidur yang terbakar penuh oleh api, namun api tersebut tidak membakar benda lainnya
Shoji merasa pangeran tidak menceritakan apapun tentang ini, ia bertanya " pangeran Flo,..." sebelum Shoji menyelesaikan pertanyaannya, pangeran Flo menjelaskan " benar, aku tidak menceritakan ini karena aku takut kau tidak mau menerimanya, jujur saja hal itu baru saja terjadi belakangan ini, aku pun merasa takut mendekatinya... Jadi, tolong selamatkan Ayah ku, Shoji-san!.." pangeran menundukkan kepala memohon agar ayahnya dapat disembuhkan
Shoji terdiam, ia mulai memasuki alam bawah sadarnya dan mulai bertemu dengan Astaroth.. ia bertanya apakah dirinya memiliki sihir penyembuhan? Lalu dijawab " tentu saja, bodoh sekali bertanya seperti itu padahal Role mu adalah Mage.." Shoji pun sudah mengira bahwa dirinya mampu untuk menggunakan sihir penyembuhan, hal itu terjadi pada saat dirinya melawan Roxxie, saat itu ketika badannya terkena serangan besar oleh Roxxie, Shoji dapat bertahan dan ia merasa seperti ada sesuatu ditangan kanannya, aura itu berwarna ungu gelap, bukan kegelapan, itu hanya ungu yang gelap, sensasi ketika berada di tangannya itu dingin dan hangat, ia merasa luka yang ada di sekujur tubuhnya telah sembuh seketika, pada saat ini Shoji percaya bahwa dirinya dapat menggunakan sihir pemulihan atau penyembuhan.
Astaroth langsung mengarahkan Shoji untuk menggunakannya kembali, dirinya mengatakan dengan suara yang menggelegar " sihir penyembuhan merupakan sihir yang sulit, itu yang akan kukatakan jika dirimu hanya manusia biasa... Tapi kau memiliki ku, sang Astaroth!.."
..
.....
......
" Shoji-san? .." melihat itu, Pangeran Flo merasa tidak tahu kenapa Shoji menutup matanya dan tidak merespon apapun.
Setelah beberapa saat menunggu, Shoji membuka matanya dan memancarkan Aura ungu yang gelap ditangan kanannya, Pangeran Flo terkejut!
" A..apa itu?! Sihir?..."
" Pangeran mundurlah...", Shoji langsung menyuruh pangeran untuk mundur kebelakang, Shoji tahu harus melakukan apa itu karena Penyakit yang diderita oleh Raja adalah Kutukan! Kutukan harus dihancurkan oleh Kutukan itu sendiri!
" Aku salah, kupikir ini adalah sihir penyembuhan, tetapi setelah mendengar penjelasan mu, Astaroth... Ternyata ini, jauh melebihi ekspektasi ku...."
Apa yang dikatakan Astaroth?
Pada saat dirinya masih berkomunikasi dengan Astaroth, Shoji bertanya tentang apakah ia mengetahui sesuatu yang muncul ditangan kanannya pada saat melawan Roxxie? Aku yakin itu adalah penyembuhan! Tiba-tiba Astaroth langsung menyangkalnya " Omong kosong!.." Shoji kaget " maksudmu?.." Astaroth langsung menjelaskan
" Aku salah, kupikir dirimu ingin menggunakan sihir Penyembuhan, tapi aku tak menyangka kau membahas sesuatu yang pada saat itu... Jangan bertanya, aku akan menjelaskannya.. Sihir ungu dan gelap yang pada saat itu kau dapatkan adalah Sihir Mythos, sihir yang hanya dimiliki oleh para Dewa, sihir ini seakan seperti sihir penyembuhan, tetapi sebenarnya ini adalah sihir terkutuk, dengan kata lain sihir Kutukan Keabadian, seseorang yang menggunakan ini tidak akan dapat dibunuh oleh umur, pembunuhan, tidak berubah menjadi Undead, kehadirannya tidak dapat ditampung oleh dunia ini, dengan kata lain ini tidak akan dapat dibunuh oleh segala macam konsep! aku tak ingat memberikan kekuatan seperti itu kepadamu! .."
..
...
....
...
..
Melihat Aura Shoji berubah, Pangeran berpikir apakah Shoji akan kehilangan kendali seperti saat itu? Tanpa basa-basi Pangeran langsung menciptakan sihir penghalang diseluruh kerajaan Flone! " Hanya untuk berjaga-jaga.." ucapnya
Tanpa sepatah katapun, Shoji mengangkat tempat tidur sang Raja dan langsung menghancurkannya! Sementara sang Raja tergeletak jatuh kebawah, lalu ia mulai mengeluarkan Sihir Mythos keabadian nya, sihir itu bernama `éternit.
Dengan tangan kanannya yang mengeluarkan Sihir tersebut, ia mengangkat tangan kanannya.. tiba-tiba saja seluruh kaca di satu istana ini pecah! dan bersamaan dengan terjadinya Guncangan disekitar istana..
Roxxie, Ryzen, Sylvia dan Cellos yang merasakan itu mulai waspada, mereka mulai mewaspadai apa yang terjadi, Ryzen merasakan ada semacam kehadiran berbahaya yang berasal dari Kamar sang Raja, dirinya langsung berlari kearah kamar sang Raja untuk menyelamatkan Tuannya dan Pangeran Flo, setelah sampai didepan pintu kamar, Ryzen melihat Pangeran Flo yang berkeringat dingin, dirinya pun mulai bertanya " ada apa, Pangeran!?.." sekejap pangeran tidak menjawabnya, lalu tiba-tiba saja Ryzen melihat Tuannya sedang melakukan sesuatu yang berbahaya
" A..apa itu!? Tuan! .." dirinya mulai berusaha untuk bertanya kepada Shoji, namun Shoji tidak mendengarkannya..
..
..
...
Tanpa basa-basi Shoji segera melakukan penyembuhannya..
Kedua tangan langsung diarahkan kearah Raja Flone lalu mengatakan..
" Sihir Mythos: éternité... sembuhlah.."
Sebuah Aura ungu gelap raksasa menyelimuti seluruh istana, masyarakat bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, hal ini pun membuat Pimpinan organisasi Foudre Ombre yaitu Neimra bereaksi, dari kegelapan didalamnya yang hanya terdapat singgasana Raja Dunia Bawah, dengan suara dan tatapan Serius, Neimra mengatakan
" Mythos: éternité, Begitukah.. seseorang telah memiliki satu dari ketiga kunci menuju alam Dewa, satu aku dengan dia (?) menjadi dua, dan kini bertambah menjadi tiga, jika kami berkumpul maka itu akan menyebabkan distorsi Ruang Waktu raksasa yang akan membawa kita menuju alam dewa, sayang sekali aku tidak ingin hal itu terjadi, tidak sebelum seseorang yang diramal oleh para Elf itu tiba..."
..
....
....
Dengan kejadian yang membingungkan ini, akhirnya Shoji telah selesai dan kini sang Raja Flone yang bernama F'Jeremy Landers telah resmi memiliki Keabadian yang benar-benar Abadi!