TWO VOID: Timeline Shoji

TWO VOID: Timeline Shoji
Situasi yang Tidak Biasa, Rara?



Kembali pada saat ini, dimana Mergeus merasa ada suatu keterikatan yang aneh muncul dari aura sihir yang dipancarkan oleh Roxxie, dia hendak ingin mendekati Roxxie sambil tersenyum.


"Majulah!!"


Roxxie yang mengira itu sangat mencurigakan, dia mulai menghunuskan pedangnya.


"Eh?~ Ada apa??~~ Sepertinya kamu sesuatu..."


Setelah mengatakan itu, Mergeus mengeluarkan aura sihir yang sama atau bahkan lebih kuat dari milik Roxxie pada saat mode iblis rantai.


"APA YANG KAU LAKUKAN DASAR BODOH!!!"


Dan dengan segera Abaddon langsung membentak Mergeus dengan sangat keras.


Mergeus pun berhenti dan kembali pada posisinya.


Roxxie didalam hati berkata.


"Apa-apaan barusan tadi?!!". sepertinya dia bereaksi dengan aura sihir milik Mergeus.


Sementara, Taros beserta ke-enam jenderal lainnya hanya tetap menatap lurus ke arah Shoji tanpa berkedip sedikitpun.


Masing-masing dari pikiran mereka mengatakan.


"Orang ini berbahaya"


"Berbahaya.."


"Hancurkan dia, sebelum dia menghancurkan kita!"


"Apa-apaan dengan sihir yang meledak-ledak dalam dirinya itu?"


"Jauhi..... orang itu..."


"Yang Mulia Raja iblis... Jadi, dialah yang anda maksud?!!"


Tanpa sadar, mereka mengeluarkan aura sihir besar yang mengintimidasi Shoji.


Abaddon sadar dan tidak ingin menghentikan itu untuk melihat apa yang akan dilakukan Shoji.


Situasi sekitar tiba-tiba hening tanpa suara.


Sampai pada saat dimana Shoji merasa dia terganggu dengan intimidasi mereka, dirinya mulai berdiri sambil berpose keren melipat kedua tangannya didepan dada dan mengeluarkan aura intimidasi miliknya.


"Ini mengganggu ku, bisakah biasa saja?"


Ketika tangannya bertemu, suatu keajaiban terjadi. Sebuah aura intens berwarna keemasan mulai memancar dari tubuhnya. Energi tersebut melingkupi Shoji dengan kuat, memenuhi seluruh area dengan kehadiran yang menggetarkan.


Para jenderal iblis merasakan kehadiran yang mencekam dan kuat dari Shoji. Mereka merasa tubuh mereka merinding, ketakutan akan kekuatan yang tak terduga yang dipancarkan olehnya.


Aura intimidasi yang sangat kuat itu memengaruhi lingkungan sekitar. Udara menjadi tegang dan bergetar, tanah di bawah kaki para jenderal gemetar, dan suara gemuruh terdengar di kejauhan.


Shoji menatap tajam para jenderal iblis dengan mata yang memancarkan keberanian dan kepastian. Dia melontarkan suara yang penuh kekuatan dan ketegasan, mengumumkan bahwa intimidasi mereka tidak akan mematahkan kekuatannya.


Para jenderal iblis yang tadinya percaya diri terpana oleh aura intimidasi yang kuat tersebut. Mereka menyadari bahwa mereka telah salah mengira. Kekuatan dan keberanian yang dipancarkan olehnya melebihi ekspektasi mereka, dan mereka menjadi terguncang oleh kemampuannya yang tak terduga.


William beserta Taros dengan jenderal lainnya, termasuk pasukan-pasukan yang berada di atas udara, kini mereka semua jatuh berjatuhan kepermukaan seakan dipaksa berlutut oleh kekuatan Shoji.


"A-ada apa ini?"


Sarah melihat kejadian tak terduga itu merasa sangat kebingungan.


Intimidasi miliknya tidak memengaruhi rekan-rekannya beserta seluruh warga desa, jadi bisa dipastikan ini aman!


Bahkan Shamp sampai keringat dingin dibuat tidak bisa mengatakan satu katapun selain.


"JANGAN PERNAH MEMBUAT DIRINYA MENJADI MUSUH."


Melihat perkembangan kekuatan Shoji yang tidak disangka, Abaddon bertepuk tangan seakan memberikan apresiasi atas perkembangannya.


Abaddon berkata.


"Luar biasa, ini benar-benar diluar perkiraan ku, perkembangan mu dari saat pertama kali kita bertemu.. Hahahah, menarik... Tapi, kupikir sudah cukup."


Abaddon juga tidak terpengaruh oleh intimidasi nya, dan dia langsung menatap Shoji dengan tatapan dingin, lalu Shoji langsung menghentikan aura sihirnya.


Didalam hati, Shoji bertanya kepada Astaroth.


"Oi, apa-apaan barusan?! Aku tidak tahu akan sekuat ini!"


Dengan santai, Astaroth menjawab.


"Itu karena sihirmu sudah berbeda dari yang sebelumnya, terlebih lagi kau telah mengalahkan salah satu dewa dari pertarungan satu lawan satu, jangan heran dengan perkembangan kekuatan mu sendiri, Shoji."


"Hm... Ya, itu benar juga.."


---


Setelah pemberian salam dengan penuh intimidasi, Shoji mulai bertanya tujuan Abaddon mendatanginya.


"Aku tidak bisa, Mereka yang diatas akan mendengarkan.."


"Apakah tidak ada ruangan untuk kita bisa bicara?"


Raja iblis bertanya kepada Shoji, dijawab.


"Maaf tapi, kalian begitu mencurigakan, tidak ada jaminan kalian akan hanya berbicara dengan damai."


Shoji merasa kecurigaannya masih ada untuk Raja iblis, dia tidak bisa asal mengizinkan seseorang yang memiliki peran kuat seperti Raja iblis, setidaknya Shoji membutuhkan kepastian dari Raja iblis.


Raja iblis menjentikkan jarinya.


"Apa itu?"


Atas jentikan jari yang kuat, suara gemuruh terdengar memenuhi ruangan, menggetarkan udara sekitarnya. Seperti petir yang memecah langit, suara itu menciptakan kehadiran yang mengguncangkan, seolah-olah memperlihatkan kekuatan yang menggelegar dari sentuhan jari.


Muncul lah sesosok Naga yang ia tumpangi sebelumnya, membawa seseorang yang ia temui sebagai alat sandera untuk membuat Shoji percaya.


Naga itu tidak sampai mendarat sepenuhnya, dirinya hanya terbang melayang diatas atap-atap rumah desa karena Raja iblis tidak ingin menghancurkan desa ini.


"Oiiii!!! Ini aku, Ribery! Aku disini!!!


Tiba-tiba muncul dari atas pundak Naga itu suara teriakan seseorang yang menyapa orang-orang di bawah sambil melambaikan tangannya.


"R—RIBERY?!!" Sarah terkejut, kenapa Ribery bisa ada bersama dengan Raja iblis?


Dialah Ribery, yang sebelumnya berada di atas wyvern milik William, saat ini dia berada di atas Naga yang dinaiki oleh Raja iblis.


Ribery masih belum berani turun tanpa perintah dari Raja iblis.


Raja iblis berkata.


"Seseorang yang bernama Ribery ini adalah bukti bahwa kami tidak datang untuk berperang atau bermusuhan, setidaknya kau mengetahuinya bahwa kami menjaga dan membawa dia kembali pada rekan-rekannya.."


"Turunlah.."


Raja iblis memerintahkan Ribery untuk segera turun.


"B.B—BAIK! SEGERA!!"


Ribery pun melompat dari atas tubuh Naga itu yang masih terbilang cukup tinggi, dirinya mendarat dengan posisi konyol terjungkal ke tanah, segera setelah itu, Ribery berlari kearah Sarah dan berkata.


"Raja iblis benar! D..dia hanya membantu ku untuk menemukan kalian! Saat itu aku kesasar dan tidak tahu kemana aku harus berjalan, namun Raja iblis tiba-tiba datang dan membawa ku bersamanya, pada akhirnya dia telah membawa ku kembali bertemu kamu, Nona Sarah.."


Ribery mengambil kesempatan ini dengan memeluk Sarah.


Sarah yang mendengar Ribery menjelaskannya dengan cepat dan melihat Ribery yang menjijikan ini pun langsung menyingkirkan kepalanya yang bersandar dada nya, dengan menjambak.


"Baik aku mengerti, untuk sekarang tunggu saja didalam rumah pengungsian yang ada di ujung jalan ini"


"Baik, aku mengerti Nona..." Kata Ribery sambil pergi berjalan menuju pengungsian dengan lemas.


Melihat Ribery yang kembali dengan aman dan mendengar penjelasan Raja iblis barusan, Shoji sudah bisa sedikit percaya, dirinya segera pergi membalikkan badannya sambil berkata.


"Ikuti aku.."


Raja iblis pun mengikutinya.


Setelah kedua pemimpin itu pergi, yang tersisa tinggallah mereka para bawahan-bawahannya.


Mereka saling berdiri berlawanan arah, menatap satu sama lain dengan terkadang bersiap untuk menarik pedang, ketika salah satu dari jenderal iblis bernama William berkata kepada Roxxie.


"Ehm.. bukankah kau yang saat itu pernah melawan Raja kemudian kabur terbirit-birit? Dan meskipun kamu kabur, kamu mendapat perhatian yang Duarrr oleh masyarakat, sungguh cara manusia sekali.."


William membuat Roxxie jengkel.


"Aku tidak tahu siapa kau, tapi ingat bahwa pedang ini bisa memotong topi aneh mu itu sekali tebas.."


William memegang topi Fedora miliknya dengan tangan kanannya, kemudian berkata sambil menodongkan pistol miliknya ke arah Roxxie.


"Pedangmu hanya mampu menebas topi ini? Sayang sekali, dibandingkan dengan peluru ku, peluru ini akan membunuh dirimu dan mengoyak daging mu.."


Roxxie dan William masing-masing mengeluarkan aura sihirnya, meskipun Ryzen dan Taros menghentikan mereka berdua, mereka berdua menghiraukannya dan masih saling adu tetap satu sama lain.


Ketika suasana mulai tegang, dan Ryzen mulai berpikir keributan tidak dapat dihindari, tiba-tiba muncul seorang gadis kecil Demi-Human setengah rubah yang berdiri di antara para Jendral dan rekan-rekan Shoji sambil menyilangkan tangannya seperti simbol X seakan mengatakan "Jangan" atau "berhenti".


"Bocah?"


Taros tidak mengetahui bagaimana bisa bocah biasa dengan bodohnya berdiri dihadapan mereka secara langsung.


"?! Rara! Menjauh lah, disitu berbahaya!"


Ryzen tahu itu adalah Rara dan mulai menyuruh Rara untuk menjauh dari situ.


Tapi Rara menghiraukannya, dia justru menatap Roxxie dan William lalu berkata.


"Tidak boleh ada pertempuran!! Jangan berantem! Ada anak kecil disini! Lagipula kalian kan tidak boleh berantem sama pemimpin kalian! Yaampun, orang dewasa itu merepotkan."


Tiba-tiba saja Rara muncul dihadapan situasi yang tidak biasa!