
Dimana saat ini Ryzen dan Roxxie? Apa mereka benar-benar mencari penginapan lain? Sayang sekali tidak, walaupun hari sudah gelap, mereka berdua pergi ke Asosiasi Petualang untuk mendaftarkan kembali Tuannya untuk menjadi seorang Petualang..
" Di dunia ini, kartu petualang sama dengan kartu identitas... Tuan Shoji tentu memerlukannya untuk memudahkan segala urusannya, dengan adanya kartu petualang maka tuan dapat keluar masuk semua kerajaan dengan bebas, dan ini juga bagian terpentingnya.. yaitu esok kita akan pergi melanjutkan perjalanan menuju ke kerajaan Durui yang mana kerajaan itu sangat ketat akan kartu identitas seseorang..." Itu yang dipikirkan Ryzen dan juga alasan mengapa Shoji perlu menjadi seorang petualang ..
Tiba-tiba ada seseorang yang keluar dari Asosiasi Petualang yang dengan sengaja menyenggol Ryzen sambil berkata..
" Hey bocah Crusader, ini bukan tempat untuk anak manis seperti mu, Hahahaha, akan lebih baik jika kau terus menjilati sepatu para orang-orang gereja itu sobat Hahahahaha..." Rupanya itu ejekan..
Roxxie melihatnya tetapi dia tidak berkata apapun, malahan didalam hatinya dia mengatakan..
"... Kesalahan untuk mu mengejeknya dengan kata-kata itu..."
.
" Katakanlah sesuatu bocah, itu sangat tidak sopan tau!!.." pria petualang itu telah melancarkan satu pukulan tepat di perut Ryzen, tetapi apa yang terjadi?
".. tangan mu, sepertinya akan segera lenyap, kasihan.." dengan suara pelannya itu dia mengatakan sesuatu yang menyeramkan, bersamaan dengan pernyataannya yang menyatakan tangan itu akan segera lenyap, ternyata itu benar-benar lenyap...
" Akkh!! Tidak, tidak!!!! tangan ku!!..." Pria petualang itu baru saja menerima batu nya, dia menjerit-jerit kesakitan hingga seorang Resepsionis wanita yang berada di Asosiasi Petualang itu menghampirinya dengan berkata..
" A.. ada apa ini! ..." Wanita itu berlari melihat ke arah tangan seorang pria yang lenyap bagai debu tanpa darah sedikitpun, setelah melihat itu wanita itupun merasa was-was dengan Ryzen dan Roxxie, dirinya segera mempersilahkan mereka untuk masuk dan berkata apa tujuan ..
" S...silahkan masuk, aku ada di depan lobby sebagai resepsionis...."
" .. b..baiklah...." Ucap Roxxie..
Setelah itu Ryzen menatap ke arah Petualang itu dengan berkata..
".. beruntung sekali dirimu karena hanya mengejek ku, jika tuan pasti dalam beberapa saat setelah kau mengejeknya, dirimu akan lenyap tak tersisa....."
"..h..hiikkhhss.... Ampuni, ampuni aku!..." Pria itu pun lari terbirit-birit kabur dengan tangannya yang telah tiada..
Para petualang yang ada didalamnya pun otomatis menatap ke arah Ryzen, dengan tatapan yang seakan berkata..
" M.. menakutkan..."
Kira-kira seperti itu..
..
Sambil berjalan menuju meja resepsionis, Roxxie tidak tahu apa yang sebelumnya Ryzen lakukan hingga mampu melenyapkan satu tangan dari seseorang, sambil berbisik ia pun bertanya kepada Ryzen..
"..tadi itu, apa yang kau lakukan?..."
Ryzen menjawabnya..
" Emm.. itu... Entahlah, belakangan ini aku merasa aneh, saat itu aku hanya merasa sepertinya tangan petualang ini akan lenyap, itu saja..."
didalam hati, dengan sedikit kesal Roxxie berkata..
".. itu saja katamu?! "
..
Ketika Shoji dan Sylvia telah tidur, kini mereka berdua telah sampai didepan meja resepsionis Asosiasi Petualang bagian desa Oluyio untuk mendaftarkan Shoji menjadi seorang petualang, didepan meja berbentuk persegi panjang yang memanjang itu Roxxie berkata kepada resepsionis wanita barusan...
".. kami ingin mewakilkan seseorang untuk menjadi seorang petualang.."
" Mewakilkan?.." ucap resepsionis bernama Menny itu dengan nada seperti bertanya-tanya, kemudian Menny menjelaskan..
" Seseorang tidak dapat mewakilkan seseorang untuk menjadi seorang petualang, kami membutuhkan data asli dan nyata dari seseorang yang kalian ingin daftarkan, jika berkenan maka esok pagi kalian bisa datang kembali.."
Ryzen pun menyetujuinya karena sedari awal dia sudah merasa akan seperti itu..
".. aku setuju, kalau begitu kita pergi.."
..
Melihat Roxxie yang terdiam, Ryzen bertanya..
" Ada apa, Roxxie?.."
" Tidak, ayo.. Hujan diluar juga sepertinya telah reda.." ucapnya..
..
Mereka berdua pun telah pergi dari Asosiasi Petualang dan ingin berencana untuk mencari sebuah penginapan lain..
Pada saat Roxxie dan Ryzen telah pergi, Resepsionis Menny itu tiba-tiba tersungkur kebawah kemudian langsung menarik nafas dan membuangnya, seperti sedang tergesa-gesa..
"...huuffftt... Berat sekali, aku seakan sedang berbicara dengan yang bukan manusia..." Ucapnya sambil mengelap keringat di kepalanya..
..
Pagi hari telah tiba dan dimana Roxxie dan Ryzen berada?
sambil mengucek mata...
" Fwwahhhhh.... Selamat pagi..." Ucap Shoji yang masih dalam keadaan baru bangun dari tidur, dirinya melihat-lihat sekitarnya dengan wajah bodohnya itu tanpa mengetahui ada Sylvia yang berada di sampingnya...
" Oh iya aku kan berada di dalam ruangan khusus... .... ......... R...ruangan khusus?! Oh tidak, Sylvia!..." Lihat, Shoji baru saja terkejut dan kini dirinya telah benar-benar terbangun dan sadar tentang apa yang semalam dia lakukan karena membawa Sylvia bersamanya ke dalam Ruangan khusus tersebut..
Shoji pun bingung dan takut tentang apa yang telah dirinya perbuat pada Sylvia..
" Uuwwoggh sial, aku tidak tahu apa yang aku lakukan semalam! Aku lupa, benar... Aku lupa!..." Shoji benar-benar lupa tentang itu..
".. tetapi Sylvia dengan dirinya yang tertidur ini.............. Cantik....." Pria itu sedang memandangi seorang Elf yang sedang tertidur..
" Ah.. tidak-tidak, demi menjadi pria yang baik, aku seharusnya pergi untuk mencarinya makan... Tetapi sebelum itu aku ingin cuci muka dahulu.."
Ketika Shoji ingin beranjak untuk cuci muka, Sylvia tiba-tiba memegang tangannya kemudian berkata..
"..tuan.. jangan tinggalkan aku..."
..
Rupanya Sylvia sedang mengigau..
" Sepertinya seseorang yang setengah Elf masih bisa mengigau ya, tenang saja..." Shoji tersenyum tipis lalu dirinya meletakkan kembali tangan Sylvia ke perutnya dan pergi cuci muka
...
..
"Hhfssttt.. menyegarkan.."
Shoji pun pergi ke atas tangga untuk keluar mencari makanan sarapan untuk Sylvia...
"..ah, selamat pagi mbak kos.." Shoji menyapa pemilik penginapan.
" Pagi.." ucapnya..
...
Pada saat ingin keluar, Shoji terdiam karena bingung ada sekumpulan orang yang berada didepan penginapan itu, Shoji pun berkata kepada kak Resepsionis wanita itu..
" Ada apa itu, kak? Mereka ramai sekali...."
Kakak-kakak resepsionis yang bernama Yilulu itu berkata..
".. sebenarnya, mereka telah berkumpul sejak sepuluh menit yang lalu, itu karena terlihat di atas atap ini terdampar satu atau dua mayat yang membusuk..."
".. m.. mayat?!.." shoji terkejut kemudian dirinya berlari keluar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi .
..
".. oh lihat, mereka sama sekali tidak bergerak..." Ucap salah satu warga..
" Mana..mana..." Shoji masih mencari dan dia memutuskan untuk naik ke atas dengan terbang..
" Permisi.. permisi......"
Pada saat di atas atap, Shoji tambah dibuat terkejut karena...
".. oh ya ampun, Kupikir apa yang terjadi ternyata kalian! Bangunlah!!.."
Benar, itu adalah Roxxie dan Ryzen, dikarenakan saat itu tidak ada satupun penginapan yang memiliki tempat tersisa maka... Mereka tidur di atas atap penginapan Tu'Rue..
Setelah mereka terbangun dan melalui beberapa perbincangan, Shoji, Roxxie dan Ryzen pun meminta maaf kepada orang-orang yang dibuat khawatir olehnya, dan setelah itu juga para warga itu bubar dan segera melakukan aktifitas seperti biasa..
..
" Baiklah sekarang kalian harus membantu ku untuk mencari sarapan yang enak..." Ucap Shoji sambil menyilang tangannya
".. S.. siap!! Aku menyarankan sup kambing di depan situ, tuan!..." Ucap Roxxie yang tiba-tiba tegas, didalam hati Shoji pun berkata..
" Ada apa kau ini?..."
....
" Tidak, tuan.. makanan itu terlalu berat untuk seukuran sarapan, aku menyarankan agar kita memakan nasi dengan telur kemudian beberapa sayuran disampingnya, bagaimana..??..."
"..wuoh, usulan yang bagus Ryzen.. kalau begitu mari kita beli..." Shoji pun menyetujuinya dan mereka bertiga kini pergi untuk membeli nasi dan telur yang kayaknya itu sejenis omelette..
Mereka telah sampai pada kedai makanan dan telah selesai membawa pulang empat porsi nasi dengan telur itu..
".. Sylvia pasti menyukainya.."
Itu yang Shoji harapkan, tetapi....
Pada saat mereka sampai di penginapan kembali...
"..oh, tuan dan lainnya.. kemarilah aku sedang sarapan..." Ucap Sylvia yang mengatakannya sambil mengunyah daging steak itu..
"..kami menyediakan sarapan juga, maaf lupa memberitahukan sebelumnya, ehek.." Yilulu mengetuk kepalanya dengan menjulurkan sedikit lidahnya..
"..i..itu bagus ya, aku juga ingin makan itu Sylvia..." Ucap Shoji yang terpengaruh olehnya..
Sebelum pergi makan bersama dengan Sylvia, Shoji menyuruh Roxxie dan Ryzen untuk memakan omelette nya sambil berkata dengan serius..
" Roxxie, Ryzen, dengar... Ini adalah pertaruhan pembuktian, siapa seseorang yang paling menyayangi makanan, maka tingkatan sihir orang itu akan terlatih karena menghargainya..."
Tentu saja itu bohong, tetapi...
"..b..Begitukah, tuan?! Aku mengerti!! Aku akan memakan semuanya!.." tapi si bodoh Roxxie ini terpengaruh
".. tidak, ini aneh... ....Aku seharusnya juga mendapatkan bagian, Roxxie.." bahkan Ryzen juga?
..
"..b..benar, kalian makan lah di tempat lain..."
Ryzen yang bingung kenapa tidak makan di meja yang kosong di dalam penginapan itu saja bertanya..
".. kenapa kami tidak makan di meja kosong itu tuan?.."
Shoji dengan jurus seribu jeniusnya berkata kembali dengan serius..
".. kufufufu... Kalian tidak mengerti ya, sebenarnya itu akan melatih kedisiplinan kalian pada makanan, dan juga itu dapat menciptakan sebuah konsentrasi yang tinggi terhadap makanan itu, tuan-tuan..."
Sylvia yang bingung dengan apa yang sedang mereka bicarakan..
"..ehmm???...."
..
" B..baiklah! Aku akan mencari tempat yang nyaman untuk itu, tuan!.." Ryzen telah masuk sepenuhnya ke pengaruhnya..
".. itu benar, Pergilah.."
Mereka pun pergi dan Shoji kini hanya makan berdua dengan Sylvia..
......................
...****************...
" Tuan, kemana Roxxie dan Ryzen pergi?.."
"...mereka hanya sedang memantau kondisi sekitar saja.." ucap Shoji
".. kalau begitu, kak Yilulu... Tolong hidangannya..."
"..ah, segera..."
Yilulu pun membawakan daging steak yang terlihat sangat medium rare itu ke hadapan Shoji ..
".. silahkan, tuan .. omong-omong itu aku yang memasaknya..."
Ternyata steak itu adalah masakan Sylvia, mengetahuinya membuat Shoji semakin bersemangat, dalam satu gigitan di makannya, ekspresi Shoji terlihat terdiam..
"..b.. bagaimana ini??.... Tuan... Pasti itu rasanya tidak enak ya .."
Didalam hati, Sylvia berkata dengan takut apakah makanannya enak atau tidak..
"..ini...." Ucapan setengah-setengah Shoji membuat Sylvia penasaran..
" Y...ya? B.. bagaimana, tuan?.."
...
......................
......................
......................
......................
......................
......................
......................
......................
......................
...----------------...
"..ini sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttt Lezat!!! Dahulu Aku pernah melihat seorang influencer memasak steak dan aku hanya memakan nasi dengan telur, tetapi siapa sangka, ini sangat Juicy... Itu penilaian yang baik yang ku tahu..."
Shoji sangat-sangat menyukainya..
"..e...eh? Benarkah, tuan? Syukurlah...."
Sylvia tersenyum bahagia..
Ketika sedang ditengah-tengah kenikmatan makanan, Shoji tiba-tiba terdiam sesaat karena memikirkan satu hal, yaitu...
"..b..berapa harganya? Aku yakin ini tidak seperti nasi dengan telur itu yang seharga sepuluh silver,... Satu Loud? Dua?... Aku harus tanya ini kepada kak Resepsionis itu..."
Shoji pun meletakkan garpu nya kemudian dia menuju ke Yilulu untuk bertanya soal harga, dijawab oleh Yilulu bahwa ...
"..tidak tidak .. anda tidak perlu membayarnya, justru aku lah yang berterimakasih karena telah mendapatkan resep masakan terbaru dan terenak darinya, berkat itu aku jadi mendapatkan menu baru!...."
"..eh? Apa?..."
Sylvia pun menjelaskan..
"... Pada saat aku bangun dari tidur, tuan tidak ada... aku berpikir apakah tuan sedang pergi keluar untuk melakukan sesuatu, untuk menunggu tuan kembali, Sebenarnya aku masih menyimpan empat daging sapi di tas ku, walaupun tidak besar sih .. aku juga menumpang masak dan meminta bumbu dari Yilulu dan kami menjadi Akrab ..."
" Itu benar, dua laki-laki barusan tadi kemana? Mereka melewati porsi steak yang mereka miliki disini..." Ucap Yilulu..
"..M..masih ada?! T..tunggu dulu, mereka barusan berkata kepadaku untuk memberikannya kepada ku, saat ini mereka sedang latihan khusus, yang sangaaaag khusus, jadi...."
Apa yang sebenarnya terjadi adalah ...
"..ini lezat dan kaya akan kenikmatan..." Ucap Roxxie dengan wajah yang menghayati..
" Benar.." dan Ryzen dengan wajah biasanya.
Mereka berdua saat ini sedang makan di pohon yang berada di tengah-tengah desa dan duduk di bangku kayu....
..
Shoji pun menghabiskan bagian mereka ..
"...m..maaf, ini adalah pertama dan terakhir kalinya aku kejam kepada kalian, sungguh minta maaf!!!.." pernyataan maaf Shoji didalam hati...
...
.
" Kalau begitu tuan, sudah saatnya kita berangkat..." Ucap Sylvia
...Bersamaan dengan perkataannya, Roxxie dan Ryzen pun merasakan firasat yang tidak baik, mereka segera memakan nasi dengan telur itu denga cepat dan bergerak lari kembali menuju penginapan untuk mengingatkan sesuatu yang hampir lupa, itu adalah.....
..."..t..tunggu dulu, Tuan! Kau harus menjadi seorang petualang!...."...
...Perkataan Roxxie membuat Shoji kaget......
..."..e...ehhh????...."...
...****************...