The Marriage Business

The Marriage Business
TMB BAB 32 - Perempuan Pertama



"Suamiku! Suamiku!" panggil Gretel seraya mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Hansel.


Hansel seketika langsung tersadar, lelaki itu berdehem dan mengusir pikiran kotornya.


"Sebaiknya kita tidur, besok kita harus bangun pagi-pagi," ucap Hansel seraya memalingkan wajahnya. Dia tidak mau melihat Gretel yang masih memaju mundurkan lollipop.


Mendengar itu, Gretel langsung menggigit lollipopnya sampai hancur.


"Kenapa digigit begitu?" tanya Hansel yang terkejut saat mendapati lollipop itu hancur. Seketika khayalan kotornya langsung buyar.


"Biar cepat habis, ayo kita sikat gigi sama-sama, Suamiku!" ajak Gretel.


Dia turun dari kursi tapi lagi-lagi Hansel justru menggendongnya.


"Kau pasien malam ini," ucap Hansel.


Lelaki itu membawa istrinya untuk masuk ke kamar mandi mereka kemudian mereka menggosok gigi bersama. Terlihat pantulan bayangan keduanya di depan cermin.


"Aku menyukai ini," ucap Gretel dengan mulut penuh busa pasta gigi.


Hansel hanya diam tapi dia tersenyum dalam hatinya padahal hanya sikat gigi bersama tapi kenapa dia juga menyukainya.


Malam itu, mereka tidur di ranjang yang sama lagi.


"Selamat malam, Suamiku!" Gretel mengecup pipi Hansel sebelum dia berbaring.


Setelah melakukan itu, Gretel menarik selimut dan berbaring memunggunginya.


Hansel mengusap pipinya bekas ciuman dari Gretel, rasanya aneh dia ingin sesuatu yang lebih dari sekedar kecupan pipi.


"Bagaimana cara mengembalikan setan mesum itu di kepala Gree?" batin Hansel yang merindukan serangan istrinya.


...***...


Di sisi lain, Jesa merasa hidupnya seperti sudah jatuh tertimpa tangga karena malam ini tiba-tiba pemilik gedung apartemen memutuskan kontrak sepihak atas sewa unit apartemennya.


"Kenapa mendadak seperti ini? Seharusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu, saya bisa tuntut di kepolisian kalau begini caranya," protes Jesa.


"Maaf Nona seperti yang sudah saya jelaskan bahwa unit apartemen ini sudah ada yang membelinya. Dan pemilik barunya minta dikosongkan dengan segera," jelas ajudan dari pemilik gedung.


Jesa merasa tidak adil padahal masa sewanya masih beberapa bulan lagi.


"Pemilik barunya memang meminta saya untuk memberitahu anda namanya, nama pemilik unit yang baru adalah Ethel Hoult," sahut ajudan itu lagi.


"Sudah aku duga! Hanya dia manusia yang akan melakukan hal seperti ini!" seru Jesa.


Sebelumnya, Jesa menolak dan kabur saat Pedro menjemputnya. Sekarang Ethel pasti tengah balas dendam.


Jesa akhirnya menggedor pintu unit apartemen Ethel, mentang-mentang lelaki itu sudah menebusnya.


Tak lama pintu dibuka oleh Ethel, lelaki itu baru saja mandi jadi hanya ada handuk yang melilit di pinggangnya.


"Astaga!" Jesa tentu saja kaget. "Cepat pakai bajumu dan kita harus bicara!"


Jesa menerobos masuk begitu saja dan Ethel mengikuti perempuan itu dari belakang. Bukannya memakai baju, Ethel justru ikut Jesa duduk di sofa ruang tamunya.


"Kenapa ikut kemari? Pakai bajumu sana!" teriak Jesa kesal. Kali ini dia tidak bisa menahan emosinya.


"Ini kan apartemenku jadi terserahku!" balas Ethel.


"Baiklah kalau begitu, aku mulai saja!" Jesa melipat kedua tangannya di dada seraya menatap Ethel dengan memicingkan matanya.


Dia menggeser duduknya dan tanpa sengaja pahanya memencet tombol remote tv Ethel. Seketika tv itu menyala hanya saja tampilannya adalah video yang terakhir kali ditonton oleh Ethel.


Akhhh.... Faster Baby


Harder me.... Akhhh....


Akhhh.... Akhhh....


Ethel dan Jesa kaget dengan apa yang mereka lihat.


"Bukan aku! Aku tidak pernah menonton itu!" seru Ethel.


"Tenang! Akan aku matikan!" Jesa segera mengambil remote dan mematikan tv itu.


Ethel menutup wajahnya karena malu, sekarang ketahuan bagaimana dia bisa pro saat bermain dengan Jesa.


"Kau benar-benar perempuan pertama yang menodaiku," ucap Ethel kemudian.


Dia takut Jesa berpikir kalau sebelumnya dia sudah tidak perjaka.