
" Kayu bakar ini,... Apa kau sedang berada didalam, Ryzen?.."
Memiliki perasaan yang tidak enak mengenai Ryzen, Shoji langsung berlari masuk kedalam Gua..
Sementara itu Ryzen telah sampai didepan Gerbang besar yang berada didalam Gua tersebut, melihat tidak ada jalan lagi atau dengan kata lain ini adalah jalan Buntu yang diakhiri oleh satu pintu gerbang Raksasa..
" Sebuah gerbang? Sepertinya aku telah sampai di ujungnya, akan sangat mencurigakan jika aku masuk sembarangan, sebaiknya aku segera pergi lalu bicarakan ini dengan Tuan Shoji..."
Ketika dirinya baru saja mencoba untuk pergi dan kembali keluar, tiba-tiba Gerbang itu sedikit demi sedikit mulai terbuka sendiri
" Apa itu? Mungkinkah aku dipersilahkan untuk masuk? Sial, aku penasaran sekali..."
Dengan rasa penasaran hebat dirasakannya, Ryzen bergerak secara Egois untuk masuk kedalam, dirinya mulai melangkahkan kakinya menuju ke wilayah Avidité..
.
Disisi lain, Shoji telah memasuki Gua tersebut, ia telah melihat apa yang sebelumnya Ryzen lihat..
" Mayat mayat itu, apa yang sebenarnya terjadi?.." dirinya mulai bergerak menuju ke tempat yang semakin dalam, itu menuju ke arah Ryzen..
" Firasat ku buruk, Ryzen.. tunggulah aku pasti akan menemui mu!..."
Ryzen saat ini telah berada didalam Gerbang, ia hanya bisa melihat pemandangan gelap seperti biasa, tidak merasakan ada ancaman seperti sebelum-sebelumnya, selangkah demi selangkah dirinya mulai menuju ketengah tempat yang terdapat sebuah Altar kecil
" Sebuah Altar? Apa mungkin dulunya ini adalah tempat persembahan?..."
Ryzen telah sampai di depan Altar kecil tersebut, ia melihat ada satu mangkuk yang penuh dengan Darah
" Darah? Apa mungkin ini adalah....... Sekte penyembahan Iblis!?.."
Dirinya masih berpikir tentang situasi yang dihadapinya, sementara dirinya sedang berpikir.. Avidité yang sedang menggunakan sihir penyamaran Absolute tidak dapat dilihat atau dirasakan oleh Ryzen, ia sengaja menciptakan sebuah Altar kecil itu untuk menjadi hiburannya tersendiri..
" lucu sekali, Manusia selalu berpikir jauh pada apa yang baru saja mereka temukan..."
.
" Hmm... Sepertinya aku harus segera keluar sekarang, entah mengapa tiba-tiba bulu kuduk ku berdiri merinding..." Memang Ryzen tidak dapat melihat ataupun merasakan keberadaan Avidité, tetapi tubuhnya merespon itu dengan rasa Merinding..
Melihat Ryzen yang segera ingin pergi, Avidité menutup gerbangnya!
" A..Apa ini!? Gerbangnya!! Sial, aku ceroboh!..." Ryzen terkejut dengan kecerobohannya yang sengaja memasuki tempat-tempat mencurigakan seperti Dungeon ini..
Setelah gerbang tertutup rapat, Avidité membuat pemandangan Gua didalam yang sebelumnya gelap gulita kini ia mengubahnya menjadi bentuk seperti Ring pertarungan.
" A..apa lagi ini!? Sialan!! Aku tidak dapat menenangkan pikiran ku sendiri! Baiklah, aku akan menghadapinya!..."
Ucap Ryzen.
Ring yang sangat luas tersebut berbentuk persegi lima dengan dinding sihir Neraka yang mengarah dari bawah ke atas disetiap sisinya..
Tanpa berbasa-basi lebih lama, Avidité mengatakan
" Selamat datang, manusia bodoh yang tidak menyadari tempatnya berdiri! Hahahaha.."
Mendengar ada sesuatu yang sedang berbicara tanpa diketahui siapa yang berbicara, Ryzen mengatakan
" Siapa kau?!.."
Lalu Avidité meresponnya
" Aku benci menjadi angkuh,.. Aku adalah Naga Surgawi yang telah diusir dari Surga, Naga Neraka yang diusir dari Neraka itu sendiri, Naga yang benar-benar berada ditengah-tengah Eksistensi para Makhluk kuat juga lemah, pembimbing bagi mereka yang ingin mati tanpa Rasa sakit, Kekuatan yang melampaui batas-batas Aturan Dunia ini sendiri.... Aku adalah...
(Avidité mulai menampakkan dirinya..)
NAGA AGUNG, AVIDITÉ!!!..."
" Av..Naga...Naga Agung? T...Tidak! Mustahil! Pemimpin para Naga dikatakan telah musnah 5000tahun lalu! Bencana yang hanya bisa ditangani para Dewa! Aku tidak percaya!!!..."
Mendengar pernyataan yang dikatakan oleh Avidité membuat Ryzen gemetar hebat! Karena ini adalah pertama kali di dalam hidupnya menghadapi Naga Agung.
Avidité jengkel dengan sikap Egois Ryzen, ia mengatakan
" Bodoh, dari siapa kau mendengar aku telah musnah? Aku hanya beristirahat dari ketidakadilan dan ketidakpastian dunia ini.. Dewa-dewa yang kau bicarakan itu suatu saat..... Suatu saat aku bersama Tuan ku akan menghancurkan mereka!!!..."
Sementara itu, Shoji telah sampai didepan Gerbang Raksasa sebelumnya, dan kini ia merasakan Aura keberadaan Ryzen menghilang tepat disini
" Aneh, Aura yang tiba-tiba menghilang.. Apakah ia menggunakan sihir penyamaran? Tidak, Ryzen bukan tipe orang yang menjauhi aku seperti itu, lalu bagaimana bisa?.."
Tanpa mengetahui Ryzen telah berada didalamnya, Shoji kelelahan dan ia memutuskan untuk beristirahat disini sejenak
" Tapi, perjalanan tanpa sihir cukup menguras tenaga ya.... Melelahkan, setidaknya aku harus beristirahat sebentar, itu yang dikatakan Sylvia hehe.." Shoji mulai duduk dibawah anak tangga dan ia ketiduran disana.
" Baiklah.... Katakan padaku siapa Tuan yang kau maksud itu!?.." melihat Naga Agung saja sudah luar biasa, tetapi setelah mendengar dirinya memiliki Tuan, siapa sosok yang lebih kuat darinya sehingga Naga Agung bertuan padanya?
.
Ryzen bukan tidak dapat berkata-kata lagi, dengan Fakta ada satu Eksistensi yang melebihi para dewa yaitu Sosok yang bernama Oberster Gott, membuat dirinya sangat terkejut!
" M..mustahil...."
Mendengar dirinya telah cukup lama memberikan waktu pada manusia rendahan..
" Huuh, aku benci ini...."
membuat Avidité jengkel lalu ia mulai menggerakkan cakarannya menuju Ryzen..
Sekejap cahaya Ryzen langsung menghindarinya lalu terbang dibelakang tubuh Avidité dan mengatakan
" Itu tidak menjawab pertanyaan ku! Siapa Tuan mu? Membimbing Dunia kepada apa yang diinginkannya? Bodoh sekali, aku tidak ingin seseorang seperti itu hidup didunia ini!!..."
Dengan itu dirinya langsung menyerang dengan sihir pedang berselimut Cahaya yang sangat cepat melesat kearah Avidité, beranggapan kepala Avidité telah terpenggal
Ryzen mengatakan
" Dengan tubuh yang besar seperti itu akan membuat mu mustahil untuk mengindari seluruh pedang-pedang ku, bagaimana?!..."
Didalam tumpukan kabur yang tebal, Avidité terlihat sangat kecewa..
" Sial, bagaimana bisa! Akhhh!!.."
Ryzen berpikir dirinya telah menundukkan Avidité
" Kau adalah Naga baik yang menjadi korban ramalan bodoh, istirahatlah..."
walaupun pedang itu sangat besar, Ryzen melancarkan sihir Pedang Cahaya Raksasa yang khusus untuk menghancurkan jiwa, itu tidak akan membuat kerusakan pada benda mati yang tidak memiliki jiwa
"Aku terlalu berharap lebih padamu, dah... sekarang matilah..."
Tiba-tiba saja Avidité melancarkan serangan misterius yang membuat lubang di Dada Ryzen
Dengan terkejut
" A..- apa. I..ni....kukkhhh..t...tuan" batuk darah dialaminya, dan seketika Ryzen pingsan terjatuh ketanah, dirinya dalam kondisi kekurangan banyak sekali darah dan kini dirinya Sekarat.
" bocah Crusader, sepertinya aku menggunakan penglihatan masa depan ku padamu saat itu, sayang sekali ini.... sama saja dengan mereka, membosankan...."
.
Serangan Avidité barusan membuat getaran yang cukup untuk membangunkan Shoji didepan, Shoji tiba-tiba saja merasakan perasaan yang sangat buruk dibalik Gerbang itu, ia berusaha untuk membukanya karena ia yakin Ryzen sedang berada didalam! Mencoba dan mencoba namun tetap saja itu tidak terbuka...