
" Aku pasti akan menyelamatkan kalian..."
......
....
Melihat ke arah Avidité yang telah terhempas kepermukaan, Shoji hanya melihat sekumpulan debu yang tebal
" Aku tak dapat melihatnya ataupun merasakan energi sihir nya...."
Lalu Astaroth meresponnya
" Naga itu terhempas kepermukaan dengan hebat, kemungkinan matinya sangat besar.. jika dirinya masih hidup itu berarti....."
Shoji langsung mengatakan..
" Aku tidak peduli, daripada itu.. apa kau bisa mengajari aku sihir pemulihan atau apapun itu, Astaroth?..." Dirinya ingin menggunakan sihir pemulihan itu untuk menyembuhkan Roxxie dan Sylvia... mungkin Ryzen?..
Astaroth mengingatkan Shoji sesuatu bahwa..
" Sihir pemulihan? Apa yang kau katakan??? dari awal dirimu telah menggunakannya bukan? Maksudku, pada saat waktu itu melawan Roxxie..."
Shoji masih tidak mengerti apa maksudnya
" Aku tidak ingat, apa itu?..
....
" Hfftt.. terlepas dari kekuatan besarmu, ternyata kau masih cukup bodoh.."
" A..apa katamu!?..."
"Baiklah baiklah.." Astaroth akan menjelaskannya..
" Apa kau mengingat ketika serangan Destruction Demoniaque Roxxie mengenai mu? Apa yang kau lakukan saat itu?..."
...
Shoji menjawab " o..oh, saat itu aku hanya tiba-tiba ketakutan menutup mata dan membayangkan serangannya tidak terjadi... A.. apa maksudmu?!..."
Shoji mulai menyadarinya...
" Benar,. Kau hanya perlu berpikir seperti itu kembali, dengan tangan mu menyentuh mereka..." jelas Astaroth..
....
..
" Akan kucoba.."
...
....
Shoji mulai mendarat ke tempat Rekan-rekannya terluka, kemudian dirinya melihat Roxxie dan Sylvia tidak berdaya..
" Kalian berdua... Maafkan aku, aku akan segera menyembuhkan kalian..."
..
" Nah Shoji, sekarang pegang tangan Roxxie lalu rasakan lah apa yang terluka dari tubuhnya, setelah itu .-" perkataannya belum selesai namun telah dipotong oleh Shoji.
" Ya ya.. aku mengerti.."
" Tidak sopan!.."
...
" setelah itu aku berpikir untuk membayangkan luka-luka ini tidak pernah ada, benar?..." Ucap Shoji.
..
Shoji mulai menyentuh tangan Roxxie yang ternyata tulang-tulang diseluruh tubuhnya telah patah..
" A..apa apaan ini?..."
Itu adalah efek dari serangan Avidité saat itu, walaupun saat itu dirinya tidak bergerak dari tempatnya, kemudian Roxxie mulai memaksakan dirinya untuk bergerak, alhasil begitulah hasilnya..
Tanpa berpikir panjang, dirinya langsung memejamkan matanya untuk kemudian akan memulihkan Roxxie
...
" Berpikir agar Luka-luka ini tidak pernah ada... Sembuh .. menghilang... Kembali seperti semula..."
...
Tiba-tiba disekitar tubuh Roxxie, dirinya mengeluarkan Aura sihir berwarna Biru terang dan itu adalah aura sihir Shoji...
Pemulihan telah dimulai lalu Roxxie kemudian merasakan sakit yang sangat sakit, "A..Akkhhhh!!!!!! Akhhhhhhhhhh!!!!..." dirinya telah sadar dibarengi dengan teriakannya yang kesakitan..
Mendengar Roxxie kesakitan, Shoji khawatir apakah itu akan memperparah kondisinya, dengan cepat Astaroth mengatakan " fokus lah, itu adalah prosesnya.... Tulang-tulang yang telah patah dan hancur mulai bersatu kembali ke semula.. jangan kehilangan kendali atau Roxxie akan mati!..."
" Mati? Tidak akan kubiarkan!..."
Mendengarnya membuat Shoji kembali menguatkan tekadnya!..
.......
.....
..
Aura sihir biru terang telah menghilang dan Roxxie mulai membuka matanya..
..
"..t.. tuan...."
"..tenanglah, Roxxie... Untuk sementara jangan bergerak, aku akan menyembuhkan Sylvia..."
...
Melihat nyawanya tertolong oleh Shoji, Roxxie senang juga sedih, karena dirinya merasa belum cukup kuat untuk berada di samping orang kuat seperti Shoji, kemudian ia mulai beristirahat sebentar..
....
......
........
Pada saat Shoji ingin menyembuhkan Sylvia, Shoji tiba-tiba merasa ada yang tidak beres dengannya..
" Eh? Aku merasa Sylvia tidak memiliki luka apapun... Apa aku salah melakukannya?..."
.....
..
Kemudian dari dalam tubuh Sylvia, keluarlah satu sosok makhluk putih bercahaya yang sedang menimang Sylvia waktu kecil mengatakan..
"... wanita ini telah sembuh, dirinya hanya pingsan sementara..."
Melihat sesuatu yang pernah diceritakan oleh Irevu saat itu muncul dihadapannya, Shoji ingin bertanya..
"..k..kau, siapa dirimu? Apa alasanmu melindungi Sylvia?.."
...
..
Sosok itu tersenyum
..
...
" Kenapa? Aku tidak sedang melucu..."
....
.
Lalu mengatakan....
" Untuk bertemu denganmu..."
..
Tambah bingung
" Ha?.."
..
Sosok wanita putih itu pun menjelaskan.
" Aku adalah... nanti kamu juga mengetahuinya sendiri, Avenir beserta ke-sembilan dewa lainnya.. melindungi anak ini untuk bertemu dengan mu adalah kunci dirimu untuk menuju dunia sana, aku telah lama mengkhianati pihak mereka, Dewa-dewi itu memerintahkan manusia untuk membuat onar sesukanya... sebagai seorang anak, aku tidak ingin mengikuti mereka, kupikir telah sampai disini saja, lebih dari itu... aku tidak menyetujuinya.. dan terakhir, Dunia sana merupakan Dunia yang tidak bisa kau bayangkan, Realitas tidak berkerja, hukum dunia menjadi tidak berguna, dan kelak kamu dapat melihat kebenarannya...." Setelah mengatakan itu, sosok wanita putih tersebut perlahan memudar dan masuk kembali ke tubuh Sylvia..
...
" A..anak?! Hei!...."
Sosok wanita putih barusan mengatakannya dengan kata-kata yang rumit dimana Shoji tidak dapat sama sekali memahaminya..
..
..
" Sudahlah nak, wanita itu semaunya sendiri..." ucap Astaroth..
Shoji kembali menyadari sesuatu. .
"Wanita itu? Itu terdengar seperti kau telah mengenalnya..."
Astaroth mengatakan..
" Untuk yang satu ini kau tidak perlu mengetahuinya... .."
..
...
" Jam pasir yang telah terbuka itu telah berkurang dan menjadi lebih sedikit, aku harus mengingatkannya..."
Astaroth mengingatkan kembali apakah Shoji ingin tetap berpenampilan seperti itu atau kembali seperti semula..
"... Daripada itu, apakah kau yakin untuk tetap berpenampilan seperti itu? Berkat penghalang yang dibuat olehnya, Aura menakutkan dirimu tidak sampai dirasakan oleh desa-desa sekitar......"
" Penampilan ini cukup keren, tetapi baju-baju ku telah robek, biarlah, lagipula Sylvia dapat menjahitnya.."
Lalu Shoji pun berubah kembali menjadi semula.
Tiba-tiba saja Astaroth menyadari sesuatu.
" Penghalang?! Bukankah itu yang sebelumnya diciptakan oleh Avidité?! Seharusnya itu telah menghilang tepat pada saat penggunaannya dikalahkan, Jangan-jangan!!???..."
..
...
" Ada apa, Astaroth? .."
...
.
Fakta tentang penghalang Avidité masih ada, membuat Astaroth sangat terkejut! Dirinya langsung memberikan peringatan kepada Shoji untuk berhati-hati..
" Shoji! Penghalang ini masih belum hilang! Berhati-hati lah dengan Avidité, aku ragu dirinya telah mati!..."
...
Mendengar itu membuat Shoji langsung dalam posisi siaga..
" Asap debu yang tebal waktu itu, membuat diriku tidak dapat melihatnya dengan jelas! Itu kemungkinan benar, Avidité masih hidup!!!...."
.
Shoji segera menempatkan Rekan-rekannya ketempat yang aman, dia juga memberikan sebuah barrier kepadanya untuk berjaga-jaga..
..
..
" Jika benar begitu, aku akan berubah kembali..-"
" Eh?.."
Kekuatannya yang barusan tidak dapat dikeluarkan, itu karena ..
" Jangan memaksakan diri, setelah bertarung dengannya barusan, Stamina mu telah habis.. dan sedikit lagi, kau akan segera pingsan.." ucap Astaroth..
" A.. apa maksudmu?! S...saat ini, hanya aku yang dapat melawannya..." Tubuh Shoji mulai melemah dan suaranya juga mulai terdengar lemas...
Baru melangkah beberapa langkah dari tempatnya, Shoji langsung terjatuh pingsan...
.
....
" Apa kubilang, dasar keras kepala..." ucap Astaroth..
......
....
..
...
..
Suasana disekitar Avidité, dirinya masih hidup walau tidak kembali kuat seperti sebelumnya... Dirinya langsung bangkit terbang menuju Shoji dan mengatakan..
"..pada saat tubuhku tidak dapat bergerak setelah kau memukul ku, aku masih sadar cukup lama hingga sekarang dan aku juga ingin bertanya sesuatu yang harus ku ketahui, siapa kau sebenarnya? Bagaimana bisa dirimu berbicara sebegitu santainya dengan Avellyn.. putri Avenir yang telah dibuang dengan alasan yang sama sepertiku, dirinya akan menjadi kunci utama untuk kehancuran mereka... Aku akan menunggumu disini sampai kau kembali sadar..."
....
......
.....
Untuk alasan itulah Avidité menunggu didepan tubuh Shoji sampai ia terbangun dari tidurnya...
...
......
....
Beberapa saat kemudian, Roxxie telah terlebih dahulu bangun daripada Shoji, tetapi dirinya masih belum mengetahui jika ada Avidité di hadapan tuannya, itu karena setiap Avidité berisitirahat maka dirinya akan secara langsung menggunakan sihir penyamaran.
...
...
" Tubuhku masih terasa sedikit nyeri, jadi tuan telah berhasil mengalahkan Naga itu ya? Hebat sekali.." setelah Roxxie mengatakan itu, dirinya langsung melihat ke arah Ryzen dan berjalan menuju kearahnya..
" Ryzen..."
Setelah itu, Roxxie memegang tangan Ryzen hanya untuk memastikan kembali, namun apa yang ia rasakan adalah..
" T... tubuh mu, telah dingin... dan Kaku... Aku harus mengubur jasad mu nanti bersama Tuan dan Sylvia..."
...
...
Satu Vassal dari malaikat akan selalu memiliki tempat jiwa di Alam bawah sadarnya sendiri, jika jiwa didunia nyata telah mati, otomatis itu akan berpindah ke tempat yang bernama `Seelengarten..
..
Saat ini, Ryzen telah berada di Seelengarten, tempat yang hanya ada warna putih, dingin juga sunyi..
" Apakah ini kematian?..." Ryzen menganggap dirinya telah meninggal.. tiba-tiba saja munc satu sosok pertamakali yang telah membuat Shoji putus asa.. Jiwa Malaikat yang telah dimusnahkan oleh Avenir, dengan sementara waktu dirinya muncul kembali dan mengatakan..
" Satu manusia yang diperhatikan oleh kesepuluh Dewa, ya ampun.... Orang itu benar-benar hebat..., bocah.. waktumu masih panjang dan bukan saatnya bersama dengan ku, ikutilah dirinya maka kamu akan selamat dari kejadian dahsyat yang akan datang tidak lama lagi .. kalau begitu...."
..
menghilang ..
" A..apa itu tadi? " Tanpa mengetahui sebenarnya sosok tersebut adalah Raizel yang telah memberikan Berkat Malaikat kepada Ryzen..
"...Aku telah mati, mana mungkin aku hidup kembali, itu seperti menentang Takdir dewa saja, haha...." Walaupun Ryzen berkata seperti itu...
" Tetapi.... Aku rindu dengan mereka..." Ryzen masih memiliki alasan untuk tetap hidup..
..
....
...... Kembali pada cerita
...
..
Karena Roxxie yang terbangun awal, dirinya akan berburu bahan untuk menyiapkan sarapan..
Roxxie telah pergi untuk berburu.
..
...
Beberapa saat kemudian, ketika dirinya membuka matanya..Sylvia telah bangun dari tidurnya.
" Silau sekali.. . oh benar, Tuan!.." secara Reflek, dengan cepat Sylvia bangun dari tidurnya ke posisi duduk...
" Ternyata kau disini .. tadi itu, aku sangat ketakutan... Tetapi setelah melihat dirimu masih hidup, aku merasa tenang...." Ucap Sylvia.
...
..
" A..ah, Sylvia... Tolong siapkan apinya, rusa rusa ini berat sekali..."
Roxxie kembali dengan membawa dua rusa dan satu ayam..
" E..h? Oh...emm..aku mengerti, tunggu sebentar.."
Sylvia mulai menyiapkan kayu bakar yang telah dijatuhkan Ryzen saat itu..
Roxxie mengetahuinya bahwa itu adalah Kayu bakar Yaang dijatuhkan oleh Ryzen... Kemudian ia mengatakan.
" Kayu bakar yang dipotong rapih, apa kau memungutnya saat itu?.."
Sylvia pun menjawab..
"..i..iya, setidaknya ini dapat membantu..."
..
...
Dengan itu mereka berdua menyiapkan sarapan yang khusus mereka hidangkan kepada Shoji...
..
Sambil menunggu Shoji terbangun, Avidité merasakan ada wangi harum datang dari panci yang penuh dengan masakan .