The Marriage Business

The Marriage Business
TMB BAB 72 - Kasus Langka



Ethel berdecak sebal karena ketika menghubungi temannya satu persatu tidak ada yang menerima panggilan darinya.


"Ck! Ini pasti campur tangan daddy," Ethel kemudian melempar ponselnya di atas ranjang.


Saat ini dia dan Jesa menyewa apartemen murah untuk sementara mereka tinggali.


"Ada apa?" tanya Jesa.


"Rencana gagal," jawab Ethel.


Kemudian dia memeluk Jesa, setidaknya disaat terpuruk seperti ini mereka masih bersama-sama.


"Kita makan dulu," ajak Jesa yang sudah menyusun makanan yang dibelinya.


Karena menghemat, mereka tidak bisa membeli makanan sesuka hati lagi.


"Aku besok akan mendatangi uncle Bass dan Luke," ucap Ethel yang memikirkan rencana selanjutnya.


"Siapa mereka?" tanya Jesa.


"Mereka itu teman daddy. Aku akan minta pekerjaan pada salah satunya, pokoknya tugasmu hanya di rumah menungguku kembali," jawab Ethel seraya mengecup telapak tangan Jesa. "Aku tidak ingin dewi keberuntunganku kelelahan, aku akan bertanggung jawab!"


"Cih, kau masih mengatakan dewi keberuntungan di saat seperti ini," Jesa menggelengkan kepalanya.


Namun, tidak bisa dipungkiri, dia mulai tersentuh dengan daun muda itu.


"Bukankah aku bukan tipemu? Sebenarnya tipemu itu yang bagaimana?" tanya Ethel tiba-tiba.


"Dewasa dan baik hati mungkin," jawab Jesa sekenanya.


Sedetik kemudian Jesa sadar jika kata-katanya seolah mengatakan kalau Ethel tidak dewasa dan berhati buruk.


"Tapi itu dulu, sekarang tipeku sudah berubah," tambah Jesa.


Ternyata sudah terlanjur, Ethel sudah merajuk dengan kata-kata sebelumnya. Jadi, Ethel tidak menanggapi pernyataan Jesa yang terakhir.


Malam itu mereka tidur saling memunggungi dan Jesa merasa tidak nyaman jika Ethel diam begitu. Bukan berniat menggoda tapi Jesa ingin meminta maaf kalau sudah membuat Ethel marah.


"Maafkan aku, ya." Jesa membalik badan dan memeluk Ethel dari belakang.


"Minta maaf dengan cara yang benar," Ethel membimbing tangan Jesa untuk masuk ke dalam celananya.


Jesa berteriak ketika tangannya menyentuh lightsaber yang sudah on.


"Kau di atas malam ini ya, cintaku!" pinta Ethel.


Akhirnya mereka pun kembali membuat adonan Mochi. Karena terlalu bersemangat, mereka lupa kalau sudah pindah tempat tinggal.


Jadi, suara percintaan mereka sampai terdengar ke tetangga. Dan itu sangat mengganggu.


Awalnya para tetangga memaklumi karena mengira Jesa dan Ethel adalah pasangan pengantin baru.


Lama kelamaan mereka gerah juga karena kedua anak manusia itu melakukan percintaan selama berjam-jam.


"Kita lapor polisi setempat saja!" usul salah satu tetangga yang tingkat kesabarannya setipis tisu.


Usul itu disetujui dan tak lama kemudian, ada dua polisi datang.


Jesa dan Ethel merasa terkejut ketika para polisi itu menanyakan perihal dokumen pernikahan. Tentu saja mereka tidak bisa menunjukkan itu.


Malam itu juga, keduanya dibawa ke kantor polisi dan para wali mereka diminta untuk menjemput.


PLAK!


Kakek yang tiba duluan langsung menampar Jesa. "Ternyata pemuda itu memang seorang gelandangan! Sekarang pulang!?"


Ethel geram, dia ingin membalas kakek tapi Jesa menahannya.


"Jangan memperburuk keadaan, aku memang salah jadi aku pantas mendapatkan ini," ucap Jesa. Dia langsung pergi bersama kakek.


Sementara Ethel sendirian di kantor polisi dan tidak ada yang menjemputnya.


"Pak polisi, jebloskan saya di penjara saja!" pinta Ethel putus asa.


Polisi yang bertugas langsung berdehem. "Kasusnya langka ya, di penjara karena mengganggu tetangga saat bercinta!"