
Didalam hati, Shoji jengkel.
" Ap-.. Huh?!! Sialan kau! asal kau tahu aku telah menyelamatkan nyawa kalian semua! brengsekk..."
wajah yang ia buat begitu lucu menurut Astaroth " Hahahahaha..."
..
Pada beberapa saat sebelumnya, ketika suasana pertarungan di depan gerbang kerajaan telah selesai.
Dieares selaku kepala militer memberikan perintah kepada prajurit kerajaannya.
".. Guncangan telah selesai, para Sanzein sudah mengalahkan mereka.. kini adalah giliran kami mengambil alih! Seluruh pasukan, bersiap!!!.."
Ketika ingin memberikan perintah bergerak, tiba-tiba Tannala muncul dengan kilatan nya.
Tannala berdiri di depan seluruh pasukan kerajaan termasuk Dieares.
".. T..Tannala-sama.. apa yang anda lakukan di tempat seperti ini?..."
Dieares mencoba bertanya..
".. Sebaiknya kalian hentikan itu.."
Mendengar perkataan Tannala yang tiba-tiba muncul entah darimana kemudian berkata untuk menghentikan anggota militer, membuat Dieares sedikit marah.
".. Maaf, Nona.. apa yang coba ingin kau katakan? Pasukan Militer telah bersiap siaga untuk bergerak, biarpun anda seorang Sanzein, ini sudah tercantum dalam perintah Raja bahwa..."
Perkataan Dieares terpotong dan Tannala melanjutkan apa yang ingin Dieares katakan..
".. Bahwa Militer memiliki kekuatan dan kekuasaan penuh terhadap musuh yang telah di kalahkan oleh para Sanzein, anggota Sanzein tidak diperbolehkan ikut campur dalam urusan tindak lanjut oleh para Militer, benar?..."
Dieares menelan ludah.
".. B..benar.."
" Lalu pertanyaannya sekarang.. apakah para Sanzein telah mengalahkan musuh tersebut?.."
Dengan penuh kebingungan dan kepastian, Dieares menjawab..
".. hm? sudah pasti mereka telah mengalahkannya, bahkan itu sedikit berlebihan ketika mengerahkan seluruh Sanzein ke dalam Medan pertempuran, aku sedikit kasihan dengan musuh tersebut..,"
Tannala terdiam dengan mengepalkan tangannya..
".. apa ada yang terjadi, nona Tannala?..."
Mendengar perkataan Dieares yang seakan-akan itu mudah dilakukan, Tannala mengigit menggeretakkan giginya.
Ketika sudah mencapai pada titik amarahnya, Tannala menenangkan diri.
Tannala menjelaskan dengan tegas kepada seluruh pasukan kerajaan bahwa..
"..Shamp telah dikalahkan oleh salah satu bawahannya.."
Seluruh pasukan kerajaan serta Dieares seketika terdiam.
Awalnya Dieares tidak percaya...
".. nona, tidak seperti biasanya anda bercanda seperti ini..."
Seluruh pasukan pun juga ikut tertawa karena mereka masih belum percaya..
Dari salah satu prajurit ada yang berkata..
".. jika tuan Shamp dikalahkan, itu pasti hanya Tuan Dabehon seorang yang dapat melakukannya, Haha..."
Tannala menghiraukannya dan tetap melanjutkan penjelasannya dengan tegas!
"...Shamp tidak memiliki keunggulan sedari awal melawannya, orang itu menahan dirinya melawan Shamp dan seimbang, sementara Shamp telah mengeluarkan banyak energi sihir untuk mencapainya, situasi yang tidak dapat dijelaskan terjadi di Medan pertempuran, ketika Shamp ingin mengakhirinya dengan serangan pamungkasnya, orang itu justru mengeluarkan energi sihir yang tidak dapat dipikirkan, matahari buatannya bahkan lenyap ketika bertabrakan dengan sihirnya.."
Pada detik ini, penjelasan Tannala membuat bulu kuduk seluruh pasukan kerajaan tiba-tiba berdiri.
Dieares berkata dengan sedikit gagap.
" T..tidak, ini tidak benar... K..kita harus memeriksa nya langsung, b..benar begitu, seluruh pasukan?.."
Tidak terdengar suara.
Kemudian dari tangga, sang Penasihat Raja yaitu Ribery berdiri di atas tangga, dirinya berkata untuk mendukung apa yang telah dikatakan Tannala.
" Itu memang benar, Shamp telah dikalahkan dan yang lebih mengejutkannya bukan itu saja..."
Dieares berkata dengan nada seperti akan putus asa, kedua telapak tangannya menutupi wajahnya dan Dieares melihat Ribery dari sela-sela jari.
"..R. Ribery... Apa selanjutnya? Apa yang akan kau katakan selanjutnya??.."
".. Dabehon kini telah mati..."
".. bercanda, kau benar-benar bercanda ya.. aha..ahaha... Tuan Dabehon yang mampu menguasai Dunia itu telah dikalahkan? Aku bisa gila..."
".. tidak peduli apakah kau ingin percaya atau tidak, tetapi itu adalah kenyataannya.. sekarang aku ambil alih perintah, kepada seluruh pasukan.. Tangkaplah seorang pemuda berambut biru yang kini sedang berada di depan gerbang kerajaan bagian selatan! Secepatnya!..."
Para pasukan kerajaan yang tadinya berkumpul, kini mereka telah menerima tugasnya.
....
Saat ini, Shoji serta rekan-rekannya yang masih dalam kondisi pingsan telah dikepung oleh seluruh pasukan kerajaan di tengah-tengah cuaca hujan.
Para bangsawan juga telah keluar dari perlindungannya.
Dari jendela rumah-rumah, para bangsawan tersebut juga melihat merendahkan Shoji dan ke arah Sylvia.
...
" Perlihatkan kartu petualang mu.."
Shoji memberikan identitas kartu petualang nya.
".. A..apa apaan ini?.."
Nampaknya mereka terkejut dengan itu.
Isi Kartu Petualang yang mereka lihat adalah sebagai berikut..
[ Nama: Nakamura Shoji
Keahlian: Mage, pedang kecil, sedikit memanah,...
Kelas: F,..
Total energi sihir: 5,...
Kartu ini berlaku juga untuk seluruh Asosiasi Petualang yang ada di dunia, tolong simpan jangan sampai hilang, jika kartu ini hilang, anda harus membayar kembali dengan harga yang berbeda disetiap Asosiasi Petualang, Terimakasih. ]
..
Terdengar salah satu prajurit berbisik mengatakan..
".. orang ini ternyata sangat lemah, anakku saja memiliki 75 energi sihir.."
".. ada elf bersamanya, menjijikan.."
dan berbisik kepada lainnya..
".. apa benar dia yang mengalahkan tuan Shamp? Nona Tannala mungkin kelelahan.."
masih terdengar suara bisikkan caci maki lainnya..
" 5? Pfft, jika ku sentil dia apakah akan mati?..."
".. apa-apaan dengan keahlian yang setengah-setengah itu? konyol sekali.."
...
".. diam semua "
Pemimpin divisi prajurit kerajaan tersebut mendiamkan pasukannya.
".. lihat, aku hanya petualang kecil yang tersesat dan kebetulan melihat ada yang pingsan.."
" Jangan membodohi ku, dirimu yang memiliki identitas tidak jelas.."
Dari dalam kabut, berjalan seorang pria dengan rambut peraknya.
Itu adalah sang Penasihat Raja, Ribery.
". Apa yang anda lakukan disini, Tuan Ribery?..."
".. kalian, segeralah amankan rekan-rekan dia dengan memasukkannya ke dalam penjara, rawatlah tuan Shamp di ruang kesehatan, tanpa bertanya apapun, bergerak lah!.."
".. S- Siap!.."
Para prajurit-prajurit itu kemudian menahan Roxxie, Ryzen dan Sylvia.
Mereka membawanya di atas kendaraan Kuda Angkutan.
" Brengsek!!! Ingin kalian bawa kemana mereka?! Kembalikan!!.."
"...Umumnya kamu akan segera di eksekusi mati, tetapi aku bergerak tanpa sepengetahuan Raja, hanya ingin bertanya, Sekarang, apa tujuan mu datang ke kerajaan kami?.."
".. benar, aku memiliki tujuan untuk datang ke tempat ini, hanya untuk memberikan sebuah Fakta yang benar-benar pasti .."
".. Fakta? Apa maksudmu?.."
".. Dewa Vide..."
Tepat setelah Shoji mengucapkan nama Dewa Vide, Ribery dengan sigap menggunakan sihir tanahnya untuk membuat Golem tanah.
Karena itu, Shoji tertahan.
Ribery juga menggunakan sihir nya untuk mengunci mulut Shoji agar tidak berbicara.
".. mhhmm!! Mmmn!!! "
".. aku akan membawa mu ke tempat ku...."
" ! Mhmmnn!!..."
.....
" Omong kosong, kau sepertinya telah pandai bermain lemah lemahan ya... Sihir yang seperti ini bisa kau patahkan dengan sempurna..."
".. ini termasuk dalam rencana ku, kau diam saja.."
".. Begitukah? Baiklah..."
.......
Di dalam pertengahan jalan menuju istana kerajaan, Shoji melihat sesuatu yang membuatnya terdiam.
".. hey bocah kucing!! Kenapa diam?! Bawa barang ini menuju rumah ku!.."
Shoji melihat seorang bangsawan yang memperbudak seorang Beastman kucing laki-laki yang sepertinya itu masih anak-anak...
Namun, Shoji hanya diam menahan rasa sakit di dada nya.
Ketika berjalan memasuki area pasar, Shoji dikejutkan dengan banyaknya bangsawan di negeri ini yang menggunakan Beastman sebagai budak.
" Kenapa dengan Raja?! Dia dengan seenaknya menyuruh kami mengungsi! Karena itu aku kehilangan banyak emas!..."
Gertak salah satu bangsawan sambil mencambuk seorang Beastman wanita kucing di depannya yang sedang berlutut.
Shoji sempat menatap lama melihat wanita kucing tersebut melihatnya dengan mata berlinang air mata.
Luka di tubuh nya banyak, kebanyakan adalah luka cambuk.
Tetapi, Shoji masih tetap diam dan bertanya kepada Ribery melewati telepati.
".. bisa kau jelaskan ada apa dengan perbudakan disini?.."
Sontak saja hal itu membuat Ribery terkejut.
". T..telepati?!.."
".. apa kau tidak merasakan apa-apa melihat ada yang sedang disiksa?"
".. apa yang kau bicarakan, aku tidak mengerti sama sekali, Beastman ada hanya untuk menjadi budak, itu adalah takdir mereka.."
".. atas landasan apa kau berkata takdir Beastman adalah sebagai budak??.."
".. di dalam sebuah buku suci dikatakan bahwa budak adalah Beastman dan Beastman adalah budak..."
" Bisa kau jelaskan itu?..."
"... Tidak.."
Shoji menatap Ribery dengan keheranan..
Tiba-tiba dari arah depan, datang seorang anak Beastman serigala laki-laki yang sepertinya sedang kabur.
Di belakangnya terdapat seorang bangsawan yang mengejarnya.
Anak itu kemudian menabrak seorang pedagang ikan didepannya.
Pedagang ikan itu marah dan tidak terima.
Tendangan demi tendangan di luncurkan ke arah anak itu dan pukulan yang ditargetkan ke kepala.
Setelah terkena penindasan yang keras, anak itu pingsan dan sang majikan membayar ganti rugi atas ketidaknyamanan pedagang ikan tersebut.
".. Lain kali pastikan binatang peliharaan mu teratur!!.."
".. tentu saja, aku permisi..."
Di sisi lain, terdapat seorang Beastman kucing yang sepertinya itu adalah ibu dan anak wanitanya.
Keluarga Beastman tersebut terdampar di sudut gang dengan wajah yang kelaparan.
Mata mereka kosong tidak menandakan apapun.
Baju mereka juga berantakan, hal buruk telah terjadi kepada mereka..
Kemudian Shoji juga melihat banyak anak kecil Beastman dari berbagai ras yang diperlakukan seperti hewan.
Ada seorang pedagang budak secara terang-terangan menawarkan para Beastman menjadi budak mereka.
Seperti jual beli anjing dan kucing.
Pertanyaan akan muncul, kenapa mereka tidak keluar dari kerajaan Durui dengan kabur?
Jawabannya adalah mereka tidak bisa melakukannya karena jika mereka keluar dari kawasan kerajaan Durui, tubuh mereka akan terbakar.
Anak kecil Beastman sebelumnya yang kabur telah putus asa.
Dirinya berpikir lebih baik mati daripada tersiksa.
....
Ada yang aneh.. Shoji merasakan hal aneh pada perilaku Ribery.
" Kau merasakannya?..."
"... Ya, ini seperti......"
Setelah itu, Shoji bertanya kepada Ribery..
".. ada apa dengan aura sihir di jalan ini? Mirip dengan aura sihir Elf.."
Ribery kemudian menjawabnya..
".. tentu saja, ini adalah sihir para Elf yang kami musnahkan saat itu, dan aku terkejut ketika melihat masih tersisa satu Elf.."
".. A...Apa apaan itu!! Tentu saja apanya?! Apa kau tidak merasakan sakit hati atau apapun karena membunuh mereka?! Dimana hati nurani mu sebagai manusia!?!!..."
Shoji mulai membentak keras di pikiran Ribery.
Ribery pun menghentikan jalannya.
".. kami percaya dengan Dewa Vide, Dewa Vide adalah hati dan nyawa kami.."
".. Dewa dewa dan dewa!! Omong kosong dengan mereka semua!!! Dewa tidak seharusnya membuat umatnya menjadi jahat dan kejam seperti ini!.."
".. lalu apa yang akan kau lakukan? Hinaan mu sudah terlalu berlebihan sebagai manusia, sudah diputuskan,.. kepala mu adalah tebusan dosa mu..."
"... Tebusan dosa? Kepada negeri sampah seperti ini?!! Jangan buat ku tertawa!!..."
".. sedikit lagi kita sampai, menggonggong lah sesuka mu.."
".. kalian semua biadab! Ku pastikan akan kehancuran kalian!!..."
...
Di dalam istana kerajaan, tahanan yang sedang berada di hadapan Raja adalah rekan-rekannya.
Sylvia tidak tahu apa-apa tentang semua yang terjadi setelah kejadian itu.
Roxxie tidak terima kaki dan tangannya di rantai.
".. kalian brengsek! Lepaskan aku! Borgol seperti ini tidak bisa menahan ku! Lepaska..-.."
".. sebaiknya tenang saja, Borgol itu memiliki kandungan sihir suci didalamnya, kalian yang iblis tidak akan dapat berbuat apapun."
".. sialan kau pak tua!..."
Di ruang Raja, terdapat Tannala yang sedari tadi melihat Ryzen.
".. ada yang ingin kau katakan, Tannala?..."
".. kau sedang dalam posisi yang tidak dapat berbicara denganku, sadar posisi mu..."
Tannala kemudian berkata kepada Raja Karo
".. Raja, mereka adalah sekelompok pemberontak yang membelot dari ajaran Dewa Vide, hukum mati saja tidak cukup.."
".. benar..."
Raja Karo melihat ke arah Sylvia..
".. Elf, mengapa ada yang masih hidup?.."
Terdiam....
".. hey heyy, Raja sedang berbicara denganmu dasar Elf bau !..."
Prajurit tersebut pun menjambak rambutnya dan membuat Sylvia menatap Raja Karo dengan paksa.
".. S..sakit!!.."
".. hm... Sudah diputuskan, bawa dua lelaki bodoh itu ke dalam penjara atas langit dan bawa wanita Elf itu ke penjara hadapan umum.."
Perintah Raja Karo ini membuat Tannala terdiam, pasalnya Penjara yang dimaksud hadapan umum ini adalah penjara yang menampilkan sang Kriminal di tengah-tengah pusat kota.
Tersangka akan berada di dalam kotak sangkar besi dan jika waktu eksekusi nya sudah diputuskan, para masyarakat dapat menghukumnya sendiri.
Ini tidak gratis, ada bisnis dibaliknya.
Biasanya masyarakat melempar pedang dan alat-alat tajam kepada tersangka.
Ini adalah Eksekusi umum!
Terutama jika itu adalah seorang Elf, pasti banyak bangsawan yang akan membayar dua kali lipat dari biasanya.
Sedangkan penjara langit adalah tempat bagi tersangka terkurung seumur hidupnya.
Tidak ada makanan, minuman, apapun yang dapat membuat stamina kembali.
Tersangka tidak dapat melakukan apapun, jika dia tidak kuat maka kebanyakan darinya akan melompat dan jatuh mati.
Sihir tidak bisa digunakan, Medan anti sihir menyelimuti bangunan berbentuk peluru tersebut.
Mereka sedang berada di situasi gawat!