
"Dirinya yang kini telah menjadi Dewa Iblis, adalah makhluk kedua yang diciptakan oleh Oberster Gott setelah diriku, dahulu dia berdiri bersamaku, meminum wine bersama dan tertawa, kami benar-benar mirip dengan yang manusia sebut Sahabat, namun, karena dirinya istimewa, dia menerima ajakan Oberster Gott untuk menerima banyak kekuatan dan memegang kendali Neraka, membuat kepribadiannya menjadi monster tanpa akal dan penuh kekuatan penghancuran, namanya tercantum dalam sejarah kami sebagai Raja iblis pertama, dirinya adalah Azzahiel."
Dari dalam hati, Shoji mengatakan.
"Bahkan sekelas Raja iblis sepertinya saja masih merasakan kehilangan dari teman-temannya.."
Memejamkan mata dan berkata didalam hati dengan nada rendah.
"Sayang sekali, Itu bohong, Aku akan membunuh Azzahiel dengan tanganku sendiri..."
Kemudian Abaddon berkata.
"Baik, ini yang terakhir, dan ini juga adalah jawaban untuk jalan pintas menuju alam semesta para Dewa, dia adalah Dewa Penciptaan, Treaner adalah Dewa yang memiliki peran lebih banyak dalam membangun dunia manusia dan dunia dewa.."
"Apa peran Dewa itu? Maksudku aku masih bingung.."
Abaddon berdiri dari tempatnya dan dia menatap Shoji.
"Dewa yang membuat konsep sihir itu ada di dunia manusia, Dewa yang membuat logika menjadi Nol, Dia yang menentukan seberapa besar sihir yang dimiliki setiap manusia dari lahir, kau pengecualian karena dirimu berasal dari dunia yang berbeda, dengan kontribusinya yang besar dalam dunia manusia dan Dewa, bukannya memiliki banyak pujian, Treaner justru dikucilkan oleh para penduduk surga dan dia ditempatkan pada sebuah istana sederhana yang menjadi jalan utama menuju ke alam para Dewa."
"Tunggu, bukankah itu aneh? Secara dia telah melakukan banyak hal demi dua dunia..."
"Sebaiknya kau tidak berpikir seperti itu, bahkan didalam dunia para Dewa, ras Persaingan itu masih ada dan tekanannya sangat keras, Treaner dianggap mencoba meniru Oberster Gott dan itulah mengapa dia dikucilkan dan kini hanya menjadi penjaga gerbang yang sudah jutaan tahun tidak ada penyusup satupun, bisa dikatakan dia hanya dibuang begitu saja."
"Lalu..."
"Normalnya, kau harus membunuh Treaner dan meletakkan kepalanya di tempat tertentu kemudian Gerbang masuk ke alam Dewa pun terbuka, namun itu tidak akan terjadi karena Treaner telah berhasil membuat keberadaannya tidak dapat dipisahkan, jika dia mati di alam Dewa, maka dia akan muncul di dunia Manusia, jika dia mati di dunia manusia juga, maka dia akan muncul di kekosongan, berdiri dengan Oberster Gott didalam istananya..... Ada apa?"
Melihat Abaddon yang tahu banyak tentang Treaner, Shoji mengerutkan keningnya.
"Baik, kau akan bertanya mengapa aku mengetahui banyak hal... mengapa aku mengetahuinya? Jawabannya karena dialah yang telah memberitahukan ku sendiri.."
Dengan mata yang penuh dengan rasa terkejut, Shoji tidak percaya ada Dewa yang memiliki hubungan dengan Iblis.
"Bagaimana itu terjadi?"
"Kau tidak harus mengetahuinya, lagipula bukankah ini agak melenceng dari topik?"
".. Ekkhmm, kau memang benar, lalu, apa jalan pintasnya?"
Hening sejenak, tiada suara apapun yang berada didalam sini, hanya terdengar suara detak jantung mereka, kemudian Abaddon berkata.
"Sejak saat dia dibuang, Treaner telah dipenuhi dengan rasa amarah dan kekecewaan terhadap Dewa-Dewi, oleh karena itu, dia siap menunggumu datang kapan saja di depan Gerbang itu, tanpa peperangan, tanpa darah dan pertukaran nyawa, ini murni pengkhianatan terhadap para Dewa, kau hanya harus datang bersamaan dengan rekan-rekan mu, tetapi ada satu syarat khusus untuk ini"
"Syarat apa itu?"
"Mereka yang lemah atau yang dibawah standar kekuatan yang telah ditetapkan akan otomatis terpental dari sana dan dia tidak akan bisa memasukinya sebelum dirinya benar-benar memenuhi standarisasi alam Dewa.."
...
Selama perbincangan berat itu berlangsung, dari luar Dimensi yang Shoji ciptakan.
"Perhatikan!! Mereka juga berada di atas langit!"
Saat ini, seluruh ksatria dari pihak Shoji dan Abaddon melawan pasukan-pasukan langit yang disebut dengan Valkryie.
Mereka berjumlah Ratusan!
Beberapa saat sebelumnya, Qeryz berkeliling di sekitar desa dan agak masuk jauh kedalam hutan, disana dirinya menemukan sebuah lampion yang mengambang mengeluarkan cahaya yang menyinari sekitarnya.
Ketika Qeryz hendak ingin menghampiri benda tersebut, Insting kuat dari seorang Demi-Human yang dimilikinya pun bereaksi dengan aura bahaya.
Benar saja, Qeryz dengan cepat mengindari ledakan tersebut dan dia langsung memasuki mode bertarungnya.
"Siapa disana?!!"
Ketika dia hendak ingin bertanya, tiba-tiba saja sebuah kapak secara cepat melesat kearahnya.
"Tch!!"
Kapak itu bukanlah sebuah kapak biasa, melainkan terdapat campur tangan dari salah seorang Dewa.
Bukan hanya Kapak saja, banyak senjata hingga para Valkryie kini terbalut penuh oleh sihir seorang Dewa.
Valkryie tidak memiliki perasaan emosional, mereka tidak berakal, beberapa dari mereka memiliki sifat layaknya goblin, dan beberapa mereka bersikap pendiam dan penganalisis yang hebat.
Dengan kekuatan miliknya saat ini, Qeryz menghilang dari pandangan para Valkryie, kemudian dia muncul dan berhasil memenggal dua puluh kepala Valkryie.
Kemudian, dari dalam hutan gelap tersebut, muncullah seorang Valkryie tipe pendiam dan penganalisis yang disebut dengan Vallqries.
"Siapa kau?!!!"
"Perkenalkan, aku Vacries, salah satu dari Vallqries.."
Seorang pemuda yang tubuhnya mirip seperti dengan Qeryz.
"A–Apa-apaan itu?! Kau begitu mirip denganku!"
Ketika Qeryz mengoceh ini itu, Vacries telah melesat sambil berbisik di telinganya.
"Kita berbeda, para iblis... Apalagi Demi-Human, itu menjijikan.."
Tepat setelah mengatakan itu, tubuh Qeryz terpental jauh hingga keluar hutan dan menuju kerumunan pesta.
Qeryz terbaring diatas papan-papan kayu.
Ryzen menghampiri Qeryz dan bertanya kepadanya apa yang terjadi, lalu muncul dari dalam hutan.
Itu adalah jumlah yang cukup banyak, sekitar 800 atau mungkin hampir 1.000 Valkryie.
Seluruh masyarakat yang berada di desa mulai panik dan berlarian.
Roxxie berusaha untuk menenangkan mereka namun itu percuma ketika Roxxie mendengar salah seorang Demi-Human berkata.
"Itu para Valkryie!! Mereka adalah musuh alami kami! Biarkan aku lari!.."
"Valkryie??... T—Tunggu!"
Kemudian Sylvia mendatangi Roxxie dan menjelaskan.
"Sylvia? Sedang apa kau??"
"Dengar aku Roxxie, menurut buku yang aku baca dahulu, sudah ribuan tahun para Valkryie merupakan musuh alami dari Demi-Human!"
"Musuh Alami?! Apa maksudnya itu??!"
Ketika sedang dalam pembicaraan, tiba-tiba mereka mendapatkan serangan Panah Suci dari salah satu Valkryie.
"Apa yang kalian lakukan?!!"
Beruntung saja Ryzen dengan cepat menuju mereka berdua dan membelah panah itu menggunakan pedangnya.
Kemudian datang dan terus berdatangan serangan beruntun dari Panah Suci.
"Bahkan tanpa kau sok keren begini aku dapat menghancurkan panah itu dengan satu tangan!"
Roxxie pun berdiri bersama dengan Ryzen.
Ryzen menyuruh Sylvia agar segera membuat Barrier dan berkumpul dengan para warga.
"Sylvia, buatlah Barrier dan berkumpul lah dengan para Warga, kamu adalah hal yang sebaiknya tidak harus terluka didalam peperangan dan kamu harus menjadi penolong pertama bagi mereka yang terluka.."
Dengan serius mengerutkan keningnya, Sylvia mengangguk berkata. "Aku mengerti!"
Setelah itu dirinya pergi dan menciptakan Barrier kuat di seluruh penjuru Desa.
Sylvia menuju ke tempat pengungsian bawah tanah, sesampainya disana, dirinya melihat telah terdapat Shamp, Sarah, Ibunya Rara, Rara serta 30 prajurit Sarah.
Ketika Sylvia bertanya kepada Sarah mengapa mereka tidak ikut berperang di permukaan, Sarah menjawabnya dengan tenang dan senyum.
"Itu sudah bukan berada di level kita semua."
...
Sofie dan Saaki yang melihat para bawahan-bawahan Shoji merasa.
"Mengapa mereka cepat sekali bertindak? Dan lagi masih sempat untuk menolong orang lain..."
Melihat dari kejauhan, Saaki langsung mengarahkan taringnya ke salah satu Vallqries, dirinya pergi terbang melesat keluar dari Barrier dan langsung menyerang salah satu Vallqries dengan Tattcint!
"Itu tadi cukup berbahaya, iblis jelek."
Sayang sekali, serangannya dapat dihindari dengan mudah dan Saaki menerima serangan telak di perutnya, dirinya pun terpental ke pegunungan jauh dan ketika dirinya menabrak gunung tersebut, gunung itu seketika meledak!
Sofie merasakan Saaki yang tidak sadarkan diri pun juga menyerang ke arah Vallqries tersebut.
"Bajingan!!!"
Ketika hampir saja serangan Sofie mengenai Vallqries tersebut, salah satu Valkryie tidak berakal melompat ke atas langit tepat di hadapan Sofie dan menerima pukulannya.
"Kerja bagus"
"Kau berlindung menggunakan bawahan mu sendiri?! Pengecut!!"
" Vacclly tidak peduli, enyahlah."
Vallqries yang bernama Vacclly itu mengeluarkan ekornya dan menyerang Sofie dengan ekornya, itu cukup keras hingga membuat Sofie terpental jauh dan membuat lubang besar, Sofie masih merasa sakit, dirinya tidak pingsan karena serangan barusan masih belum sekuat yang Saaki rasakan.
Terasa situasi semakin memburuk, Taros menghentikan mereka semua para Valkryie keroco dengan sihir penghentian waktu kemudian di kombinasikan dengan sihir penghancuran jantung.
"Dengan ini, setidaknya sedikit hal merepotkan dapat teratasi.."
Taros telah membunuh hampir semua para Valkryie dan hanya menyisakan petinggi petinggi mereka, yaitu para Vallqries.
Ryzen dan Roxxie melihat kekuatan dahsyat milik Taros yang mampu menghabisi hampir semua Valkryie dengan tatapan waspada.
Kemudian dari atas langit, terdapat 3 orang Vallqries yang berdiri melayang menatap rendah mereka semua yang berada di bawah.