
Penjelasan tentang Seelengarten..
Seelengarten merupakan tempat yang berada di tengah-tengah kehidupan dan kematian, seperti yang dijelaskan sebelumnya, seseorang yang berada di sini hanya orang-orang mati yang pernah menjadi Vassal Malaikat, Seelengarten tidak dapat dihancurkan, Malaikat-malaikat yang ingin mengambil tubuh seorang manusia umumnya akan menjadikan seseorang menjadi Vassal, kemudian secara otomatis mereka telah menerima perjanjian yaitu jika seorang Vassal mati maka seseorang itu akan diberikan satu kesempatan untuk hidup ataupun mati, itulah Seelengarten, dengan kata lain, Seelengarten merupakan tempat jiwa sesungguhnya dari seorang Vassal Malaikat..
Saat ini...
" Lihat, tangan dan kaki ku mulai memudar seperti partikel.."
Ryzen dalam setengah jalan untuk menuju kehidupannya kembali.
Kondisi diluar saat ini..
Setelah mereka berhasil mengalahkan Avidité sang Naga Agung, lalu kemudian telah berhasil menarik jiwa seseorang kembali ke dunia, tentu hal ini tidak dengan begitu saja terlewat, terlebih lagi pada saat Sylvia mengeluarkan sihirnya yang membuat dinding Pelindung atau kurungan Avidité hancur, itu membuat salah satu anggota Foudre Ombre mengetahuinya.
" Shoji, Roxxie, Ryzen dan Sylvia.. setelah mengalahkan Naga Agung, kemana selanjutnya kalian akan pergi?.."
Tepat setelah mengatakannya, orang itu menghilang layaknya hembusan angin..
..
..
..
" Apa tadi barusan?.." Shoji sempat merasakan ada kehadiran seseorang yang memperhatikan mereka.
" Ada apa, tuan?.." Sylvia bertanya kepadanya..
Shoji langsung mengalihkan topik..
" Tidak, hanya perasaan ku saja, omong-omong bagaimana dengan tanganmu, Sylvia.. apakah masih terasa sakit?.."ucapnya
" A..ah iya, aku...., Eh? Tanganku sembuh! Padahal sebelumnya aku yakin tanganku terluka... Apa ini karena High String?..."
Tidak, Sylvia tidak mengetahuinya bahwa luka bakar ditangannya sembuh bukan karena High String, tetapi...
" Hmm... wanita itu.."
...
..
.
..
Sementara itu Roxxie yang melihat jari telunjuk Ryzen bergerak walaupun sebentar, dirinya langsung berkata kepada Shoji.
" Tuan! Ryzen... Dirinya telah sadar!..."
Shoji yang sudah memperkirakannya..
" Iya, kita tinggal menunggu keputusan Ryzen, apakah dirinya akan hidup atau mati..."
...
Walaupun terkesan begitu, Roxxie dan Sylvia mengatakan..
" Aku mengerti, Tuan..."
..
...
.....
..
Mereka pun menunggu keputusan Ryzen..
..
..
.
Di sela-sela penantian, Astaroth yang sudah sadar sedari awal melihat Avidité masih hidup dan kini dirinya sedang mengawasi Shoji di langit pun, tiba-tiba dirinya menghubungi Avidité dan akan berbicara dengannya..
" Avidité sang Naga Agung, kau yang menjadi korban dari permainan ini, di usir dari Surga, ditolak oleh Neraka dan tidak memiliki kebebasan di dunia.."
Avidité yang merasakan ada suara dikepalanya..
" Huh?! Suara siapa barusan?! Aku tidak mengenal mu, kenapa kau begitu tahu tentang diriku, huh?!.."
..
" Tidak, tenang saja.. aku berterimakasih kepada mu..."
Avidité bingung kenapa seseorang itu tiba-tiba berterimakasih...
" Berterimakasih? Untuk apa??..."
Astaroth mengatakan..
" Berkat dirimu anak itu telah membuka kekuatannya sendiri, aku hanya perlu mengasahnya lebih kuat untuk menghancurkan mereka..."
..
..
..
Mereka?
Avidité ditambah bingung olehnya dengan kata `Mereka`
" Siapa yang kau maksud Mereka? Tentu saja itu bukan para Dewa yang kupikirkan, bukan? .."
Mencoba meyakinkan pertanyaannya, Astaroth menjawabnya..
" Apa yang kau pikirkan, Avidité ? Mereka adalah Mereka yang hidup jauh dari sini tetapi bertindak layaknya kebenaran, mereka yang menciptakan juga menghancurkan, mau benda atau nyawa.. jika bukan dewa, Mereka disebut apa?... Kalau begitu, aku selesai..."
...
..
.
Tanpa bertanya-tanya lebih jauh, Avidité sudah bertambah yakin tentang Pemuda itu merupakan sosok yang akan membuat perubahan di dunia..
" Jika benar, apakah pemuda itu adalah Tuan ku? Terlalu cepat memikirkannya, itu merepotkan!..."
..Kemudian dirinya pun kembali berterbangan di udara
..
...
.....
Kembali pada cerita..
..
..
...
" Tubuh Ryzen semakin membaik Tetap kenapa dirinya lama sekali kembali, apa yang sedang kau lakukan disana?..."
Sementara itu di Seelengarten..
" Raizel...aku akan pergi, terima ka.."
Pada saat Roh Ryzen baru saja ingin kembali pada tubuhnya, tiba-tiba saja muncul satu sosok misterius yang memiliki postur tubuh mirip seperti Shoji tetapi dirinya hanya dipenuhi oleh warna Hitam, semacam siluet..
" T..tuan?.. tidak! Kau bukan dirinya... Siapa kau? Seharusnya hanya ..."
Belum selesai berbicara, perkataan Ryzen dipotong kemudian sosok misterius itu berkata dengan melanjutkan perkataannya..
" Seharusnya hanya seseorang yang pernah menjadi Vassal seorang malaikat yang dapat memasukinya... Aku mengetahui itu jauh lebih baik daripada dirimu...."
Kemudian Ryzen bertanya siapa dia..
" Kau, siapa dirimu? Gelap, terang, aku tidak dapat mengerti mu...
Dijawab.
" Aku adalah Shoji, atau lebih dikenal sebagai musuhnya para eksistensi yang ada, tidak dapat dibiarkan.. aku akan mengunci mulut mu agar tidak bertanya lebih jauh..."
" A..kkh.."
Mulut Ryzen terkunci oleh satu sihir, itu membuatnya tak dapat berbicara.
" Dengarkan, diriku yang ada saat ini adalah sama, tetapi hanya itu saja.... Ketika Nakamura Shoji di masa ini Mati, itu tidak dapat membuat ku yang ada dari masa depan lenyap, kemudian sebaliknya.. ketika diriku yang ada di masa depan mati, maka diriku yang ada di masa sekarang masih akan tetap hidup, kami merupakan jiwa yang dibuang, saat ini.. aku dalam kondisi sulit, menganggap diriku sudah cukup untuk melawannya tetapi itu masih kurang, aku yang saat ini berbicara dengan mu telah melihat jauh ke masa depan, disana ....?/**#*"';*#?!*#*)..."
Ketika sosok misterius yang mirip seperti Shoji tersebut ingin menjelaskan apa yang terjadi di masa depan, tiba-tiba saja perkataannya tersensor, didalam hatinya Ryzen berkata..
"Apa... Apa maksudnya?!..."
Setelah selesai menjelaskan apa yang terjadi di masa depan...
" Aku hanya ingin memberi peringatan kepada Shoji, katakan padanya “ jangan meremehkan mereka para dewa, dengan berdiri disana saja membuat mu merasa jantung seperti akan meledak, jadilah kuat! Kakak menunggu mu...”
..
..
Setelah selesai mengatakannya, dengan spontan dirinya langsung terbangun kembali ke tubuhnya dengan kondisi terkejut dan menghela nafas..
" Fwwahhhhh! Haa......"
Melihat Ryzen telah kembali sadar membuat mereka merasa senang, seketika itu juga mereka bertiga termasuk Roxxie tiba-tiba memeluk Ryzen, tanpa berkata apa-apa Ryzen langsung merasa aneh pada mereka, kemudian mengatakan..
" A..ah hei, Lepaskan, dadaku sesakk..."
Benar-benar, mereka bertiga masih tetap memeluk Ryzen karena satu alasan, didalam hidup masing-masing, baru kali pertama inilah mereka melihat nyawa seseorang yang telah mati kembali hidup..
tiba-tiba Sylvia menepuk pundak Shoji.
".. ada apa, Sylvia?"
".. t..tunggu sebentar, aku akan mengambil sesuatu..."
".. mengambil apa??..."
beberapa menit setelah Sylvia pergi untuk mengambil sesuatu di dalam tasnya.
".. Tuan, ini adalah sesuatu yang akan kuberikan untukmu, melihat baju mu sudah berantakan..."
".. Wooahh... bukan hanya menjahit, kau benar-benar bisa membuat baju, ya!.."
Shoji memegang baju yang telah dibuat Sylvia dan memandangi nya ke langit..
".. anda bisa memakainya, tuan.. "
".. baiklah!.."
".. Bagaimana menurut mu, Sylvia??."
terdiam.
......................
".. hm?.."
"..wwoahh!!! tampan sekali!! anda benar-benar cocok dengan itu, tuan!.."
Roxxie dan Ryzen melihat itu juga berkata.
".. baju yang bagus!.."
".. Begitukah?? kau hebat, Sylvia..."
Sylvia tersenyum sambil berkata..
".. ehehe, terimakasih... kalau begitu aku juga akan membuat baju baru untuk kalian berdua, Tapi mungkin akan memakan waktu..."
".. terimakasih, aku akan sangat menantikan nya.."
ucap Ryzen.
Tiba-tiba Ryzen dengan tatapan konyol melihat ke arah Roxxie kemudian memukul tepat di pipinya..
" sampai kapan kau ingin menempel padaku! Lepaskan kubilang, Bodoh!! Menjijikkan..."
..
..
" Akhh sialan kau, Ryzen!!!..."
...
.
Roxxie pun terjungkal ke tanah dengan posisi kaki di atas sedang kepala dibawah...
..
.
Kemudian Shoji mengatakan kepadanya, ini soal tentang dirinya yang lalai...
" emm.... Maaf Ryzen, aku... Gagal, begini, maksudku.. aku seharusnya tidak membiarkan hal besar ini terjadi, jadi... Maaf..."
Mendengar perkataannya yang gugup merasa tidak enak, Ryzen menjelaskan bahwa ini semua bukan tentang kesalahannya maupun kesalahan siapapun..
" Tidak tuan, itu berlebihan dengan kau menundukkan kepalamu padaku, justru.. dengan rasa menyesal aku memohon maaf kepada mu, maafkan aku yang ceroboh ini, andai aku tidak menjadi orang yang sok tau, kejadian ini mungkin tidak akan terjadi dan kita sekarang ini mungkin telah sampai di kerajaan Durui, sekali lagi... Maafkan aku..."
Baru saja Ryzen menundukkan tubuhnya kepada Shoji..
...
..
.
" Ryzen, ini merupakan pengalaman pertama ku dalam menghadapi seberapa kuat dunia luar yang sebenarnya, dan juga, aku tahu peristiwa tadi ini terjadi karena kamu penasaran dengan sebuah Gua, bukan? kamu berpikir jika ada sesuatu yang harus kamu lakukan, kemudian kamu akan melaporkan hal yang telah kamu temukan didalam Gua tersebut kepada Tuan Shoji, apa aku salah?...?
Mendengar penjelasan Sylvia, Ryzen sangat senang karena mereka dapat mengerti..
" Benar,..Terimakasih, Sylvia.."
..
..
...
Shoji yang melihat itu kemudian mengatakan..
" Tegakkan tubuh mu, berkat kejadian barusan membuat ku sadar, tentang kekuatan ku yang sebenarnya itu seperti apa, mengingat belakangan ini aku juga jarang berlatih yang membuat kepekaan ku tumpul terhadap hal-hal seperti ini, hehe..."
Ryzen menegakkan posisi tubuhnya dan tersenyum...
Kemudian Shoji mengatakan..
" Ah benar, tadi baru saja kau memukul Roxxie begitu keras, aku ragu dirinya akan membiarkan itu, hehe..."
" Huh? Ah iya, orang itu menjengkelkan, mukanya begitu dekat dengan ku!.." ucap Ryzen..
Kemudian dari jauh, Aura merah menyelimuti tubuh seseorang, dalam suasana hati memburuk dirinya mengatakan..
" Ah.. Begitukah? Sial, Baru saja hidup, kau sudah ingin mati lagi, huh?!..."
..
..
..
Itu adalah Roxxie, setelah mengatakannya, dirinya kemudian mengepalkan tangannya untuk melesat kemudian memukul ke arah Ryzen..
..
..
.
" Woakhh.."
.
.
Ryzen yang baru saja sadar, dirinya terkena pukulan mentah di wajahnya sehingga membuat pohon yang mereka singgahi itu hancur..
.
..
Sylvia mencoba menghentikan tingkah laku konyol mereka
" Tunggu kalian! Apa yang kalian lakukan?! Tuan Shoji ada disini, dasar tidak sopan!..."
Shoji yang merasa sepertinya ini awal yang baik bagi beberapa rentetan masalah..
" Ahahaha, tidak apa Sylvia..."
.
.
Roxxie yang tertawa melihat Ryzen terjungkal pun mengejeknya..
" Bagaimana dengan pukulan cantik diwajah mu, tuan Crusader? Hahaha..."
..
" Kurang ajar kau Roxxie !!.."
.
....
.
Dengan pertikaian kecil itupun mereka berakhir dengan kekonyolan..
..
.
Sementara itu, suasana di dalam Kerajaan Durui..
" Raja, untuk satu hari belakangan ini sepertinya kondisi hutan Mantay yang ada di Tenggara itu mulai kembali normal, apa perlu aku mengirimkan pasukan pengintai untuk memeriksa apa yang terjadi?.."
Ucap Dieares Seorang kepala Militer yang ingin memeriksanya, tetapi usulan itu langsung dibantah oleh Ribery dengan alasan
" Tidak! melalui pengukuran ku, walaupun kalian datang, tetapi pada akhirnya kalian hanya akan mati konyol !.."
Karo ingin mendengar penjelasan Ribery..
" Jelaskan, Ribery..."
Ribery pun menjelaskan.
" Baik, tuan.. sebelumnya memang pada area Hutan Mantay terdapat seekor Naga Agung yang telah bangkit, setelah melalui beberapa penelitian singkat, itu akhirnya menunjukkan Fakta bahwa Naga Agung akan bangkit ke dunia jika dirinya terpacu oleh satu kekuatan individu yang dapat bersaing dengannya, dengan enam Crusader yang kita miliki sekarang mungkin kita menganggap mereka sudah cukup Kuat, tetapi Fakta bahwa mereka tidak menyebabkan reaksi dari sang Naga Agung, itu berarti ada individu lain yang jauh lebih kuat dari.. maaf Raja, aku tidak ingin mengatakannya, tetapi entah kenapa aku harus mengatakan ini...."
" Tidak apa, lanjutkan..."
" Terimakasih atas pengertiannya, tuan... Itu berarti, ada satu Individu yang jauh lebih kuat dari kerajaan Durui! .."
Mereka yang ada di ruangan itu seketika dibuat terkejut mendengar perkataan Ribery, Dieares yang tidak percaya itu meminta penjelasan kembali...
" Aku tidak percaya itu ! Kalau begitu, apakah Naga Agung itu masih di sana?! Jika ada..."
..
..
Raja Karo yang melihat Dieares yang keras kepala mengatakan..
" Jika ada? Kau ingin datang ke sana kemudian mati konyol seperti apa yang dikatakan Ribery, apa aku salah?..."
Dieares merasa dirinya harus memperjelas maksud dari perkataan Ribery..
" T..tidak, tuan! anu... Maksud saya, apakah seorang individu itu telah mengalahkan Naga Agung itu sehingga kondisi satu hari belakangan ini mulai membaik?..."
Tanpa dijawab oleh Ribery.. Kemudian dijawab dengan tatapan serius ke mata Dieares, sang Raja Karo menjawabnya..
" Benar, individu itu telah mengalahkannya.."
.
Orang-orang yang berada di satu Ruangan tersebut pun lagi-lagi dibuat terkejut sampai berkeringat dingin tak dapat mengatakan sepatah katapun..
.
Tetapi Ribery yang melihat fakta berbeda dengan Raja Karo, didalam hatinya Ribery mengatakan..
" Tidak, tuan.. meskipun sempat ada beberapa pertarungan, Naga itu masih hidup, dan kemudian individu tersebut juga masih hidup.. mereka seimbang, tidak... I.. individu tersebutlah yang mengunggulinya! kini, Naga tersebut sedang mengawasi individu ini dari suatu tempat yang aku tak bisa melihatnya..."
..
.
..