
"Hey Ayolah! Sampai kapan kalian bertengkar satu sama lain? Henti—!"
"Hey Roxxie!!"
Belum selesai berbicara, bagai angin yang seakan memukulnya, Roxxie menerima pukulan telak di perut.
"Ugh, sialan.. apa barusan tadi?"
Beruntungnya serangan barusan belum cukup untuk menumbangkan Roxxie.
"Jangan ikut campur dan sok asik begitu.."
"Dasar monyet berakal"
....
Ketika Roxxie baru saja menerima serangan dari mereka, "Kalian melakukannya ya."
Tepat setelah mengatakannya, Roxxie mengangkat pedang miliknya dan mengeluarkan serangan balasan berupa sihir petir!
Dengan Gemuruh besar yang berada diatas awan serta kilatan guntur yang seakan hanya berada sejengkal dari atasnya, Serangan yang diberi nama Jormugand itu menyambar Vacries dan Valldres dengan cepat!
"Aaa—Kkhhh!!"
Vacries lumayan menerima banyak serangan daripada Valldres.
Para bawahan Raja Iblis yang melihat sihir Petir milik Roxxie barusan merasa cukup mengakuinya, terutama itu bukanlah petir biasa.
"Terdapat awan-awan hitam serta kilatan merah, itu mengingatkanku pada Petir yang berada di Neraka."
Ucap Taros sambil mengamati.
....
"Sampai kapan serangan itu berlangsung? Ini sudah lebih dari 3 menit.."
Ucap Olixier, kemudian dijawab oleh Poro.
"Apa kau benar-benar tidak mengetahuinya?"
" ? "
"Sihir itu adalah sihir Sealing, Dahulu ketika Raja iblis menggunakan sihir yang sama, Petir yang tercampur dengan unsur Neraka merupakan sihir termutakhir untuk mengunci pergerakan dari para faksi Dewa, ya... Meskipun begitu, aku tidak pernah membayangkan ada seorang manusia yang mengetahui hal tersebut, terlebih lagi jika itu mengandung sihir mu, bukan? Mergeus.."
Tepat setelah mengatakannya, Para jenderal iblis Abaddon yang mendengar hal tersebut langsung menatap Mergeus.
Mergeus yang sedari tadi hanya melihat Roxxie dengan kekaguman dan mata yang bersinar berkata.
"Ya, memang terdapat sihirku didalamnya, namun siapa sangka kalau ternyata sihir milik Raja Iblis tersinkronisasi kuat dengan sihir orang itu..."
Dari kejauhan dan muncul menggunakan sihir Teleportasi, William mengatakan.
"Orang yang bernama Roxxie itu telah mencerna energi sihir milik Raja Abaddon yang diserapnya."
"William, darimana saja kau?!"
William berjalan menuju mereka dan dirinya mulai mengatakan hal yang membingungkan.
"Sudah, sudah... Jangan memberikan ku tatapan sadis seperti itu dong Taros, kesampingkan diriku, hei Poro, katakan padaku siapa yang memiliki kekuatan sekiranya mirip dengan milik seseorang yang bernama Shoji?"
"Apa maksudmu, William?"
Olixier tidak mengerti.
William yang berjalan didepan mereka dan menghampiri Poro, sesampainya disana, Poro memejamkan mata dan berkata.
"Seorang Gadis kecil pemakai Kalung kecil didalam desa, konsentrasi sihir didalamnya 99% adalah cocok. Apa yang kau rencanakan, William?"
Setelah Poro memberikan informasi yang William inginkan, William memegang pundak Poro dan mengatakan.
"Kau tahu? Sihir itu cukup kuat untuk membereskan hal seperti ini dengan mudahnya, dan dengan begitu kuharap kalian harus meningkatkan kewaspadaan terhadap mereka yang berhubungan dengan Shoji."
......
Kembali pada pertarungan antara Roxxie yang kini telah berhasil membuat Vacries terhenti langkahnya, dia tidak bisa bergerak.
Roxxie menyombongkan diri dan membanggakan perkembangan dirinya.
"Hehe, kau lihat itu? Sekarang aku telah lebih kuat daripada yang sebelumnya, dengan kondisi ku saat ini, jika aku melawan Shamp di beberapa waktu yang lalu, aku bisa dengan mudahnya membuat Shamp seperti yang berada dihadapan ku saat ini."
"Aku tidak peduli, Hei awas!!!"
"Ah, sialan!!"
Tanpa disadari, Roxxie telah melonggarkan konsentrasi sihirnya dan membuat jalan keluar untuk Vacries!
Saat Vacries melihat peluang untuk melepaskan diri dari serangan sihir Roxxie, dia dengan cepat mengambil tindakan. Dengan usahanya, ia mengumpulkan banyak energinya dan melontarkan serangan balik ke arah Roxxie. Roxxie yang sedang terlalu percaya diri tidak sempat menghindar, dan serangan itu menghantamnya langsung.
"Aaaaaarrrgh!!!" teriak Roxxie, terpental ke belakang oleh kekuatan serangan balik tersebut. Namun, Roxxie tidak menyerah begitu saja. Meskipun terluka, dia bangkit dengan nafas tersengal-sengal, mata berkobar, dan pedangnya tetap terpegang erat.
"Itulah mengapa jangan berbicara besar!!!"
Teriak Ryzen kepada Roxxie.
"Berisik! Aku tahu aku salah, tapi... Serangan tadi cukup nyeri sialan!!"
Ucap Roxxie sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya.
Vacries mengambil kesempatan ini untuk juga memulihkan dirinya. Dia menyadari bahwa Roxxie memiliki sihir petir yang pernah digunakan oleh Raja Iblis. Namun, dia merasa ada yang berbeda dalam serangan Roxxie, ada energi yang aneh.
Sementara itu, di tempat yang lain, pertemuan antara William, Poro, dan yang lainnya berlanjut. William menjelaskan bahwa kekuatan yang mirip dengan Shoji telah ditemukan pada seorang gadis kecil pemakai kalung di desa. Ini mengundang kekhawatiran, karena mereka tidak yakin apakah gadis tersebut adalah sekutu atau ancaman. Namun, mengingat potensi kekuatannya, mereka memutuskan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan.
Kembali ke pertarungan, Roxxie dan Vacries terus saling berhadapan. Roxxie berusaha memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk menyerang dan menghindar. Dia merasakan adrenalin mengalir dalam dirinya, membara dan membakar tekadnya untuk melawan.
Sementara itu, di tempat lain, Mergeus merenungkan kata-kata Roxxie tentang penyatuan sihir mereka. Dia menyadari bahwa potensi sinergi yang dimiliki oleh mereka berdua bisa jadi sangat kuat jika dikembangkan dengan baik. Namun, dia juga merasa bahwa ada hal yang perlu dia pahami lebih dalam tentang Roxxie dan asal-usul sihir yang dimilikinya.
Pertarungan semakin memanas. Roxxie terus menunjukkan kecanggihan serangannya, sementara Vacries berusaha memecahkan misteri di balik energi aneh yang dia rasakan dari serangan Roxxie. Kilatan sinar petir dan sorakan angin kencang menciptakan pemandangan yang spektakuler di medan pertempuran.
"Bajingan kau manusia!!!"
Vacries melontarkan bola-bola sihir merah pekat ke arah Roxxie.
Ketika serangan Vacries hampir menyentuhnya, serangan itu seketika lenyap!
"Apa yang barusan?!"
Roxxie yang merasa tidak baik untuk selalu mempermainkan pertarungan pun bertekad untuk serius.
Langkah kilat miliknya digunakan untuk menghindari serangan beruntun dari Vacries, Hingga Roxxie telah tiba di samping Vacries dan berbisik kepadanya dengan nada serius.
"Jangan pernah mengganggu Tuan Shoji atau kau ku lenyapkan"
Selama Roxxie berbicara ditelinga nya, Vacries tidak bisa bergerak untuk menghindar, namun setelah selesai, dirinya mencoba menyerang Roxxie dengan sihirnya.
"Menjauhlah dariku Sialan!!!!!"
Serangan itu justru dapat dihindari Roxxie dengan mudah dan serangannya menuju ke arah pedesaan yang telah berada didalam sihir Barrier milik Sylvia.
"Ah–gawat!"
Roxxie berencana untuk memblokirnya sebelum mendarat, namun terlambat.
"Hebat sekali.."
Roxxie terkagum-kagum dengan sihir Barrier milik Sylvia yang mampu memusnahkan sihir milik Vacries seakan hanya menghancurkan bola-bola pasir Pantai yang dibentuk, benar-benar lunak dan tak tersisa!
Para jenderal iblis juga menyadari bahwa terdapat seseorang lagi yang harus mereka waspadai selain Roxxie dan Ryzen, dia adalah Sylvia!
Sylvia menyadarinya, didalam tempat pengungsian bawah tanah, Sylvia mengatakan kepada Olivia, Shamp, serta Sarah untuk menjaga tempat ini setelah dia keluar.
"Sylvia, ingin kemana kau?"
Dengan wajah yang serius, Sylvia berkata dengan halus kepada Sarah.
"Teman-temanku sedang bertarung, kami memiliki Tuan yang sama untuk dilayani.."
"Tapi, dilu–"
Belum selesai berbicara, Olivia ibunya Rara menepuk pundak Sarah sambil berkata.
"Nona Sylvia adalah seorang Wanita meskipun begitu kita akan terdengar lancang untuk melarang salah satu rekan dari seseorang terkuat untuk bertindak dengan caranya sendiri.. bagaimana pun juga, nona Sylvia tetap saja salah satu rekan terkuat dari Tuan Shoji, percayalah kepadanya.."
"Tapi kan,... Baiklah.."
Setelah selesai, Sylvia pergi keluar dan melihat bahwa yang hanya bertarung hanya Roxxie dan Ryzen, para jenderal iblis tidak melakukan tindakan bantuan atau apapun.
Kini, kondisi Saaki telah membaik, dari kejauhan dirinya bangkit dan menekan semua energi sihir miliknya hingga membuat Aura sihir yang sama dengan kondisinya ketika memasuki mode Chesma iyesi.
"Entah mengapa saat itu ketika aku terkena serangannya, tubuh ku seakan kaku dalam beberapa milidetik, mungkinkah itu sihirnya? Siapa yang peduli, saat ini aku harus bangkit dan memberikan pukulan keras diwajahnya!"
Saaki belum mengetahuinya bahwa Vaclly yang telah menghajarnya kini telah terpental jauh ke angkasa.
Kemudian, Olixier merasakan ada sesuatu seperti pergerakan sihir yang berasal dari dalam Hutan.
"Tidakkah kalian merasa ada sesuatu yang aneh?"
Mergeus bertanya untuk memperjelas perkataan Olixier.
"Aneh? Ehm... Mungkin, katakan lebih detail karena aku merasa tidak nyaman juga"
Taros, William, Ferr'O dan Poro mulai menatap Olixier.
"Pergerakan sihir yang halus namun membunuh, membawa aroma surgawi serta kesucian, darah dan amarah, aku tidak dapat benar-benar mengatakannya hal itu adalah sihir Suci, bagaimana menurutmu, Poro?"
"Yeah, ini seperti... Sihir ku tidak bisa mengaksesnya, kau tahu? Tidak ada sihir apapun yang tidak dapat ku tembus selain sihir Dimensi milik Shoji dan Yang Mulia.. mungkin Dewa"
Mendengar itu Taros memegang dagunya dan berpikir.
"Pergerakan sihir secara halus? Aku memiliki perasaan tidak nyaman dengan ini.."
Setelah selesai berpikir, Taros memberikan perintahnya untuk membagi dua kelompok.
"Baik, hal seperti ini jika tidak ditangani segera maka akan menimbulkan banyak masalah, sementara Yang Mulia sedang berada didalam Perbincangan Khususnya, aku harap kalian bisa bekerjasama untuk membagi kita menjadi dua kelompok, bagaimana?."
William setuju.
"Aku setuju, kalau begitu bawa aku bersama Poro.."
Poro tidak tahu mengapa dari sekian rekan, kenapa William memilihnya?
"Hei aku tidak memiliki perasaan menyenangkan bersamamu, lagipula mengapa aku?"
William menjelaskan sambil merangkulnya.
"Kombinasi! Aku sniper dan kau gunakan sihir mu sebagai Scope."
"Tch, kau sangat ku benci dari siapapun."
Poro kesal karena sihirnya hanya dianggap sebagai Scope senjata Sniper.
"Sudah sudah, ayo kita bergerak Hahaha, aku berjalan ke sisi barat.."
Setelah itu William dan Poro pergi.
"Bagaimana dengan kalian yang tersisa?" Ucap Taros.
Mergeus berkata
"Junior ku sedang bertarung disana, sebagai seorang Senior, aku akan membantunya! Jadi, ikut denganku Olixier!..."
#(Junior yang dimaksud adalah Roxxie)
"Benar, kalau begitu aku ke sisi timur, sampai bertemu kembali.." Mereka berdua pun pergi.
Taros menarik nafas dan mengatakan.
"Ferr'O, Aku dan Qeryz akan menjaga ditempat dan mengawasi segala pergerakan musuh, kuharap Saaki dan Sofie tidak mengacaukan ini."
Taros takut atau lebih tepatnya dia tidak ingin sebisa mungkin berurusan dengan Chesma iyesi, menurutnya itu sangatlah merepotkan.
Pertarungan Roxxie, Ryzen melawan Vacries dan Valldres masih berlanjut, Perbincangan khusus antara Shoji dan Abaddon, keterhubungan dengan seorang Dewa, serta pelacakan terhadap energi sihir halus oleh para Jenderal iblis, semua konflik didalam satu malam!