
Dalam satu detik terakhir yang menegangkan itu, terjadi peristiwa yang melampaui imajinasi banyak orang. Tannala, sang ksatria Surga, dengan kekuatan yang dimilikinya, berhasil menahan serangan dahsyat dari Shoji selama satu detik sebelum akhirnya kehilangan kendali dan jatuh pingsan. Namun, dalam detik yang singkat itu, terjadi sesuatu yang luar biasa.
Pada detik-detik terakhir, Shoji menggunakan sihirnya untuk menghentikan waktu satu detik itu di seluruh dunia, waktu telah terhenti dan hanya menyisakan Tannala atau Raffeeset di hadapannya.
Raffeeset bingung, bagaimana seorang manusia dapat menggunakan sihir waktu?
Menurut Raffeeset, sihir waktu atau sejenisnya hanya dapat digunakan oleh para Dewa, dan yang paling mahir menggunakannya adalah Dewa Avenir.
"Manusia, kau benar-benar berbahaya.."
Katanya sambil ancang-ancang untuk membuat serangan.
Angin telah berhenti berhembus, tidak ada suara bahkan burung pun hanya terdiam di langit-langit.
Dihadapannya kini Shoji sedang berdiri melawan malaikat Raffeeset, "menyingkirlah"
Kata Shoji dengan nada rendah.
Raffeeset menghiraukannya, dia justru langsung memberikan serangan menggunakan cambuknya yang telah berbeda level dari yang Tannala biasa gunakan.
"Yodura!!"
Itu adalah nama dari serangannya
Cambuk berkepala Naga yang dirasa sangat kuat itu mengarah kearah Shoji dengan sangat cepat.
Shoji mampu menghindarinya dengan mundur dan berdiri di atas atap bangunan dibelakangnya.
"Lahap dia!"
Raffeeset masih saja menyerang Shoji, dan Shoji hanya harus menghindarinya.
"Kenapa..Kenapa kau hanya menghindar!?.."
"Tidak ada, hanya.. jika ditanya siapa yang menghancurkan kerajaan Durui, aku akan jawab kau.."
"Percuma, manusia tidak akan dapat melihat malaikat, ini adalah hukum alam!.."
"Begitukah? Lalu, tidak salahnya kan jika aku merekam ini??.."
"Coba saja, bodoh!"
Raffeeset semakin mentajamkan serangan, serangan yang cepat dan berat itu tidak akan bisa dihindari oleh seluruh manusia di dunia ini.
Setiap ayunan cambuknya meninggalkan bekas Api yang menyala di tanah.
Ketika dia masih dalam serangan Raffeeset, sambil menghindar dari atap ke atap lainnya, Shoji menciptakan sihirnya sendiri, Sihir yang belum pernah diciptakan di dunia ini, sihir yang didasari dari pengetahuan Shoji yang mengenal Kamera. Benar!
"Recorder..."
Sihir perekam yang dapat merekam segalanya bahkan malaikat pun!
"Sedikit lagi, kemarilah.. aku ada di atas istana dan lihat siapa yang menghancurkan ini.."
Shoji memprovokasi Raffeeset dan Raffeeset termakan oleh provokasi nya!
Cambuk bernama Yodura itu dapat menghancurkan istana hanya dengan satu gerakannya yang melewati sisi samping istana, bahkan itu tidak mengenainya secara langsung!!!
Shoji menghindarinya dan terbang sambil berkata.
"Rekaman selesai, dan aku yakin kau pasti jengkel dengan ku yang hanya menghindar saja bukan??.."
"Berisik!!! Gouhournes!!!.."
"Apa ini!?..."
Raffeeset menciptakan sihir penyegelan berupa bola cahaya yang mengurung Shoji didalamnya!
"Gouhournes dapat menyegel sekaligus memakan nyawa seseorang secara perlahan didalamnya! Oleh karena itu matilah, Hahahah!! Gouhournes tidak dapat di,.-.."
Raffeeset terdiam.
"Gouhournes tidak dapat dihancurkan, itu katamu kan? Maaf, aku tidak sengaja melenyapkannya..."
Kata Shoji sambil membersihkan pundaknya, dia dengan santainya mampu melenyapkan Gouhournes!!
"M-MUSTAHIL!! BAGAIMANA KAU MELAKUKANNYA!?.."
"Jangan berteriak seperti itu, aku hanya memejamkan mata dan Boom! Kau tahu? Apapun sihirnya, pasti akan lenyap!.."
"Begitukah huh!!!? Pasti itu memiliki batasan untuk menggunakannya!.."
"Aku tidak yakin, tapi cobalah hal yang berbeda agar aku mengetahuinya apakah ini terbatas atau tidak.."
"Sombong sekali!!.."
Raffeeset telah sampai pada titik amarahnya! Dirinya pun menciptakan jurus pamungkasnya!
"Itu mungkin cukup berbahaya.. aku harus waspada!.."
Kata Shoji didalam hati yang melihat sosok Malaikat yang sangat Tinggi!
Shoji memberikan sihir perlindungan kepada Rara dan Sylvia, sihir putih samar-samar itu adalah milik Shoji.
"Untuk berjaga-jaga sebaiknya Aku harus melindungi Rara dan Sylvia disana, sial! Padahal aku hanya ingin menyelamatkan mereka, kenapa harus melewati suatu pertarungan!? Dan, Astaroth..."
...
Malaikat itu penuh dengan cahaya dan tidak memiliki sayap, persis dengan yang dilihat Roxxie saat itu!
"RaffesRaffless!! Jika sudah sampai seperti ini, maka RaffesRaffless adalah solusinya! Kau lihat sosok malaikat yang sangatlah besar dipenuhi cahaya itu berdiri? Besarnya kira-kira seukuran dengan Planet ini.."
"Apa kau sudah gila?! Kau bisa menghancurkan Planet ini!!"
"Siapa yang peduli, Dewa Vide mengizinkan kami untuk mengerahkan segalanya HAHAHAHA!!! Takut?? Kau takut bukan???..."
Sihir yang besar itu diarahkan kepada Shoji, malaikat itu membawa pedang besar yang nantinya akan digunakan untuk menusuk target.
Shoji mencoba untuk menetralisir nya namun tidak bisa.
" Tidak bisa!? Kenapa?? Jangan-jangan!!!..."
Ketika dalam kebingungan, Raffeeset berkata kepada Shoji.
"Benar, sihir mu hanya menetralisir sihir dan apakah itu berlaku juga untuknya? Tidak bukan?? Apa kau tahu alasannya???.."
"begitu ya..."
"Benar! Karena pusat dari RaffesRaffless adalah tubuh fisik dari seorang manusia!!! Aku mengambil tubuh Manusia yang ada disini dan menjadikannya inti RaffesRaffless, Kau harus menghancurkan intinya terlebih dahulu sebelum mengalahkan ku, bocah..."
Shoji terdiam....
"Apa kau sudah putus asa??? Hahahaha!!!"
...
Shoji memejamkan matanya di atas langit dan ia mencoba meniru serangan Raffeeset.
"Itu tidak sempurna ya bocah, ukurannya bahkan tidak sampai setengahnya, hanya sekumpulan sihir bodoh yang tidak beraturan.."
Raffeeset berpikir Shoji akan meniru RaffesRaffless, itu setengah benar dan setengah salah karena..
"Ha!? S.. sebuah tombak!!?? Dan, itu terus membesar!!!.."
"Aku harus menghancurkan intinya terlebih dahulu, bukan? Itu artinya aku membutuhkan serangan jarak jauh seperti tombak ini! Ku beri nama TOMBAK CINTA!"
"Nama yang aneh!!"
"Tidak seaneh jurus mu!.."
Spear of love milik Shoji ini sangat besar ukurannya dan sangat panjang panjangnya! Tombak yang super panjang ini mata tombaknya berada di atas kepala Shoji namun panjang badannya melewati langit-langit Kerajaan Flone dan hampir menyelimuti seluruh dunia.
...
Raffes menyeringai sinis. "Tch, tidak usah berlama-lama lagi. Aku akan menyelesaikanmu dengan cepat, Terimalah RaffesRaffless-ku ini!" Ujarnya dengan nada sombong, sambil mengacungkan tangannya ke arah Shoji.
RaffesRaffless pun mengeluarkan pedang raksasanya dan akan menusuk planet ini!
"Majulah!" seru Shoji dengan penuh keyakinan. Shoji mengayunkan tangannya ke depan, dan seketika itu pula cahaya ungu yang memukau memancar dari langit dan melesat ke arah RaffesRaffless.
Kedua kekuatan bertabrakan di tengah-tengah mereka, menciptakan ledakan dahsyat yang menerobos kegelapan dan kabut malam. Gemuruh menggema di sekitar mereka ketika RaffesRaffless dan kekuatan Shoji saling beradu.
Raffes merasa energi sihir miliknya tersentak oleh kekuatan Shoji yang menghujani dirinya. Dia meraih kendali atas kekuatannya dan melepaskan serangan balasan dengan cepat. Proyektil energi cahaya terang berubah menjadi gelap dan membelah udara menuju Shoji, mencoba menyerap sihir Shoji yang membara.
Namun, Shoji dengan kecepatan dan ketepatan luar biasa. Dia meluncurkan serangan balik dengan gerakan grasi dan kekuatan tak terkendali. Kekuatan tombaknya memecah dan membentuk serangan pedang energi yang meluncur deras menuju dada RaffesRaffless!
Perang antara Malaikat dan Manusia berlangsung dengan ganas. Mereka saling beradu serangan dengan penuh amarah dan tekad yang kuat. Mereka bergulat dengan kekuatan magis, mencoba menjatuhkan satu sama lain.
"Berakhir sudah!.."
Serangan Shoji dapat menembus pedang RaffesRaffless dan tombaknya yaitu Spear of Love yang sebelumnya memecah, mereka dengan cepat menyatu dan memusatkan kekuatan, dan akhirnya Spear of Love telah tepat mengenai dada atau inti dari RaffesRaffless! Tombak itu benar-benar dapat menembusnya dan ledakan besar terjadi di angkasa!
Itu adalah kekuatan sejati dari Malaikat Raffeeset, melihat sihirnya musnah dan dikalahkan oleh seorang Manusia, ini adalah akhir baginya.
Shoji telah berhasil mengalahkannya
Saat Tannala pingsan, cahaya yang terang dan memukau memancar dari tubuhnya. Jiwa malaikat Raffeeset, yang telah merasuki Tannala, keluar dari tubuhnya dan terlihat melayang di udara. Raffeeset, malaikat yang berada di pihak kegelapan, tampak terkejut dengan apa yang terjadi. Ia menyadari bahwa ada kekuatan yang lebih besar di dunia ini yang bahkan dia tidak bisa mengalahkannya.
"Tuanku, Dewa Vide.. bahkan dengan seluruh kekuatan saya, saya hanya dapat menahannya satu detik.. meskipun ini sedikit lancang, sisanya kuserahkan pada anda."
Itu adalah kata-kata terakhirnya dan ini adalah saat dimana waktu yang terhenti kembali normal dan Shoji telah menghilang.
Sementara itu, para kapten Divisi yang terkapar dan berlumuran darah mengamati kejadian tersebut dengan heran. Mereka tidak bisa memahami apa yang sedang terjadi dan bagaimana Tannala tiba-tiba pingsan dengan kondisi yang kritis. Mereka menyadari bahwa ksatria Surga yaitu Nona Tannala telah melawan seseorang yang menyebarkan energi Sihir yang sangat besar sebelumnya, menurut mereka, Orang itu memiliki kekuatan yang luar biasa, jauh melampaui imajinasi mereka.
"Gelap sekali"
Shoji tiba-tiba menghilang dan berada didalam situasi yang tidak ia pahami karena sekelilingnya gelap gulita.
"Itu pasti jalan keluarnya"
Shoji menemukan ada setitik cahaya didepannya dan ia berjalan menuju kesana.
Ketika telah tiba dan melewati cahaya itu, Shoji dikejutkan dengan.
"A-... Apakah itu kau, Astaroth!!?.."
Shoji melihat Astaroth yang sedang dirantai.
"Shoji, betapa beraninya dirimu datang kesini hanya menyisakan tujuh jam pasir mu.."
Ucap Astaroth.
Melihat rekannya didepan, Shoji segera berlari menujunya berniat untuk menyelamatkannya.
"BERHENTI DISANA SHOJI!!!!"
Tiba-tiba Astaroth menyuruh Shoji untuk berhenti!
"Ada apa?! Aku akan segera kesana!.."
"JANGAN KESINI!! AWAS! DIATAS MU!!!.."
Astaroth mencoba memperingatkan Shoji agar tidak datang kepadanya, dan memeringatkan akan ada serangan dari atas kepalanya!
"apa maks.-- kkkh!!"
Baru saja Shoji ingin melihat ke atas dan dirinya telah menerima pukulan di wajahnya dari seorang pria berambut panjang berwarna putih dan berjubah!
Shoji terpental cukup jauh, ini adalah semacam Ruangan khusus yang sangat luas, lantainya memiliki garis kotak-kotak begitupun dengan dindingnya, benar-benar seperti ruangan latihan.
"Selamat datang di pintu masuk alam Dewa buatan ku sendiri, salah satu Two Void, Nakamura Shoji!!!.."
Pria itu berdiri dan melayang menatap Shoji.
Shoji mengelap darah yang keluar dari mulutnya.
"Siapa kau!?.."
Pria itu berkata.
" Aku adalah tujuan mu, ku dengar kau harus membunuh kami agar bisa bertemu kembali dengan Kakak mu, bukan?? Perkenalkan, aku Dewa Vide, salah satu dari kesepuluh Dewa."
Perkataannya langsung membuat Shoji terkejut!
"D...Dewa VIDE!!!?..."
"Benar, sekali lagi ku ucapkan selamat datang di pintu masuk alam Dewa buatan ku sendiri, mari bermain bersama ku sebentar"
Dewa Vide mengatakannya dengan ekspresi menyeringai lebar dan jahat.