
Abaddon beserta seluruh bawahannya sedang bersiap untuk menuju sumber sihir besar yang itu adalah sihir Avidite.
Mereka akan pergi secara berombongan menggunakan wyvern, dan sang Raja menaiki Naga.
Sementara Ryzen saat ini telah mendeteksi bahwa sihir Avidite telah mendekati mereka, mereka telah dekat! Secara bersamaan Ryzen memberikan komando untuk bersiap.
"Bersiaplah!"
Shamp bertanya siapa musuhnya dan sekuat apa mereka hingga membuat sosok seperti Ryzen ketakutan seperti ini.
"aku bertanya, sebenarnya siapa musuh yang akan kita lawan? Dan apakah dia sekuat itu?"
Roxxie langsung membentak dia dengan berkata.
"JANGAN MEREMEHKANNYA!!! bahkan dengan seluruh kekuatan di dunia ini disatukan, itu tidak akan dapat menggoresnya! Hanya satu orang yang dapat mengimbanginya! sosok Naga Agung Avidite... Dirinya benar-benar bangkit kembali, dalam sesuatu seperti ini seharusnya hanya dirinya saja yang bisa mengatasinya.."
Shamp tidak tahu siapa orang yang dimaksud oleh Roxxie, dia bertanya.
"Seseorang yang kau maksud itu siapa?"
Roxxie dan Ryzen secara bersamaan berkata.
"Tuan Shoji!"
"S..Shoji?"
Shamp terdiam sejenak berpikir bahwa mungkin dia tahu sesuatu.
"SHOJI?? Maksudku, apakah dia yang saat itu duduk bersebelahan dengan Dabehon?"
......
Tidak ada jawaban, itu berarti benar, bahwa yang dimaksud seseorang oleh Roxxie ini adalah Shoji.
Meski sudah tahu seperti itu, Shamp masih tidak percaya apakah dia sekuat itu? Malahan Shamp sempat berpikir Roxxie lebih kuat darinya, sampai pada akhirnya mereka semua merasakan gelombang sihir yang bergerak terbawa angin.
"A—benda hitam apa itu?!"
Dari kejauhan, Sarah melihat sudah tampak sesuatu yang besar dan gelap sedang menuju mereka, kemudian Shamp terbengong-bengong melihat dan merasakan sendiri kekuatan sihir kuat milik Avidite.
"Kuakhhh!! Apa ini?! Ini menyakitkan! Jantung ku serasa ingin meledak!"
Shamp jatuh berlutut ke tanah menyadari bahwa ini bukan sesuatu yang dapat diatasi oleh nya.
Bukan hanya Shamp, seluruh pasukan yang telah dipersiapkan oleh Ryzen, kini mereka juga sama seperti Shamp, hanya berlutut ditanah, bahkan ada yang pingsan, dampak besar hanya dari aura sihirnya.
"Menjauh lah!"
Shamp pergi menjauh dari tempatnya, begitu juga dengan seluruh pasukannya, hanya menyisakan Roxxie dan Ryzen saja berdiri tegak dan terlihat sangat kuat, di detik ini Shamp sudah bukan tandingan Roxxie, dan dia juga telah menyadari seberbahaya apa musuhnya.
Angin kencang mulai berhembus! Membuat seluruh warga di desa itu ketakutan!
Shamp, Sarah dan satu prajurit yang lebih kuat daripada lainnya, melihat Roxxie dan Ryzen masih tetap berdiri tegak dengan segala kekuatannya.
Kemudian Sylvia muncul untuk memberikan Barrier perlindungan pada seluruh bagian Desa dan menyuruh agar seseorang selain Roxxie dan Ryzen untuk segera memasuki desa.
"Kalian bertiga segeralah masuk kesini!! Ini demi keselamatan kalian!"
Mereka menghiraukannya..
"Kalian masih bisa menontonnya dari dalam dan tidak terkena dampak intimidasi langsung darinya!.."
Shamp merasa itu lebih baik, dirinya hanya ingin melihat sosok sebenarnya dari yang mengeluarkan energi sihir super kuat ini.
"Aku mengerti."
Sarah beserta salah satu prajurit nya juga telah pergi memasuki pedesaan yang telah diberikan sihir Barrier perlindungan oleh Sylvia.
Ketika semuanya telah aman berada didalam Barrier, Sylvia pergi keluar dan bergabung bersama mereka berdua!
Formasi baru tercipta antara Roxxie, Ryzen dan Sylvia!
kegelapan menyelimuti langit yang biasanya cerah. Angin berhembus dengan keras, menciptakan suara gemuruh yang mengerikan.
"Baiklah, mereka tiba!!"
Dalam kerumunan penduduk desa yang ketakutan, sosok naga hitam besar muncul dari balik awan gelap. Naga itu memiliki sisik yang mengilap hitam pekat dan mata yang menyala dengan api kekejaman. Nafasnya yang panas seperti bara menyebabkan tanaman di sekitarnya layu dan mati.
Sang Naga Agung Avidite telah tiba didepan mereka untuk yang kedua kalinya!
Sesuai rencana, disini Avidite harus berlaku seperti Naga yang mengintimidasi dan dia hanya harus bersikap seperti itu.
Dengan suara menggelegar, Naga Jahat itu melontarkan ancaman kepada penduduk desa. Nada suaranya penuh kebencian dan kekerasan, menciptakan ketakutan yang lebih dalam di hati mereka. Angin berhembus dengan kencang, menghancurkan struktur kecil dan menjatuhkan pohon-pohon di sekitarnya.
((Oi,oi.. bukankah ini agak berlebihan?))
Tidak ada negosiasi ataupun basa-basi, Roxxie segera berubah wujud menjadi iblis Rantai yang sebelumnya ia gunakan itu untuk melawan Shamp, Kini, Roxxie sudah dapat menguasainya dan dapat berubah ke bentuk itu kapanpun, setelah dirinya berubah, kemudian Roxxie menyerang Avidite dengan rantai rantai yang menjalari langit, rantai itu akan mengikat kaki Avidite!
Avidite waspada dengan rantai itu, dirinya dengan cepat menghindarinya.
Avidite berbicara dengan Shoji menggunakan telepati.
"Tuan, sepertinya dia sudah lebih kuat dari yang saat itu ya..."
"Tentu saja! Roxxie gitu loh!"
Dan saat ini Shoji sedang dalam posisi tengkurap di atas tubuh Avidite, ini dilakukannya agar tidak kelihatan oleh rekan-rekannya.
...
Tidak sampai disitu, Ryzen juga berubah menjadi ksatria putih yang mengenakan zirah perak menyala, dari perubahannya itu terpancar sihir milik malaikat Raziel.
Ryzen kemudian menciptakan tombaknya yang panjang dan super kuat, kemudian melemparkannya!
"Tombak itu akan mengarah ke jantung ku."
Sesaat sebelum tombak Ryzen akan mengenai jantungnya, Avidite melakukan teleportasi instan dan berpindah tempat.
Alhasil, tombak Ryzen pun meleset dan terbang jauh hingga keluar angkasa, membuat lubang besar di salah satu planet yang ditembusnya.
Roxxie dan Ryzen telah berubah menjadi bentuk terkuatnya, serangan demi serangan tercipta, bagai percikan cahaya yang bergerak dalam angin, jika di gambarkan, Roxxie dan Ryzen melawan Avidite saat ini seperti kembang api yang menembak ke berbagai arah.
Melihat mereka berdua bertarung, Sylvia justru tersenyum karena dia mengetahui ini adalah rencana Tuannya untuk menguji kemampuan mereka.
Melihat pertarungan yang gila seperti ini, Shamp dan Sarah hanya bisa tersenyum karena tidak dapat melihat pergerakan mereka sama sekali.
"Mereka gila"
"Yang kulihat hanyalah percikan api di langit.."
Sementara itu, didalam desa, di pusat desa.
Hanya Rara beserta ibunya yang tertawa senang melihat percikan-percikan api itu, melihat kalung jam pasir miliknya yang telah bersinar terang, Rara mengira ini adalah hiburan yang diberikan oleh Shoji.
"Hore!!! Kakak!!! Yeyy! Ibu, lihat! Duarrr Duarrrr, Ahahahah!!!"
Melihat anaknya gembira seperti ini, ibunya hanya bisa tersenyum sambil mengelus-elus rambutnya.
Saat ini hanya Rara yang tertawa dan bergembira, para penduduk sekitar lainnya justru sedang dalam kondisi ketakutan dan memohon keselamatan.
...
"Ayo ayo, belum ada satupun serangan yang mengenai ku!" Avidite memprovokasi mereka.
Roxxie termakan oleh provokasi nya dan dia melesat langsung ke arah Avidite.
"Benar seperti itu!!"
Ketika Roxxie mendekat ke arahnya, Avidite merasa ada sesuatu yang keluar dari tubuhnya, itu adalah..
"R.. RANTAINYA?!"
Roxxie mengeluarkan rantainya di tubuh Avidite, yang membuat salah satu sayapnya terikat dan dia mendarat ke permukaan.
Melihat kesempatan yang bagus dibuat oleh Roxxie, diatas langit. Ryzen segera mengeluarkan sihir terkuatnya!
Matanya berubah menjadi putih dan mengeluarkan aura sihir yang luar biasa kuat!
Sihirnya membentuk lingkaran sihir yang sangatlah besar dan bercahaya, dengan sihir ini, Ryzen dapat segera melenyapkan mereka yang berada didalamnya tanpa memberikan efek kerusakan di sekitarnya, sihir yang hanya melenyapkan sang target.
"Ini gawat, tuan. Bisakah aku agak serius sedikit?"
"O..uhm.. iya, kupikir ini berbahaya.."
Sihir Ryzen telah siap untuk diaktifkan.
"Matilah, AVIDITE!!"
Ketika sihir itu diaktifkan, Avidite meraung dengan sangat keras!
Ryzen sedang berusaha untuk melawan perlawanan yang diberikan oleh Avidite.
Avidite mulai tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Ini menyenangkan, kalian sudah tumbuh sejauh ini? Hahahaha... Aku senang loh, meskipun begitu, tetap saja..."
Tubuh Avidite kemudian membesar dan membesar, dirinya berencana untuk berubah menjadi bentuk sejatinya!
"Awas ada desa disana."
"Aku tahu, tuan.."
Avidite akan menggunakan sihir yang dulu pernah ia gunakan untuk menahan Shoji, sihir itu bernama Temps d'emballage.
kekuatan ini adalah sihir yang membuat korban yang terkena menjadi membeku, lebih tepatnya, waktu disekitar korban yang terperangkap telah berhenti untuk selamanya.
Merasa itu adalah hal yang berbahaya, Shoji segera menghentikan Avidite, namun dia juga melihat Roxxie akan segera melancarkan serangannya, pada saat seperti ini Shoji kebingungan.
"Matilah! Avidite!!!"
"Temps d'emballage!!"
Ketika dua serangan diluncurkan, dengan cepat Shoji melesat ke tengah-tengah arah serangan dari keduanya, dirinya menerima serangan dari mereka secara langsung karena sebelum serangan itu mengenai tubuhnya, Tangan Shoji sudah menetralisir sihir mereka, yang membuat efek ledakan besar dan kabur tebal di langit-langit.
Avidite merasa Shoji tidak ada di tubuhnya, dan Roxxie yang mengira dia telah mengenai Avidite.
Dikedua sisi yang membingungkan ini, ketika asap tebal di langit-langit mulai memudar, dari dalamnya terlihat seorang manusia yang tidak asing lagi dengan mereka berdua, Roxxie terdiam sejenak.
"T..tuan.. TUAN SHOJI?!!!"
"Yo.."
Kemudian dirinya terbang ke langit dan memeluk Shoji dengan erat.
"Selamat datang kembali, Tuan!!!"
"Ahahaha.. Sudah sudah,.. (Yaampun ini kok kuat banget pelukannya!!)... Lepaskan.."
"Ops.. maaf tuan.."
Ryzen menonaktifkan sihirnya dan dia juga terbang ke atas untuk bertemu dengan Shoji.
"Jadi, apakah anda berhasil memenangkannya."
Mendengar pertanyaan Ryzen seperti itu, Shoji merasa apakah Ryzen mengetahuinya ketika sedang melawan Vide?
"Sudah beres!.."
Ryzen pun tersenyum senang karena Shoji telah kembali dengan selamat.
"Dan juga, aku minta maaf belum sempat menyelamatkan kalian, bagaimana kalian bisa terbebas dari sana?..."
Roxxie berkata.
"Apa yang anda katakan tuan? Aku sudah mengetahui bahwa tuan Shoji saat itu sedang mengambil peran besar bukan hanya demi keselamatan kita saja, melainkan saat itu tuan berusaha untuk menyelamatkan seluruh nyawa orang-orang..."
"Yang Roxxie katakan benar, anda tidak perlu minta maaf seperti itu, dan seorang wanita bernama Sarah lah yang telah menyelamatkan kami, anda bisa bertanya kepadanya di dalam desa.."
Shoji lega karena mereka berdua tidak membenci dirinya karena sebenarnya Shoji sempat melupakan mereka dan fokus kepada dewa Vide.
"Terimakasih ya..."
Ketika mereka bertiga sedang berada di atas langit, Sylvia melepaskan Barrier nya dan berlari-lari menuju Shoji sambil meneriakkan namanya..
"Tuan Shoji!!!!!"
Shoji melihat Sylvia berlari, kemudian dia menghampirinya turun, tepat setelah turun, Sylvia memeluk Shoji sambil menangis karena Shoji lah yang telah menanggung beban keselamatan dirinya dan seluruh nyawa berharga di kerajaan Durui.
Sambil menangis bahagia di pelukan Shoji, Sylvia berkata..
"Selamat datang kembali Tuan, dan terimakasih, Terimakasih saat itu kamu telah menolongku, Terimakasih!!!.."
Tangisan Sylvia semakin menjadi, seakan ingin meluapkan segalanya atas peristiwa buruk yang dialaminya.
"Aku sudah ada disini, tenanglah.. pasti berat ya, maafkanlah diriku ini yang egois karena meninggalkan kalian.."
"Tidak, tidak tuan!! Bukan seperti itu, hanya.. terimakasih!.."
Mereka berdua pun berpelukan.
Ketika sudah merasa lebih baikan, seorang anak kecil berlari menuju Shoji dengan kecepatan yang tidak biasa untuk seumurannya kemudian menabrak Shoji dan memeluknya.
"Kakak!"
"RA..RARA?!"
Sambil menangis dia berkata.
"kakak, kakak darimana saja?! Aku kangen.."
"Emm..maafkan aku, ya.."
Lalu terdengar suara dari ibunya Rara dari belakang Rara, yang mengatakan.
"Anak itu sudah lama menunggu mu, dia begitu sangat menyayangimu.."
"Rara?"
Shoji merasa tidak enak dengan semua orang karena saat itu Shoji sedang pergi melawan dewa demi memenuhi tujuannya sendiri, Shoji pun mengelus rambutnya.
Ketika dalam situasi pertemuan yang penuh kasih ini, Roxxie dan Ryzen bertanya kepada Avidite tentang bagaimana dia bisa bersama Shoji.
Avidite tidak bisa menjelaskan semuanya, dirinya hanya menjelaskan poin penting yang mereka butuhkan saja.
"aku menunggunya selama ribuan tahun, dirinya adalah tujuan ku.."
Mereka berdua tidak mempermasalahkannya, menurut mereka karena jika ini adalah pilihan Shoji, itu berarti adalah pilihan terbaik.
"Mohon kerjasama untuk kedepannya, Avidite sialan!"
"Hei bukan seperti itu kata-kata yang diucapkan untuk kerjasama, bocah Roxxie.."
Mereka pun bersatu dan menjadi tim yang baru.
Ketika dalam suasana yang menyenangkan seperti ini, dari kejauhan Abaddon beserta ketujuh jenderal miliknya sedang dalam perjalanan menuju ke tempat Shoji, lebih tepatnya ke arah sumber sihir besar milik Avidite berada.
Poro berkata kepada William bahwa yang akan mereka hadapi kali ini berkemungkinan besar menjadi musuh terkuat mereka.
"Benarkah Poro? Terimakasih informasinya, aku tidak peduli."
Di dalam hati, Poro berkata sambil membuat ekspresi wajahnya sedikit berkeringat dingin.
"Kejadian saat di suatu kerajaan tidak lama yang lalu, pria berambut biru saat itu pergi bertarung sendiri melawan seorang malaikat utama dan itu mudah baginya untuk mengalahkannya... Jauh sebelum itu terjadi, mungkin rekannya? Dirinya bertarung menggunakan rantai yang mirip dengan milik Mergeus, apa ada suatu hubungan dari mereka?? Tapi aku benar-benar yakin, manusia itu memiliki rantai yang sama dengan milik Mergeus, banyak kejadian yang menyenangkan terjadi, aku melihat semuanya, itu sangat seru dan menyenangkan, ketegangan dan kekuatan semuanya... Ketika aku hanya menjadi subjek dan mereka menjadi objek, itu sangat menyenangkan, namun saat ini justru aku ikut bermain didalamnya... Sungguh.."
Menggunakan telepati, Abaddon berkata kepada Poro.
"Setelah ini ceritakan semua hal yang kau lihat kepadaku.."
Poro ceroboh, Poro lupa bahwa Raja iblis bisa membaca pikirannya.
"T..tentu saja"
..
Dikarenakan mereka masing-masing menggunakan kendaraan, William bertanya kepada Raja iblis Abaddon menggunakan telepati.
"Kenapa kita tidak menggunakan sihir Teleportasi saja? Dengan begitu kita akan cepat sampai.."
Pertanyaannya ini dijawab oleh Abaddon.,
"Benar sekali.. kita akan melakukan itu jika Avidite tidak ada"
"Apa ada alasan khusus?"
"Jika objek luar hendak ingin ber teleportasi menuju dirinya secara langsung, Avidite akan menganggap itu sinyal peperangan dan dia akan segera memusuhi mereka, itu akan merepotkan.."
"Hmm ..."
...
"Mereka banyak ya.. sekitar 30 menit lagi kemungkinan mereka akan sampai, ini menarik.."
Satu hal yang ditakutkan oleh sang Raja Iblis kepada Avidite adalah kemampuannya untuk mendeteksi sihir yang luar biasa, meskipun ada seseorang yang menghilang bahkan menghilangkan hawa kehadirannya, Avidite tetap dapat menyadari mereka, bahkan saat ini keberadaan Abaddon telah diketahui oleh Avidite.
Jika itu dirinya sebelum bertemu dengan Shoji, Avidite akan segera menghampiri Abaddon dan mulai bertarung, namun kali ini berbeda, Avidite akan menunggu mereka tiba dihadapannya dan ia akan meminta penjelasan dari tujuan mereka, jika itu untuk perdamaian maka Avidite akan membantunya, namun jika sebaliknya, Avidite akan memburu mereka hingga tujuh turunan!
Malam telah tiba, Festival pun dibuka!