
"Aku tidak berpikiran seperti itu!" balas Hansel cepat. Dia tidak siap saat tubuh Gretel yang jatuh di atas tubuhnya.
Gretel segera berdiri sambil memperbaiki handuknya yang akan turun ke bawah. Dia ingin segera pergi dari situasi canggung ini.
Namun, lagi-lagi kakinya menabrak kaki meja yang membuat tubuhnya kembali jatuh ke atas tubuh Hansel. Kali ini posisinya telentang, sejenak mata Hansel dan Gretel saling beradu tatap.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Hansel yang matanya melihat kaki istrinya. "Pasti itu sakit, 'kan?"
Jempol kaki Gretel tampak bengkak yang membuat Hansel mendudukkan istrinya di sofa.
"Tunggu di sini!" Hansel pergi ke luar kamar untuk mengambil air hangat. Dia ingin merendam kaki Gretel ke air hangat itu.
Saat kembali ke kamar, Gretel yang menunggu di sofa tampak meringis menahan sakit.
"Rendam di sini!" Hansel berjongkok dan meraih kaki Gretel untuk dia masukkan ke dalam air hangat yang dibawanya.
Mulut Gretel sampai menganga mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya.
"Aku akan mencari di internet, obat apa yang bisa mengurangi bengkaknya," ucap Hansel sambil berdiri. Dia ingin mengambil ponselnya tapi ditahan oleh Gretel.
"Aku rasa direndam di air hangat sudah cukup, Suamiku." Gretel justru merasa tidak nyaman karena dia yang hanya memakai handuk saja. "Bisa ambilkan baju untukku!"
"Baiklah." Hansel masuk ke walk in closet dan membuka lemari pakaian Gretel. Dia mengambil satu set piyama tapi dia juga berpikir kalau istrinya butuh pakaian dalam.
Hansel bingung harus memilih pakaian dalam model apa karena pakaian dalam Gretel bentuknya bermacam-macam.
"Aku ambil yang warna merah saja," ucapnya.
Kemudian dia kembali pada Gretel dan memberikan baju yang dia ambil.
"Thanks," ucap Gretel seraya mengambil baju dan pakaian dalam pilihan suaminya.
"Aku akan keluar!" Hansel berjalan keluar kamar supaya Gretel bisa memakai bajunya dengan leluasa.
Gretel memandangi punggung Hansel, setelah hilang dari balik pintu, gadis itu menjerit dalam hatinya.
"Ish, aku tidak akan menggunakan cara sampah seperti ini!"
Gretel jadi mengingat Abel yang beralasan sakit supaya Hansel mau menemui gadis itu. Dia segera memakai pakaian dalam dan piyamanya.
Setelah dirasa kakinya tidak sakit lagi, Gretel menyudahi merendam kakinya.
"Gree..." Hansel tiba-tiba membuka pintu kamar. "Aku sudah memesan makanan!"
Gretel berjalan ke arah suaminya tapi dia dibuat terkejut lagi karena Hansel tiba-tiba menggendongnya ala bridal.
"Kakimu kan masih sakit," ucap Hansel.
Demi apa, Gretel sampai kehabisan kata-kata hanya irama jantungnya yang menjadi bukti betapa berdebarnya dia sekarang.
Hansel mendudukkan tubuh istrinya di kursi makan kemudian dia membuka makanan yang dipesannya.
"Lain kali kalau aku sudah pandai memasak, aku akan memasak hidangan spesial untukmu, Suamiku. Akan aku pastikan meja makan kita akan selalu penuh dengan makanan," ucap Gretel yang selalu penuh percaya diri.
"Aku menunggunya," tanggap Hansel seraya tersenyum miring. Biasanya dia akan diam saja kalau Gretel berbual seperti itu tapi sekarang dia mulai menyukainya.
Sampai dia teringat lollipop yang dibelinya, Hansel memberikan lollipop itu setelah selesai makan.
"Kata Boy kau suka yang manis-manis," ucap Hansel.
"Wah, lollipop!" Gretel menerima lollipop dari suaminya dan langsung memakannya.
Gretel memutar-mutar lollipop itu dan Hansel memperhatikan sikap istrinya itu. Tiba-tiba dia merasakan perasaan aneh apalagi saat Gretel memaju mundurkan lollipop pemberiannya.
"Apa setan mesumnya pindah ke kepalaku?" gumamnya.
_
Part selanjutnya si Ethel ya ges, jangan ada yang bilang berat sebelah🤭