TWO VOID: Timeline Shoji

TWO VOID: Timeline Shoji
Terancam



Setelah mereka saling sapa melewati tekanan sihir masing-masing, Dabehon mulai memberikan komando untuk mulai bersiap berperang dalam hitungan tiga detik..


".. Iblis, musuh kita kali ini adalah iblis.. bunuh mereka hingga ke tulang-tulangnya!! Satu!!...."


Hitungan pertama pasukan terdepan dari masing-masing divisi telah bersiap dengan tombak dan perisainya..


" DUA!!...."


hitungan kedua telah terdengar, ksatria berkuda, penyihir dan para pemanah telah bersiap..


"... TIGA!!!!...."


Pada hitungan terakhir, mereka semua yang telah berada di pasukan terdepan dan ksatria berkuda telah menyerbu, sedangkan pemanah dan penyihir memberikan dukungannya dibelakang!


..


"..tuan, mereka sudah mulai menyerang..."


Ucap Sylvia dengan suara pelan dan serius..


".. kau benar, hm?..... "


Dipikirannya tiba-tiba Shoji mengalami hal aneh, seperti dia melihat kejadian di masa depan yang akan terjadi..


".. apa tadi? Anak panah yang akan menimpa... Sylvia?!..." Kata Shoji didalam hati..


"..perhatikan diatas kepala mu Sylvia.."


".. perhatikan apa?.."


Sylvia bingung dengan perkataan Shoji


Kemudian datanglah anak panah yang ia lihat, dengan santainya Shoji menangkis satu anak panah yang jika tidak diatasi maka anak panah itu akan melubangi kepala Sylvia..


".. ini adalah apa yang ku maksud..."


Sylvia terkejut dengan Shoji yang mampu memprediksi sesuatu dengan akurat!..


Sementara itu pasukan musuh telah mendekat ke arahnya, Shoji memberikan sebuah peringatan kepada rekan-rekannya agar tidak sampai membunuh mereka karena ini adalah perang kesalahpahaman..


".. jangan membunuh siapapun! jangan bertanya, ini perintah......"


Didalam hati Shoji berkata..


"... Bagaimanapun juga ini adalah kesalahpahaman saja..."


Mendengar suara Shoji yang halus tetapi menyeramkan, Roxxie dan Ryzen terpaksa mematuhinya, karena secara logika perang tanpa membunuh adalah hal yang mustahil, setelah itu Roxxie pun memasuki medan perang, dirinya telah terjun dengan gaya pedang berputarnya yang membuat kaki para prajurit terluka dan pasukan ksatria berkuda dibuat jatuh dengan cepat ....


Tanpa disadari, tepat dibelakang Roxxie tiba-tiba ia tidak bisa bergerak..


".. apa ini?..."


Itu adalah gabungan sihir dari para penyihir, kakinya seperti dimakan tanah, ketika mencapai lutut, tanah tersebut mulai terbakar.. mereka bertujuan untuk membakar Roxxie!


Bersamaan dengan itu, para pemanah juga telah menembakkan panahnya ke arah Roxxie..


Serangan beruntun dirasakan olehnya, tidak.....


Ketika panah panah itu habis dan api yang menguncinya tidak cukup kuat untuk membakar Roxxie, Roxxie pun tertawa..


".. Hahahaha!!! Apa kalian mencoba membakar ku dengan Api suci? Sayang sekali, sepertinya tubuh ku kebal dengan sesuatu `Suci yang kalian maksud..."


Para penyihir tersebut dibuat takut olehnya, mereka kewalahan karena mencoba menahan Roxxie lebih lama, seketika itu juga dengan Teleport instan melewati seluruh pasukan, Roxxie muncul di barisan belakang tepat di depan para penyihir tersebut, sambil berkata..


"... Apa kabar, penyihir? Kalian beruntung karena tuan ku adalah tuan yang baik, oleh karena itu.. Tidurlah..."


".. hieekh!! Menjauhlah!! Dasar iblis!!...."


Telapak tangan kanan Roxxie menghadap ke arah para penyihir tersebut dan dengan cepat mereka tertidur...


Roxxie pun bergumam..


".. iblis ya? Aku kenal dengan sosok yang jauh melebihi iblis, apa kau ingin mengetahuinya?.."


Rupanya Roxxie telah menyadari keberadaan Shamp di belakangnya, kemudian Shamp pun berkata..


".. tentu, jika kau bisa bertahan hidup tiga menit melawan ku..."


Roxxie membalikkan badannya kebelakang dan melihat Shamp...


".. tiga menit? Sayang sekali, aku yang dulu mungkin akan agresif menyerang tetapi sekarang berbeda, ada sosok yang aku kagumi... Bagaimana dengan satu menit, tuan yang sepertinya memiliki malaikat?..."


Ucap Roxxie..


Tentu saja, ucapan yang Roxxie katakan membuat Shamp merasa diremehkan..


".. tidak tidak, jangan besar kepala bocah.. dengan satu serangan akan ku hanguskan tengkorak mu beserta jiwa mu..."


"... Menarik, tetapi sayang sekali.. jika dirimu mengatakan hal yang sama kepada Tuan ku, aku penasaran apa yang akan dia lakukan... Jadi... Tunjukkanlah...."


.. Roxxie vs Shamp..


Roxxie telah memiliki lawannya sendiri di pertarungan..


Sementara itu, beralih pada Ryzen yang menggunakan sihir Es dan..


".. dengan membekukan mereka dengan sihir Es, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan..."


Sebelum Tannala menggunakan cambuknya, Ryzen baru saja telah membekukan seluruh pasukan divisi Tannala tanpa tersisa satupun! Sehingga dari dalam kabut, hanya Tannala sendiri lah yang menghampiri Ryzen, dari dalam kabut, tiba-tiba muncul suara yang berbunyi...


".. benar-benar hebat ya, kau baru saja menghabisi nyawa seribu pasukan .. bagaimana kabar mu, Ryzen Pogratt??..."


".. S..suara ini, kau.. jangan-jangan...."


Tannala pun muncul dari dalam kabut dan berkata..


".. selamat siang Ryzen, Aku diberi tahu oleh orang-orang Gereja bahwa dirimu telah membelot dari Gereja .. kau mungkin tidak mengetahuinya, tetapi akan ku katakan satu hal... Seorang Crusader yang mengkhianati ajaran suci maka jiwa mereka harus disucikan, itu artinya....."


Ryzen melanjutkan perkataan Tannala, berkata sambil menarik pedang dari sarungnya...


".. seseorang diantara Crusader harus membunuhku untuk mensucikan diri, apa benar? asal kau tahu saja, ajaran kotor seperti itu.... aku sudah cukup mengetahuinya..."


Dengan melihat Ryzen menarik pedang dari sarungnya, Tannala juga mengeluarkan Safyet ( Cambuk Suci ) dari sihir penyimpanan pararel..


".. tidak, kau masih belum mengerti apapun tentang Gereja dan ajaran para malaikat dan dewa-dewi, yang sudah jelas adalah serahkan nyawa mu dan masalah selesai... Pria yang seperti itu, aku tidak membencinya kok..."


Ryzen telah mendapatkan sebuah halangan yang cukup merepotkan, Ryzen berdiri didepan seorang Tannala, suasana di sekitarnya menjadi begitu mencekam..


..


Apa yang terjadi dengan para prajurit lainnya? Tentang itu, Shoji telah dikepung!


".. Tuan, apa yang harus dilakukan?..."


Tanya Sylvia yang posisinya membelakangi Shoji, dan Shoji membelakangi Sylvia..


".... untuk saat ini kita tidak memiliki ancaman terhadap para prajurit ini, mereka tidak dapat melukai kita karena aku telah memasang sebuah barrier yang ku pelajari ketika melawan Avidite, sampai ada seseorang yang cukup untuk menghancurkannya, kita akan duduk dan menunggu seseorang itu tiba..."


Rupanya seluruh prajurit yang tersisa milik divisi Dabehon dan Shamp belum sama sekali melukai Shoji dan Sylvia karena mereka terhalang oleh sebuah barrier kuat, salah satu anggota prajurit berkata..


".. teruskan serangan kalian! Iblis sialan!.."


Mereka terus menerus memberikan serangan padahal sudah jelas itu adalah tindakan yang percuma, sambil menunggu para prajurit itu kehabisan sihir dan kelelahan, pertarungan Roxxie dan Shamp telah dimulai!


Dari langit Shamp melompat..


".. Legame Flame!.."


dirinya mengeluarkan sepuluh sihir Api suci berbentuk seperti Tali yang akan mengikat seseorang yang telah ditangkapnya..


Serangan tersebut di mata Roxxie tidak cukup cepat sehingga dengan mudah Roxxie menghindarinya...


".. kalian para malaikat lagi-lagi ingin mengikat ku, brengsek! Aku sudah pernah mengalami tertangkap oleh sihir pengikat yang jauh jauh jauh lebih kuat dari mu! Jangan meremehkanku dengan sihir mainan bocah suci mu itu!..."


Merasa diremehkan, dengan kecepatannya Roxxie telah berada dibelakang Shamp, setelah itu ia menyerang Shamp dengan sihirnya yang telah dipadatkan hingga mengecil, alhasil Shamp pun terpental kebawah, dirinya terjatuh dengan cukup keras hingga membuat lubang ditempat ia terjatuh..


".. kkwakkhh!!! Sialan, beraninya kau!..."


Shamp mengatakannya sambil memandangi langit yang mana diatas langit tersebut terlihat Roxxie yang sedang terbang memandangi dirinya, mata itu.. seperti melihat sampah!


Shamp pun bangkit dan ia berkata..


".. yang seperti ini.... Tidak akan bisa melukai ku!...."


Kemudian Shamp mengangkat tangannya dan mulai mengucapkan mantra sihir..


".. Zassas dflaur ra dimensio.."


Setelah itu tiba-tiba tanah di tempat dirinya berpijak mengeluarkan Api suci yang mengelilingi dirinya! Api yang berasal dari bawah inti bumi tersebut mampu ia manipulasi dan menggunakannya seperti menggunakan sihir biasa, tetapi perbedaannya hanya itu bukanlah sihir, melainkan Api sungguhan yang berasal dari inti bumi!


".. apa yang ingin kau lakukan dengan api itu?.."


Ucap Roxxie yang masih terbang dengan posisi menyilang kan tangannya..


...


Shamp tidak merespon...


..


Api beserta magma yang memiliki suhu tujuh ribu dua ratus derajat tersebut membuat tanah disekitarnya menjadi panas! Hal ini dirasakan oleh Tannala dan Dabehon, mereka berdua sebenarnya tidak begitu bereaksi, tetapi seluruh pasukan mereka semua mengatakan..


".. Tuan! Tuan Shamp!! Hentikan! Kami akan hangus terbakar!!..."


Mendengar itu, Shamp berdecak berkata..


".. Ck, jika bukan karena Dabehon, aku tidak akan menghiraukan mereka.."


".. kau beruntung, jika bukan karena Dabehon.. aku telah membakar mu sedetik yang lalu.."


Ucapnya..


Setelah itu Shamp memadatkan api inti bumi tersebut hingga berbentuk menjadi sebuah pedang..


"... Pedang ini jauh jauh lebih kuat dari pedang lainnya selain pedang suci, pedang mu yang tumpul itu seharusnya sudah meleleh... Tetapi tetap saja, dalam jarak lima meter didepan ku, pedang dan tubuh mu akan hangus terbakar tanpa menyisakan apapun!


Pedang itu diberi nama olehnya Terestrial yang berarti api inti bumi...


Didalam hati, Roxxie yang melihat ini sejujurnya merasa terancam dan mulai membuat rencana..


".. pedangnya benar-benar harus diwaspadai, perkataannya benar, pedang ku hanya akan meleleh jika memaksakannya... tapi disisi lain aku tidak dapat membunuhnya karena perintah Tuan Shoji.. kalau begitu.."


..


Shamp terbang menuju tepat dihadapan Roxxie, ia melihat Roxxie menjatuhkan pedangnya dan Roxxie tidak dapat mengatakan apapun, Shamp berpikir ini adalah kemenangan mutlaknya...


".. HAHAHA!!! Benar! Tunduk lah dan takut lah!! Dengan begitu akan lebih mudah untuk mengeksekusi mu!..."


Roxxie masih tidak mengatakan apapun, apa yang sedang ia rencanakan? Hal itu akan segera terjawab!