
Taros telah membunuh hampir semua para Valkryie dengan mudah dan hanya menyisakan petinggi petinggi mereka, yaitu para Vallqries.
Ryzen dan Roxxie melihat kekuatan dahsyat milik Taros yang mampu menghabisi hampir semua Valkryie dengan tatapan waspada.
Kemudian dari atas langit, terdapat 3 orang Vallqries yang berdiri melayang menatap rendah mereka semua yang berada di bawah.
Mereka terdiri dari dua pria dan satu wanita.
Mengenakan zirah besi yang memberikan kesan kekuatan dan mengintimidasi.
...
"Inilah mengapa aku menyarankan agar Valkryie bodoh itu untuk dilatih.."
Keluh seorang Vallqries wanita yang bernama Valldres kepada kedua Vallqries lainnya.
Vacries yang berwujud mirip seperti Qeryz, saat ini dirinya berubah menjadi wujud Ryzen, hal itu disebabkan oleh kemampuan dirinya untuk meniru seseorang dengan sempurna karena Vacries sejatinya tidak memiliki bentuk fisik.
"Aku tidak peduli, mereka seharusnya memang harus seperti itu..."
Ujar dingin Vacries sambil menatap rendah mereka yang berada dibawah.
"Vally tidak ingin berlama-lama, bisakah segera kita memulainya??..."
Kemudian Vally, dirinya selalu narsis dan meninggikan dirinya sendiri, menyombongkan diri dan menjatuhkan yang lain, Vally benar-benar tampan untuk memenuhi semua sifat miliknya.
Bulu mata lentik dengan warna mata berwarna kuning emas, rambut berwarna cokelat, dan gestur tubuh yang ideal.
Kemampuan yang Vally miliki adalah dapat meniru senjata yang lawannya gunakan hingga melipatgandakan kekuatannya menjadi dua kali lipat.
"Meskipun begitu, bagaimana cara memulainya?"
Valldres yang tidak tahu ingin memulainya darimana karena mereka hanya diperintahkan untuk, "hancurkan salah satu desa yang berada di daerah sini."
Kemudian, Vacries memejamkan mata dan menggunakan sihir sensorik miliknya yang kuat hingga dirinya menemukan sebuah area yang terdistorsi oleh suatu penghalang hitam.
Pandangan Vacries tertuju pada sihir yang Shoji ciptakan, hingga akhirnya Vacries segera memajukan tangan kanannya dan mengeluarkan sihir proyektil laser raksasa yang ditujukan untuk menghancurkan mereka.
"Pertama dan terakhir, hancurlah.."
Tanpa basa-basi, serangan kuat itu langsung menuju ke arah dimensi milik Shoji.
Menciptakan ledakan besar dan suaranya yang menggema.
Ryzen dan Roxxie yang mengetahui bahwa serangan itu ditujukan untuk Shoji, mereka tidak dapat tepat waktu untuk menghentikan itu.
Ketika serangan kuat milik Vacries keluarkan, didalam kabut yang tebal menutupi semuanya, Vacries yakin dirinya telah menghancurkan wilayah itu.
Dirinya memejamkan mata dan menyilangkan tangannya, berkata.
"Lebih mudah dari yang kuduga."
..
Ketika Ryzen dan Roxxie ingin menghampiri dimensi milik Shoji berada untuk memastikan keamanannya, langkah mereka tiba-tiba saja dihentikan oleh Taros.
"Apa maksudnya ini?!"
Taros berkata dengan nada serius.
"Sihir yang diakui oleh Raja iblis adalah hal yang paling tidak boleh diragukan di dunia ini."
Roxxie tidak mengerti apa yang dikatakannya, dirinya memberontak dan berteleport menuju tempat Shoji.
Sementara Ryzen tidak ingin bertindak gegabah dan mempercayakan semuanya kepada Shoji.
Sesampainya disana, Roxxie awalnya tidak melihat apapun selain asap kabut yang tebal.
Sampai akhirnya dia melihat bahwa sihir dimensi yang Shoji ciptakan itu tidak apa-apa, tidak ada masalah apapun bahkan tidak tergores sedikitpun!
"S.. Sungguh sihir yang menakjubkan.."
Kata Roxxie sambil menyentuh sihir Dimensi milik Shoji.
Dirinya memberitahu Vacries, Valldres yang menyadari bahwa serangan kuat yang Vacries lancarkan sebelumnya itu belum menghancurkan targetnya.
"Buka matamu dan lihat itu"
Ketika Vacries membuka matanya dan melihat bahwa serangan kuat yang cukup untuk membelah langit itu tidak berefek apapun pada Dimensi tersebut.
Dirinya terkejut hingga mengeluarkan keringat dingin di pipinya.
Melihat itu juga membuat Vallqries bernama Vally ini merasa tertantang.
"Vally ingin mencoba untuk menyerangnya juga.."
Tepat setelah mengatakannya, Vally mengeluarkan serangan panah beruntun, yang mana dari setiap anak panah miliknya itu berasal dari api matahari.
Roxxie yang ada disana merasa kesal karena tingkah laku mereka, meskipun mengetahui bahwa Dimensi ciptaan Shoji kuat namun sebagai seorang bawahan dan murid, Roxxie kini mengeluarkan sihir Rantai misterius miliknya, namun ada yang berbeda.
"A—apa itu?!"
Vally terkejut melihat sihir misterius yang menekan habis hingga melenyapkan semua anak panahnya.
"Kalian mencoba melawan tuan Shoji dengan kekuatan semacam ini!? Jangan meremehkan dirinya!!"
Tanpa basa-basi Roxxie langsung melesat ke arah Vally dan dirinya memberikan satu pukulan telak di pipinya sambil berkata.
"Pulang dan kembali menyusu lah pada ibumu!!!"
Kecepatan Roxxie tidak dapat terdeteksi oleh sensor para Vallqries, hingga akhirnya Vally terpental jauh ke angkasa.
Kedua Vallqries yang saat ini melihat Roxxie berdiri disampingnya pun menjauh dan masing-masing dari mereka memasuki mode tempur.
Ryzen yang mengetahui Roxxie terlalu banyak bertindak pun dirinya pergi menghampiri Roxxie dan berdiri berhadapan dengan kedua Vallqries.
Sementara mereka berdiri di langit, Mergeus yang melihat kekuatan Roxxie barusan terkagum-kagum.
"Hei hei!! Lihat! Itu sihirku!"
Didalam kondisi penyerangan ini, Poro tiba-tiba duduk di kursi kayu.
"?"
Taros berbalik badan berjalan menuju Poro, dirinya ingin menanyakan apa maksud dari perlakuannya.
"Aku ingat untuk jangan pernah meremehkan musuh, bisa kau jelaskan itu padaku?"
Dengan santai sambil menatap ke arah Roxxie dan Ryzen, Poro menjawab.
"Kedua orang itu levelnya sedikit diatas kita semua, aku bahkan ragu jika mereka tidak setara denganmu."
Taros yang tidak dapat memahami perkataannya mulai bertanya.
"Apa maksudmu mereka setara denganku?"
"Maksudku, mereka berdua saja sudah cukup untuk menghancurkan kedua Vallkryie bodoh disana, dan hei. Bukankah ketika bocah Roxxie itu barusan melesat cepat dan memukul salah satu dari Vallkryie disana?"
"Ya? Lalu?"
Poro mengeluarkan sihir projektor miliknya yang memperlihatkan Vally yang saat ini sedang terkapar di bulan kepada Taros.
Qeryz dan Olixier juga melihatnya.
"Bisa kau lihat, ketika dirinya merasa tuannya sedang diremehkan, bocah bernama Roxxie itu langsung melesat dan menghantam musuhnya hingga mendaratkannya di bulan, jadi.."
Poro menatap Taros.
"aku seharusnya yakin bahwa kau lebih paham mengenai ini, Taros.."
Taros tidak memberikan reaksi apapun, dirinya justru membalikkan badannya dan kembali memperhatikan pertarungan.
Poro memejamkan mata dan berkata.
"Detak jantung mu tidak stabil, Taros."
...
...----------------...
Saat ini, pertarungan diambil alih oleh Roxxie dan Ryzen.
Dengan suasana dinginnya malam, Sylvia mengintip keluar dan dirinya memberikan sihir pendukung kepada Roxxie dan Ryzen.
"Stamina ku? Tidak, sihir dan..."
Sementara Roxxie tidak menyadarinya karena terlalu fokus kepada musuhnya, Ryzen menatap ke arah Sylvia, dirinya pun tersenyum.
Didalam hati, Sylvia mengatakan, "Berjuanglah."
Kemudian dirinya pun masuk kembali kedalam kemah pengungsian dibawah tanah.
Kembali pada kondisi yang mencekam.
Dengan nada yang tinggi, Roxxie bertanya.
"Mengapa kalian semua selalu berdatangan dan mengganggu kami?!"
Dalam wujud wanita cantik bersayap menggunakan dress kasual berwarna hitam yang panjang beserta aksesoris yang terlihat seperti bintang-bintang, Valldres berkata.
"Itu karena kami hanya diperintah oleh nyonya Nyran untuk melenyapkan semua yang menghalangi kami untuk memusnahkan seseorang yang bernama Shoji."
"Nyran? Apa yang kau maksud?"
Ryzen ingin mencoba menggali informasi sebanyak mungkin.
Valldres terpancing dan menjawabnya.
"Hmph, manusia memang tidak mengetahui apapun. Nyonya Nyran ataupun yang biasanya dipanggil Sang Dewi Nyranius yang cantik adalah Dewi dari kecantikan dan kekuatan, anggun dengan tatapan matanya, beliau adalah cahaya indah yang menyinari seluruh Semesta-"
Belum selesai menjelaskan, Vacries langsung berteriak agar jangan memberikan banyak informasi mengenai nona Nyran.
"Apa yang kau lakukan wanita bodoh?!!"
"Tch, sialan.. sepertinya dia menggunakan sihir kepadaku!"
Merasa Valldres memberikan alasan konyol, Vacries jengkel dan asal berkata.
"Sihir? Kurasa itu hanyalah Kebodohan mu yang menjijikan dasar nenek peyot!!!"
Disebut nenek peyot oleh laki-laki memang sangat menyebalkan, oleh karena itu Valldres berteriak.
"Oh Yaampun siapa kau yang mampu berkata kepadaku sang senior!! Dasar bocah!!"
Melihat mereka saling bertengkar, Roxxie berkata.
"Entah siapa, aku seakan teringat seseorang.."
Ryzen yang menyadarinya, didalam hati dengan ekspresi wajah datar ke Roxxie berkata.
"Lihat, itu gambaran mu yang menyebalkan.."
...Mereka berdua benar-benar mirip....
"Hey Ayolah! Sampai kapan kalian bertengkar satu sama lain? Henti—!"
"Hey Roxxie!!"
Belum selesai berbicara, bagai angin yang seakan memukulnya, Roxxie menerima pukulan telak di perut.
"Ugh, sialan.. apa barusan tadi?"
Beruntungnya serangan barusan belum cukup untuk menumbangkan Roxxie.
"Jangan ikut campur dan sok asik begitu.."
"Dasar monyet berakal"