TWO VOID: Timeline Shoji

TWO VOID: Timeline Shoji
KEKUATAN TAK TERBATAS



Dengan wajah yang penuh ketegangan dan kebingungan, Shoji memandang Astaroth yang terbelenggu di hadapannya. Rasa khawatir dan keinginan untuk menyelamatkan rekannya memenuhi hatinya.


"A-... Apakah itu kau, Astaroth!!?" seru Shoji, tatapannya terpaku pada sosok yang terikat di depannya.


Astaroth menatap Shoji dengan ekspresi serius. "Shoji, betapa beraninya dirimu datang ke sini hanya dengan menyisakan tujuh jam pasirmu," ucap Astaroth.


Setelah pertarungan sebelumnya melawan malaikat Raffeeset, ternyata pertarungan itu menguras tiga jam pasir milik Shoji dan kini hanya tersisa tujuh jam pasir untuk menghadapi Dewa Vide.


"Astaroth, apa yang terjadi padamu?" desis Shoji dengan kebingungan.


"Aku terperangkap di sini.."


Merasa kekuatan terpanggil, Shoji berlari mendekati Astaroth, ingin membebaskannya dari rantai yang mengikatnya. Tapi tiba-tiba, Astaroth dengan tegas menyuruh Shoji untuk berhenti.


"BERHENTI DISANA SHOJI!!!!" seru Astaroth, suaranya penuh kepanikan.


Shoji terkejut dengan perintah keras Astaroth. "Ada apa?! Aku akan segera kesana!" ujarnya dengan nada cemas.


"JANGAN KESINI!! AWAS! DIATAS MU!!!" teriak Astaroth, berusaha memperingatkan Shoji tentang bahaya yang mengancam dari atas.


Namun, sebelum Shoji sempat menoleh ke atas, pria misterius dengan rambut putih panjang dan berjubah tiba-tiba melayang turun dari langit dan memberikan pukulan ke wajah Shoji dengan penuh kekuatan.


Pukulan tersebut menghantam wajah Shoji dengan keras, membuatnya terpental cukup jauh. Dia jatuh di atas lantai ruangan yang luas, dengan garis-garis kotak di lantai dan dinding, menciptakan suasana seperti ruang latihan.


Sementara Shoji berusaha bangkit, pria misterius itu berdiri dengan angkuh, melayang di udara, dan menatap Shoji dengan tatapan yang tajam.


"Selamat datang di pintu masuk alam Dewa buatan ku sendiri.."


Seorang dewa muncul di hadapan Shoji. Dewa Vide, dengan kekuasaan yang tak terbatas, tersenyum dengan ekspresi menyeringai lebar yang penuh kejahatan. Suaranya bergema di seluruh sudut ruangan, menciptakan suasana yang mencekam.


"Selamat karena telah mengalahkan Raffeeset, dan sekali lagi kukatakan... Selamat datang di Pintu Masuk menuju Alam Dewa buatan ku sendiri!" ucap Dewa Vide dengan nada serak yang memancarkan kekuasaan. Dia menatap Shoji dengan sorot mata yang penuh intrik dan kepuasan jahat. Ruangan yang dipenuhi dengan rintangan dan bahaya adalah medan permainan yang telah ia ciptakan.


Shoji menyadari bahwa ini adalah pertarungan yang telah ia tunggu-tunggu selama ini, dan hanya dia yang harus menghadapinya. Dia menghadapi Dewa Vide dengan tekad yang kuat, siap untuk menghadapi segala tantangan yang akan diberikan. Walau hatinya dipenuhi ketegangan, dia tidak menunjukkan ketakutan di hadapan dewa yang kuat ini.


"Mari bermain bersamaku sebentar," lanjut Dewa Vide dengan nada merendahkan. Dia menikmati momen ini, menantikan reaksi dan perjuangan dari Shoji.


Dengan ekspresi penuh tekad, tokoh utama menatap Dewa Vide dengan matanya yang bercahaya. Dia mengetahui bahwa tidak ada jalan lain kecuali menghadapi dewa yang jahat ini untuk melanjutkan perjalanannya.


Tanpa menunggu, Dewa Vide menggerakkan tangannya, dan seketika itu, energi gelap yang menyeramkan melingkupi dirinya.


"Aku benci menunggu, matilah"


Dia melontarkan serangan pertamanya dengan cepat, melepaskan gelombang kegelapan yang menusuk ke arah Shoji.


Shoji melompat ke belakang untuk menghindari serangan tersebut. Dia menangkis dengan sihirnya yang berpendar cahaya, menciptakan perisai magis untuk melindungi dirinya dari serangan selanjutnya.


Dewa Vide tidak puas dengan serangan yang gagal mencapai sasarannya. Didalam Ruangan yang sangat luas dan cukup tinggi ini. Dia mengayunkan tangannya ke udara, menciptakan awan gelap yang menggumpal di atas mereka. Kilatan petir kegelapan memenuhi langit, menyambar-nyambar menuju Shoji.


Namun, Shoji mengandalkan kecepatan dan ketangkasan untuk menghindari serangan petir yang mematikan. Dia bergerak dengan lincah, melompat dan meluncur di antara petir-petir itu, menjaga jarak dari serangan mematikan Dewa Vide.


Tiba-tiba, Shoji melontarkan serangan balik yang kuat. Dia menggabungkan kekuatan elemen alam dengan sihir yang dikuasainya, menciptakan tornado api yang melingkupi Dewa Vide. Angin panas dan lidah-lidah api menjilat-jilat ke arahnya, memaksa Dewa Vide untuk bertahan.


"HWAHAHAHA!!!"


Dewa Vide tertawa dengan kepuasan jahat. Dia mengumpulkan energi gelap di tangannya dan melepaskannya sebagai serangan balasan. Ledakan besar mengguncang seisi ruangan itu, menghancurkan sekeliling tembok Dan memperlihatkan bahwa


"R..RUANG ANGKASA?! TIDAK! Bola bola itu, didalamnya seperti terdapat galaksi! Dimana aku sebenarnya?!"


Diluar Ruangan tersebut ternyata adalah Ruang angkasa!


Shoji terpental oleh ledakan, terhuyung-huyung namun dengan tekad yang tidak goyah.


Mata Shoji bercahaya dengan semangat yang membara. Dia bangkit kembali, memusatkan energi dan kekuatannya. Dalam serangan yang meluncur dengan kecepatan kilat, dia mengarahkan serangan balasannya ke arah Dewa Vide.


"Hyaaakk!!!!!"


"?!!."


Ledakan yang luar biasa menghancurkan Ruangan itu kembali, dan mengguncang alam semesta mereka. Dewa Vide terkena serangan tersebut, terpental dan terjatuh dengan gemetar. Dia menyadari bahwa Shoji ternyata sedikit melebihi ekspektasinya


"Benar.. benar seperti itu! Aku lengah... Dan sepertinya kau yang meminta agar aku menggunakan bentuk sejatiku, tubuh ini akan lenyap.."


Bersamaan dengan perkataannya tubuh Dewa Vide perlahan-lahan lenyap dalam kegelapan yang memudar, menyisakan keheningan di dalam Ruangan yang hancur.


Shoji, dengan napas tersengal-sengal, berdiri di tengah ruangan yang hancur. Dia mengusap darah yang mengalir dari luka di wajahnya, mempersiapkan diri untuk pertempuran yang masih berlanjut.


"Tidak boleh lengah," gumam Shoji kepada dirinya sendiri. "Ini belum berakhir."


Dia memusatkan pikirannya dan memanggil kekuatan dalam dirinya. Energinya memancar, mengelilingi tubuhnya dengan aura yang membara. Dalam keadaan yang tenang, Shoji mengingat pelajaran dan latihan yang telah Astaroth ajarkan kepadanya untuk menguasai kemampuannya.


"Persiapkan dirimu, Dewa Vide!" seru Shoji dengan tekad yang kuat. "Aku tidak akan mundur!"


Dalam keheningan ruangan yang hancur, sebuah kehadiran yang ganjil mulai dirasakan oleh Shoji. Tiba-tiba, sosok Dewa Vide muncul kembali di hadapannya, kali ini dalam bentuk yang lebih kuat dan menakutkan.


"Dewa Vide yang sejati telah terbangun," ucap Dewa Vide dengan suara yang bergema di ruangan itu. "Kau telah menghidupkanku dengan kekuatanmu sendiri. Sekarang, lihatlah kekuatanku yang sebenarnya!"


Dewa Vide mengayunkan tangannya, menciptakan badai gelap yang melingkupi seluruh ruangan. Kilatan petir, guntur, dan angin yang melanda menghancurkan sisa-sisa yang tersisa. Shoji berdiri teguh di tengah kekacauan, siap untuk menghadapi tantangan terbesarnya.


"S.. sungguh sihir yang sangat menakutkan!! Jadi, inikah DEWA?! Sial!."


Dengan gerakan yang lincah, Shoji meluncur ke arah Dewa Vide, melepaskan serangan-serangan yang cepat dan mematikan. Pukulan dan tendangan dengan kekuatan yang luar biasa meluncur menuju targetnya. Namun, Dewa Vide mampu menghindari dengan kecepatan yang tak terbayangkan, menggantikan serangan-serangan Shoji dengan serangan balik yang mengerikan.


Pertempuran itu berlangsung dengan intensitas yang membara.


Kemungkinannya besar untuk berkata bahwa jika mereka bertarung di daratan, mereka akan dapat melenyapkan daratan itu dengan sekejap mata dan pukulan demi pukulan yang teradu, akan menyebabkan guncangan luar biasa di ruang angkasa.


Shoji menggunakan kecepatan, kelincahan, dan kekuatannya untuk melawan Dewa Vide yang kuat. Keduanya saling bertukar serangan dan bertahan dengan kemampuan yang tak terbayangkan.


Shoji tidak menyerah meski terkena pukulan dan luka-luka yang parah. Dia terus melawan dengan tekad yang tak tergoyahkan. Dalam dirinya, dia merasakan kehadiran saudaranya, yang menjadi motivasi terbesar baginya.


"Hentikan usaha sia-sia mu ini.."


Dewa Vide juga tidak menunjukkan belas kasihan. Dia terus mengeluarkan serangan mematikan, mencoba mengalahkan Shoji dengan kekuatannya yang mendalam. Namun, Shoji tidak mundur. Dia melawan dengan keras, memanfaatkan setiap peluang yang ada.


Dengan kekuatan yang terkumpul di tubuhnya, Shoji melepaskan serangan terkuat yang pernah dia miliki. Pukulan yang bertenaga dahsyat meluncur ke arah Dewa Vide, tetapi dengan sigap, Dewa Vide menghindari dengan kecepatan yang tak terbayangkan. Dalam sekejap, Dewa Vide sudah berada di hadapan Shoji, menyerang dengan serangan yang mematikan.


Shoji berusaha menghindar dan memblokir serangan Dewa Vide, tetapi kekuatan dan kecepatan Dewa Vide sangatlah mengagumkan. Setiap serangan yang diarahkan ke arah Shoji membuatnya semakin terpojok. Dia merasakan pukulan berat yang menghantam tubuhnya, mengirimnya terbang beberapa meter ke belakang.


"Astaga!" seru Shoji, berusaha mengumpulkan kembali kekuatannya. Namun, Dewa Vide tidak memberikan kesempatan baginya untuk bernapas. Dewa Vide terus menyerang dengan kecepatan dan kekuatan yang memukau, membuat Shoji semakin terdesak.


"Dewa Vide yang tak terkalahkan!" Shoji berteriak dengan ketegangan yang tak terelakkan. "Aku tidak akan menyerah! Aku akan melawan hingga titik terakhir!"


"Kenapa kau bersikeras untuk mengalahkan kami?! Apa sebegitu pentingnya kah kakak mu!?.."


"Diam kau!!! Kau tidak tahu apa-apa dasar Dewa bodoh!!! Jika saja... Jika saja Oberster Gott bodoh mu itu tidak memanggil kami dan memisahkan kami, saat ini kami pasti sedang makan malam bersama!!! Tanpa ayah dan ibu... Sungguh. SIALAN!!!!!...."


Shoji mengeluarkan kekuatan yang besar. Dia memusatkan energi dan membangkitkan kekuatan batinnya yang terpendam. Aura yang membara mengelilingi tubuhnya, memberinya kekuatan baru yang diperlukan untuk melawan Dewa Vide.


Dengan keberanian dan ketekunan yang tak tergoyahkan, Shoji melawan balik. Dia menghindari serangan Dewa Vide dengan gerakan yang cepat dan akurat, sambil memberikan pukulan dan tendangan yang tepat pada saat yang tepat. Kedua kekuatan bertabrakan dengan dahsyat, menghasilkan ledakan energi yang memenuhi ruangan yang gelap itu.


Namun, Dewa Vide tidak tergoyahkan. Kekuatannya terus menghantam Shoji dengan keras, menyebabkan luka-luka yang serius. Meskipun terdesak, Shoji terus berjuang, tidak ingin menyerah pada Dewa Vide yang kuat.


Disisi lain, Shoji unggul dalam pertarungan jarak jauh menggunakan sihir.


"?! Kau ingin membuat jarak???.."


"Ya, aku tidak sebodoh kau yang hanya terus memukul padahal seimbang.."


Shoji telah membuang jarak yang cukup panjang antara dia dengan Vide.


"Jadi kali ini bermain sihir-sihiran ya? Baiklah!.."


Suasana yang tiba-tiba hening ini menciptakan perasaan tegang dan mencekam.


Shoji mengingat kembali ketika dia pertamakali berada di dunia ini.


• Mage :


(mampu mengontrol, membuat,lalu menguasai semua aspek dan objek yang ada di semesta)


"Benar! yang seperti itu akan lebih baik dicoba!"


Dia mulai menerapkan sistem awal pada Role mage dan mulai memfokuskan seluruh sihirnya yang tersisa ini termasuk ketujuh jam pasirnya.


"Mampu mengontrol......tidak, membuat.... Tidak.. menguasai... Tidak! Yang ku butuhkan saat ini adalah.... SEMUANYA!!!..."


Shoji mulai berteriak kencang untuk membuat kekuatan barunya!


Namun, Gagal.


"Kenapa?!!...."


Astaroth yang sedang dirantai itu seperti sedang menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir, dia berkata.


"Jangan gegabah dalam bertindak! Tunggu aku dan lihat ini!..."


"A..apa?!.."


Karena setelah pertarungannya dengan Shoji, sihir yang menyegel dirinya telah melemah, Astaroth merasa belenggu rantai yang merantai nya telah melemah dan dia mencoba untuk meloloskan diri dan berhasil!


"A.. Astaroth!! Kau berhasil! .."


Shoji senang karena Astaroth telah terbebas.


"SIALAN!! Matilah!.."


"?!!"


Ketika serangan sihir kegelapan milik dewa Vide mengarah cepat kepada Astaroth dan terlihat mengenainya.


Pada detik-detik terakhir sebelum itu terkena, Astaroth telah kembali masuk kedalam tubuh Shoji!


Dan kini kekuatan utama mereka akhirnya bersatu dan kondisi pertarungan berbalik arah dan menguntungkan Shoji!


Tanpa basa-basi, Astaroth langsung mengarahkan Shoji untuk mengerahkan sihir terkuatnya sekarang.


"Pada tingkat ini, pejamkan matamu dan bayangkan saja beberapa planet berjajar!!!.."


"Apa yang kau katakan tiba-tiba? Aku tidak mengerti!.."


"Sudahlah, luapkan ketujuh jam pasir mu yang tersisa, satukan dengan sihir ku dan rasakan sensasi kuatnya sihir keluar dari tubuh mu! Semacam TATA SURYA!!.."


"T-TATA SURYA?!! kau pasti bercanda!.."


"Sudahlah bodoh, kenapa kau keras kepala?! Ikuti saja!.."


"Maksudku, bagaimana tiba-tiba ke Tata Surya?? dan Jangan panggil aku bodoh! Baiklah, oke... Tata Surya.. ehmm...ekkhh..."


Shoji sedang membayangkannya dengan cukup keras!


"Bayangkan serangkaian planet berada disekitar tubuhmu, tenang.. pada tingkat ini, inilah kekuatan terbesar mu!..."


"Planet..., Hmm... matahari... ((Hangat..... Apakah ini....))) Ini dia!!!!"


Dengan jarak yang cukup, Shoji menghela napas panjang dan memusatkan energi Tata Surya ke dalam tubuhnya. Cahaya yang terang menyelimuti dirinya, dan serangkaian planet-planet dalam Tata Surya mulai berputar di sekitarnya. Energi yang luar biasa memancar dari Shoji, menciptakan medan kekuatan yang begitu besar.


"Dengan kekuatan ini, aku akan menghancurkanmu, Vide!" seru Shoji dengan suara lantang, mengumumkan keberanian dan niatnya yang kuat.


Astaroth didalam hatinya berkata kepada Shoji bahwa


"Aku lupa, setelah kau menggunakan ini, tubuhmu seluruhnya akan mati rasa, tidak ada satupun yang berfungsi dan kau akan pingsan"


"Tidak ada gunanya kau mengatakan itu sekarang, yang jelas aku akan segera mengalahkannya!.."


Tersenyum meremehkan, Dewa Vide seketika mengubah Ruangan ini menjadi tempat daratan pasir ungu yang aneh.


Astaroth mengetahuinya bahwa..


"Sepertinya kita dipindahkan ke suatu planet ya... ini berada di planet lain.."


"B..benarkah? Kekuatan yang menakutkan!.."


...


Dewa Vide, yang sudah sangat lama menguasai alam semesta, memandang Shoji dengan penuh perhatian. Dia merasakan kekuatan yang terpancar dari tubuh manusia itu dan mengakui potensinya yang luar biasa.


"Tidak buruk, manusia. Kau memiliki ambisi yang kuat, tetapi apakah kau cukup kuat untuk menantang alam semesta ini?" balas Dewa Vide dengan suara menggelegar.


Dalam sekejap, Shoji meluncurkan serangan pertamanya. Ia menggerakkan tangan ke arah Dewa Vide dan memancarkan energi Tata Surya yang terkonsentrasi dalam bentuk proyektil yang menyilaukan. Proyektil tersebut meluncur dengan kecepatan tinggi menuju Dewa Vide, meninggalkan jejak-jejak sinar yang melintas di langit.


Namun, Dewa Vide tidak terkejut oleh serangan tersebut. Dengan kekuatan alam semestanya, ia menggerakkan tangannya dan menciptakan perisai energi yang kuat untuk melindungi dirinya. Proyektil-proyektil yang diluncurkan Shoji memantul dan pecah saat menghantam perisai tersebut.


"Kekuatanku melebihi imajinasimu, manusia. Coba lihat keajaiban alam semesta ini!" ujar Dewa Vide sambil mengepalkan tangannya.


Sejenak, langit di atas pertarungan mereka berubah menjadi gurun kosmik yang tak terbatas. Bintang-bintang mengelilingi Dewa Vide dan memancarkan energi yang tak terbayangkan. Shoji menatap dengan takjub keindahan dan kekuatan yang terpancar dari Dewa Vide.


Namun, Shoji tidak terpancing oleh intimidasi Dewa Vide. Dengan konsentrasi yang tinggi, dia merasakan energi Tata Surya yang mengalir di dalam dirinya. Dalam sekejap, ia bergerak dengan kecepatan yang tak terjangkau oleh pikiran manusia! Ia menghindari serangan-serangan yang dilancarkan Dewa Vide dengan lincah dan menembakkan proyektil progresif ke arahnya.


Setiap proyektil yang diluncurkan oleh Shoji memancarkan kekuatan dan energi yang begitu besar. Mereka membentuk pola yang rumit saat melintasi langit, menghasilkan ledakan energi yang menakjubkan setiap kali menghantam target.


Dewa Vide terkejut oleh kemampuan sihir Shoji yang begitu luar biasa. Meskipun memiliki kekuatan alam semesta, ia kesulitan mengikuti kecepatan dan kekuatan proyektil-proyektil tersebut.


Pertarungan antara Shoji dan Dewa Vide berlangsung dalam adegan yang memukau. Sihir-sihir mereka bertabrakan, menciptakan ledakan energi yang hebat dan mengguncang sekitarnya. Dalam hal adu kekuatan, dewa Vide berada jauh diatasnya Tapi, Shoji terus maju dengan keberanian dan kecerdikannya.


"Kekuatanku tak terbatas, Shoji! Kau takkan bisa mengalahkanku!" teriak Dewa Vide dengan keangkuhan.


Namun, Shoji tidak membiarkan dirinya terbawa oleh penghinaan itu. Dia terus menggunakan keahliannya dalam sihir jarak jauh untuk melawan Dewa Vide. Dengan kecerdikan dan strategi yang terampil, ia berhasil menghindari serangan-serangan dahsyat dari Dewa Vide dan menyebabkan luka-luka kecil padanya.


Pertempuran berlanjut, dan kedua pihak saling melancarkan serangan yang semakin hebat. Mereka terus mengeluarkan kemampuan sihir yang terbaik dari skala Tata Surya dan alam semesta. Ledakan energi terus memenuhi langit, menciptakan lanskap yang spektakuler dan menakjubkan.


Ketika sinar mentari mulai terbenam di ufuk barat, pertempuran mencapai puncaknya. Shoji dan Dewa Vide saling berhadapan, aura kelelahan terpancar dari tubuh mereka. Meskipun lelah, tekad Shoji tidak pernah goyah. Dia tahu bahwa ini adalah kesempatan terakhirnya untuk mengalahkan Dewa Vide.


Dengan kekuatan yang tersisa, Shoji mengumpulkan energi terakhir dari Tata Surya. Cahaya yang terang menyelimuti dirinya, dan energi yang sangat besar terkumpul di telapak tangannya. Dengan gerakan yang cepat, ia melemparkan energi tersebut ke arah Dewa Vide.


Energi itu tiba dengan kecepatan yang tak terbayangkan dan jauh melebihi kecepatan cahaya! Ini berada pada skala yang lebih tinggi. Dewa Vide mencoba menghindarinya, tetapi serangan Shoji terlalu cepat dan akurat. Energi itu menghantam Dewa Vide dengan kekuatan dahsyat, menghancurkan perisai dan merobek tubuhnya.


Dewa Vide terhuyung, langit di sekitarnya bergetar dengan keras. Tubuhnya mulai memudar, energi alam semesta yang kuat terlepas dan kembali ke alamnya yang asli.


"Akan sangat tidak nyata jika Alam Semesta kalah dengan Tata Surya, dalam hal kekuatan... Kau benar-benar sangat kuat! Sial, tapi pertarungan tidak hanya terfokus pada kekuatan, kecepatan dan strategi dibutuhkan! Oleh karena itu, aku berhasil mengalahkanmu!" seru Shoji dengan bangga.


Dewa Vide tersenyum tipis, dan suaranya terdengar melingkar di udara. "Kau memang hebat, Shoji. Namun, ingatlah bahwa alam semesta ini tidak terbatas. Akan selalu ada kekuatan yang lebih besar darimu."


Dewa Vide kemudian menghilang, meninggalkan Shoji dalam keheningan. Shoji menatap langit yang kembali normal, merasakan kepuasan dan kemenangan setelah pertarungan yang berat sambil berkata


"Berat sekali... Jadi, seperti ini rasanya bertarung dan membunuh seorang Dewa, sungguh... "


Kepala Shoji tiba-tiba pusing


"Eh?.."


Dia pun tumbang pingsan di planet lain karena kelelahan yang berlebih.


Astaroth berkata didalam hati...


"Kau benar-benar membunuhnya... tidak ada manusia yang mampu membunuh Dewa, jangankan membunuh, aku sempat terkejut ketika tubuh mu masih utuh setelah menerima pukulannya, disatu sisi ini adalah awal yang baik, namun disisi lainnya kamu telah membuat para Dewa semakin menandai mu, aku bahkan dapat mendengar suara gerutunya si Avenir itu, hahaha .... Masing-masing dari mereka menekan dan mencoba mengintimidasi mu dengan Sihirnya dikala kamu sedang pingsan.. beruntungnya, jika kamu masih sadar dan melihat di atas langit ini, makan kamu akan melihat seluruh wajah Dewa-dewa yang menatap angkuh kepadamu, ini benar-benar mengerikan... Sebaiknya aku tetap siaga sampai kamu pilih.."


Sementara itu kondisi Sylvia dan Rara saat ini masih belum sadar, mereka berdua benar-benar telah terlindungi berkat sihir Shoji yang sebelumnya diberikan kepadanya.


Sihir Shoji membentuk sebuah lingkaran sihir yang memberikan efek perlindungan dan penyembuhan secara perlahan.


Dan diketahui bahwa identitas sebenarnya dari seluruh bangsawan di kerajaan Durui saat ini adalah Iblis yang mengubah penampilan dan keberadaannya menjadi mirip dengan manusia, Iblis tak berakal yang hanya menyerang tanpa rencana.


Kemudian secara bersamaan dengan iblis yang masih menyerang di kerajaan Durui, seluruh dunia mengetahui bahwa Kerajaan Durui telah hancur, pangeran Flo yang pertama mengetahuinya sempat sesak nafas karena.


"T-TIDAK! Tidak mungkin... Oh Yaampun, sungguh... Aku yakin siapa penyebabnya, hanya dia yang memiliki kekuatan untuk melakukan hal gila seperti ini .. Tuan Shoji! Anda benar-benar berani..., Huffttt, aku hampir mati terkejut."


Bukan hanya kerajaan Flone, namun beberapa kerajaan saat ini telah mengetahuinya! Mereka semua dengan cepat menyuruh agar Raja kerajaan mereka tidak ikut campur dalam urusan Kerajaan Durui atau mereka akan terkena dampaknya!


Sementara itu kondisi di dalam Kerajaan Durui..


Ribery telah lama sadar dan dia juga telah mengetahui kebenaran dari kerajaannya, dia berlari menuju luar istana melewati puing-puing bangunan yang telah terbakar api.


"Hancur... Durui telah hancur!!"


Dia segera pergi keluar kerajaan untuk menyelamatkan diri, ketika tiba didepan pintu gerbang keluar, Ribery melihat salah satu anggota Sanzein yang berdiri dengan banyak perban ditubuhnya, itu adalah Shamp!


Ribery berlari menuju Shamp dan berkata


"Tuan Shamp! Tuan Shamp.... Apa yang anda lakukan disini?! Maksudku, syukurlah kalau anda selamat!..."


Namun, Shamp tidak segera menanggapinya, justru dia berniat untuk menyelamatkan seseorang yang masih selamat di dalam kerajaan Durui...


"Tannala,... Tannala masih didalam! Dan ada beberapa orang yang masih bisa diselamatkan! Tolong... Aku tidak bisa bergerak bebas sekarang... Sekarang aku lemah... Sungguh, aku ingin menolong mereka yang masih bisa diselamatkan!!"


Shamp tiba-tiba berlutut merenungi kelemahannya.


Ribery tidak tahu harus berbuat apa.


"T..tidak, jangan seperti itu Tuan.. angkat kepala anda..."


Ketika Ribery ingin meraih tubuh Shamp untuk digendong, tiba-tiba muncul seseorang yang telah menggendongnya!


"K..kau"


Ribery terkejut dengan keberadaannya disini..


"Bukankah kau sedang berada di Aakash?! Bagaimana bisa dirimu keluar dari sana? Maksudku... Aakash.."


"Jangan tergagap begitu, jika bukan karena wanita kenalannya, sekarang kami pasti masih diatas sana! si Ryzen itu memiliki kenalan yang sangat membantu, berkatnya lah kami bisa bebas.."


Roxxie telah bebas dan berdiri memanggul tubuh Shamp!