The Marriage Business

The Marriage Business
TMB BAB 33 - Berkhianat



Suasana menjadi canggung karena video yang telah mereka lihat sebelumnya. Tapi, Jesa harus tetap mengutarakan niatnya mendatangi Ethel.


"Iya, iya. Aku percaya kalau kau melakukan pertama kali denganku," ucap Jesa berusaha mencairkan suasana.


Ethel membuka wajahnya perlahan yang sebelumnya dia tutupi memakai kedua tangannya.


"Kau pasti ingat kan saat pagi itu kau memanfaatkan tubuhku yang sedang tertidur!" Ethel masih berusaha meyakinkan Jesa kalau dia adalah korban.


Dan Jesa tahu kalau dia semakin melawan, Ethel akan semakin manipulatif jadi dia mengikuti skenario lelaki itu.


"Maafkan aku, ya. Tapi, bisakah jangan memintaku pindah dulu, beri aku waktu seminggu sampai aku mendapat tempat tinggal baru," pinta Jesa. Dia sudah berusaha mengalah dan berharap Ethel bisa diajak bicara dengan normal.


"Sepertinya kau tidak membaca dokumen yang ditanda tangani April itu, ya. Di sana tertulis kalau Jesa Coper menjadi hak penuh Ethel Hoult sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan," jelas Ethel. Dia sebelumnya memang kesal karena perempuan itu telah menolak dan berusaha kabur darinya.


Percuma memakai emosi atau bersabar, hidup Jesa sepertinya hanya bisa diperintah sana sini.


"Kenapa kau lakukan ini padaku?" tanya Jesa. Kali ini dia bersikap serius. "Apa menyenangkan mempermainkan hidup orang?"


Ethel tidak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti itu apalagi wajah Jesa tampak sedih. Dia jadi tidak tahu harus berbuat apa.


"Aku tidak bermaksud mempermainkanmu," elak Ethel.


"Lantas apa yang kau lakukan ini?" tanya Jesa lagi.


Akhirnya Jesa mengalah, dia berniat pergi dari unit apartemen Ethel, dia terpaksa akan menginap ke rumah kakeknya sementara waktu.


Namun, Ethel menghentikan langkah kaki Jesa dengan mencekal tangan perempuan itu.


"Kau mau ke mana? Kita belum selesai," protes Ethel.


"Bagiku semua sudah selesai. Jangan ganggu aku lagi!" pinta Jesa seraya menghempaskan tangan Ethel tapi laki-laki itu tetap tidak mau melepasnya. Justru sekarang Ethel berdiri supaya bisa menangkap Jesa.


"Jangan pergi! Kenapa kau suka mencampakkan aku!" seru Ethel.


Bersamaan dengan itu, handuk yang dikenakan Ethel melorot ke bawah, otomatis Jesa bisa melihat lightsaber Ethel yang belum bangun.


"Aaaa..." teriak Jesa kaget.


"Bukankah kau suka menelannya?" goda Ethel.


"Aaaaa.... Aaaaa..." Jesa terus berteriak sambil melempar bantal sofa ke arah lelaki itu. "Cepat pakai handukmu lagi!"


"Baiklah." Ethel akhirnya memakai handuknya lagi.


Sementara Jesa berjalan ke arah dapur dan menuju kulkas Ethel untuk mencari minum, tenggorokannya butuh air setelah meneriaki Ethel.


Jesa mengambil botol kaca yang berisi cairan bening, dia pikir itu air putih.


"Buh!" Jesa menyemburkan minuman itu karena rasanya sangat aneh. "Air apa ini?"


Ethel yang menyusul Jesa membelalakkan mata. "Kau meminumnya? Itu bukan air putih tapi vodka!"


"Vodka? Pantas saja!" Jesa mulai pusing, dia ingin keluar sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Ethel cemas.


"Aku tidak apa-apa, aku pinjam unitmu semalam saja, besok aku pindah," sahut Jesa seraya memegangi kepalanya.


Tiba-tiba Ethel menggendong tubuh Jesa dan dia baringkan di atas ranjang kamarnya.


"Kau menginap di sini saja," ucap Ethel.


"Nanti kau akan memakanku," tolak Jesa.


"Aku tidak akan memakanmu, tenang saja! Aku tidak akan menyerahkan tubuhku dengan mudah kali ini!" Ethel berkata penuh percaya diri.


Jesa sudah tidak menanggapi lagi karena dia sudah setengah mabuk, dia berusaha memejamkan matanya.


Pada saat itu, kaos yang dipakai Jesa naik ke atas yang membuat perut perempuan itu terpampang nyata.


Ethel menegak ludahnya kasar, dia ingin pergi dari kamar tapi lightsabernya berkhianat.


"Ck! Kenapa kau selalu bangun! Kau harus punya harga diri!" decak Ethel sebal.