The Marriage Business

The Marriage Business
TMB BAB 74 - Bertemu Mochi



Jesa menangis sambil memandangi kotak cincin yang dibeli Ethel untuknya. Dia menunggu di ruang tunggu, ruangan operasi.


Ada pendarahan serius yang mengharuskan Ethel di operasi, dulu Ethel hanya paranoid ternyata sekarang jadi kenyataan.


Hal sama dirasakan oleh Keenan dan Tessa yang baru sampai. Mereka selalu mengabaikan jika Ethel mengeluh akan mendapat musibah besar.


"Apa Ethel akan baik-baik saja?" tanya Tessa pada suaminya.


Keenan hanya bisa merengkuh istrinya dalam pelukannya. Dia tidak bisa menjawab karena lampu di ruangan operasi itu berwarna merah.


Mereka menunggu sampai lampu itu berwarna hijau karena artinya operasi sudah selesai.


Saat Ethel keluar dari ruangan operasi, kepala lelaki itu sudah diperban dan terdapat selang oksigen untuk membantu pernafasan. Hati siapa yang tidak hancur melihat itu bahkan Ethel berada di ruang ICU untuk observasi lebih lanjut.


"Ethel, maafkan aku," gumam Jesa sambil menggenggam tangan lelaki itu yang tampak lemah. Tangan yang selalu nakal menyentuh tubuhnya kini tampak tidak berdaya.


Melihat itu, Keenan dan Tessa membawa Jesa pulang ke mansion. Mereka tidak boleh sakit karena harus bergantian menjaga Ethel.


"Tidurlah di kamar Ethel, besok kita ke rumah sakit lagi," ucap Tessa saat sampai. Dia menunjukkan kamar putranya ada di mana.


Jesa masuk dan melihat keadaan kamar lelaki itu, semua masih rapi karena Ethel baru menempati kamar itu setelah pulang dari kantor polisi bahkan barang-barang Ethel dan juga barangnya masih berada di dalam koper.


Dalam keadaan seperti ini, Jesa tidak bisa memejamkan matanya. Dia justru mengeluarkan semua barang Ethel dari dalam koper sampai perempuan itu menemukan dokumen pernikahan yang sudah ditanda tangani Ethel bahkan kedua saksi Hansel dan Gretel juga sudah tanda tangan. Hanya tanda tangannya saja yang belum ada.


Jesa kembali menangis, dia pun langsung memakai cincin yang dibelikan Ethel dan menanda tangani dokumen pernikahan itu.


Dia memotret dokumen itu dan jarinya yang tersemat cincin kemudian mengirimkannya pada kakek. Semoga setelah ini kakek sadar dan jangan mengganggunya lagi.


Sementara di rumah sakit, Ethel merasa seperti berjalan di tempat berwarna putih tapi tidak berujung, dia merasa sudah berjalan jauh tapi tidak menemukan ujung jalan ada di mana. Sampai dia mendengar suara bayi di sana.


"Ta.. ta... ta..."


Suara itu terdengar di telinga Ethel, dia mencari sumber suara tapi tidak ada siapa pun.


"Ta..ta... ta..."


Terdengar lagi dan Ethel merasakan ada yang memegang kakinya. Saat dia menunduk, Ethel melihat bayi yang duduk dan tersenyum padanya.


Mochi ternyata perempuan dan sangat cantik sekali.


"Bagaimana caranya kita bisa keluar dari sini?" tanya Ethel sedih.


Mochi hanya tertawa saja dengan tangan kecilnya yang menyentuh wajah Ethel.


Ternyata di dunia nyata, Ethel sudah melewati masa kritisnya. Lelaki itu langsung dipindah ke ruang perawatan walaupun belum sadarkan diri.


Untuk sementara, Ethel mengalami koma.


...***...


Keesokan harinya


"Mom..." panggil Gretel sambil memeluk Tessa ketika baru saja sampai di rumah sakit. Dia langsung pulang ketika mendengar Ethel kecelakaan. "Bagaimana keadaan Ethel?"


"Dia belum sadarkan diri tapi sudah melewati masa kritisnya," jawab Tessa.


"Aku ingin melihatnya," ucap Gretel.


Gretel masuk ke ruangan Ethel dan melihat Jesa yang sudah ada di sana. Dia melihat Jesa yang terus menggenggam tangan saudaranya dan ada cincin di jari manis Jesa.


"Kau sudah menandatanganinya?" tanya Gretel.


Jesa mengangguk. "Aku bukannya tidak mau menikah hanya saja aku tidak mau merepotkan!"


"Tenang saja, daddy pasti akan membantumu, kakak ipar," sahut Gretel.


_


Mochi yang ditemui Ethel di alam bawah sadarnya😍