TWO VOID: Timeline Shoji

TWO VOID: Timeline Shoji
Kesepakatan bersama Demi-Human



Kondisi saat ini, didalam sebuah ruangan khusus yang memiliki berlipat-lipat ganda sihir dimensi agar tidak ada yang dapat mendengar pembicaraan mereka, terutama oleh para Dewa.


"Maaf, bawahan ku sepertinya membuat keributan.."


Kata Raja iblis Abaddon yang mengatakannya sambil menyeruput secangkir teh.


"T—tidak masalah, jadi.. apa yang ingin kau bicarakan??"


Didalam hati, Shoji berkata.


(Benar deh, dari tadi kau hanya meminum teh saja, apa yang ingin kau katakan sih sebenarnya, Raja iblis??"


Raja iblis menaruh cangkir tehnya ke meja dan mulai menjelaskan kedatangannya kepada Shoji.


Tiba-tiba saja atmosfer disekitar menjadi tegang dan mencekam.


"Benar juga, jadi.. ini tentang seluruh kekuatan yang para dewa-dewi miliki, semua informasi surga dan jalan pintas menuju alam semesta para dewa.."


Shoji terdiam sejenak..


"A–apa katamu?"


Raja iblis memberikan ucapan selamat kepada Shoji karena telah berhasil membunuh Dewa Vide.


"Selamat untukmu karena telah berhasil membunuh Vide.."


Perkataannya tidak menjawab pertanyaan Shoji sebelumnya.


"Itu tidak menjawab pertanyaan ku! Ku bilang, apa yang akan kau katakan itu sebenarnya??!!"


"Benar, semua informasi yang kau perlukan untuk memenuhi tujuan mu ada ditangan ku, Informasi yang sisi lain dirimu takut untuk mengatakannya..."


Sisi lain dirimu yang dikatakan oleh Abaddon ini merujuk pada Astaroth, itu berarti, Abaddon telah mengetahui keberadaan Astaroth.


Shoji mulai penasaran dan dia mulai fokus menatap mata Abaddon.


"Itu bagus, jadi untuk inilah aku datang, ada persyaratan yang harus kau lakukan untuk mendengarnya."


Shoji tidak mengira akan ada sesuatu persyaratan seperti ini.


"Katakan.."


Kemudian Abaddon berkata.


"Berikan seluruh Ras Demi-Human yang berada di desa ini kepada ku.."


Mendengar persyaratannya itu membuat Shoji terdiam sesaat hingga dia menggebrak meja dengan cukup keras.


"APA-APAAN ITU!!? UNTUK APA KAU MENGINGINKAN MEREKA?!! JANGAN JADIKAN MEREKA BUDAK DAN PIKIRKAN ITU KEMBALI!!!!"


Dengan tenang sambil menyeruput teh nya kembali, Abaddon berkata.


"Tentu, tidak ada perbudakan, dan dipastikan satu atau dua orang yang ingin dikecualikan juga bisa."


Abaddon mengatakan satu atau dua yang dikecualikan agar tidak diberikan kepada dirinya ini karena dia mengetahui Shoji memiliki ikatan emosional yang kuat dengan satu sosok Demi-Human, kemudian Demi-Human itu juga memiliki ikatan emosional kuat dengan ibunya.


Didalam hati Abaddon mengatakan.


"Yaampun, mereka akan dengar ini.."


Tiba-tiba saja Abaddon merasa ada yang sedang menguping pembicaraannya, namun itu tidak membuat Abaddon merasa terancam ataupun was-was, dia sengaja membuat mereka mendengarkannya.


Shoji menatap serius ke arah Abaddon, Abaddon mengira itu adalah sinyal dari Shoji untuk segera mengatakan inti dari persyaratan yang dia berikan kepada Shoji.


"Jangan menggunakan tatapan seperti itu, intinya adalah aku ingin melindungi mereka semua dan membimbing mereka untuk menjadi lebih kuat, ini demi kebaikan mereka sendiri, para Demi-Human memiliki potensi untuk menjadi setara dengan kami, sejarah tidak mengatakan apa-apa tentang kekuatan mereka, oleh karena itu mereka menjadi budak dari generasi ke generasi selama ribuan tahun.."


Shoji berpikir sejenak untuk bertanya kepada Astaroth bagaimana baiknya dia menerima ini atau menolaknya.


"Abaddon, Raja iblis yang memiliki pengetahuan luas mengenai seluruh semesta tidak akan mengatakan hal-hal seperti omong kosong belaka, bukankah begitu, Abaddon? Kau dapat mendengarnya, kan?"


"Apa maksudmu? Astaroth?"


Astaroth sudah menyadari sejak lama bahwa Abaddon dapat mendengar pembicaraan Astaroth dengan Shoji, oleh karena itu disini semua akan di perjelas.


"Kau memang hebat, Astaroth, tapi kupikir kau terlalu memujiku, hal-hal mengetahui seluruh semesta seperti itu... Bukankah kau membicarakan tentang kelebihan mu sendiri? Haha.. tidak ada."


Melihat Abaddon yang sempat tertawa singkat tadi, Shoji membuat ekspresi konyol yang seakan mengatakan.


"Bukankah dia tadi tertawa?"


..


"baiklah.. jadi, apakah kau bisa menerima dan memenuhi persyaratan yang kuberikan itu?."


Sebelum Shoji memutuskan untuk menentukan jawabannya, dia ingin bertanya dua hal lagi.


"Aku ingin bertanya dua hal yang harus ku katakan kepadamu.."


Abaddon memejamkan matanya dan dia bersedia untuk mendengar pertanyaan yang akan Shoji katakan.


"Tentu, katakan."


Shoji mengatakannya sambil berdiri dan memandang Abaddon yang sedang duduk.


"Pertama. Raja iblis Abaddon, sebenarnya ada sesuatu.. sesuatu yang dari tadi coba kau sembunyikan, aku ingin tahu apa itu sebelum aku menentukan jawabannya.."


"Kau mampu mengetahuinya, bahkan setelah aku mencoba untuk tidak mengatakannya? Tentu, ini berkaitan dengan perang yang menentukan nasib semua makhluk hidup di alam semesta ini. Perang ini menjadi puncak permainannya, perang yang akan mengubah ketidakseimbangan antara kekuatan yang berkelanjutan dengan para dewa dan dewi. Itulah yang mereka sebut sebagai Peperangan Two Void, Nakamura Shoji...."


Mendengar penjelasan panjangnya itu, Shoji dibuat terdiam dan dia terkejut bagaimana Abaddon mampu mengetahui nama lengkapnya.


"Two Void...."


"Benar, lalu selanjutnya?"


Ini adalah pertanyaan terakhir Shoji kepada Raja iblis Abaddon.


"Dari sekian banyaknya ras, kenapa harus Demi-Human? Apa keistimewaan yang mereka miliki? Jika aku menyetujui persyaratan ini, keuntungan apa yang para Demi-Human dapatkan?.."


Sebelumnya Shoji mengatakan akan bertanya dua hal kepada Raja iblis, namun sekarang dia malah bertanya banyak hal.


"Yaampun, dimana dua pertanyaan yang kau katakan barusan?? Tidak masalah, aku akan menjawabnya, pertama, kenapa harus Demi-Human? Dari pertanyaan ini sepertinya kamu telah mengetahui bahwa aku pernah mengunjungi ras Elf, benar. Kenapa harus Demi-Human? Jawabannya sederhana, karena mereka adalah kerabat dekat Ras iblis, aku adalah Raja, seorang Raja harus melindungi semua yang dia pimpin, membawa kemajuan dan kemenangan bersama bahkan di ujung neraka sekalipun, kekuatan mereka hanya aku yang dapat mengeluarkannya, potensi dan segala aspek kemajuan... Demi-Human akan membantumu didalam peperangan Two Void itu, jawaban ini juga mencakup pertanyaan apa keistimewaan yang mereka miliki, selanjutnya, apa keuntungan yang mereka miliki? Jawabannya singkat, itu adalah kebebasan, jadi.. bagaimana?"


Setelah menjelaskan secara rinci tentang persyaratan ini, Abaddon duduk kembali sambil menyeruput secangkir teh yang tiada habisnya, pasalnya teh itu dapat penuh kembali beberapa menit.


Mengenai ini juga Abaddon telah menyadarinya dan dia tidak ingin membahas hal kecil seperti ini.


Shoji mendengar penjelasan panjang dari Abaddon, dan setelah mendengarnya, dia terdiam beberapa saat.


Astaroth memberikan saran untuk menerimanya, karena bukan hanya Demi-Human yang harus dia lindungi, ini mengenai tujuan awal Shoji untuk bertemu kembali dengan Kakaknya.


"Kau benar, Astaroth..., Aku menjadi merasa terikat dengan dunia ini dan hampir mengenyampingkan tujuan ku..."


Setelah mengatakan itu, Shoji ingin mengatakan sesuatu yang harus dia katakan.


"Sebanyak apapun penjelasan mu, pada akhirnya aku merasa aku bukanlah seseorang yang memutuskan perlindungan suatu Ras begitu saja, setidaknya kau harus mengatakan semua ini kepada mereka sendiri..jadi.."


Shoji sedang dalam kebingungan karena dia hampir mencampuri urusan Ras lain yang mungkin itu akan berbahaya jika dia yang memutuskannya, didalam kebingungan ini.


"Apa itu?"


terdengar suara keramaian yang berada di luar ruangan mereka, Shoji tidak tahu suara apa itu dan dia mencoba untuk memeriksanya keluar.


Ketika Shoji baru saja membuka setengah pintu ruangan itu, Abaddon mengatakan sesuatu yang tidak bisa dia pahami.


"Nakamura Shoji, ingatlah ini, kau adalah keberadaan yang mampu membawa nasib mereka menjadi lebih baik.." Kata Abaddon sambil berdiri dan berjalan menuju Shoji untuk bersama mereka keluar dari ruangan tersebut.


...


"Woaah lihat!! Itu Tuan Shoji!!"


Pintu sudah terbuka, terlihat banyak kerumunan para Demi-Human yang bersorak gembira melihat Shoji.


"Ada apa ini?.."


Shoji tidak tahu bagaimana mereka bisa berkumpul secara tiba-tiba disini.


Kemudian Rara berlari ke hadapan Shoji dan memeluknya sambil mengatakan.


"Aku yang memberitahu mereka semua, Kak!.."


"R–Rara??? Apa maksudnya itu? Maksudku, sejak kapan?"


Lalu, muncul Eris yang sedang berjalan menuju Rara sambil berkata.


"Sejak tuan Raja iblis mengatakan jangan menatap seperti itu, sampai segala pertanyaan mu yang mementingkan kami para Demi-Human dan.. Rara yang pertamakali mendengarnya..."


Eris mengelus rambut Rara.


Dan muncullah seorang kepala suku yang membuat suara sorak-sorai menjadi hening mendengarkan, dirinya berjalan menghampiri Shoji dan mengatakan.


"Tuan Shoji, terima kasih atas segala yang telah Anda lakukan demi kami, para Demi-Human. Jika Anda tidak ada di Kerajaan Durui pada saat itu, kami akan tetap menjadi budak dan terjebak dalam penindasan selama ribuan tahun. Ketika Rara menjelaskan bahwa Anda telah menerima tawaran dari Raja Iblis untuk melindungi kami, kami merasa sangat bahagia. Ada dua sosok yang kuat yang berjuang untuk melindungi kami, dan kami tahu bahwa Anda pasti memiliki kepentingan utama Anda sendiri yang harus dijalankan. Kami tidak ingin menjadi penghalang dalam tujuan Anda. Kami yakin bahwa Anda telah mempertimbangkan segala kebaikan yang kami, para Demi-Human, akan dapatkan jika berada di bawah perlindungan Raja Iblis. Setelah mendengar semua jawaban dari Raja Iblis Abaddon, kami, para Demi-Human, telah mencapai kesepakatan bersama dan dengan ini menyatakan bahwa kami akan menerima penawaran dari Raja Iblis."


Shoji tersenyum, tidak sengaja dia meneteskan sedikit air matanya, Shoji melihat ke sekeliling para Demi-Human.


"Mereka semua tersenyum.." ucapnya.


Setelah itu, Shoji melirik ke arah Ryzen, Roxxie dan Sylvia yang berada di ujung kerumunan, dengan tersenyum, didalam hati Shoji mengatakan.


"Kalian semua.. Terimakasih.."


Rara tidak tahu kenapa Shoji tiba-tiba meneteskan air mata.


"Ibu, kenapa kakak tiba-tiba menangis? Apa aku mengatakan hal yang salah??"


Sambil jongkok menatap ke mata besar milik Rara, Eris mengatakan.


"Kakak Shoji hanya senang, dia berterimakasih kepada mu.."


"S..sungguh?"


Setelah momen yang mengharukan bagi Shoji dan para Demi-Human, mereka berhasil mencapai kesepakatan dan mendapatkan perlindungan dari Raja Iblis.


Saat ini, Shoji bergabung dalam pesta dan sedang minum bersama Roxxie dan Ryzen, merasa lega setelah semua yang terjadi. Suasana pesta kembali hidup, tetapi kali ini hanya Shoji, rekan-rekannya, dan para Demi-Human yang hadir. Mereka saling bersenda gurau, tertawa, dan menikmati kebersamaan setelah perjuangan yang berat.


Ketika semuanya sedang berpesta, Abaddon telah memanggil semua jenderal iblis dan bawahan mereka untuk segera menghadap padanya.


Seluruh jenderal iblis beserta iblis bawahan lainnya terlihat penuh keringat dingin sambil menundukkan kepala mereka.


Setelah berhasil mencapai kesepakatan dengan Shoji dan para Demi-Human, apa yang ingin Abaddon katakan hingga membuat para jenderalnya seperti itu?