TWO VOID: Timeline Shoji

TWO VOID: Timeline Shoji
Ryzen tersesat didalam Kehancuran



Walaupun Astaroth hanya berada lima menit ditempat tersebut, nyatanya ia telah pergi selama satu bulan, lima menit di dunia sana sama dengan satu bulan disini? Astaroth, apa benar ceritamu itu?..


Shoji sedang menuju kearah kerajaan Durui, namun kini mereka sedang beristirahat sebentar dibawah pohon yang rindang, dengan ini percakapan pun berlanjut..


" Benar, aku tidak tahu kenapa aku bisa berada disana, tapi aku bisa menyimpulkan bahwa kesepuluh Dewa itu telah melirik dan mengetahui mu, aura disana benar-benar berat...." Astaroth menjelaskan tentang apa yang ia rasakan pada saat dirinya berada di tempat para Dewa, mendengar itu membuat Shoji merasa tertekan, karena ia tidak yakin dapat mengalahkan mereka semua, Shoji ingin bertanya untuk menjelaskan siapa saja mereka


" Astaroth, apa kau mengetahui siapa saja mereka?.." Lalu Astaroth menjelaskan


" Avenir, kau sudah melihatnya sendiri.. ia merupakan dewa yang angkuh dan aku malas untuk berurusan dengannya.. lalu dilanjut oleh Dewa berotot yang mata kanannya terluka disebabkan karena pertarungan dirinya melawan Avenir, dewa perang itu bernama Bommbie.. lalu ada seorang Dewi.. Dewi itu bernama Nyranius, merupakan seorang Dewi yang memiliki sikap kepemimpinan, tindakan nya selalu bijaksana juga Kuat, ini merepotkan jika harus menjelaskan mereka semua sekarang secara terperinci, aku akan memberitahu kau namanya saja..."


..


..


.....


Karena hari sudah mulai petang, Ryzen ingin berkeliling sebentar disekitar Hutan untuk membuat api karena daerah itu jika malam akan sangat dingin " tuan, aku ingin berkeliling sebentar kedalam Hutan untuk mengambil beberapa kayu bakar..."


" Ya, tentu " ucap Shoji


..


Melihat-lihat sekitar, tampaknya Roxxie sedang memikirkan sesuatu


" Ada apa, Roxxie? .." Shoji bertanya padanya


" Kerajaan Durui, itu merupakan kerajaan yang membantai para Elf, bukan?.." ucap Roxxie yang membuat Sylvia tertarik untuk mendengarkannya, tetapi ini mengherankan, bagaimana bisa Roxxie mengetahuinya? Sedangkan pada saat itu Irevu hanya memberitahukannya padaku...


Shoji pun bertanya " Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu?.."


Roxxie menjelaskan " Tidak, ini hanya firasat ku saja, itu karena mayoritas penduduk Kerajaan Durui adalah orang-orang yang tergila-gila pada Harta, bahkan sampai menjual keyakinannya sendiri..."


Sylvia mengatakan " Roxxie, aku sebenarnya juga ingin mengetahui itu.. tetapi jika mereka benar seperti yang kau pikirkan, aku akan...-"


Mengetahui situasi tiba-tiba menjadi menegangkan, Shoji menyudahi topik pembicaraan ini..


" Aku mengerti Sylvia, dan aku pun juga sama ingin melakukan apa yang kau ingin lakukan, tapi untuk sekarang kita bisa beristirahat dari pembicaraan yang berat seperti itu, ya?.."


Mereka berdua mengatakan " baik, tuan.. Aku mengerti..."


Shoji tersenyum sedikit karena Sylvia belakangan ini dapat berbaur dengan rekannya..


Lalu ia pun sadar


" Ryzen.. Tumben sekali dia lama, apa ada sesuatu yang terjadi?..."


..


....


......


....


...


.


Didalam kedalaman Hutan, Ryzen melihat sebuah 'Gua yang tersembunyi, ia melihat Gua itu sambil mengangkat Kayu bakar di tangan sebelah kanannya mengatakan " Gua itu... Mencurigakan.."


Baru beberapa langkah dari tempatnya berdiri, dirinya langsung merasakan ada sesuatu yang berbahaya didalamnya


" Ini..."


Ia meletakkan kayu bakar lalu dirinya mulai memasuki kedalam Gua itu untuk memeriksa saja


" Mayat Prajurit? Tidak, ada juga beberapa mayat Petualang kelas A, sebenarnya apa yang mereka hadapi?.."


Setelah menyadari itu, ia mulai menggunakan sihir Api untuk membuat Obor lalu berjalan menelusurinya, selama diperjalanan hanya mayat yang ia lihat..


" Mayat mayat itu terlihat sudah cukup lama mati dengan luka sayatan kecil di lehernya, apa mungkin itu seekor Beast Bee? .." ia mulai melanjutkan penelusurannya


..


...


....


...


...Tiba-tiba saja jauh di kedalaman Gua yang gelap, ada satu makhluk besar yang sedang berbicara, mengatakan sesuatu, suara makhluk itu bergema disekitarnya, jika ada seorang manusia biasa mendengar suara itu secara langsung, dapat dipastikan telinga mereka akan hancur, makhluk itu mengatakan.....


..." Datang.... Seseorang yang memiliki kekuatan sihir yang cukup besar kini mulai memberanikan diri untuk menghadapi ku... Tidak, santai saja... Aku tidak membencinya, justru aku berterimakasih... namaku Avidité, Setelah Pahlawan pertama, kini seorang Crusader? Apa aku akan disucikan? HAHAHAHA..." ...


......................


Sementara itu Ryzen masih berjalan menelusuri akhir Gua yang ditelusuri nya..


Perbandingan kekuatan yang tidak seimbang antara Avidité dengan Ryzen, untuk dirinya yang sekarang jika bertarung melawan Avidité, kemungkinan menang adalah 0,000000000000000001% itu bahkan selesai dalam kondisinya yang telah sekarat, Ryzen benar-benar membutuhkan Shoji! dan Astaroth juga sepertinya menunggu saat-saat seperti ini terjadi!...


" kekuatan bocah ini harus ku bangkitkan.." Astaroth...


...


..


..


...


..


...


....


.


..


..


..


..


...


Roxxie mengatakan dengan cukup jengkel " Orang itu! Apa dia mencoba bermain petak umpat dengan ku? Hah!? Sial, lama sekali.."


" Sudah sudah, aku akan pergi untuk memeriksanya, kalian tunggu saja disini..." Ucap Shoji


Mendengar pernyataan Shoji membuat Sylvia dan Roxxie tidak dapat menyetujuinya, Roxxie mengatakan


" Tapi, tuan.. biar aku saja, aku akan melakukan ini dengan cepat dan..."-


....


" Tunggu saja disini, itu yang kukatakan barusan, bukan?..."


Ucap Shoji yang mengatakannya dengan tatapan serius.


Mendadak mereka berdua pun langsung menyetujuinya..


" Baiklah, kalau begitu aku berangkat.."


Shoji mulai menuju ke arah Ryzen


..


..


..


" Hey, apa kau barusan tidak dapat berkata apa-apa?.." tanya Sylvia kepada Roxxie..


Roxxie menjawab


" I-iya, tatapan itu... Jika aku menyangkal tuan Shoji, dia pasti secara tidak sengaja akan menggunakan kekuatannya untuk menjatuhkan kita menggunakan sihir Gravitasi, aku tidak ingin seperti itu..."


" Hihihi.." Sylvia tertawa kecil dengan tangan yang menutupi mulut karena rupanya seorang Berandal muda yang tidak ingin mendengar ucapan orang lain tiba-tiba menakuti seseorang..


..


" Kenapa kau tertawa?..."


..


" Tidak, tidak apa-apa.."


..


...


...


.....


.


Masih berjalan menuju area Bawah Gua, Ryzen mengatakan " Gua ini nampaknya cukup dalam, apa masih ada jalan disana? Aku ingin memeriksanya, kupikir ini dapat menjadi bahan latihan dari kekuatan yang telah ku latih belakangan ini..."


..


...


....


...


...


..


...


.


" Astaroth, apa kau dapat melacak keberadaan Ryzen?.." Shoji meminta Astaroth untuk melacak keberadaannya, Astaroth mengatakan " orang itu benar-benar sedang menuju kedalam kandang macan.."


Mendengar ucapannya membaut Shoji bingung lalu bertanya


" Kandang macan? Apa maksudmu?..."


" Bahaya, tak kusangka dirinya telah terbangun... Tidur yang cukup lama sekali ya, Avidité?..."


..


...


...


Semakin mendengar perkataannya membuat Shoji semakin bingung


" Hey, apa maksudmu barusan? Avidité? Itu tidak ada di daftar nama-nama para Dewa yang telah kau beritahu padaku, Astaroth!.."


..


..


..


Astaroth menutup percakapannya dan Ia tidak akan merespon mulai saat ini sampai urusan Shoji dengan Avidité selesai..


..


..


..


" Hei!! Astaroth, Jawablah aku!... Sial!..."


... Shoji mulai mengetahui keberadaan Ryzen dari melihat tumpukan banyak kayu bakar didepan Gua...


..." Kayu bakar ini,... Apa kau sedang berada didalam, Ryzen?.."...