TWO VOID: Timeline Shoji

TWO VOID: Timeline Shoji
Waktu yang Diputuskan



Dari kejauhan terlihat William dan Poro berjalan bersama.


"Hey, itu mereka" kata Qeryz sambil menunjuk ke arah mereka.


...


"Ya... Kami kembali.." ucap Poro sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Setelah kembali, William melihat daritadi Sofie dan Saaki sedang memukuli sesuatu dengan sangat keras!


"Mereka nampaknya sangat marah, Hahahaha"


..


"Kenapa kalian sangat berantakan seperti ini? Apa sesulit itukah musuhnya?"


Kata Taros mengatakannya kepada William.


"Ah? Ini? Tidak tidak.. aku berterimakasih kepada Arca misterius itu karena aku sedang dalam kondisi hati yang baik! Ahahaha.."


Merasa tidak akan mendapatkan jawaban, Taros bertanya kepada Poro.


"Ya, terdapat sebuah monster atau Golem dengan energi sihir.. kurasa itu milik para dewa, sebuah inti yang jika tidak dihancurkan maka para Vallqries atau Vallkryie ini tidak akan terkalahkan dan terus menerus beregenerasi."


"Apa kau memiliki sampel nya?"


Poro mengeluarkan barang dari sakunya dan menunjukkan itu kepada Taros.


"Ini adalah partikel sihir milik golem yang kami lawan, kemungkinan tingkat konsentrasi sihir antara makhluk ini dengan sihir Dewa itu berada di kisaran 88%, aku tidak menyarankan dirimu untuk menyentuhnya sembarangan, karena.."


"Hmm?"


Poro menuangkan sedikit partikel sihirnya ke tanah dan terjadi ledakan yang membuat lubang seukuran 40 sentimeter.


"Lihat kan?"


Poro pun kembali menutup partikel sihirnya yang berada di dalam Tabung Reaksi dengan penutup botol kayu dan memberikan itu kepada Taros.


"Kurasa kau tidak perlu memberikan ini padaku."


"Kenapa?"


Taros merasa ini adalah bahan penelitian yang diperlukan Poro dalam penelitiannya, lagipula dia merasa tidak memerlukan itu juga karena Taros tidak memiliki waktu untuk meneliti sesuatu.


"Kalau begitu, aku akan mengambilnya kembali."


Poro pun mengambil kembali Tabung Reaksi yang berisi partikel sihir milik Arca tersebut.


Dan kini, masalah para Vallkryie, Vacries dan Arca Golem misterius telah selesai! Inginnya sih untuk merayakan hal ini, namun.


"Oi, sampai kapan Sofie dan Saaki mengamuk seperti itu?" Ucap William.


..


"?"


"A-.. uhm.. kurasa aku dipanggil oleh Rekan ku yang didalam, Dadah."


Dengan sedikit keringat dingin di dahinya, Roxxie berencana untuk melarikan diri karena dia merasa bahwa.


"Monster itu terus mengamuk, jika aku ikut campur dan secara tidak sengaja membunuhnya, maka itu akan menghancurkan diplomasi yang dibuat Tuan Shoji bersama Raja iblis, Ogah deh!"


Dia pun berlari masuk ke dalam desa yang diselimuti Barrier kuat milik Sylvia.


"Ah- Hei!!"


Ryzen juga pergi menyusul Roxxie.


...


Melihat Roxxie dan Ryzen melarikan diri dan tidak ingin ikut campur, Taros berkata dengan penuh kepercayaan diri bahwa ini adalah masalah internal para Jenderal iblis.


"Baiklah, mereka tidak perlu ikut campur, ini adalah masalah internal kita, bukan begitu?"


"? Ada apa?"


Taros masih belum menyadarinya.


...


.....


.......


........


"Ap?!— Hei! Brengsekk kalian!!!"


Begitu membalikkan badannya, Taros melihat para rekannya juga ikut kabur masuk ke dalam Barrier milik Sylvia.


William yang berada didalam berteriak berkata.


"Maaf Taros, aku capek sekali! Kurasa aku akan mati jika bergerak, Dadah!"


"Mati jika bergerak!? Omong kosong! Kemarilah cepat! Yang lain?"


Mergeus, Qeryz, Olixier, Poro, Ferr'O kompak bersamaan mengatakan.


"Aku akan mati jika bergerak, Dadah!"


..


"Bahkan kau juga, Ferr'O?! Bajingan tengik! Kalau begitu.."


Nampaknya Taros yang biasa terlihat berwibawa ini kini terlihat sangat kesal dengan tingkah laku rekan-rekannya, saat ini Taros sedang dalam amarah, matanya semua putih dan daritadi menggerutu sesuatu!


William yang sedang memakan Kue didalam desa itu merasa tidak nyaman akan sesuatu.


"Hieh~ badan ku menggigil, dingin sekali.. Aku ingin Teh hangat."


Tanpa menyadari bahwa yang daritadi sedang dalam masalah adalah dia!


...


Melihat Chesma Iyesi yang mengamuk sedari tadi, Taros berencana untuk melepaskan amarahnya ke Chesma Iyesi!


Dia mulai mengangkat tangannya dan mengeluarkan sihir berskala tinggi berbentuk gumpalan darah, itu adalah sihir pengendalian Darah, yang mana jika terkena serangannya maka lawan akan segera mengering karena darahnya otomatis akan tersedot habis seketika!


Olixier sebenarnya tidak enak, namun karena dia juga cukup merasa lapar, dia hanya mengintip dari jauh.


"Maafkan aku, Taros"


Sambil mengigit buah apel.


William yang daritadi berkeringat dingin berusaha menutupi rasa paniknya sambil memakan roti!


melihat itu, Poro berkata dalam hati.


"Aku tidak bertanggung jawab untuk tindakan ini, Taros akan membalasnya."


Sambil menyeruput secangkir Jahe.


..


Taros mengatakan.


"Ini sudah yang kedua kalinya aku mengurus mu! Tidak bisakah kau mengendalikan monster bodoh ini?!! Sialan. Aku akan menyegelnya!"


Tanpa pikir panjang Taros segera meluncurkan serangannya ke arah Chesma Iyesi.


..


"Oh?"


"Ha?"


Beruntung, tepat sebelum serangan itu menyentuhnya, Sofie dan Saaki yang telah puas karena memukuli Vacries pun terpisah dari bentuk Chesma Iyesi!


"Uwahh!!!!"


Serangan Hebat Taros barusan pun dapat dihindarinya dan meledak di langit-langit, menciptakan ledakan besar dan membuat ledakan kecil lainnya, seperti Kembang Api Raksasa versi darah


Mereka yang berada di dalam desa juga mendengar suaranya, Sylvia mengintip keluar dan melihat suasana langit malam yang bersinar bersamaan dengan munculnya percikan percikan api.


"Indah sekali... dan, Eh?"


Dia juga melihat Roxxie, Ryzen juga seluruh Jenderal Raja Iblis sedang beristirahat.


"Eh? Ryzen? Roxxie? Kenapa kalian berada disini? Bagaimana dengan pertarungannya?"


"Ya, pertarungannya sudah selesai sih..."


Mendengar nada bicara Roxxie yang meragukan, dia berkata kepada Ryzen.


"Itu benar, pertarungan melawan para Valkryie sudah selesai, sih..."


Nampaknya Ryzen juga sama saja.


"Kenapa ada 'Sih' didalam ucapan kalian?! Aku yakin pasti kalian melakukan hal yang tidak diperlukan bukan?"


Kenapa Sylvia menjadi marah seperti ini? Roxxie berkata.


"Ya, kau tahu? Diluar sana katanya hanya tersisa masalah internal para Jenderal iblis, kurasa aku tidak perlu ikut campur, benar kan Ryzen?"


"T.. tentu, aku yakin seperti itu."


Didalam hati, Ryzen berkata.


"Sialan kau Roxxie, jangan bawa-bawa aku kedalam masalah mu!"


Setelah mendengarnya, Sylvia menatap mereka berdua dan dia berkata.


"Baiklah jika seperti itu, tolong bawakan Teh yang ada di meja itu ke dalam, udara mulai mendingin."


"Tentu!"


Roxxie dan Ryzen mengambil teko Teh dan membawanya masuk menuju ruang pengungsian.


..


"Apa-apaan kau Taros sialan?!!!"


"Benar! Tadi hampir saja tahu!!!"


Melihat Sofie dan Saaki mengomel ngomel diatas langit, yang terdengar oleh Taros hanya kicauan burung.


"!!!Gsshhhh!!"


Hidung Taros mengeluarkan asap seperti banteng yang menarik dan mengeluarkan nafasnya!


..


Taros menenangkan diri karena dia rasa ini sudah cukup baikan.


"Hufft.. baiklah, aku juga merasa lapar."


Dengan senyuman diakhiri perkataannya, Taros berjalan berbalik menuju kedalam Barrier.


....


Disisi lain, Qeryz, Olixier, Poro, dan Ferr'O... mereka semua terdiam dalam keringat dingin.


Kecuali William yang sudah bermandikan keringat dingin karena panik jika Taros membalasnya.


....


Sofie dan Saaki yang tidak tahu mengapa dia seperti itu pun dengan terbang mereka menuju ke dalam Barrier milik Sylvia.


Sesampainya disana, entah mengapa William terlihat sangat menggigil.


"Kenapa denganmu, William bodoh?" Saaki mencoba bertanya.


"T..teh ini Ha..Hangat sekali..." kata William yang tergagap gagap.


"Oh, begitukah? Maka bolehkah aku meminta Teh yang Hangat sekali ini secangkir, William?".


...


..


...


"!!!UWAAAAAHHH!!!!!! TTTT—TAROSS!!"


.


Tiba-tiba saja Taros muncul disampingnya dan merangkul William dengan penuh senyuman mencurigakan.


"Jangan terkaget seperti itu dong, berikan aku tehnya~" ucap Taros masih dengan senyumannya yang mencurigakan.


"I..iya . T..tapi"


William melirik ke arah Poro dan lainnya, namun itu percuma karena tiba-tiba saja mereka semua mengajak ngobrol Saaki dan Sofie.


.....


"H-halo Sofie ... apa kau sudah baikan?" Kata Poro.


"Eh? Ya.. begitulah.." ucap Sofie yang bingung ada apa ini.


"S..Saaki, k..kau juga apakah sudah baikan?" Kata Qeryz.


"Y..yhaa.. lagipula, ada apa sih?"


Kemudian Taros membawa William pergi kedalam Dimensi miliknya dan William menghilang begitu saja dari sana, Poro yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, berkata.


"Rasain! HAHAHAHAH!!!"


Dia tertawa terbahak-bahak.


Dan begitulah malam yang panjang terjadi dan berakhir, para jenderal Raja Iblis, Roxxie, Ryzen dan Sylvia juga telah beristirahat menunggu datangnya pagi hari yang cerah dan juga menunggu kembalinya Shoji.