The Marriage Business

The Marriage Business
TMB BAB 63 - Sia-Sia



"Kee... Tunggu!" seru Tessa yang tidak bisa mengimbangi langkah suaminya.


Mereka baru saja mendarat ke bandara tapi Keenan berjalan dengan tergesa-gesa karena ingin mendatangi Hansel.


Tentu saja Keenan sudah tahu masalah Gretel, dia gusar dan ingin berbicara pada menantunya.


"Cepat, Sayang!" Keenan tidak mau memperlambat langkahnya.


Sudah ada mobil jemputan yang menunggu mereka, Keenan langsung masuk dan meminta supir untuk menuju ke perusahaannya karena Ethel baru memberi kabar jika Hansel ada di sana.


"Tenanglah dulu," bujuk Tessa yang tahu jika suaminya tengah emosi saat ini.


Keenan diam saja, dia tidak terima jika putrinya disakiti. Selama ini dia sudah diam dan tidak ikut campur tapi sekarang kesabarannya sudah habis.


...***...


"Ethel..." Hansel terus mencoba berbicara pada kakak iparnya itu. Dia bahkan sampai menunggu Ethel berangkat kerja dan mengikuti lelaki itu sampai kantor setelah Hansel diusir security.


Hansel pantang menyerah sebelum mendapat informasi di mana istrinya berada.


"Kenapa tidak memberi adik iparmu kesempatan?" Jesa lagi-lagi membujuk Ethel. Jujur saja dia terganggu dan kasihan.


Tapi, Ethel tidak mudah luluh begitu saja. Dia yang tahu bagaimana selama Gretel menyukai Hansel ikut merasa sakit hati.


"Lanjutkan saja pekerjaanmu, cintaku. Kita akan menghadiri rapat jadi aku butuh konsentrasi," sahut Ethel dengan memasang headset di telinganya.


Jesa lagi-lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia tidak akan mengganggu lelaki yang suka memaksanya bercinta itu.


Kalau dipikir-pikir, Jesa sudah lewat dari tanggal perkiraan datang bulan.


"Apa aku benar-benar hamil?" batin Jesa sambil memandangi Ethel dari mejanya. "Dan ayah dari anakku itu?"


Lamunan Jesa buyar ketika mendengar suara ribut-ribut di luar. Karena penasaran, Jesa berdiri dan mencoba melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Ternyata Keenan baru datang dan ribut di luar sana, Jesa hanya mengintip dari lubang pintu. Dia tidak mau ikut campur.


Dan Ethel yang sebelumnya serius jadi membelalakkan mata karena melihat Jesa yang menungging di depan pintu.


"Astaga! Apa tadi malam belum puas? Kenapa menggodaku seperti itu," batin Ethel. Dia pun berdiri dan mendekati Jesa kemudian mengusap bokong perempuan itu.


"Akh!" Jesa kaget dan berusaha menjauh. "Apa yang mau kau lakukan?"


Jesa menyilangkan tangannya di dada karena was-was. Sekali Ethel melahapnya lelaki itu tidak akan berhenti.


"Bukankah kau menggodaku?"


"Menggoda apanya, coba lihat di luar itu! Tuan Keenan datang!"


"Daddy?"


Ethel pun langsung membuka pintu dan mendapati Hansel yang bersimpuh di depan Keenan.


"Ini hanya salah paham, Daddy. Tolong beritahu di mana Gretel," ucap Hansel penuh permohonan.


Keenan bergeming, dia masih menatap tajam menantunya itu.


"Aku tidak mau bercerai dengan Gretel jadi tolong beritahu di mana istriku," pinta Hansel lagi.


"Sekarang saja menganggapnya istri," balas Keenan dengan ketus.


Tessa miris melihat penampilan menantunya yang lusuh jadi dia meminta Hansel untuk berdiri. "Istirahatlah dulu biar mommy yang membujuk daddy!"


"Thanks, Mom," balas Hansel sambil berdiri.


Setelah Hansel berdiri, Tessa kemudian mencoba berbicara pada suaminya. "Ini hanya salah paham, Kee. Beritahu saja di mana Gretel supaya Hansel menjemputnya!"


Keenan berdehem. "Sebenarnya aku tidak tahu di mana Gretel berada!"


"Kalau begitu, cepat beritahu di mana saudaramu!" Tessa beralih pada Ethel di sana.


Ethel menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Gree, tidak memberitahuku!"


"Apa?" Hansel kaget. "Lantas untuk apa aku semalam sampai sekarang mengejar-ngejarmu?"


"Kamu nanya?"