
"Jadi sudah diputuskan, bukan?"
"Ya."
Saat ini, Shoji dan Abaddon baru saja telah selesai dengan urusan penting mereka masing-masing.
Abaddon dengan tatapannya yang tertuju ke mata Shoji setelah berjabat tangan dengannya merasa.
"Nakamura Shoji, sosok manusia terkuat sepanjang masa, dirimu benar-benar menarik, Setelah deklarasi perang yang telah kau lakukan dengan memusnahkan Vide, kau saat ini telah menjadi musuh utama para Dewa-dewi, mereka tidak akan membiarkan penghinaan mu terhadap harga diri mereka tetap berlanjut, walaupun begitu, aku yakin kau dapat membawa dunia ini keluar dari cerita yang dibuatnya dan membawa dunia ini menuju kedalam apa yang kau inginkan, aku tidak peduli mau kehancuran ataupun kedamaian yang kau bawa, yang jelas Aku tidak dapat melihat masa depan yang kau miliki."
Dari dalam hati Abaddon mengatakannya dengan nada serius.
Sementara Shoji setelah berjabat tangan dengan Abaddon, dirinya merasa banyak sekali tekanan dan peristiwa peristiwa penting yang telah dilalui Abaddon, didalam hatinya Shoji berkata
"Sesosok Raja terkuat yang biasanya ada di setiap dunia Fantasi, jadi ini... Aura sihir yang tajam dan kuat ini... benar-benar makhluk yang sangat mengerikan."
Mereka berdua saling menghormati satu sama lain, karena saat ini.
Hubungan Diplomatik Shoji dengan Raja Iblis telah selesai disepakati!
Shoji tidak menyadarinya, namun dia secara tidak sengaja telah membuat pasukannya menjadi lebih tersebar.
Dengan kesepakatan yang telah dibuat, seluruh ras Demi Human akan berada dibawah perlindungan Raja iblis Abaddon, lalu Shoji telah mendapatkan koneksi dengan salah satu Dewa terpenting yaitu Treaner.
Keduanya mendapatkan keuntungan yang besar.
Melalui analisis yang telah dilakukan, Astaroth berkata.
"Analisis telah selesai kulakukan, itu mendapatkan informasi seluruh prajurit Abaddon yang berada di dunia ini berjumlah 66 Juta jiwa, tentu termasuk dengan para jenderal iblis nya, dengan kekuatan sebesar ini dapat membuat mereka berpihak padamu,.. entah mengapa, kau hebat. Shoji!"
...
Setelah selesai, saat ini kondisi diluar sudah pagi, matahari telah terbit dengan indah dari balik pegunungan, kicauan burung dapat terdengar jelas, Sylvia yang telah bangun lebih awal dari semuanya pun beranjak keluar untuk menghirup udara segar, Sylvia yang melihat ke sisi kiri, itu adalah tempat lingkaran hitam dimensi milik Shoji dan terlihat masih belum hancur.
Sambil menatap kearahnya, Sylvia berkata.
"Tuan, aku tidak mengetahui banyak hal mengenai dirimu, hanya saja kamu terlalu memaksakan diri, aku akan menyiapkan makanan untukmu setelah kamu keluar dari sana, berjuanglah Tuan Shoji."
Setelah mengatakan hal itu, mendapati bahwa situasi telah membaik, Sylvia menonaktifkan sihir Barrier miliknya.
Disisi lain, Shoji dan Abaddon, Mereka tidak segera keluar dari dalam Dimensi karena.
Shoji berdiri menatap Abaddon yang sedang duduk menyeruput secangkir teh.
"Abaddon, sebelum kita keluar ada satu hal yang harus ku pastikan dan mungkin ini adalah syarat terakhir yang harus kau lakukan untuk semuanya."
..
Mendengar hal itu, Abaddon dengan senang hati membiarkan Shoji mengatakannya.
"Aku mengerti, jadi, Apa yang ingin kau katakan?"
Abaddon menaruh cangkir teh miliknya di meja untuk mendengar apa yang Shoji ingin katakan.
....
"Sebuah gunung yang menjulang tinggi, itu disebut pegunungan Roll, dan dibawahnya adalah pemukiman warga Elf, aku tidak ingin membuat alasan karena kau pasti telah mengetahuinya bahwa mereka masih hidup, bukan?..."
Mendengar perkataan Shoji, Abaddon berkata.
"Aku sangat mengenal pegunungan Roll dan aku sudah lama mengetahui bahwa mereka para Elf masih ada, jadi?"
Shoji menjelaskan.
"Karena ada seorang Elf bernama Sylvia adalah rekan ku, besar kemungkinannya dia diketahui oleh para petinggi Gereja dan mereka pasti akan membuat pergerakan untuk mencari Elf yang tersisa, oleh sebab itu aku ingin kau memberikan beberapa pasukan mu untuk melindungi mereka para Elf yang berada di Pegunungan Roll dari para faksi Gereja."
Abaddon memejamkan matanya lalu berkata.
"Tentu, sekitar 500 prajurit akan ku tugaskan untuk berjaga disana."
"Eh?"
Shoji tidak mengira akan semudah ini untuk bernegosiasi dengan seorang Raja iblis!
Kemudian Abaddon membuka matanya perlahan dan mengatakan.
"Sebelum itu, aku ingin kau untuk memberikan bukti perjanjian ini, bertujuan agar mereka dapat memahami bahwa ini adalah kehendak mu.."
Abaddon menciptakan sebuah kertas perjanjian yang berisi segala macam perjanjian perlindungan antara Shoji dan Abaddon.
"Kertas ini?"
"Benar, stempel kan darah mu pada lingkaran sihir sebelah kanan yang berada disana.."
Shoji berpikir sejenak..
"Baiklah."
Setelah itu, Tanda perjanjian hubungan Diplomatik antara Shoji dan Raja Iblis telah dibuat!
Setelah selesai memberikan stempel darahnya pada selembaran kertas, Shoji mengembalikan itu kepada Abaddon, lalu Abaddon menerimanya.
"Bagus, dengan ini sepertinya cukup."
Setelah itu dirinya juga memberikan stempel darahnya agar semua dapat terbaca jelas.
"Sudah selesai, Abaddon?"
"Benar, kalau begitu..."
Mereka berdua berjabat tangan kembali.
"Terimakasih Abaddon!"
"Kau juga, Shoji"
Hubungan Diplomatik sekaligus Aliansi pihak Shoji dan pasukan Raja iblis Abaddon telah 100% selesai dengan kesepakatan bersama!
....
Beberapa saat setelah itu, Akhirnya Shoji dan Abaddon telah keluar dari sihir Master Dimensi milik Shoji.
"Selamat datang kembali!!!!"
"W—WOAH!!"
Shoji terkejut karena melihat banyak sekali kerumunan, seluruh warga yang menunggu dan menyambut kedatangannya kembali!
Sarah melihat Shoji dari kejauhan dan tersenyum tenang.
Kemudian Ryzen dan Roxxie berjalan menuju Shoji dan merendahkan dirinya memberi hormat dengan berlutut sambil berkata.
"Tuanku, selamat datang kembali dan terimakasih atas kerja kerasnya."
Ryzen dan Roxxie mengucapkannya secara bersamaan.
"Terimakasih, Kalian berdua.."
Shoji yang tidak nyaman dengan perlakuan ini pun mengangkat badan Ryzen dan Roxxie kemudian berkata
"Tapi jujur deh, aku tidak nyaman dengan perlakuan formal seperti ini, hehe..."
Mendengar perkataan Shoji barusan, dengan cepat Ryzen dan Roxxie berdiri!
"M.. maafkan kami, Tuan."
Ucap Roxxie.
"Tidak, tidak masalah, lalu??"
Kemudian datanglah Sylvia yang membawa sepotong kue, Sylvia datang bersama Rara yang berlari kencang untuk memeluk Shoji.
"Halo, Rara, bagaimana kabarmu?"
"Aku baik, Kakak!"
Sambil tersenyum dengan wajah yang ceria
Sylvia kemudian muncul dihadapannya sambil menghidangkan sepotong kue untuk Shoji.
"Selamat datang kembali, Tuan.."
"Ya, aku kembali."
Sylvia belum selesai tiba-tiba Roxxie dan William berteriak.
(William telah kembali dari hukuman yang diberikan Taros yaitu push-up, sit-up, pull-up, Squat jump, masing-masing sebanyak 1.000 kali, dia mampu menyelesaikan dini hari dan tertidur begitu saja, oleh karena itu badannya masih banyak debu)
"?! Hei!!"
Mereka semua yang berada disana termasuk seluruh warga Demi-Human pun memulai pestanya!
"Huffttt.. mau bagaimana lagi... ayo, tuan!"
Sylvia mengulurkan tangannya membawa Shoji masuk kedalam Pestanya.
"Uhm.. iya.."
Shoji memegang tangannya dan mereka berjalan menuju bagian tengah pesta, di ikuti dengan Ryzen.
Kecuali Rara.
"Ada apa, gadis kecil? Kenapa kau tidak mengikutinya?"
Abaddon penasaran dengannya, kemudian Rara berkata.
"Aku merasa tidak enak jika aku mengganggu tuan, melihatnya dari sini saja sudah membuatku senang.."
Sambil tersenyum kearah Abaddon.
Didalam hati, Abaddon berkata.
"Jadi ini gadis yang memiliki kekuatan Shoji didalam kalungnya, dia memiliki potensi besar, oleh karena itu aku yang akan melatih gadis ini secara langsung."
Dan dia sudah memutuskan bahwa Rara akan menjadi muridnya secara langsung!
..
"!!! Rara?!! Hei! Dimana kamu?"
Dari jauh Rara melihat ibunya sedang mencari-cari dirinya, kemudian Rara berteriak.
"Aku disini, ibuuuuuuuu!"
"Ah, Rara! Disana kau rupanya, tunggu aku akan datang."
Ibunya berlari menuju Rara dan
"Ah, maaf tuan Raja iblis.. maaf jika anakku mungkin memiliki kesalahan.."
Nampaknya Eris masih terjaga kesopanannya dan dia masih merasa ketakutan.
"Tidak ibu, Raja iblis orangnya baik.."
"?!HM?"
Abaddon terkejut dirinya dibilang baik oleh seorang anak-anak, padahal dia sudah pernah menginvasi setengah dunia.
"Begitukah, Rara?"
"Iya! Ya, kan?"
Untuk pertamakali dalam sejarah panjang hidupnya, Abaddon dibuat bingung oleh seorang anak-anak.
"M-.. mungkin"
..
"Kalau begitu aku pergi dulu, Tuan Raja Iblis! Sampai jumpaaaaa"
"Maaf, aku permisi dulu Tuan Raja iblis.."
Kemudian Rara pergi bersama ibunya sambil digendong dan melambaikan tangan pada arah Raja iblis.
..
"Selamat datang kembali Yang Mulia.."
"Hm, Taros kah?"
Dari kedelapan Jenderal iblis, hanya Taros yang memberikan selamat datang kembali kepada Tuannya.
"M..maaf Yang Mulia.."
"Maaf? Maksudmu untuk lubang besar disana?.."
"Itu juga termasuk, sebenarnya selama anda berada didalam Dimensi milik Tuan Shoji, kami diserang oleh para Valkryie yang dicampurkan dengan sihir para Dewa, namun itu bukan masalah karena kami telah membersihkannya."
Mendengar penjelasan Taros, Abaddon dibuat tercengang dengan sihir Master Dimension milik Shoji, pasalnya selama dia berada didalam, dia tidak merasakan ada keributan dari luar, dia tidak merasakan getaran, dia tidak merasakan ada aura sihir yang bergerak diluar, lalu dirinya menghadap kebelakang dan menatap bekas tempat Sihir Dimensi Shoji berada.
"Aku bahkan tidak mendengar keributan apapun, getar dan energi sihir? Aku tidak merasakannya sama sekali... bahkan oleh seorang diriku yang Raja iblis?! Shoji.... kau benar-benar memiliki banyak kejutan..."
...
Hari ini adalah hari yang cerah, seluruh Demi-Human saat ini sedang dalam puncak kebahagiaannya setelah ditindas oleh kerajaan Durui bertahun-tahun.
Shoji duduk diatas singgasana Raja yang telah dibuat oleh seluruh warga sekitar.
Mereka semua benar-benar telah banyak melalui kejadian buruk dan mampu bertahan hingga detik ini.
Shoji mengetahui itu karena mereka semua tersenyum bahagia.
Dirinya berkata.
"Aku tidak melupakan apa tujuan ku berada disini, tetapi mengapa ketika melihat mereka semua bahagia, aku merasa sangat senang, Kakak.."
Dan menatap langit.
Tiba-tiba muncul buah anggur disana, dan ya.
"Anggur? Eh?".."
"Tuan Shoji, Terimakasih atas segalanya."
"Kalau tidak salah kau ibunya Rara .. emm.. Eris?"
"Ya, benar sekali tuan!"
...
Duduk di atas singgasana Raja yang tinggi ini dapat membuat Shoji mengetahui rekan-rekannya berada.
Terlihat Sarah dan Shamp sedang asik adu panco dan didukung oleh seluruh prajurit Sarah, benar-benar ramai disana.
Roxxie dan Ryzen berjaga di setiap sudut desa sambil membawa segelas Bir.
Sylvia dan Rara sedang berlomba makan kue yang terbanyak, dan sepertinya Sylvia kalah.
Dan saat ini Ibunya Rara sedang bersama Shoji, sepertinya dia ingin berbicara dengan Shoji.
"Aku tidak tahu harus memulainya darimana.."
Eris mulai mengatakan sesuatu.
"Hm? Apa maksudnya?"
"Emm.. begini, Tuan saat ini sudah seperti seorang Kakak baginya, gadis kecil itu membutuhkan seseorang sepertimu untuk menjaganya, jadi.. aku sebenarnya ingin meminta permohonan untuk mu."
"Seorang kakak? Siapa? Aku? Dan.... apa yang kau ingin katakan sebenarnya???"
Kemudian Eris sambil memegang kedua tangan Shoji dan menatap dirinya dengan wajahnya yang cantik, Eris mengatakan.
"Kumohon, jadilah Suamiku..."
........
.....
...
..
.
"M–Maaf? A..Ap—.."
Tepat setelah Eris mengatakannya, dari bawah terlihat sosok yang berapi-api sedang berlari kearah Shoji dengan kecepatan penuh, itu adalah
"APA MAKSUDNYA ITUUUUUUUU!!!!?????"
Sylvia yang datang dengan wajahnya yang memerah.
Suaranya membuat seluruh Desa yang tadinya penuh tawa dan keramaian saat ini dibuat sepi dan hening secara tiba-tiba.