
Orang ini, kenapa dia hanya diam? Kalau begitu...
Melihat Roxxie yang tiba-tiba memejamkan matanya dan terdiam
membuat Shamp merasa bebas akan pergerakannya..
sesaat setelah dirinya mengatakan itu Shamp melesat kedepan Roxxie dengan nafsu membunuhnya..
Shamp juga menambahkan setengah sihir Scheir didalamnya yang mana itu adalah Api yang berasal dari matahari
alasan Shamp melakukan ini karena dia kesal dengan Roxxie, mengganggap dirinya telah dipermainkan..
Setelah tiba di jarak dua meter antara Shamp dengan Roxxie, Shamp dibuat terkejut olehnya karena..
".. ?! Ini adalah api terpanas!! Dalam jarak saat ini seharusnya kau sudah meleleh!! Bahkan kau belum bereaksi apapun... "
Dalam pembicaraan itu Shamp berbicara sendiri karena melihat Roxxie masih saja terdiam.
" Detak jantung mu bahkan tidak terasa lagi, kau sudah pasti telah tewas.."
Shamp beranggapan bahwa dia telah meninggal, Shamp memposisikan dirinya dan pedangnya untuk segera menusuk Roxxie.
"... Hm.. awalnya kukira ini sulit, dasar iblis...."
Shamp pun menusuk Roxxie tepat di tengah dadanya..
Shoji melihat Roxxie tertusuk didepannya tetapi ia tidak menunjukkan reaksi yang dramatis.
ekspresi Shoji yang melihat itu justru tersenyum tipis seperti ingin berkata..
" Terlalu cepat itu meremehkan Roxxie "
".. Ada apa? Bukankah teman mu baru saja terbunuh?..."
Kata Dabehon yang baru saja tiba di hadapan Shoji
Dabehon tiba-tiba saja muncul dengan sihir teleportasi instan.
".. tidak, bukan apa-apa..." Kata Shoji
..
..
Disini, Shoji Sylvia dan Ryzen serta Dabehon dan Tannala hanya memerhatikan apa yang selanjutnya akan terjadi..
mereka belum memulai pertarungannya, apa yang mereka para Sanzein pertahankan? padahal mereka sudah menganggap kelompok Shoji adalah ancaman..
..
..
Shamp berbalik dari posisinya, dirinya juga memejamkan matanya kemudian berkata..
".. mungkin aku yang terlalu berlebihan.. hmph."
Tiba-tiba Shamp mendengar suara diatas kepalanya yang mengatakan..
".. Tidak, kau tidak perlu merasa sesedih itu, tuan wadah malaikat..."
Seketika itu juga Shamp terkejut dan melihat Roxxie yang sedang berdiri di langit tepat diatasnya!!
".. ?!!! Mustahil, seharusnya kau sudah menjadi abu! Apa yang kau lakukan?!.."
Keringat dingin sedikit demi sedikit bercucuran keluar dari pangkal dahinya.
" Detak jantung mu sudah pasti telah berhenti ! Aku mengetahuinya! Tetapi mengapa!!?.."
Didalam dirinya, Shamp terus menerus bertanya kepada dirinya sendiri..
Roxxie membuat Shamp sangat terkejut..
".. oh tentang itu, detak jantung ku yang berhenti, bukan? memang benar saat itu aku telah mati, tapi ini adalah sihir terkuat ku yang mampu memindahkan keberadaan ke tempat ataupun takdir yang lebih aman, dengan cara melepaskan inti sihir ku sendiri, aku dengan bebas dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain..."
Tiba-tiba suaranya seperti berbisik seakan penuh arti..
"..ini bukanlah sihir yang dimiliki oleh malaikat..."
..
Penjelasan Roxxie tentang sihir perpindahan keberadaan membuat Dabehon dan Tannala sedikit mewaspadainya.
Dabehon yang berada tepat di depan Shoji berkata kepadanya..
".. kalian.. sebenarnya kalian itu iblis macam apa?.."
".. iblis? Maaf... Kami iblis? Tidak.. sepertinya ada kesalahpahaman hebat disini.."
Kata Shoji yang mengatakannya sambil gugup seperti bingung.
".. ma... Apa? Jadi maksud mu kalian bukan iblis?..."
" Itu benar "
" ..... "
Dabehon terdiam tanpa kata..
".. apa yang terjadi tuan?.."
".. entahlah.."
Tiba-tiba Dabehon meletakkan telapak tangannya ke wajah kemudian tertawa dengan sangat keras, itu adalah tertawaan yang biasa muncul didalam tokoh seorang antagonis.
Wajah Dabehon menghadap ke atas tepat melihat dari sela-sela jari ke arah Roxxie..
".. kau berkata kepada ku bahwa kalian bukan iblis? Jangan membodohi ku.. sudah 75 tahun aku hidup dan aku memilliki pengalaman sangat banyak untuk mengenal aura iblis.."
Kata Dabehon yang berkata penuh pengalaman..
" Jadi, bagaimana untuk meluruskan kesalahpahaman ini? "
Shoji mengatakannya dengan suara yang dalam
".. aku tidak tahu, ini membuat ku bingung sebab iblis tidak ada yang ingin berbicara dengan manusia, kebanyakan dari mereka akan langsung membunuh manusia jika ada manusia yang mencoba memulai berbicara dengannya, untuk sementara.... Pertarungan pihak mu dan anak buah ku, sepertinya itu adalah hal yang patut menjadi patokan dari apa yang akan diputuskan..."
".. hm.."
Pria berbadan besar tersebut pun duduk disebelah Shoji, melihatnya juga Shoji ikut duduk disamping Dabehon.
Sementara Sylvia yang merasa heran karena sebelumnya mereka itu musuh entah kenapa menjadi akrab...
..
" Begitu ya, kalau begitu apa aku harus berhenti??.."
Tannala mendapatkan pesan perintah dari Dabehon lewat sihir telepati
".. m, mm.... Aku paham, kalau begitu aku sudahi ini, lagipula orang didepan ku sedari awal dirinya tidak memiliki niat membunuh, aku mengerti....."
".. ada apa? Kau berbicara sendiri dan menganggukkan kepala, pesan dari atasan mu?.."
".. tepat, kau beruntung untuk ini Ryzen.."
Setelah mengatakannya, Tannala memasukkan kembali cambuk suci kemudian membelakangi Ryzen, ia berencana untuk pergi dan mundur..
Ryzen tidak menghalaunya dan membiarkan Tannala mundur..
Setelah itu dirinya pun kembali menghadap Shoji dan seperti biasa.
Ryzen telah memahami apa yang terjadi dengan tuannya yang duduk bersebelahan dengan pimpinan musuh.
Ryzen pun berdiri di samping Sylvia yang duduk beberapa jarak dibelakang Shoji..
Kembali dalam pertarungan..
Saat ini Shamp telah dibuat terpojok oleh teknik aneh Roxxie...
".. lalu apa bedanya itu dengan Teleportasi?!"
Suaranya yang bertanya tersebut dijawab oleh Roxxie..
" Hm... Teleportasi adalah jurus perpindahan yang hanya membuat sebuah benda ataupun manusia berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, itu hanya sebuah sihir teleportasi.. tapi aku berbeda...-"
Penjelasan terpotong oleh serangan panah api, pria bernama Shamp tersebutlah yang tiba-tiba menyerangnya.
decak Shamp yang melihat panahnya dapat terhindari..
Tidak berhenti sampai disitu, Shamp terus menerus menembakkan anak panahnya ke arah Roxxie.
Itu adalah serangan beruntun!
Dengan elegan, Roxxie dapat menghindarinya dalam keindahan..
".. dengarkan penjelasan ku, singkatnya ini adalah permainan Takdir, meskipun telah meninggal, jika aku memindahkan diriku ke takdir yang beberapa menit lebih baik dari yang sekarang maka aku dapat muncul kembali seperti yang kau lihat kali ini.. dan sayang sekali keberuntungan mu besar, sihir ini hanya dapat digunakan dua kali, kau ingin tahu mengapa?.."
Dahinya mengerut, Shamp berkata..,
" ! Memangnya siapa yang peduli!? Matilah!!.."
Sambil menghindar kiri dan kanan kemudian atas dan bawah, Roxxie berkata
".. itu karena bayaran untuk yang selanjutnya adalah nyawa ku sendiri.."
".. bagus! Gunakan teknik bodoh mu itu sekali lagi maka pertarungan buang-buang waktu ini akan selesai! Lakukanlah!!.."
Sambil mengeluarkan sihir terkuatnya yang berbentuk matahari.
Itu adalah Sihir yang dahulu ia gunakan untuk membuat matahari palsu didalam kerajaan Durui.
Tingkat konsentrasi sihirnya begitu tinggi, daya ledaknya jika terbentur dengan daratan maka seketika daratan tersebut akan hangus tidak menyisakan apapun.
jika tidak ada Dabehon yang telah membuat barrier, Matahari buatannya tersebut hampir membakar seluruh kerajaan Durui.
".. apa kau tidak kepanasan, tuan yang katanya bukan `Iblis?.."
" Entahlah, ini lebih hangat dari serangan Naga yang kukenal.."
".. Na-.."
Dabehon tiba-tiba terkejut dan terdiam sunyi..
Bukan tanpa alasan, faktanya Dabehon sempat merasakan hawa kehadiran yang mirip dengan Naga.
Naga yang memiliki kehadiran besar tersebut tiba-tiba saja aura keberadaannya menghilang.
Setelah itu barulah Dabehon menerima info dari orang-orang kerajaan tentang siapa sosok Naga yang dimaksud.
"... Naga.. maksudmu?.."
".. jangan berpura-pura tidak mengetahuinya, tentang Avidite, kalian pasti telah mengetahui itu."
" Avi.. Avidite?!!..."
Dabehon telah mencapai puncak terkejutnya yang membuat dia berdiri dengan cepat!!
".. Avidite, seekor Naga Agung yang telah hilang, kekuatannya tabu, bahkan kehadirannya tidak dapat diperhitungkan dengan kehidupan ataupun kematian, Naga menyeramkan yang melayang bebas di udara dan mendiami pedalaman bumi..."
" Orang ini, apakah dia fans Avidite?.."
Ucap Shoji didalam hati sambil menyipitkan matanya.
Sementara itu, terjadi ledakan besar di langit-langit kerajaan.
Ledakan demi ledakan, api demi api, kehancuran datang perlahan menghampiri.
Shamp merasa sudah muak karena dipermainkan oleh Roxxie.
" Panah, pedang, dan sihir.. oii, apa kau tidak kehabisan sihir setelah mengeluarkan segitu banyaknya sihir?.."
Roxxie masih mengatakannya sambil menghindar kiri dan kanan, atas dan bawah.
".. tidak, lihatlah diatas mu bodoh!.."
..
Roxxie melihat apa yang ada di atas kepalanya, Benar.
Itu adalah sihir pamungkas milik Shamp, sihir matahari yang berkemungkinan besar dapat menggantikan posisi matahari utama di dunia tersebut jika matahari lenyap.
". Apa kau gila? Kerajaan mu akan hancur.."
".. Masa bodo! Selagi itu dapat membunuh mu!.."
".. tch "
" Orang ini! lagian kenapa aku sampai memberitahunya tentang Fate side ku?! Baiklah, tenang.. jika tuan diposisi ini, apa yang akan dia lakukan?.."
Roxxie didalam hatinya berbicara sambil berkeringat dingin, benar, Roxxie saat ini telah disudutkan oleh sihir besar milik Shamp.
" Bagaimana? Ayo cepat gunakan teknik aneh mu kembali! Aku yakin kau dapat menghindarinya "
Setelah itu Shamp tertawa dengan bangga..
Roxxie melihat ke arah Shoji seakan berkata apa yang harus dilakukannya..
Shoji tidak berkata apapun, dia hanya memperhatikan apa langkah yang akan diambil Roxxie untuk mengatasinya mengingat..
".. ini sulit! Perintah tuan adalah jangan membunuhnya, benar.. jika aku keluarkan itu, bocah ini akan lenyap.."
Roxxie bergumam didalam hatinya mengenai kekuatan yang dibicarakannya..
..
".. hei, apa kau tidak ingin memberikan perlindungan kepada bawahan mu itu? Sepertinya dia sedang tersudut, loh.."
Kata Dabehon
".. tidak, yang seperti itu bukanlah apa-apa.."
" Bukanlah apa-apa? Hm.."
Didalam hati Shoji berkata..
".. Benar, energi sihir milik lawannya tersebut lebih lemah dari milik Ryzen yang saat itu, dan lagi Roxxie belum pernah menunjukkan segala kemampuannya, aku belum mengenalnya 100% , apa mungkin...."
Ketika di tengah-tengah pertanyaan, Astaroth berkata..
".. kau melarangnya untuk membunuhnya, bodoh sekali..."
".. o..oh, begitu, maaf... Lagipula jika terdapat korban maka kerajaan Durui akan benar-benar menjadi musuh kita, jika begini jadinya..."
..
".. T..tuan, lihat Roxxie! Tubuhnya mengeluarkan Rantai sihir yang menyeramkan!..."
Tiba-tiba Sylvia menepuk pundaknya dari belakang dan memberi tahu Shoji yang sedang berpikir barusan mengenai sesuatu seperti Rantai yang keluar dari tubuh Roxxie..
". Rantai apa itu?.."
Tanya Shoji kepada Ryzen..
".. maaf tuan, ini baru pertama kalinya aku melihat itu..."
Jelas Ryzen
Dabehon tidak merasakan adanya sihir di rantai misterius tersebut, mengapa dia mengetahuinya? Karena Dabehon sempat sedikit mengujinya.
".. ini gawat.. dengan mata ini aku tidak dapat menghapus sihirnya.. bahkan itu seperti bukan sihir, apa yang terjadi disini..."
Dabehon juga tidak dapat mengetahui apa yang sedang terjadi..
"!! Hmpph, dengan rantai bodoh mu itu apa yang hendak kau lakukan kepada matahari ku? Tidak mungkin kan kau ingin mengikatnya Hahahahaha.."
Shamp masih saja mengejek Roxxie..
".. Sudahi ini! Matilah!! Hanguskan dia ` IRAHATAMA!!!..."
Shamp mengangkat kedua tangannya kemudian dirinya melancarkan serangannya menuju Roxxie..
"..Roxxie! Hindarilah!!!.."
".. hmph."
Roxxie menerobos masuk kedalam sihir Shamp! Matahari buatannya telah menelan Roxxie!
"..ROXXIE!!!!!!!!.."
Shoji berteriak kencang